NovelToon NovelToon
Pria Penuh Luka

Pria Penuh Luka

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Badboy / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: mawarny

Kisah percintaan yang sangat menyakitkan!
Dimana dia selalu dipermainkan oleh takdir, dihianati oleh kepercayaan dan dijatuhkan oleh pengharapan.

Dialah Dika Feryaldi, laki-laki yang hidup dengan mengandalkan parasnya. Dia bagai parasit, yang hidup tanpa tujuan.

Hidup baginya bagaikan neraka. Dan kebahagiaan baginya adalah hal yang mustahil. Dia selalu bersikap sinis, kasar, dan tidak ingin tersenyum atau tertawa.

Surga baru dia rasakan setelah bertemu dengan wanita cantik bernama Hana Angela. Perempuan dengan kelas sosial yang tinggi, yang mana dia merupakan putri dari keluarga terpandang.

Dika baru mengerti, kalau dia masih bisa bahagia.

Tapi ternyata, lika-liku perjalanan menyakitkan untuk mendapatkan wanita itu harus dia terjang. Saat itulah, seorang Dika berani berkorban untuk seseorang yang dia cintai.

Setelah lama berjuang untuk mengimbangi kelas wanita itu, Dika kembali diruntuhkan oleh penghianatan. Setelah dia mengabulkan semua keinginan orangtua Hana, dia dihianati sebegitu kejam. Ternyata Hana telah dinikahkan dengan laki-laki yang jauh lebih terhormat darinya. Tidak sampai disana saja, dia makin merasa sakit ketika mengetahui kalau semua orang yang dia percayai ikut menghiantinya.

Sampai akhirnya, Dika ingin menyudahi hidupnya. Dia tidak pernah mengerti akan rencana yang Kuasa untuknya.

"Adakah Bahagia Untukku?? Sekali saja, kumohon biarkan aku merasakan yang namanya bahagia."_Dika Feryaldi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mawarny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan

Dika tidak bisa lagi menahan tangisnya yang tanpa suara. Lara yang dia simpan selama ini tiba-tiba mencuat begitu saja. Hatinya gundah, tidak berarah.

Tangannya mengambil paksa foto-foto yang sudah dia turunkan. Dika memang tidak mengerti tentang semua ini. Pikirannya susah membaca situasi.

"Aaaaaa!!!!!" teriak Dika. Kemudian dia melemparkan satu-persatu foto itu Kedinding. Sehingga, semua kamar Ayahnya penuh dengan pecahan beling. Dika menghancurkan semua foto, tanpa meninggalkan apapun disana.

Sesudah lelah dengan semua yang dia lakukan, Dika duduk diatas beling yang bertumpuk-tumpuk. Dia tidak perduli dengan sakit yang dia rasakan akibat tusukan beling itu.

Dika mencoba tidak menangis, dan dia melayangkan tinjunya ke dinding. Padahal, waktu itu tangannya berdarah karena dia menggenggam pecahan beling itu dengan kuat.

Dika seakan mati rasa. Sekuat apapun dia melukai dirinya, tidak ada rasa sakit yang dia rasakan. Bahkan ketika tangannya yang sudah seharusnya tidak berdaya, kini malah lebih kuat.

"Gua jijik dengan semua ini!" Dika menarik beberapa foto yang sudah tidak berbingkai. Tanpa berfikir panjang, Dika langsung merobeknya dengan emosional.

"Gua jijik...jijik...jijik banget. Apa maksud semua ini!" teriak Dika.

Tapi saat itu, rumahnya hening. Lagi-lagi, tidak ada yang perduli dengan perasaan Dika. Dia hanya bisa menangis sendirian, sama dengan hal yang selalu dia rasakan.

Kini Dika bangkit, di tendangnya beberapa tumpukan kaca dengan sepatu yang dia gunakan.

Setelah puas melukai kakinya, Dika menghancurkan semua isi kamar Ayahnya. Bahkan bantal yang beliau gunakan juga dihancurkan oleh Dika.

Lelah! Dika lelah dengan semuanya. Tangisan, darah dan kekacauan bercampur di kamar Ayah Dika. Semua benda-benda yang ada dikamar itu berserak dilantai.

Dika memegang hatinya yang terasa sangat sakit. Dia berlutut sambil menatap kelantai. Tangisnya tetap bergemuruh dengan semua kesedihan yang mendalam. Setelah sekian lama Dika tidak menangis, kini dia kembali menjadi anak cengeng. Kemarin dia juga menangis, dan sekarang juga.

