Manis menggeliat , tubuhnya terasa panas . Kecupan ringan terasa menguliti tubuh nya netra nya terpejam , ia menikmati sentuhan hangat disetiap inci tubuhnya . Hembusan hangat menelisik kedalam tubuh nya . Nikmat dunia yang membuatnya berada diatas awan . Apakah ini mimpi ? Jika mimpi pun ia enggan untuk bangun ..
Ditinggal pas lagi sayang sayang nya tu sakiitt banged . Manis juga begitu . Raga nya mungkin terpisah . Namun hatinya masih bertaut .
Dalam desakan keadaan Ia terpaksa harus menikah dengan sang adik ipar . Tanpa tau ia tengah hamil 4 bulan .
Bagai mana cerita keduanya ?
Dan anak siapa yang ia kandung ?
bantu up ceritaku ya , dengan like dan komennya biar aku semangat ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 Mencari yang hilang
Manis keluar dari ruangan HRD lalu ia bersandar pada pembatas ruangan dilorong .
Dia mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan
[ " lagi dimana Niel ?! " ]
pesan dikirim , centang biru
Daniel sedang mengetik
[ " Diruanganku . kenapa ? " ]
Kembali Manis membalas pesan
[ " Ada siapa disana ?! " ]
pesan dikirim , centang biru
Daniel sedang mengetik
[ "Daniel " ]
" Iisshhh... " Desis Manis kesal , Ia mengetik lagi
[ " Iissshhh ...Siapa selain kamu .. " ]
Terkirim , centang biru tanda pesan telah dibaca , tampak dilayar Daniel sedang mengetik .
[ " Enggak ada . " ]
" Yeesss . " batin Manis , Ia celingukan dan langsung berlari ke ruangan Daniel . Begitu sampai didepan pintu , dia melihat sekeliling lagi . Aman .
Lalu dia masuk . dan segera menutup pintu . Matanya langsung mencari cari barang yang dia cari , melihat kearah lantai . Tanpa memperdulikan Daniel yang berdiri didepan nya dengan tatapan bingung .
" Kamu ngapain ? "
" Nggak liat apa ?! " Jawab Manis tanpa menoleh kearah orang yang berbicara . " Ayookk.. kamu juga bantu cari . "
" Cari apa Manis ?! " terdengar suara Daniel yang mencoba bersabar .
" Foto USG , kupikir jatuh disini . " balas Manis kini ia merangkak , dan menempelkan kepalanya di lantai , mencoba melongok bawah sofa . Nihil . Kembali ia mengangat kepalanya dan merangkak lagi .
" Ayo.. Bantu cari ! "
Daniel memutar matanya malas , lalu menghenyak nafasnya . Ia pun ikutan merangkak . Mencari foto USG yang katanya jatuh disana . Mungkin .
" Iisshh... Sebenarnya apa sih mau nya . Menyuruhku ikut mencari sebuah foto USG . " batin Daniel menggerutu . " Tunggu ! kenapa aku jadi ikutan merangkak ?! Kenapa nggak .... "
DUUGG ...
" Aauuu... " pekik Manis , menggosok-nggosok kepalanya yang terbentur kepala Daniel .
Daniel sedikit mendongakkan kepalanya , begitu pun Manis . Sesaat mata mereka bersitatap cukup dekat .
" Sialan . Ini terlalu dekat . " Batin Daniel , jantung nya sudah berdegup kencang .. " Uuuggghh.. Tenang lah hati ku . Ini bukan pertama kalinya begini . "
Wajah nya bergerak perlahan mendekat ke wajah Manis . Semakin dekat , dan semakin dekat . Hingga akhirnya bibir mereka kembali bersentuhan . Dan saling menyambar cukup lama . sepertinya Manis membalas nya , membuat gairah Daniel kembali timbul .
" Iisshhh.. " Manis melepas pangutan nya dan langsung beranjak bangkit .
" Kok begini lagi sih ?! " ucapnya dengan muka merah padam .
Daniel pun ikut bangkit .. dan mengusap wajahnya .. Ia juga memerah . Ia pun tak tau kenapa malah berakhir seperti itu .
" Sialan . Aku benci kalau sudah love mode kek gini . Bikin wajahku panas saja . " Batin Daniel kesal , ia menutupi sebagian wajah bawahnya dengan tangannya .
" Haaahhh.... Cari dimana lagi ya ?! " Gumam Manis menggosok tengkuk nya . Matanya masih berkeliling di lantai.
" Kenapa harus nyari sih !? Emang nggak bisa ya USG lagi !? " Celetuk Daniel melihat Istrinya yang tampak pusing .
" Aahh.. iya ! kenapa nggak kepikiran . " Ucap nya menepuk jidat nya sendiri .
Daniel tertawa geli .
Tok tok tok .. Suara pintu diketuk .
Manis panik , dan kembali ia bersembunyi dibalik meja Daniel . Begitu pun Daniel yang ikut duduk dikursi nya . Meja kerja Daniel hampir seluruh sisi nya tertutupi kaki meja , hanya dibagian yang terdapat kursi nya saja yang tidak , dan membuat rongga yang cukup luas disana.
