"Kakak, aku hanya sementara di sana. Sebelum aku mengurus perusahaan papah yang lain aku akan mencari pengalaman di kantor yang berbeda." Jelas nya membuat Alex mengerang prustasi.
"Tapi kau bisa menjadi sekertaris ku Flo! Kau tahu sendiri CEO di sana seperti apa! Dan lagi, semua pegawai di sana juga seperti apa! Dengan dandanan mu yang seperti ini kau akan di bully dan di ejek oleh mereka semuanya, kakak tidak mau itu terjadi!" Marah nya membuat Flo Cemberut.
"Bukankah kakak sudah menyetujui nya" Cemberut Flo.
"Kakak menyetujui nya karena kakak kira kau akan bekerja di perusahaan lain, bukan di Perusahaan itu!" Balas nya dengan cepat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Undangan
Hari ini Flo akan mengadakan konferensi pers di perusahaan nya, Alex dengan setia menemani Flo di sana. Para awak media sudah menunggu kedatangan Flo yang sekarang sudah sampai di sana.
"Astaga, nona Alexa dan Tuan Alex nampak serasi jika mereka bukan saudara. Sayangnya mereka itu saudara"
"Benar, mereka sangat cocok sekali"
Flo mengabaikan ucapan mereka dan segera naik ke podium, kilatan cahaya terus mengarah padanya. Flo hanya diam tanpa ekspresi apapun.
"Mungkin langsung saja karena saya sangat sibuk, dari semua berita yang beredar tentang saya dan Steven itu..... Benar. Kami sepasang kekasih, jadi jangan pernah mengusik kehidupan saya lagi ataupun Steven! Kami memiliki privasi sendiri yang tidak ingin di publikasikan, jadilah pekerja yang baik jangan asal mengeluarkan berita yang tidak benar adanya! " Ucap Flo datar dan dingin, setelah mengucapkan itu dia langsung pergi ke lantai atas tepatnya ruangan nya sendiri.
Para pengawal langsung menghalangi mereka yang nampak ingin mengejar Flo, tapi mereka tidak bisa melakukan apapun lagi. Bahkan mereka belum mengeluarkan sepatah katapun semenjak kedatangan Flo di sana.
"Jawaban mu sangat mengagumkan Flo" Ucap Alex dengan terkekeh.
"Hhh, aku paling tidak suka dengan wartawan! Mereka hanya sekumpulan orang-orang penyebar isu!" Kesal Flo.
"Memang itulah pekerjaan mereka"
"Tetap saja, membuat isu tentang orang-orang akan mengakibatkan hal yang fatal! Contohnya sekarang?"
"Apa yang patut di contoh? Banyak perusahaan asing yang mengajukan kerja sama dengan perusahaan mu, semenjak mereka tahu bahwa kau kekasih dari Steven tingkat pemasaran kita semakin naik drastis! Jadi hubungan kalian ini sama-sama menguntungkan" Santai Alex.
"Kakak! Aku tidak suka jika hal ini kau manfaatkan, hubungan politik seperti ini memang bagus tapi kakak pikirkan bagaimana perasaan kami!" Marah Flo.
"Ya kau tinggal jalani saja, bukankah Steven sangat baik pada mu? Dan lagi kalian sudah mengenal satu sama lain. Jadi, apa nya yang perlu di pikirkan?"
"Kakak memang tidak mengerti!" Cemberut Flo.
"Sudahlah, ini ada undangan dari Melisa. Dia tidak sempat menemui mu karena sangat sibuk" Ucap Alex dengan menyerahkan kartu undangan.
"Kak Melisa ulang tahun? Astaga aku lupa" Kaget Flo.
"Hmm, aku sudah menduga nya"
"Terimakasih kak" Senyum Flo.
"Kalau begitu kakak pergi ke kantor dulu, semangat" Ucap Alex dengan mencium kening Flo.
"Hati-hati kak"
"Tentu"
Sepergi nya Alex, Flo menghela nafas berat. Dia bingung mau memberikan kado apa untuk Melisa yang akan menjadi kakak iparnya itu.
"Astaga bodoh! Kenapa kau tidak menghubungi Steven saja?" Ucap Flo dengan menepuk keningnya.
Dengan cepat Flo segera menghubungi Steven, hingga akhirnya telepon tersebut tersambung dengan cepat. Mungkin Steven sedang luang pikir Flo.
"Halo Stev?"
"Ya ada apa Flo? apa kau merindukanku? Aku kan sudah bilang jangan dulu pulang nanti kau akan merin..."
"Diam!!!! Siapa yang rindu pada mu Alien!! Aku ingin mengatakan hal serius pada mu Stev!" Kesal Flo.
"Hal serius? Jangan bilang kalau kau akan melamar ku? Astaga Flo kau tak perlu melakukan itu semua karena aku sendiri yang akan mel...."
