Afnan seorang remaja SMA berusia 17 tahun, ia bertemu dengan seorang wanita cantik sholeha bernama Rayya saat dalam perjalanan menuju sekolah dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama yang ternyata wanita itu adalah guru bantu disekolahnya...
Rayya mendapatkan masalah yang mengharuskan dia menikah dengan seseorangbyangbtidak dikenalnya yang dikenal kejam dan tanpa diduga Afnan datang menolongnya dan menikahinya dihadapan ayahnya yang sedang dalam kondisi kritis
Bagaimana kelanjutan kisah cinta...
baca terus dan ikutin ceritanya ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cika Haskiazao, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Riyyan dan Lifa
Lifa duduk dikursi yang ada diikuti Riyyan yang masih setia mendampinginya
"Kok bisa ada Martin sih, pokoknya gue gak mau lagi ada dia kalo kita ketemuan" ucap Lifa pada teman temannya itu
"Sorry Lif gue yang ngajak dan gue gak tau kalo lo sama Martin dah end.." ucap Vania, dialah yang mengajak Martin untuk ikut acara hari ini, karena memang belum banyak yang tau kalo Lifa sudah putus dari Martin
"Emangnya kenapa sih sama Martin, bukannya kalian masih pacaran ya..." kali ini Angel yang bertanya, Lifa berdiam diri dia memikirkan apakah harus ia ceritakan pada teman temannya tentang kejadian 1 tahun yang lalu tepatnya di hari anniversarynya dengan Martin, setelah ditimbang timbang Lifapun memutuskan untuk menceritakan pada teman temannya itu, bukan untuk membuka aib sendiri tapi dia ingin teman temannya tau kebusukan Martin, karena Martin termasuk orang yang pandai mengambil hati orang dengan mulut manisnya
"Ok gue ceritain kejadian yang sebenarnya, pertama gue sama Martin udah gak punya hubungan apapun, semenjak 1 tahun yang lalu tepatnya pas anniversary gue sama dia, ...dan dihari itu juga gue hampir dilecehin sama Martin,..." Lifa menunduk sebentar dan menceritakan semua kejadian yang dialaminya dirumah Martin
Semua mendengarkan cerita Lifa dengan seksama dan tercengang termasuk Riyyan yang juga menyimak sedari tadi, mereka tidak menyangka jika martin mampu melakukan hal itubpada Lifa, ada rasa lega dan sedih dihati Riyyan mendengar cerita Lifa, pasalnya Riyya memendam rasa suka, bahkan sayang pada Lifa, Riyyan memendam rasa itu karena dia merasa tidak pantas untuk Lifa yang bisa dibilang sempurna sebagai sosok perempuan, cantik, pintar, baik dan berasal dari keluarga yang kaya dan terhormat
Semua yang mendengar kejadian yang pernah dialami Lifa yang hampir menghancurkan masa depannya merasa marah pada Martin, merekapun berbincang semakin dalam dan berindah topik agar Lifa tidak mengingat kenangan buruk yang terjadi padanya, semenjak itu Lifa menutup dirinya terhadap laki laki yang mendekati dirinya karena ada ketakutan yang muncul jika berduaan bersama laki laki
"O ya fa itu siapa, dia bareng lo kan? ganteng amat kenalin donk" tanya Angel yang sedari tadi memperhatikan laki laki yang datang bersama Lifa, bahkan semenjak kedatangan Lifa dan Riyyan, Lifa melihat kearah Riyyan yang terlihat tidak nyaman saat mendengar Angel menanyakan dirinya
"Oh...dia..." Lifa mengarahkan telunjuknya pada Riyyan lalu dia beranjak dari duduknya dan menarik Riyyan kearah teman temannya
"Ni kenalin dia Riyyan, dia calon suami gue jadi ingat jangan ada yang berani memandang dan godain dia ya" semua temannya terlihat kaget dan saling memandang lalu tersenyum secara bersamaan, dan merekapun berjabat tangan dengan Riyyan bergantian
"Kenalin aku Angel..., duh ganteng amat sih kamu" ucap Angel saat berkenalan dengan Riyyan dia enggan melepas tangan Riyyan yang tadi berjabat dengannya, digenggamnya terus, Lifa yang melihat tangan Riyyan digenggam Angel merasa panas, dia menepis tangan Angel dengan kasar, dia cemburu melihat Angel yang dengan seenaknya memegang lama tangan Riyyan, secara dia sendiripun hingga sekarang belum pernah memegang tangan laki laki yang dicintainya itu, sedangkan Angel hanya tersipu malu
