NovelToon NovelToon
Ksatria Lembah Neraka

Ksatria Lembah Neraka

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Supernatural / Contest / Cinta Beda Dunia / Dunia Lain / Mengubah Takdir / Barat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pangeran Buluk

Lalu Argadana anak laki - laki yang memiliki garis darah keturunan setengah manusia dan setengah siluman. Di umur sepuluh tahun telah diangkat menjadi raja di Kerajaan Siluman Darah.

Tetapi sebelum dapat memimpin takhta, sang ibu memberinya misi untuk menghabisi seorang pengkhianat kerajaan selain mencari ayah kandungnya yang merupakan seorang manusia.

Dapatkah Argadana menyelesaikan misinya itu?
Silakan ikuti ceritanya dalam kisah 'Ksatria Lembah Neraka' yang akan kami update in sya allah 1 chapter/hari

Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pangeran Buluk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Tangan Seribu

Brak. . .

Suara seseorang terlempar keluar menembus dinding kedai yang tidak lain adalah Wiryo yang dilemoarkan oleh Ningrum setelah hampir setengah mati tercekik.

"Siapa yang memberi kalian keberanian untuk menghinanya?" bentak Ningrum keras pada Dulhari. Sementara pengunjung kedai lain berlarian keluar begitu kekacauan terjadi di kedai tersebut. Pak Shomad pemilik kedai hanya bersembunyi di bawah meja, takut terkena imbas dari perseteruan tersebut.

Dulhari yang dibentak demikian menjadi ciut nyalinya, tidak disangka gadis yang dikira merpati jinak ternyata adalah anak naga. Karena tidak punya pilihan Dulhari memutuskan untuk menyerang Ningrum dengan tenaga penuh, demi menyelamatkan diri.

"Hiattt. . . "

Tapi. . .

Serangan kuat Dulhari hanya ditahan dengan telapak tangan kiri oleh Ningrum yang membuatnya terkejut bukan main. Terlebih lagi gerakan Ningrum sangat cepat, tau - tau tinju kanan gadis itu telah bersarang di perutnya.

Buk. . .

Ughh. . . Uhuk. .. uhk. . .

Dulhari terbatuk merasakan hantaman keras gadis lawannya.

Dess. . .

Sekali lagi tendangan terbang Ningrum mengenai dada membuat tubuh Dulhari terpental keluar menjebol dinding. Dia jatuh ke tanah tak sadarkan diri. Ningrum lalu menoleh ke arah Danuswara dengan tatapan membunuh.

"Dasar gentong - gentong nasi tidak berguna. Makan saja yang banyak, menangkap seorang gadis saja tidak becus" geram Danuswara.

"Aku telah mengundangmu baik - baik, nona. Tapi kau rupanya lebih menyukai kekerasan"

Dengan 'jurus elang menyambar mangsa' Danuswara mulai menyerang. Ningrum yang diserang pun tidak tinggal diam, segera mengerahkan jurusnya 'segulung ombak menerpa kadang yang diajarkan oleh Sepasang Pendekar Naga.

"Hiaatt. . . "

Bentakan keras Danuswara mengerahkan kepandaiannya untuk menundukkan Ningrum dengan jurus - jurus elangnya terdengar nyaring.

Ningrum hanya mengelak serangan dan menangkis ketika tidak ada ruang untuk mengelak. Sebentar - sebentar tubuhnya miring ke kiri - kanan seperti orang mabuk tetapi justru hal itu membuat semua serangan Danuswara hanya mengenai udara kosong. Setelah beberapa puluh jurus berlalu Ningrum yang sudah mulai bosan sengaja menambahkan tenaga dalam di telapak tangannya ketika memapak tendangan Danuswara yang mengarah dadanya.

Plak. . .

Danuswara terjengkang ke belakang hampir roboh jika tidak berpegangan pada tepi meja. Kakinya yang dipapak tangan Ningrum terasa sedikit kesemutan

"Bangs4t. . . " umpatnya seraya memberikan serangan balasan setelah mengetahui lawan ternyata lebih kuat darinya.