"DIAMMMM!!! KAU DIAM BODOH!!!" Marah Flo dengan wajah yang menahan kesal, sedangkan Steven? Laki-laki itu malah tertawa terbahak-bahak saat mendengar amarah Flo.
"Hahahah Baiklah baiklah.... Ada apa?"
"Huh.... Aku ingin memesan satu set perhiasan untuk calon kakak ipar ku ulang tahun, bisakah di kirim dengan cepat?" Tanya Flo.
"Hmm model bagaimana yang di sukai nya? Aku akan mengirimkannya sesuai keinginan mu"
"Entahlah aku juga tidak tahu, seperti nya kak Melisa menyukai barang-barang yang simpel namun mewah sama seperti ku"
"Baiklah, aku akan mengirimkannya malam ini"
"Baik, jangan sampai telat karena besok malam adalah pesta nya."
"Tentu"
"Berapa total semua nya? Aku akan langsung mentransfer mu sekarang"
"Tidak perlu, aku akan memberikan nya padamu"
"Tidak mau! Aku akan membelinya sekarang, cepat jumlahkan nominal nya"
"Flo, bukankah sekarang kau kekasih ku? Jadi aku yang akan membayar nya untuk mu..."
"Tidak mau Stev! Aku akan membelinya sekarang! Cepat jumlahkan nominal nya"
"Huh baiklah, karena ini berlian murni maka total satu set nya itu seharga Rp 14,7 milyar"
"Oke, aku sudah mentransfer nya pada mu. Terimakasih Stev"
"Sama-sama Flo, apa kau sibuk?"
"Hmm lumayan, semenjak berita itu ada banyak sekali yang mengajukan kerja sama dengan perusahaan ku" Keluh Flo.
"Benarkah? Aku pun sama, pekerjaan ku jauh lebih menumpuk tidak seperti biasanya yang normal normal saja"
"Jadi sekarang kau sedang sibuk?"
"Begitulah..."
"Maaf karena aku mengganggu mu, kalau begitu aku akan mem..."
"Tidak perlu, tetap seperti ini saja. Aku tidak masalah dengan keberadaan mu"
"Benarkah?"
"Hmm, aku malah senang jika kau menemaniku bekerja seperti ini"
"Ya, itu menurutmu! Berbeda dengan ku, aku sangat terganggu dan tidak bisa bekerja! Dahhh sampai jumpa Stev!" Ucap Flo dan langsung mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.
Steven yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya saja, baginya mendapatkan Flo Seperti ini saja sudah senang. Bagaimana jadinya jika Flo mengerti tentang perasaan nya yang asli?
•••
"Tuan, ini ada undangan dari tunangannya tuan Alex" Ucap Sekertaris Roy dengan memberikan undangan tersebut pada Kai.
"Hmm" Angguk nya dan segera melihat undangan tersebut.
"Melisa Arta Exei? Jadi itu nama dari tunangannya Alex?" Gumam Kai.
"Ya tuan, apa tuan mengenal nya?"
"Tidak, kau siapkan hadiah yang pantas untuk nya. Karena bagaimanapun juga Alex merupakan rekan kerja ku yang paling dekat"
"Baik tuan"
Kai menghela nafas berat, dia masih saja mencari keberadaan Flo di luaran sana. Kai ingin meminta maaf secara langsung pada wanita itu karena sudah memperlakukan nya secara kasar, Kai menyesal bahkan benar-benar menyesal sudah melakukan nya.
•••
Flo akan makan siang seorang diri di restoran yang tak jauh dari kantor nya, dia ingin menenangkan pikirannya dari semua masalah yang ada di otak nya. Tak lupa Flo memakai masker dan juga topi untuk menutupi wajah cantiknya karena takut bertemu dengan para wartawan.
Namun saat dia hendak masuk, Flo bertabrakan dengan seseorang hingga membuat nya sedikit terhuyung untung saja orang tersebut langsung memeluk pinggang nya hingga berada dalam pelukannya.
Mata Flo membulat saat melihat sosok tersebut yang ternyata Kai, begitupun dengan Kai yang sama-sama terkejut saat melihat mata Flo yang terasa familiar bagi nya.
"M..aaf Tuan Zaccheo, saya tidak sengaja" Ucap Flo dengan melepaskan dirinya dari pelukan Kai dan melepaskan masker nya sebentar sebelum akhirnya kembali memakai nya setelah selesai mengucapkan kata-kata nya.
"Hmm" Angguk nya.
"Kalau begitu saya permisi" Pamit Flo dan segera masuk meninggalkan Kai yang masih berdiri dengan tatapan aneh nya.
"Mata itu..... Aroma itu....." Kau tersenyum sinis, dia tidak jadi masuk dan memilih pergi dari sana.
Btw saya suka alur ceritanya yang anti mainstream.. semangat berkarya..