Menyakitkan jika mengingatnya, menyedihkan saat menjalaninya, mengecewakan saat melihatnya, itulah cinta.
"Naura ?" ucap orang tersebut memastikan orang dihadapannya ini
"Siapa ? hiks,,, hikss,,," tanyaku tidak mengenali orang yang mengajakku bicara
"Kamu Naurakan ? yang bermain bersamaku saat di panti asuhan ?" tanya anak itu lagi
"Deg !" Bayangan itu muncul, potongan mimpi yang terasa nyata itu hadir. Rasa sakit saat dipukuli oleh wanita yang ku anggap ibu, rasa menyalahkan diri karna tidak patuh, rasa yang menyesakkan dada
"Tidak, aku tidak bermain ke panti asuhan. Aku bukan anak yang nakal... hiks,,, hiks,,, " ucapku sambil menahan sakit diperut, ada perban dikepala menutupi luka yang cukup dalam dan besar serta beberapa lebam yang nyeri diwajahku
Itu semua ku dapatkan dari orang yang ku anggap tulus ternyata palsu, dari seorang yang ku anggap pelindung ternyata penjahat, Cinta dari segala bentuk itu menyedihkan Bukan ? Adakah Cinta yang tulus di dunia ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22_ Five Seconds
Hening tercipta beberapa saat, setelah perdebatan panas terjadi kini mereka sibuk melahap makanan yang ada diepan untuk mengisi nutrisi
“Gua duluan !” ucap Zahra setelah memeriksa ponselnya kemudian pergi
“Zahra, ini makan siang buat Nauranya tertinggal !” ucap Aydin yang bisa menebak jika itu untuk makan siang Naura
“Tolong lo antarin ya keruangannya Verrel, gua harus tanganin pasien yang baru datang !” ucap Zahra
“Ya, baiklah” ucap Aydin
“Lo beneran mau direpotin sama tuh senior ?” Tanya Siti
“Hm, sekalian juga sih aku mau meriksa pasien dibagian anak” ucap Aydin
“Oooh” ucap Siti seperti ada yang dipikirkan
“Ada apa ?” Tanya Aydin
“Em, anu… apa kamu dekat dengan Dokter Naura ?” Tanya Siti
“Ya, lumayan” ucap Aydin
“Oh, begitu” ucap Siti
“Kenapa kamu bertanya itu ?” Tanya Aydin penasaran
“Gak, gak kenapa-napa kok Ay. Gua duluan ya !” ucap Siti sambil berdiri dan membawa nampan
“Ya” jawab Aydin masih bingung dengan respon Siti
“Bro, lo cepetin dah taklukin si Naura itu !” ucap Heru sambil menepuk pundak Aydin
“Taklukin ?” Tanya Aydin
“Ya, lo harus dapetin Naura, yang semangat biar bisa cepet-cepet pacaran sama Naura. Supaya tentram hidup gue” ucap Heru
“Apa hubungannya dengan kamu Her ?” Tanya Aydin
“Hm,,, ya biar si Ali temen serekan gua itu gak ngerjar-ngejar Naura mulu. Capek gua jadi obat nyamuk mereka pdkt” ucap Heru
“Yah, berarti kamu gak mau jika aku minta bantuin untuk lebih dekat dengan Naura” ucap Aydin
“Eh, bukan gitu bro. kalo sesekali boleh aja sih” ucap Heru
“Emang lo beneran suka sama Naura ?” Tanya Heru
“Sepertinya begitu, aku masih ragu. Dari beberapa situs di internet sih yang ku baca, tentang bagaimana tanda-tanda seorang ajtuh cinta sebagian besar memang seperti yang aku rasain saat ini ketika bertemu Naura” cerita Aydin
“Internet ? lo nanya sama internet ?” ucap Heru tidak percaya
“Iya, apa itu tidak boleh ?” Tanya Aydin
“Hahaha, bro Internet itu kadang menyesatkan, lo harusnya nanya sama pakarnya” ucap Heru sambil menepuk dada
“Siapa ?” Tanya Aydin
“Ya jelas gua lah ! Lo tau gak semenjak SMP gua udah mulai pacaran dan terhitung sampai sekarang mantan gua udah ada 99. Makanya si Ali temen gua semenjak SMA itu juga bisa jadi playboy, karena berguru dengan gua” ucap Heru dengan bangga
“Oh, tapi aku tidak ingin menjadi Playboy. Aku hanya mengejar satu wanita saja” ucap Aydin
“Jleb ! bro gua udah insyaf kok” ucap Heru merasa ucapan Aydin menyinggung jiwa playboynya
“Hm, intinya gua punya banyak pengalaman jika tentang cinta” sambung Heru
“Sekarang lo bawa tuh makan siang Naura, terus lo ajak deh dia keluar kemana gitu biar ada quality time kalian berdua” ucap Heru langsung memberi saran
“Keluar ? kitakan sedang jam kerja tidak bisa pergi keluar begitu saja bukan ?” ucap Aydin
“Aihh, keluar bukan berarti jauh dari rumah sakit. Misalnya ditaman atau gak dikantin yang sepi habis ini sepi nih kantin !” ucap Heru
“Oooh, aku mengerti” ucap Aydin
“Siip, lo murid yang cepat mengerti ternyata” ucap Heru bangga dengan muridnya yang satu ini
“Udah selesaikan ? gih kamu hampiri dia. Biar nampan gua yang urus” ucap Heru
“Terimakasih” ucap Aydin
Langkah kaki Aydin dengan ringan menapak menuju ruangan yang dituju, ada rasa tidak sabar untuk segera bertemu. Kini Aydin tiba didepan ruangan tersebut, nampak beberapa anak dibangsal tersebut sedang tidur siang dan ada juga yang masih menyantap makan siangnya. Diujung bangsal terlihat seseorang yang dicarinya sedang merapikan selimut anak kecil.