Namun Ningrum yang sudah bosan bermain - main segera memasang 'jurus umbak segara'

Danuswara terkejut bukan kepalang setelah merasakan bobot serangan Ningrum yang baru sekarang diketahui memiliki tenaga dalam lebih tinggi darinya. Seketika keringat dingin membasahi tubuh anak Adipati tersebut.

'Jurus umbak segara' yang di gunakan Ningrum berhasil membuat Danuswara kelabakan. Menghindar sulit menangkis juga ia kalah tenaga. Ningrum mengangkat kaki kanan untuk menyerang rusuk kiri, Danuswara segera mengangkat kaki kiri untuk menahan serangan tersebut.

Tetapi naasnya serangan pertama tadi merupakan serangan tipuan. Begitu Danuswara bergerak menangkis, telapak tangan Ningrum yang dilambari dengan sedikit tenaga dalam 'ilmu gugur gunung' dengan telak bersarang di dada.

"Aaa. . . "

Suara teriakan Danuswara yang terpental keluar kedai terdengar sangat menyayat.

Bruk. . .

"Ughhh. . . "

Danuswara terjatuh dengan kasar di halaman kedai seusai terkena pukulan telapak tangan Ningrum.

Ketika hendak mengatur pernafasan untuk memulihkan luka dalamnya, Ningrum dan Argadana menyusul keluar kedai dan berdiri tepat di hadapan Danuswara.

Danuswara yang sudah merasa jeri dengan kemampuan Ningrum segera mundur dengan panik.

"Kau. . . Apa yang mau kau lakukan? Kuingatkan padamu, aku ini anak Adipati Renggana yang berkuasa di sini. Kalian tidak bisa menyakiti aku" katanya dengan mimik wajah ketakutan

"Haisss. . . Kau pergi lah, kisanak. Kau bisa mati jika masih berlama - lama di sini" kata Argadana.

Danuswara pergi tunggang langgang tanpa mengucap sepatah kata pun. Di dalam hati ia mengumpat karena merasa dipermalukan di depan umum.

"Gadis binal itu, aku akan mempermainkannya sampai mampus. Tunggu saja pembalasanku" katanya dalam hati.

"Gadis hebat. Dia sangat pemberani" kata salah seorang warga yang bersembunyi di balik jendela rumah mereka mengintip jalannya pertarungan.

"Biar tahu rasa anak Adipati sombong itu"

"Ya, benar. Dia kena batunya sekarang. . . " seru para warga yang lain.

Setelah Danuswara tidak terlihat lagi Ningrum segera kembali ke kedai dan memberikan dua keping koin emas untuk membayar makanan dan ganti rugi bangunan yang telah rusak akibat pertarungan mereka tadi.

"Pak, terimalah ini untuk bayaran makanan kami tadi dan juga untuk kerusakan bangunan ini" kata Ningrum

"E, eh. . . Itu tidak perlu, nisanak" kata Pak Shomad membungkuk merasa tidak enak pada Ningrum.

"Terimalah, Pak. Jangan sungkan, ini hak bapak" kata Ningrum setengah memaksa.

"Ba.. Baiklah, eh. . . Tapi tuan muda dan nona ini sebaiknya segera pergi dari sini"

"Eh. . .? Memangnya ada apa, pak?"

"Anak Adipati sombong itu orangnya terkenal pendendam, dia tidak akan membiarkan kalian tenang nantinya. Anak buah Adipati sangatlah kuatkuat. Mereka sebentar lagi pasti akan kemari, jadi kalian sebaiknya pergi dari sini. Sebelum terlambat"

"Kalau begitu kebetulan. Sekalian saja buat mereka jadi bahan latihan" sahut Ningrum cepat.

Pak Shomad hanya menggeleng pelan karena sarannya tidak diindahkan oleh kedua muda - mudi pemberani dan baik hati itu.

"Mereka sangat baik, dan juga berani. Sayang sekali, mereka menghadapi Adipati bertangan besi itu. Semoga mereka baik - baik saja" kata Pak Shomad dalam hati.

***

"Pak Shomad. . .!!! Cepat keluar, serahkan penjahat itu padaku. Atau kedaimu akan kubakar" terdengar seseorang berteriak di luar kedai.

"Mereka datang. . . Ayo, kakang" ajak Ningrum bersemangat, sedangkan Argadana hanya ikut saja.