Ditengah kesedihan Dika, seseorang datang berdiri menatapnya. Seorang laki-laki dengan kerutan yang mulai timbul diwajahnya, menatap Dika dengan mata melotot. Laki-laki itu menggunakan jaket hitam.

Dika menyadari ada yang datang. Dia melirik kearah pintu, dan melihat sesosok yang sangat dia kenal berdiri dengan tangan dibelakang. Laki-laki itu berdiri tepat di bibir pintu.

"Ayah...." Dika bersuara lirih. Air matanya belum mengering.

"Ngapain kamu di sini?" suara dingin Ayah Dika terdengar pelan.

"Aku sudah memerintahkan kamu untuk jangan pernah sekali-kali masuk ke kamarku!" suara si Ayah masih terdengar santai.

Dika terdiam tidak menjawab. Hanya air matanya yang terus mengalir tanpa suara.

Ricard memerhatikan isi kamarnya yang hancur. Tapi aneh sekali, dia tidak menunjukkan reaksi kaget atau terkejut.

"Jadi kamu sudah melihat semuanya?" ucapnya pelan.

Dika berdiri, kemudian dia melepaskan sepatunya dan berjalan kearah Ayahnya. Tidak peduli seberapa sakit kakinya sekarang, Dika tetap menapakkan kakinya dengan kuat.

"Apa ini Ayah?" Dika menarik kerah baju Ayahnya.

Richard terdiam. Untuk kali ini, dia membiarkan anaknya melakukan apapun padanya.

"Ayah... kumohon jelaskan apa arti semua ini!" tangis Dika.

Dan, tidak ada jawaban dari Richard. Dia tetap membisu dengan wajah tenang.

Dika berlutut di hadapan Ayahnya.

"Setidaknya, beritahu Dika mengapa ada foto Dika di sini! Mengapa Ayah diam,"

Richard berjongkok di depan anaknya. Dia menepuk pundak Dika pelan.

"Ayah menyayangi Dika!" ucapnya tiba-tiba.

Apakah ini mimpi? Ayah menyayangi ku?

"Apa maksud Ayah?" teriak Dika. Hati maupun dirinya tidak terima dengan semua ini.

"Iya Dika, ayah menyayangimu." Lagi-lagi Richard mengatakan hal yang tampak seperti kebohongan di telinga Dika.

"Jangan katakan itu lagi! Berhenti membuatku merasa menyedihkan Ayah!" Dika bertumpu pada kedua tangannya yang tertancap ke lantai.

"Terserah kamu Dika. Kamu percaya atau tidak percaya, tapi itu adalah kenyataan yang sudah lama Ayah simpan." Ucap Richard lemah.

Apa? bukankah baru kemarin Ayah mengatakan sangat membenciku? kenapa tiba-tiba mengatakan menyayangi ku?

"Ayah, sebenarnya Ayah punya rencana apa sih? Kalau memang Ayah ingin aku pergi dari rumah ini, tinggal bilang aja Ayah. Kenapa ayah membuat ku seolah merasa sangat bersalah pada Ayah!" tangis Dika sekali lagi.

"Dika, Ayah tahu, kamu akan sangat sulit menerima ini. Hatimu sudah terlanjur mengeras dan tidak bisa percaya lagi. Ini suatu hal yang wajar," ucap Ayah Dika.

"Berhenti sok bijaksana! Mengapa Ayah tiba-tiba seperti ini, seharusnya Ayah memukulku karena aku sudah menghancurkan kamar Ayah!" ketus Dika.

Richard tidak bicara lagi.

"Pukul Dika Ayah! Pukul Dika!" teriak Dika sambil mengangkat tangan pria tua itu ke wajahnya.

Tapi untuk kali ini, tangan besar itu seperti tidak berdaya. Lebih anehnya lagi, laki-laki ini malah menangis. Ini kali pertama Dika melihat Ayahnya menangis.

"Dika, percaya sama Ayah, Ayah tak pernah membenci mu. Tapi Ayah selalu menyayangi mu." ucap Richard disertai suara tangisannya.

"Menyayangi? Jangan membuatku jijik!" ketus Dika.

Richard berdiri dan duduk di atas ranjangnya. Dia menghapus air matanya dan mulai bercerita, "Kelahiran mu, membawa sebuah kebahagiaan untuk Ayah. Dimana, Ayah merasa menjadi orang paling beruntung di beri anak setampan kamu." mata Richard menerawang jauh ke masa lalu. "Lalu saat itu, Ayah dengan bangga menamaimu Dika Feryaldi. Ayah bekerja lebih keras lagi agar bisa mendapatkan uang lebih." Richard berhenti sejenak. Matanya melihat anaknya yang tampak mendengarkan nya.