“Nau, syuut….” Panggil Aydin pelan
“Dokter Jeleeeek !” ucap Verrel sambil menjulurkan lidahnya
“Hah, Aydin ?” Tanya Naura yang kaget segera menoleh
“Hai, aku bawakan makan siang kamu” ucap Aydin menunjukkan box makan yang dibawanya
“Terimakasih, letakkan saja diatas sana” tunjuk Naura pada sebuah lemari kecil
“Ya” ucap Aydin sambil meletakkan wadah tersebut
“Dokter jelek, dokter jelek, Ayo duduk disini. Kaka cantik mau bercerita” ucap Verrel sambil menggapai tangan Aydin
“Bercerita ?” Tanya Aydin meminta penjelasan lebih
“Iya, kata kakak cantik agar Verrel bisa tidur siang kakak cantik akan menggantikan nenek bercerita” ucap Verrel senang
“Waah benarkah, ternyata kakak cantik bisa bercerita. Dokter tidak sabar ingin mendengarnya” ucap Aydin sambil duduk dikursi yang ada disamping ranjang
Naura yang ingin bercerita menjadi ragu karena ada Aydin disana, dirinya tidak terbiasa diperhatikan selain oleh anak kecil dan bercerita juga baru-baru ini ia pelajari karena anak-anak sebagian besar suka mendengar cerita.
“Anggap saja aku patung, aku tidak akan menyanggah” ucap Aydin yang menyadari keraguan Naura
“Huuuumf,,, Baiklah… Kakak akan bercerita tentang Kelinci dan Siput Turbo” ucap Naura memulai ceritanya setelah menenangkan diri sebentar
“Waaah, Turbo, Bruuum,, bruum,,,” ucap Verrel sambil menggerakan tangannya seperti memutar gas saat berkendara
“Hahaha… Ya, bruum,,, bruum,,, disuatu negeri yang jauh hiduplah seekor siput yang memiliki rahasia teknologi tinggi. Disana dia terkenal sebagai hewan yang paling cepat karena mesin rakit yang ada disamping cangkangnya” cerita Naura
“Waah, benarkah itu kak cantik ?” Tanya Verrel semakin penasaran
“Iya sayang, namun dengan kelebihannya saat ini dia menjadi hewan yang menyebalkan. Banyak orang yang terganggu dengan kecepatan mereka yang tidak mau mengalah kepada hewan lain, bahkan siput seringkali membalap dengan tiba-tiba” ucap Naura sambil menepuk pelan punggung Verrel
“Siput yang menyebalkan, harusnya siput bilang tiiit,,,,tiiit,,, dulu kak antic” ucap Verrel berkomentar
“Iya, siput menjadi menyebalkan. Sampai suatu hari Pak kelinci sebagai aparat keamanan dinegri tersebut mendatangi Siput”
“Siput bisakah kau menghentikan sikap sembronomu saat membalap orang lain” ucap Pak Kelinci
“Heh, aku sekarang adalah si cepat yang gesit. Salah kalian yang terlalu lambat sehingga aku harus membalap kalian ketika dijalan” ucap Siput angkuh
“Kamu bukanlah yang paling cepat dinegeri ini. Masih banyak hewan lain yang bisa menyaingi mesin kamu” ucap Pak Kelinci ingin menyadarkan Siput
“Hahaha, siapa yang bisa mengalahkan mesinku ? Aku akan segera melepaskannya jika aku kalah” ucap siput dengan nada sombong
“Baiklah, kalau begitu aku akan melawanmu besok” ucap Pak Kelinci yang juga terkenal dengan kecepatan berlarinya
“Telus kak ?” Tanya Verrel dengan mata yang mulai menutup
“Teruuus….” Ucap Naura menahan ceritanya sengaja membuat Verrel penasaran
“Terus ?” Tanya Aydin yang juga ikut penasaran
“Hm ?” Naura menoleh dan menatap wajah Aydin yang menantikan kelanjutan ceritanya
1, 2, 3, 4, 5 detik berlalu. Naura mengedipkan matanya menyadari jika kontak mata mereka melebihi kebisaanya, dirinya segera mengalihkan pandangan dan menunduk memikirkan apakah benar 5 detik dia dapat bertahan menatap wajah orang lain tanpa mengalami mual atau pusing tiba-tiba.
“Nau kenapa ?” Tanya Aydin khawatir
“Hah ?” tengok Naura kembali sambil menatap sorot mata Aydin
.
.
.
See you next episode ya 😉~~~
Jangan lupa like dan komen 🤗🤗🤗
Thanks all ❤️❤️❤️
tak enteni iki🤭
meski menanti sedikit membuat hati galau😬
Akhirnya
sama2 tua kekanak kanakkan sumua