"Pak Shomad, kelu. . . " belum selesai orang di luar berbicara sebuah sahutan pedas terdengar dari pintu kedai.

"Anjing dari mana ini, cuma tahu menggonggong di luar. Mengganggu orang tidur saja" Ningrum keluar dari kedai ditemani Argadana.

"Itu dia, paman. Kedua orang itu yang mengeroyokku tadi. Bunuh yang laki - lakinya, dan tangkap wanita itu untukku" tunjuk Danuswara.

"Hehehe. . . Tuan muda rupanya cukup jeli juga matanya, tau saja yang bening - bening"

Lelaki yang tadi berteriak berkata pada Danuswara. Dia bernama Anom, salah satu pembantu kepercayaan Adipati Renggana.

"Nona. Jika kau mau menyerah baik - baik kepada tuan muda kami, maka kau akan selamat hari ini. Jika tidak kau dan kekasihmu akan mampus tanpa penguburan" kata Anom mencoba mendapatkan Ningrum dengan cara halus, tetapi yang dia dapatkan justru sebuah tamparan keras yang membuatnya melintir lalu ambruk pingsan seketika.

"Lain kali minta izin dulu padaku, sebelum kau menggertaknya" kata Argadana dengan wajah kelam membesi. Dia sudah bersabar sejak tadi, tetapi lawan tampaknya tidak memandangnya sedikitpun sehingga dia berniat memberi pelajaran pada musuhnya itu.

Danuswara dan sembilan pembantu Adipati Renggana lainnya terkejut dengan apa yang terjadi menimpa kawan mereka. Ningrum tidak terlihat bergerak dari tempatnya, melainkan pemuda di belakangnya yang tiba - tiba maju menghadang dengan mengibaskan tangan kanannya dan terjadilah keanehan itu.

"Iblis. . . Itu pasti ilmu iblis, ya ... dia pengguna ilmu iblis. Paman, bunuh saja dia. Cepat" kata Danuswara panik.

"Bocah itu cukup berisi, kita serang bersama. . . " seru salah seorang pengawal yang dijawab dengan anggukan oleh pengawal yang lain.

"Jika aku jadi kalian, aku akan lebih memilih pensiun atau mencari orang lain tempat kumengabdi daripada harus berurusan dengan kedua anak muda itu"

Sebuah suara membuat sembilan pengawal itu menunda gerakan mereka. Sembilan pengawal Adipati Renggana menoleh ke arah asal suara.

Yang bersuara ternyata adalah seorang kakek berwajah klimis tanpa seutas rambut pun di kepalanya. Kakek itu selalu terlihat menebar senyum, sedang tatapan matanya mencorong tajam pertanda memiliki tenaga dalam tinggi.

Bagi orang yang tidak tahu mungkin akan menganggap kakek itu gila karena selalu tersenyum tanpa sebab. Tapi begitulah aneh - anehnya tokoh dunia persilatan.

Kakek tersebut bernama Barnawi. Orang - orang dunia persilatan menjuluki dia Si Tangan Seribu. Jurus andalannya adalah 'jurus tangan dewa'. Kecepatannya membuat lawan yang diserang seperti melihat seribu tangan melancarkan gerakan membunuh berkali - kali.

1
Audrey Maritza Kanedy
Luar biasa
Ihwan Udin
menyebut natuhanku Alloh emang udah ada Islam
Amelia putri
sampah
Amelia putri
bertele tele
Amelia putri
naif gk di bunuh aja
Hariadi Siregar
lanjut
Mbak Shity
lanjut terus🥰
Mbak Shity
mantap🤩
Mbak Shity
bagus ceritanya🥰
Musa Torpas
cerita bagus enak di baca
Bayu Putra
Mantap lanjutkan suhu
Herry Susanto
bagus ceritanya.
Mawan Iwan
akhir cerita 😆😆
Lil Badri
sangat bagus
Pajero Asia
Keren
Ristalia Noer
mantul banget pengen denger kelanjutan nya lagi
Bang Roy
lanjutkan sampai selesai thor..
Bang Roy
punya wanta cantik selalu diganggu
Bang Roy
makin mantap nih cerita..
Bang Roy
bagus nih cerita kayaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!