Kriieeett....
pintu dibuka .
Tampak Devi masuk .
" Aahh .. Kamu Dev . Ada apa ?! " Tanya Daniel ramah plus dengan senyum manis diwajahnya .
Sementara Manis yang lagi lagi dalam posisi yang sama , kepala diantar kedua paha Daniel , mendengus kesal .
" Genit banged sih si Daniel .. " gerutu batin Manis
" Ada yang ingin aku bicarakan kak . " ucap Devi lembut .
" Oke. Bicara aja. "
" Enggak disini kak. Ini masalah lain . " balas Devi lembut .
" Masalah lain apa Dev ?! Disini kan juga bisa . Nggak ada siapa pun selain kita. "
Manis kesal mendengar suara Daniel yang terkesan menggoda baginya itu . Dia gigit paha Daniel kuaat-kuaat ..
" Nanti sepulang kerja , bisakah kita keluar sebentar . Skalian makan malam kak . "
" Yaaaa ... AAAAAHHHHH~~ " suara teriakan kesakitan Daniel yang terdengar seperti d*s*han itu mengagetkan Devi yang berbicara dengan nya .
" Kenapa kak ??!! "
" Aahh.. hanya di gigit serangga liar .. " sanggah Daniel cepat . dan menyingkirkan kepala Manis dari nya .
" Serangga ?! " Devi melangkah hendak mendekat .
" Nggak usah kemari. Aku baik-baik saja . " cegah Daniel cepat , " Nanti sepulang kerja kita bisa bicara ditempat lain ."
" Iiisshhh... Apa dia nggakk ingat aku ada disini !? main janji aja sama wanita lain . " gerutu batin Manis kesal .
Sekali lagi ia mengigit paha Daniel kuat kuat . Namun kali ini Daniel tidak berteriak . Hanya mengepalkan kedua tangannya , dan tampak wajah tegang nya yang menahan . Sementara Manis melonggarkan gigitan nya Namun bibir nya masih sedikit menempel di sana. Hembusan nafas yang manis keluarkan menembus hingga ke kulit Daniel .
" godaan macam apa ini . " jerit batin Daniel .
" Baiklah kak ." ucap Devi tenang . Tampak senyum manis menghiasi wajah nya .
" Kalau sudah tidak ada lagi , kamu boleh keluar . Jangan tinggalkan pos mu terlalu lama ." ucap Daniel mengakhiri . ia ingin Devi cepat pergi . Situasi ini membuat nya tak nyaman .
Devi pamit lalu beranjak pergi dan pintu ditutup .
Daniel menghela nafas lega .
" Sialan , gara-gara gigitannya tadi , juniorku jadi bangun . " batin Daniel yang masih merasakan bulu bulu halus nya tegak berdiri .
Dia mengatur nafas . Dan memundurkan sedikit kursi nya .
Tampak Manis juga menghela nafas lega . Dia menyandarkan kepala dan menyampirkan tangan nya di paha Daniel . Lagi lagi membuat gairah nya timbul .
" Kuatkan aku Tuhan . " rintih batin Daniel , Ia memalingkan wajah nya .
" Nis , Jangan kek gini . Pliiss !! " Pinta Daniel dengan suara bergetar menahan hasratnya .
Manis yang tersadar akan posisinya yang membuat Daniel canggung . Mendorong lutut Daniel menjauh dan membuat ruang baginya untuk bangkit .
Kini wajahnya menjadi panas . Ia malu . Tentu saja . Dia melakukan itu tanpa sadar .
" Aku ... Tidak bermaksud begitu .. Kamu tau kan , aku hanya merasa lega . " Manis mencoba memberi alasan agar Daniel tidak salah paham .
" Hhaiiisss... kenapa kita jadi dihadapkan situasi kek gini . " gumam nya kemudian , ia pun merasa canggung .
Daniel tertawa geli ...
" Aku harus kembali . " Ucap Manis beranjak mendekati pintu .
" Aahh... " ucapnya sambil menoleh . " Bisakah kamu mengantarku ke dokter nanti ?! Temani aku USG . "
" Baiklah . "
Manis tersenyum senang .
" Sepulang kerja !? " tanya nya sedikit ragu .
Daniel menatap intens Manis dengan mata menerawang . dan senyum misterius nya .
" Nanti saja setelah urusanmu dengannya selesai . " ucap Manis sebelum ia menutup pintu dan menghilang .
Daniel menghenyak nafas nya , Ia masih menatap kearah pintu tempat Manis menghilang . Dan menggulum senyum .
" Apa kamu tak ingin aku pergi dengan Devi , Nis !!?? " Gumam nya , " Kenapa nggak ngmg saja kalau keberatan aku pergi dengan Devi .. Pasti aku bakal langsung membatalkan . "
Di lain sisi , saat Manis keluar dari ruangan Daniel . Dari arah lorong ruang front ofice , tampak seorang wanita berdiri dibalik tembok, meliriknya dengan menggenggam sebuah foto USG . Lalu meremas nya .. bibir nya tergulum menahan amarah didadanya .