"Kita pulang" Lifa menarik Riyyan keluar cafe, kali ini dia merasa tidak bisa menahan rasa cemburunya hingga dia lupa berpamitan pada teman temannya, Riyyan hanya diam dan mengikuti kemana Lifa menariknya dia sebenarnya kaget dengan apa yang diucapkan Lifa yang menyatakan kalo dirinya adalah calon suami Lifa, ada gemuruh yang hampir tak terkendali didadanya, rasa bahagia menyelimuti dirinya namun hanya bisa dia pendam dalam hatinya
Mereka berhenti ditempat mereka memarkirkan motornya, Riyyan mengambil dan memberikan helm pada Lifa, dia menaiki dan menyalakan motornya, menunggu Lifa naik keatas motor, Lifa hanya berdiam diri, masih ada rasa kesal didirinya melihat respone Riyyan yang hanya diam saat Angel memegang tangannya, Lifa cemburu, melihat Lifa yang masih diam disampingnya, Riyyan turun dan menarik tangan Lifa dan mengarahkan untuk naik keatas motor dan Lifa mengikutinya
Riyyan melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju rumah, hampir 45 menit mereka sampai dirumah, Lifa turun dari motornya dan melepas helmnya, dengan sedikit kasar dia memberikannya pada Riyyan dan berjalan dengan muka kesal dengan kaki yang sesekali dihentak hentakkan memasuki rumah, setelah Riyyan memarkirkan motornya dia juga masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamarnya begitu juga Lifa yang tanpa mereka sadari ada seorang wanita paruh baya yang memperhatikan tingkah 2 insan yang berjalan memasuki rumah dengan emosi yang berbeda
Riyyan masuk kedalam kamar dan menutup pintunya, namun ada yang menahan pintu kamar Riyyan, tangan gadis remaja SMA yang saat ini hatinya sedang diselimuti rasa cemburu dia adalah Lifa, Riyyan kaget dan melihat Lifa dengam tatapan penuh tanya yang hanya tersampikan didalam hatinya
"Kenapa kamu hanya diam sedari tadi, apa tidak ada yang ingin kamu sampaikan padaku?" tanya Lifa pada Riyyan, namun orang yang ditanya hanya diam membeku lalu menunduk dia bingung apa yang harus dia sampaikan, apa dia harus mengatakan senang saat melihat Lifa yang cemburu padanya, itu tandanya Lifa juga menyukainya dan itu juga berarti perasaannya selama ini terbalaskan, tapi dia tidak bisa mengeluarkan kata kata itu karena dia merasa tidak pantas dan Riyyan sadar diri siapa dia, hanya adik dari Rayya yang menikah dangan kakak gadis pujaannya yang juga seorang yatim piatu
"Apa kamu tau aku cemburu melihat tanganmu dipegang Angel lama, dan kenapa kamu hanya diam bukannya menepis tangan angel, jawab aku Riyyan, aku menyukaimu..." ucap Lifa jujur, dia melihat Riyyan hanya diam, sakit yang dia rasakan makin bertambah saat melihat respone Riyyan yang hanya diam dan itu tandanya Riyyan tidak punya rasa apapun padanya, Lifa merasa putus asa dengan sikap Riyyan dia akhirnya mengalah dan memutuskan untuk mengakhiri perasaannya pada Riyyan meskipun dia merasa tidak yakin dirinya bisa melupakan Riyyan apalagi saat ini dia tinggal satu atap dan bahkan bersebelahan dengannya
Lifa menunduk dan membalikkan badannya lalu berjalan menuju kamarnya, namun dia merasa ada yang menahannya, dilihatnya kebelakang dan benar Riyyan memegang tangan Lifa, menahannya agar Lifa tetap disana, Lifa tersenyum pandangan mereka beradu, cukup lama mereka tetap dengan posisi itu, akhirnya Lifalah yang memberanikan diri untuk bersuara
"Aku anggap ini adalah jawaban dari kamu dan aku menilai kalo kamu juga punya perasaan yang sama terhadapku" Lifa menghampiri Riyyan dan mengecup bibir Riyyan perlahan dan bertahan cukup lama, lalu melepaskan tangan yang tadi dipegang Riyyan, dengan hati yang berbunga Lifa kembali kekamarnya, namun langkahnya kembali terhenti karena ada seseorang yang memanggilnya dan itu adalah Hani mommy Lifa
"Mau kemana kamu Lifa?" Lifa kaget dan mengarahkan pandangannya kearah sumber suara, Lifa merasa takut, takut bahwa Hani melihat kejadian tadi dan memang benar seperti dugaan Lifa, Hani memang melihat kejadian tadi dari awal karena diam diam dia mengikuti 2 remaja itu sedari memasuki rumah dengan sikap yang aneh
"Lifa dan kamu Riyyan kalian ikut mama keruang keluarga, kita bicarakan kejadian ini" suara Hani sedikit meningkat dan itu membuat Lifa ketakutan namun tidak dengan Riyyan, dia tetap tenang dan berjalan mengikuti Hani menuju ruang keluarga, dia sudah siap dengan segala resiko yang harus dia hadapi bahkan jika di harus diusir dari rumah ini sekalipun dan jika itu terjadi mungkin Riyyan hanya akan meminta 1 syarat yaitu supaya kakaknya Rayya tetap disini
