Anatasya, gadis cantik yang berumur 20 tahun dia gadis yang polos, baik hati dan juga ceria.
setiap harinya dia bekerja disalah satu restoran xxx untuk biaya kehidupan sehari-harinya karena dia hidup sebatang kara. ibu nya meninggal saat melahirkan dia sedangkan ayah nya meninggal sebelum ana lahir jadi ana tak pernah melihat ayah nya sama sekali, akhirnya ana pun dirawat oleh bibinya namun bibinya sangat kejam, Siska anak dari bibi nya juga sangat kejam. gajian ana setiap bulan selalu diminta, ana pun putus kuliah karena beasiswanya dicabut, ana juga tak sanggup untuk membayar uang bulanan dan semester kuliahnya, karena uang gajinya diminta bibi nya untuk membayar kuliah Siska. tapi semuanya berubah indah ketika ana bertemu dengan Rama Ardiyansyah seorang CEO yang tampan dan kaya yang sangat mencintainya... dari situlah kisah ana yang menyedihkan berlalu
Novel ini dikhususkan untuk dewasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maisy Asty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Makan bersama
Ana pergi ke kamar mandi sedang Rama menunggu Ana sambil duduk ditepi ranjangnya dan memikirkan hal tadi apakah Rama salah telah melakukan hal tersebut.
Setengah jam kemudian.
"Kenapa Ana begitu lama didalam kamar mandi sana" ucap Rama Sambil memanggil-manggil Ana dengan nada kawatir.
"Ana... Ana kamu baik-baik saja" tanya Rama.
Ana menjawab pertanyaan Rama dengan lirih.
"Rama, Aku baik-baik saja tunggu sebentar" ucap Ana dari dalam kamar mandi.
"Ayo cepetan kita makan malam dulu, Mami, Papi dan Rehan sudah menunggu kita dibawah" ucap Rama.
Ana keluar dari kamar mandi.
"Maaf rama Aku lama" ucap Ana
"tidak apa-apa, ayo cepet turun" ucap Rama.
Rama berjalan menuju keluar kamar Ana mengikuti langkah kaki Rama, sesampainya diruang makan.
"Duduklah sayang, ayo makan dulu" ucap mami mengajak Ana untuk duduk.
"Apa hanya Ana yang diperhatikan disini? apakah Mami tidak menyuruh anak Mami juga untuk makan?" ucap Rama merajuk
"Tidak-tidak anak Mami, sini-sini kamu juga makan dekat Mami" ajak mami dengan nada merayu.
"Papi, apakah Mami hanya sayang pada kak Rama, kenapa Mami tidak menyuruhku duduk disamping Mami juga" ucap rehan dengan nada melas.
"hentikan lah kalian, Mami dan Papi sangat menyayangi kalian berdua anak-anakku" ucap Papi dengan nada lembut.
"Sudahlah ayo makan semuanya" ucap Papi pada semuanya.
Ana bangun dari duduknya untuk mengambilkan nasi buat Rama.
"Segini cukup rama" tanya Ana.
"Cukup sayang, terimakasih ya" ucap Rama
Ana mengambilkan untuk Mami dan Papi nya juga.
"kakak ipar, aku juga mau diambilkan" ucap Rehan manja dengan Ana.
"Sini kakak ambilkan, segini cukup Rehan?" ucap Ana Sambil menunjukkan piring yang berisi isi nasi ditangannya.
"Cukup kakak ipar, terimakasih ya kak" ucap Rehan dengan senyumnya yang paling manis.
Setelah semua piring sudah terisi nasi dan berbagi macam lauk, akhirnya semuanya menikmati makanannya dengan tenang.
Makan malam selesai, Mami, Papi dan semuanya berkumpul diruang keluarga sambil bercanda dan tertawa bersama.
"Aku sudah ngantuk, ayo kita istirahat Ana" ucap Rama sambil beranjak dari tempat duduknya.
Ana bangun, Rama juga bangun dari tempat duduknya.
"Ayo aku antar kamu ke kamarku!! malam ini aku tidur kamar Rehan" ucap Rama sambil menggandeng tangan Ana untuk menuju kamarnya.
Rama tidak mau tidur di kamarnya berdua dengan Ana, karena Rama takut kejadian yang terduga terjadi akhirnya Rama memutuskan tidur dikamar Rehan.
"Kak Rama, mau tidur dikamar aku tapi ada syaratnya" ucap Rehan penuh kemenangan.
Rehan yang tau kakak tidak bakal menolak apa yang dia mau, jadi Rehan berusaha memanfaatkan keadaan ini untuk meminta benda yang dia sudah inginkan sejak lama.
"Kamu mau apa katakanlah adikku satu-satunya" ucap Rama dengan nada ingin tau.
"Ponsel keluaran terbaru kak, ponsel merk Z harganya sekitar 35 juta kak" ucap Rehan dengan nada memelas.
"Rehan" ucap Mami
Belum selesai mami menyelesaikan kata-katanya, Rama sudah langsung menuruti permintaan adik nya tersebut.
"Tidak apa-apa Mami, hanya sebuah ponsel kalau dia minta mobil juga Rama belikan Mam" ucap Rama yang memang sangat menyayangi adiknya.
"Tuh kan Mam, kakak itu yang terbaik" ucap Rehan Sambil lari memeluk Rama.
"Hey, lepasan aku anak kecil" ucap Rama yang selalu menganggap Rehan Sebagai anak kecil.
Usia Rehan seumuran dengan Ana, jadi Rama selalu menggap Rehan sebagai bocah kecil yang masih manja karena memang Rehan selalu bersikap seperti anak kecil kalo bersama Rama.
"Besok kita beli ponsel yang kamu inginkan" Ucap Rama pada Rehan yang membuat Rehan Sangat senang.
"Mami, Papi, Rama antarkan Ana ke kamar dulu" ucap Rama pada Mami dan Papi nya.
Rama dan Ana berjalan menuju kamar Rama sampe didepan kamar Rama. Rama mengantarkan Ana sampe tempat tidurnya.
"Tidurlah, kalau ada apa-apa kamu bisa panggil aku atau telpon aku saja, aku ada dikamar Rehan kamarnya tidak jauh dari kamarku" ucap Rama Sambil memasang kan selimut ke tubuh ana.
Sebelum meninggalkan Ana, Rama mencium kening Ana.
"Selamat malam, mimpi indah ya" Ucap Rama Sambil mencium kening Ana.
Rama pergi meninggalkan Ana dan pergi menuju kamar rehan.
Bersambung
lanjutkan thor 😙😙😙😙😙
semoga keluarga Rama dgn tulus menerina Ana apa adanya dan jg menyayangi nya 😋😋😋😋😋
seru dan senang nya Ana di manja dan di perhatikan 😋😋😋😋😋😋