Ujian Cinta, keyakinan dan masa depan.
Muhammad Fahri dan Anindya Iskandar .
“Tuhan mempertemukan kita bukan tanpa alasan. Tapi kita di pertemukan lebih cepat sebelum keadaan berubah, tidak ada yang salah, tapi memang keadaannya yang belum tepat”
Semua orang berhak merasakan cinta, dan jangan pernah menyalakan cinta karena memang kodrat manusia untuk mencintai dan dicintai. Tapi mungkin cara kita dalam mencintai yang salah.
👌Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Explore Jogja
Fahri bangun jam 6.00 pagi ini, agak lambat dari yang biasa nya. Dia melihat jam dan terkaget dengan mata yang masih menutup setengah. Dia melangkah kan kaki nya dengan terburu buru ke wc untuk wudhu dan kemudian sholat.
“Astaga kesiangan”. Ucapnya
Setelah sholat ia bergegas mandi dan bersiap siap berangkat ke tempat kursus.
Sementara Jihan yang sudah dari tadi siap. Menunggu Fahri untuk tujuan ke tempat kursus bareng sedang menyiapkan sarapan untuk Fahri.
“Fahri sarapan dulu.” Ucap Jihan.
“Oh iya makasih.” Jawab Fahri dan segera menuju meja makan untuk sarapan.
“Aku sudah menyiapkan sarapan yang spesial buat kamu Fahri.” Ucap Jihan sambil terus menatap Fahri.
“Oh iya makasih.”
Fahri melihat jam di tangannya, “astaga kita hampir telat, ayo berangkat.” Ucap Fahri bergegas ke mobil .
Jihan ikut Fahri ke mobil dan berangkat bersama ke tempat kursus.
Mereka sampai di tempat kursus sekitar pukul 08.30 dan ternyata satpam sudah hampir menutup gerbang, untung nya Fahri bergegas menghentikan satpam itu dan akhirnya mereka berhasil masuk sebelum gerbang di tutup.
“Hampir saja kita gak ikut hari ini Jihan.” Ucap Fahri ngos ngosan.
“Hahaha nafas kamu atur dulu, capek ya ?” Goda Jihan
“Ah lumayan lah hitung hitung olahraga pagi heheh.”
Mereka menuju ruang kelas untuk mengikuti kursus.
****
Setelah kursus pagi ini selesai , Fahri menepati janji nya kepada Jihan dan Sinta. Dia menelpon Sinta dan menanyakan apakah Sinta sudah siap.
“Halo dek, kamu udah siap in semua perlengkapan yang akan kita bawah??.”
“Sudah kak, tinggal jemput aja.”
“Oke dek, kakak segera kesana ya.”
Tut tut
Telepon di tutup.
Fahri dan Jihan bergegas naik ke mobil dan meluncur ke rumah nenek Fahri untuk menjemput Sinta.
Sesampainya di rumah sang nenek, Fahri terkejut melihat barang barang yang di bawah Sinta.
“Dek kamu sadar kan??.”
“Kenapa kak?.” Tanya Sinta penasaran
“Kamu bawa barang barang segini banyak nya buat apa?? Kita kan gak bermalam di sana.”
“Cuma buat jaga jaga kak, dari pada kakak banyak bicara mending cepat angkat barang nya ke mobil . Aku udah gak sabar.”
“Iya deh iya.”
“Aku bantu ya RI, ucap Jihan.”
“Iya makasih”
***
setelah semua beres. Fahri bertanya ke Jihan . “ tujuan pertama kita kemana??”
“Kita ke gunung Merapi dulu,aku udah siap in maps.”
“Oke berangkat.”
Fahri menancap gas mobil nya dan menuju wisata gunung Merapi yang sangat terkenal di Jogja.
Sekitar 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di jalan masuk gunung Merapi.
“Mobil gak bisa masuk RI. Parkir disini aja, biar nanti kita sewa jeep buat menelusuri lereng gunung.” Ucap Jihan dan segera keluar dari mobil bersama Sinta.
Fahri mencari tempat yang aman untuk memarkir mobil nya. Kemudian ikut gabung bersama Jihan dan Sinta.
Mereka masuk ke kawasan wisata gunung Merapi dan menyewa jeep untuk menelusuri lereng Merapi.
“Wah indah sekali kak.” Teriak Sinta Di atas jeep.
“Awas dek jangan berdiri ,, ntar jatuh.” Teriak Fahri sambil terus nge gas jeep nya.
Jihan tak berhenti menatap Fahri yang sedang menyetir.
Jihan mengarahkan mereka ke puncak wisata untuk berfoto.
“Wah di Jogja ada surga tersembunyi, sangat indah.” Ucap Fahri.