Kedua remaja itu kini duduk berdampingan disofa namun tetap dengan jarak, mereka sama sama menunduk, terutama Lifa yang sangat ketakutan matanya memerah karena menahan tangis, Lifa takut jika kedua orang tuanya memarahi dan mengusir Riyyan dari rumah ini
"Maaf ...maaf Riyan gara gara aku kamu jadi kena masalah" Lifa mulai mengeluarkan airmata yang dia tahan, pertahanannya hancur saat memikirkan kemarahan orang tuanya karena perbuatannya dan berakibat diusirnya Riyyan dari rumah
Hani menyuruh salah satu asisten rumah tangganya untuk memanggil Bagas suaminya dan pasangan suami istri Rayya dan Afnan turun keruang keluarga, tak lama mereka sudah berkumpul disana, dilihatnya Riyyan dan Lifa yang menunduk sambil sesenggukan menahan tangis, ada rasa bingung dihati mereka bertiga yang baru bergabung, Hani yang paham dengan sikap suami, anak dan mantunya itupun mengeluarkan suara
"Mommy minta perhatian kalian semua, ini menyangkut kedua remaja yang ada didepan kalian Lifa dan Riyyan, baru saja mommybmelihatbmereka melakukan hal yang tidak seharusnya, semua semakin dibuat bingung dengan kata kata Hani
"Apa maksudnya sayang, ada apa dengan mereka" Hani mulai menceritakan kejadian tadi dari awal hingga Lifa yang mencium bibir Riyyan dengan berani, semua yang mendengarnya kaget dan ada senyum dibibir Hani dan Bagas senyum itu terlihat oleh Rayya dan Afnan namun kedua terdakwa tidak melihatnya karena mereka menundukkan kepalanya
"Lantas apa yang harus kita lakukan pada mereka terutama Riy..." belum selesai perkataan Hani namun sudah dipotong Lifa
"Lifa yang salah mom...bukan Riyyan, jangan lakukan apapun pada Riyyan Lifa tadi cemburu karena Angel memegang tangan Riyyan lama, dan Lifa gak suka lihat itu, Lifa marah sama Riyyan karena dia membiarkan hal itu tanpa menepisnya" Lifapun menceritakan apa yang terjadi saat dirumah
Hani dan Bagas hanya mengangguk mendengar penjelasan dari Lifa
"Lifa suka sama Riyyan mom" Rayya tercengang mendengarnya sedangkan Afnan hanya diam tanpa respone apapun karena dia tau perasaan Adiknya
"Apa kamu benar benar suka pada Riyyan Lifa?" tanya Bagas dengan nada sedikit tinggi dan itu mampu membuat Lifa semakin takut
"Iya dad, Lifa sangat suka bahkan mungkin Lifa sudah mencintai Riyyan" Rayya dan Afnan saling berpandang mendengar pengakuan dari Lifa
"Dan kamu Riyyan" kini Bagas beralih ke Riyyan
"Maaf dad Riyyan salah, Riyyan akan terima konskuensinya Riyyan siap jika diusir dari rumah ini, Riyyan hanya mohon sama daddy dan mommy jangan libatkan Kak Rayya dengan masalah ini karena dia tidak mengetahui apapun, dan ini murni kesalahan Riyyan" Riyan mengatakan apa yang ada dipikirannya dengan kepala yang masih menunduk, Rayya merasa terharubdengan apa yang dikatakan Riyyan, dia merasa Riyyan sangat menyayanginya
"Mommy ingin bertanya satu hal sama kamu Riyyan?" Riyyan mengangkat kepalanya dan mengalihkan pandanganya kearah Hani
"Kenapa kamu tidak menghindar saat Lifa menciummu" Riyyan kaget mendengar pertanyaan dari Hani, karena menurut Riyyan itu bukanlah hal yang harus ditanyakan dan Riyyan juga malu harus menjawab apa
"Cepat katakan mommy ingin dengar apa alasanmu?" Riyyan masih diam dia benar benar malu dan tidak berani untuk menjawab karena dia juga mencintai Lifa
"Apa kamu punya perasaan juga sama Lifa, apa kamu suka sama Lifa?" kali ini Bagas yang bertanya
"Riyya gak suka sama Lifa...." ucapan Riyyan terjedan dan itu membuat sakit yang dirasakan Lifa saat mendengar kata kata Riyyan dia semakin menundukkan kepalanya
"Tapi Riyyan sudah mencintai Lifa dad, maaf" Lifa langsung mengangkat kepalanya, memandang wajah Riyyan mencari kebohongan diwajahnya dan ternyata hanya kejujuran dan ketulusan yang ada diwajahnya, senyum Lifa mengembang lebar, Hani dan Bagas saling memandang dan detik berikutnya senyum mereka juga merekah namun tidak dengan Afnan dan Rayya yang masih bingung dengan situasi ini
"Ok kalo gitu sudah Fix Kalian akan kami Nikahkan"