NovelToon NovelToon
Jodoh Rahasia

Jodoh Rahasia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: fieThaa

Riana Amara Juanda tumbuh menjadi anak yang sangat cantik dan juga pintar. Didikan sang ayah dan kakaknya membuat Riana banyak berubah. Itulah yang membuat Ghassan Aksara Wiguna yang awalnya menolak Riana, kini malah menyimpan perasaan cinta yang sangat besar kepadanya. Walaupun sudah ditolak, Aksa tetap menjaga cintanya karena dia sangat yakin jikalau Riana juga masih mencintainya.

Pada nyatanya Riana pun masih memiliki perasaan yang sama kepada Aksara. Banyak pria yang mendekat, tetapi hatinya seakan sudah tertutup rapat pada sosok satu orang yang mengisi relung hatinya. Saling menyiksa diri itulah yang tengah mereka lakukan.

Mendapat dukungan dari sang kakek membuat Aksa berani menemui Riana dan menyatakan cintanya kembali. Kali ini, cinta Aksara terbalas dan dia berjanji untuk membawa Riana ke hadapan kedua orang tuanya.

Namun, sebuah kenyataan pahit harus Riana terima. Sebuah surat undangan sudah ada di tangannya. Di sana tertera nama Ghassan Aksara Wiguna dan Zivanna Keysha Mahendra.

Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa bukan Riana yang Aksa nikahi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingin Langsung Menikah

Di malam yang sama ketika Aska mengadakan pesta kecil-kecilan. Seorang wanita sudah siap dengan dress sopan yang dia kenakan. Dia memperbaiki penampilannya di depan cermin agar terlihat sempurna. Ketukan pintu terdengar, membuatnya segera menyambar tas yang ada di meja rias. Senyum dari seorang pria tampan menyambutnya.

"Udah siap?" Anggukan kecil yang menjadi jawaban.

Tangan pria itu terulur, tetapi wanita itu sedikit ragu untuk menyambutnya. Hanya menatapnya dengan sorot mata yang datar.

"Aku akan tetap memaksa." Arka menarik tangan Riana dan menggenggamnya dengan sangat erat.

Riana hanya bisa mengikutinya saja. Dia ingin membantu Arka untuk pergi ke pesta pernikahan sahabatnya. Di mana mantannya pun ada di sana. Berpura-pura untuk jadi kekasih Arka malam ini. Sebagai balas budi ketika Arka membantunya sewaktu bertemu dengan Aksa.

Hubungan Riana dan Arka bisa dikatakan sudah menjadi teman cukup dekat. Malah ibu kos menebak bahwa mereka berdua pacaran. Setiap hari Arka datang menjemput Riana untuk mengantarnya ke kampus ataupun menjemputnya.

Di sebuah hotel mewah acara pernikahan itu diadakan. Arka menggandeng tangan Riana dengan senyum yang terus melengkung di wajahnya. Mengenalkan kepada para sahabatnya bahwa Riana ini adalah kekasihnya.

"Cantik banget, Ka. Lebih cantik dari si Alya," imbuh Panji.

Arka dan Riana hanya tersenyum. Tangan Arka sudah mulai merangkul Riana.

"Bukan kecantikan yang aku utamakan. Hati dari wanita ini yang membuat aku kelepekan," seloroh Arka.

Panji pun tertawa mendengar ucapan dari Arka. Apalagi melihat wajah Arka yang terus mengembangkan senyum. Dia meyakini bahwa Arka memang sudah move on dari mantan kekasihnya terdahulu.

Nama yang tadi Panji sebut pun datang. Alya menatap perempuan yang berada di samping Arka dengan tatapan tajam. Sedangkan Arka sudah mulai merengkuh pinggang Riana.

"Kenapa kamu melihat kekasihku seperti itu?" tanya Arka.

"Tidak. Kapan kalian menikah?"

Mata Riana melebar, tetapi berbeda dengan Arka. "Secepatnya." Jawaban yang membuat Riana menatap tajam ke arah Arka. Sebuah senyuman yang menenangkan yang Arka berikan.

Arka hanya tersenyum tipis melihat mimik wajah mantan kekasihnya ini. Ditinggal ketika sayang-sayangnya karena sebuah pekerjaan Arka yang hanya penyanyi kafe. Berbeda kasta, itulah alasan utamanya. Tanpa Alya tahu Arka adalah penerus tunggal usaha yang Fikri kelola. Namun, Arka tidak pernah menunjukkan kekayaan pada wanita yang sedang menjalin hubungan dengannya. Arka ingin, wanita itu menerimanya apa adanya. Bukan ada apanya.

Setelah memamerkan Riana kepada para sahabat dan mantannya. Arka mengajak Riana ke sebuah restoran private.

"Loh kok ke sini? Arka tidak menjawab. Dia terus membawa Riana ke tempat yang sudah dia reservasi.

Makan malam romantis yang sudah Arka siapkan. Lilin-lilin cantik yang menyinari ruangan. Bunga yang bertaburan membuat Riana semakin tidak mengerti apa tujuan Arka.

Hanya ada dua kursi di meja tersebut. Kursi itu memaksanya untuk berhadapan dengan Arka yang sudah menatapnya dengan tatapan yang berbeda.

"Riana." Mata Riana pun tak luput memandang Arka dengan wajah penuh kebingungan.

"Aku ingin kita ta'arufan."

Sungguh kalimat yang membuat Riana melebarkan mata. Tak percaya dengan apa yang dia dengar.

"Aku tidak mencari seorang pacar, tetapi aku sedang mencari seorang pendamping hidup."

