Ela, karena kelakuannya yang selalu saja susah diatur akhirnya membuat kedua orangtuanya memindahkannya ke rumah si Mbah.
Di rumah peninggalan si Mbah, ternyata menyimpan banyak rahasia kelam masa lalu.
Yuk ndongeng dengan Othor, yang tokoh-tokohnya dari nama para readers setia lagi...
Hihihi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Penasaran
"Benarkah?"
Ela menatap Depy dengan tatapan nyaris tak percaya,
Sosok misterius berwajah mirip Bik Putri tidur di sampingnya, dan yang jelas sosok itu bukanlah manusia karena panjang kakinya hampir menyentuh dinding,
"Sungguh La, kau pasti tahu aku tidak mungkin bohong, buat apa bohong lihat penampakan,"
Kata Depy dengan wajah pucat pasi,
Masih terbayang jelas di pelupuk matanya wajah perempuan yang awalnya mirip Uwaknya namun tiba-tiba berubah seperti memakai topeng.
Hidungnya yang lancip persis seperti topeng, warna kulit wajahnya yang putih persis seperti cat topeng,
Depy bergidik, terutama ketika ia mengingat panjang kaki sosok itu yang semakin memperjelas jika sosok itu bukan manusia biasa,
"Duh pulang ke rumah saja yuk Bu, sudahlah La, tinggal di rumah aku apa Depy saja, daripada di sini,"
Kais terlihat celingak-celinguk merinding, sambil tangannya berpegangan pada lengan tangan Ela,
"Iya Wak, pulang saja yuk Wak, lagian aku sudah tidak tahan Wak,"
Kata Depy,
"Tidak tahan apa?"
Tanya Bik Putri pada Depy anak Bibik Resti, adiknya.
"Iikh Wak, sudah dibilangin aku dari tadi pengin buang air kecil,"
Kesal Depy,
"Lho, buang air kecil kan tinggal ke toilet,"
Bik Putri malah jadi heran,
"Ya ampun Waaak, dari tadi aku bolak-balik ngomong kebelet buang air kecil,"
Depy tepuk-tepuk jidatnya sendiri,
"Lah ya sudah sana ke kamar mandi, nanti kamu malah ngompol di sini repot,"
Bik Putri pun mengomel, Depy yang diomeli rasanya jadi ingin menangis, apalagi menahan ingin buang air kecil itu sudah sangat menyiksanya,
"Kalau tidak habis lihat hantu juga Depy tidak usah disuruh langsung ke kamar mandi sendiri Waaak, ini kan masalahnya..."
Brak!!
Terdengar suara seperti pintu digebrak, suaranya dari arah pintu kamar Mbah buyut,
Ela, Kais, Depy dan Bik Putri tampak saling berpandangan,
"Aduh, pulang saja yuk Bu, sudah jelas rumah ini memang tidak beres Bu..."
Kais yang rasanya kedua kakinya lemas macam mau pingsan tampak langsung menggelayut manja di lengan Ibunya,
Depy yang rasanya masih ingat betul bagaimana sosok perempuan yang tidur di samping Ela pun akhirnya ikut-ikutan Kais menggelayut pada lengan Bik Putri,
"Iya yuk Wak, pulang saja, sebelum ada penampakan lagi,"
Bisik Depy di telinga Bik Putri,
Namun, berbeda dengan Kais dan Depy, tampak Ela justeru malah akan keluar dari kamar karena ingin memastikan ada apa di kamar Mbah Buyut,
Bukan!
Ela bukannya tidak takut, tapi Ela merasa sudah terlanjur dibuat penasaran,
Ratih, buat Ela, hantu itu bukan sekedar hantu yang memang hanya bisa dilihat oleh Ela, tapi sosok itu benar-benar ingin menyampaikan sesuatu, atau justeru ingin minta tolong sesuatu,
Ela mengayunkan langkahnya mendekati pintu kamar untuk keluar, tapi tiba-tiba Kais meraih tangan Ela dan memeganginya sekuat tenaga agar jangan sampai keluar dari kamar sendirian,
"Jangan La..."
Kata Kais dengan wajah khawatir,
Ela menatap Bik Putri, seolah meminta pertimbangan,
Tapi, belum lagi Bik Putri menjawab, suara gebrakan yang sama kembali terdengar dari arah yang lagi-lagi sepertinya dari kamar mbah buyut,
"Ratih, siapa dia sebenarnyanWak? Biar aku cari tahu apa maunya..."
Kata Ela akhirnya,
Bik Putri menggelengkan kepalanya,
"Sudah La, mungkin ini hanya..."
BRAKKG!
Gebrakan itu terdengar lagi membuat mereka saking kagetnya terlonjak,
**----------**
aku kira endingnya Ratih berterima kasih sama ela, trs dia jadi pendampingnya ela buat menghajar temen2 kampusnya nya ela yg sombong2 itu