"Ketika Ayah sudah gajian, Ayah menyisihkan sedikit gaji Ayah kedalam tabungan. Uang itu akan Ayah gunakan nantinya jika kamu sudah sekolah. Melihatmu membuat Ayah berambisi menjadikanmu sebagai orang sukses dan jauh lebih baik di banding Ayah. Tapi sangat disayangkan, ibumu malah menuduh Ayah selingkuh. Dia berfikir Ayah memberikan sebagian gaji Ayah untuk perempuan lain. Lalu, ibumu mulai berubah. Dia semakin sering keluar malam dan pulang dalam keadaan mabuk. Yang lebih parahnya lagi, dia selalu diantar oleh seorang lelaki."

Dika menatap sebentar Ayahnya. Raut wajahnya seakan mengatakan, "Lalu?"

Tapi Dika masih tetap diposisinya, berjongkok.

"Saat itu Ayah mulai kesal. Kamu tahu sendiri, kalau sifat Ayah itu tempramental. Kami semakin sering bertengkar bahkan saling melukai. Ayah sedih,,, ketika Ibumu tidak peduli padamu. Dia meninggalkan mu sendiri dirumah dan dia pergi senang-senang dengan laki-laki lain. Setelah cerai dengan Ibumu, Ayah berusaha melupakan segalanya. Ayah tidak lagi berfikir untuk membuatmu sukses." Richard menghapus air matanya.

"Sejak saat itu, semua orang mengatakan kalau aku adalah ayah yang gagal. Makanya, setiap pulang Ayah hanya bisa melampiaskan padamu. Hanya kamu yang bisa Ayah pukul Dika!" tangis Richard yang tampak sangat tulus.

Dika mendengar, "Lalu mengapa Ayah berusaha membuat ku pergi?"

"Karena Ayah tidak ingin kamu menderita Dika. Ayah memukuli mu, ayah menghina mu bahkan Ayah melukai hatimu, itu semua Ayah lakukan supaya kamu membenci Ayah, Dika! Dengan harapan, kamu akan pergi dan tidak pernah mengaggap ku sebagai ayahmu. Tapi ternyata, 19 tahun usahaku itu tidak pernah berhasil. Kamu selalu datang dan memperhatikan Ayah. Aku mengetahui itu Dika, kamu selalu datang untuk melihat keadaan Ayah. Melihat semua itu, aku merasa semakin gagal dan menyedihkan." Richard berhenti sejenak untuk mengambil nafas.

"Aku marah bukan karena tidak mendapat pasangan, tapi Ayah marah kamu berhasil membuat Ayah merasakan kehangatan hati seorang anak, dan betapa beruntungnya aku memiliki anak seperti mu. Kamu harus tahu, ketika Ayah memukulmu, aku akan menghilang. Sebenarnya, ayah pergi untuk memukul balik diriku sendiri. Jika kamu merasakan sakit dari pukulan ku, maka aku merasakan lima kali lebih sakit Dika. Selama ini, Ayah tidak pernah dipukuli preman, aku yang melukai diriku sendiri karena merasa terlalu banyak gagal."

Maap gantung 😁😁😁😁

komen kalau suka

1
ibunya aa&dd
aku suka ceritanya Thor 👍
ibunya aa&dd
lanjut Thor
even stinki
baik
even stinki
wkwkwkwkww Haha lucu
Asriana Mak Len
😭😭😭
M.Herman. SH
huuuuu cerita nya di gantung,, suuueekk
Asriana Mak Len
😭😭😭😭😭
Mawar
suka
Asriana Mak Len
hati hati pagar makan tanaman
Asriana Mak Len
selamat berbahagia Andi&aleta
even stinki
gila celup sendiri ternyata
Japung Mobile
selanjutnya
Imarin
Hello kak aku mampir baca bawa like dan favorit...
mampir juga yuk dinovelku
Japung Mobile
selanjutnya
Dwi Yuningsih
sebenarnya bagus seh ceritanya, bisa dibuat diawal pemeran utamanya mungkin lemah, tapi disinipun ceritanya menggantung thor jadi gk enak enddingnya
padahal masih ada surat dari hana yg dibawah bi sumi. belum sampai ketangan dika dari situ bisa dijadikan bahan thor .
maaf bukan maksud apa apa, hanya saja kok endingnya jadi gantung gitu gk enak aja jadinya 🙏
Dwi Yuningsih
mantap thor
Japung Mobile
selanjutnya
Erna Nurhasanah
kenapa ending nya menyedihkan sekali
Japung Mobile
selanjutnya
Erna Nurhasanah
kenapa di bust bodoh si Hana nya, thor?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!