Riana membeku, tidak ada sebuah kata pun yang terucap dari bibirnya. Kenapa sangat mudah seorang pria mengatakan kalimat seperti itu? Begitulah pikir Riana.

"Ijinkan aku untuk menggantikan posisi mantan kamu yang masih melekat di hati kamu. Aku ingin seperti dia yang selalu kamu ingat di setiap saat."

"Apa semua pria sama seperti ini? Dengan mudahnya mengucapkan sebuah janji yang pada akhirnya akan mereka ingkari?" sinis Riana.

Arka tersenyum hangat dan meraih tangan Riana yang berada di atas meja.

"Jika, kamu kecewa dengan satu pria. Jangan samakan pria lain seperti dia. Belum tentu semua pria seperti itu." Lembut sekali ucapan Arka.

"Hati aku sudah yakin ingin mengenal jauh tentang dirimu. Aku ingin menjadi pelipur lara untuk kamu. Menjadi pengobat untuk luka kamu serta menjadi pria yang akan terus berada di samping kamu. Meskipun, aku belum sepenuhnya berada di hati kamu itu tidak akan aku permasalahkan."

"Melupakan tidak semudah yang kita bayangkan. Perlu waktu dan proses yang cukup panjang. Aku ingin ikut dalam proses itu. Proses di mana kamu belajar melupakan karena sudah ada aku yang hadir di hidup kamu."

Sungguh Riana tidak bisa berkata apa-apa. Dia tercengang mendengar ucapan Arka yang sangat percaya diri dan tidak main-main. Bagi sebagian wanita pasti akan mudah menerima Arka. Bagaimana dengan Riana?

Melihat Riana yang masih terdiam dengan sorot mata yang tidak dapat ditebak. Arka melepaskan tangannya dan bangkit dari duduknya. Bersimpuh di hadapan Riana dengan senyum yang tidak pernah pudar.

Arka menangkup wajah Riana, ditatapnya manik mata indah itu.

"Aku tidak akan pernah memaksa kamu untuk menjawab sekarang. Aku hanya ingin kamu tahu, bahwa aku ingin menjalin hubungan serius dengan kamu. Tanpa pacaran dan langsung ke jenjang pernikahan."

"Aku akan menunggu kamu, hingga kamu mau menerima ta'arufan ini." Aska mengusap lembut pipi Riana.

Sampai pagi ini, kalimat demi kalimat yang Arka ucapkan kepadanya masih melekat di kepala. Arka sukses membuat Riana tidak bisa tidur. Riana masih betah berada di atas tempat tidur enggan beranjak barang sedetik pun.

"Ta'aruf?" Hanya helaan napas yang keluar dari mulut Riana.

"Menikah tanpa adanya cinta, apa bisa?" Hati kecil Riana berkata.

****

"Ke-kenapa kamu ...."

Ziva melihat orang yang sedang memijat tengkuknya adalah Rakha. Sopir baru dari Aksa.

"Kamu hamil anak dari suami kamu atau anak aku?" tanya Rakha dengan tatapan serius.

"Hanya orang bodoh yang bertanya seperti itu," ucap Ziva penuh penekanan. Sekarang Ziva sudah berani menatap ke arah Rakha.

"Aku masih mencintai kamu, Ziva."

Ucapan yang terdengar sangat lirih dan keluar dari hatinya yang terdalam.

"Kenapa kamu tega ninggalin aku setelah malam yang sangat menyenangkan bagi kita? Meskipun, kamu sudah tidak tersegel rapi."

Mata Ziva melebar mendengar penuturan dari Rakha. Satu aibnya terbongkar melalui Rakha. Untung saja, di sana tidak ada orang.

"Jaga mulut kamu, aku akan meminta suamiku untuk memecat kamu hari ini juga," ancamnya.

"Apa suami kamu akan menuruti ucapan kamu? Sedangkan melalui penglihatan ku, suami kamu sangat membenci kamu," jawab Rakha.

Rakha meraih tangan Ziva. Menatap Ziva dengan lekat.

"Aku masih sangat mencintai kamu, Ziva. Aku akan bertanggung jawab dengan anak yang berada di dalam kandungan kamu. Walaupun, itu bukan anak aku."

"Sedang apa kalian di sini?" Aksa menatap ke arah tangan Rakha yang sedang bertaut dengan tangan Ziva.

...****************...

Yang minta kisah Riana sudah aku sisipkan. Kalo gak komen dan gak ngasih hadian ntar aku sentil ginjalnya.🤧

1
Mbok Chakil
ttp semangat trs kakak
Reni Setia
makasih author untuk novelnya
Erwin Hidayati
Luar biasa
Haya Alex
baik
Ucie
nyaho loh....
Ucie
semoga arka sembuh ya Thor👃
Sri Darmayanti
rahasia
Yus Nita
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Yus Nita
perbedaan umur bkn penghalang 😄😄😄
Yus Nita
rasa yg. ulaitumbuh dari masa kanak2
Yus Nita
omakjaaang...
anak Sultan mah bebas... nyusahin orang 😄😄😄
Yus Nita
nyesel lo kan jao sa g cemburu buta..
Yus Nita
tamat lah oh... riwayat ny..
Yus Nita
lah.. kok cpt x si Brandon bebas dari bui
Yus Nita
cari nampos nech orang..
Yus Nita
Ziva...
Yus Nita
oo.. siapa dis...
si Bian kah..
Yus Nita
hamidun kah si jingga...
Yus Nita
kena mental gak tuch y si Bian gak tau diri...
Yus Nita
siapa lagi....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!