Fahri yang sangat senang menyuruh Jihan untuk memotret nya dan mengirimkannya ke Nindy.
“Sayang ini foto aku di wisata Merapi Jogja, kamu baik baik aja kan??”. Bunyi pesan Fahri ke Nindy.
“Wah seru sekali sayang, aku jadi pengen ke situ. Aku baik baik aja kok sayang.” Balas pesan dari Nindy.
Fahri yang melihat pesan dari pacarnya hanya tersenyum dan melanjutkan liburan mereka.
Sinta yang sudah tampak lelah menyusuri surga tersembunyi itu duduk dan berteriak ke kakak nya dan Jihan yang sedang berduaan.
“Kak, Jihan ayo makan dulu, aku lapar.
“Iya dek tunggu.”
Fahri dan Jihan menuju ke tempat Sinta istirahat dan mereka makan bersama di lereng Merapi.
“Kamu yang nyiapin ini semua dek??” Tanya Fahri
“Iya dong kak.”
“Wah enak sekali Sinta. Ternyata kamu pintar masak ya.” Ucap Jihan memuji masakan Sinta.
“Aku jadi malu hehe.”
Fahri hanya tersenyum melihat tingkah adiknya tersebut.
“Oh iya , habis ini kita kemana lagi?? Tanya Fahri
“Ini kan siang, kita mampir di masjid terdekat buat sholat, habis itu kita berangkat ke candi Prambanan.
“Siap, aku siap selalu.” Ucap Sinta senang.
**
Setelah menyelesaikan makanan nya, Fahri Sinta dan Jihan bersiap siap untuk turun dari lereng dan menuju mobil.
“Wah aku gak bakal lupa dengan keseruan kita ini.” Ucap Sinta.
“Iya dek, Jogja memang selalu punya hal indah yang membuat kita terpesona.
Mereka naik ke mobil dan bergegas meninggalkan kawasan gunung Merapi untuk mencari masjid terdekat.
Setelah sampai di masjid mereka sholat berjamaah dan melanjutkan perjalanan ke candi Prambanan.
Jihan memasang maps agar tidak kesasar.
Fahri membawa mobil dengan sangat hati hati tapi pasti. Setelah 40 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di titik yang mereka tujuh.
“Wow indahnya.” Ucap Sinta tak henti henti nya kagum.
Mereka turun dari mobil dan memasuki kawasan candi dengan berjalan kaki.
Fahri yang sibuk memotret candi terus di perhatikan oleh Jihan dari belakang.
”Fahri Fahri kok kamu mempesona banget sih”.
batin Jihan sambil senyum senyum.
Fahri yang tersadar bahwa Jihan memperhatikan nya dari tadi langsung berjalan menjauh dari Jihan dan Sinta.
“Jihan kenapa sih, kok dia gak lepas pandangannya ke aku.” Batin Fahri sambil terus memotret di sekeliling candi.
“Jihan kita ikut kak Fahri yuk.” Teriak Sinta
“Aduh Sinta apaan sih, aku udah sengaja nge jauh dari Jihan , kok dia malah bawa Jihan ke sini.” Batinnya.
“Fahri aku boleh lihat yang kamu potret??.” Tanya Jihan
Fahri yang tak mungkin menolak akhirnya memberikan kamera ke Jihan.
“Wah bagus sekali, kamu terampil sekali dalam memotret , kayak fotografer beneran.”Ucap Jihan memuji kepiawaian Fahri memotret .
“Biasa aja kok, makasih ya.”
Sementara Sinta terus menikmati pemandangan dan membiarkan Jihan dan Fahri berduaan.
Fahri dan Jihan duduk berdua menikmati pemandangan soreh di candi Prambanan.
Fahri yang melihat Jihan tampak lelah akhirnya berantusias untuk membelikan air minum.
“Jihan tunggu bentar ya, aku ke warung dulu.”
“Iya”
Fahri menuju warung dan membeli 3 air mineral.
“Kamu pasti capek ya Jihan. Ini minum dulu.”
“Makasih Fahri.”
“Sinta sini dek!!.” Teriak Fahri ke adeknya.
Sinta menuju tempat istirahat Fahri dan Jihan.
“Kenapa kak.”
“ sudah mau malam nih, kita pulang ya.”
”deh kakak, padahal aku belum puas.”
“Tapi udah malam dek.”
“Iya deh kak iya.”
Sebelum maghrib mereka bergegas pulang ke rumah nenek Fahri.
Bersambung!
semangat selalu
salam dari This is Our Love
yuuk mampir di karyaku author
Salam manis dari Bunda Merry Hanya Milik Kami