Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah ia lakukan oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa menjadi menantu numpang di keluarga kelas menengah, Reno diperlakukan seperti pelayan, dihina oleh ibu mertuanya, dan dianggap suami "tidak berguna" oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, satu-satunya alasan Reno bertahan dan berpura-pura menjadi orang miskin adalah untuk melindungi istrinya, Alya, perempuan polos yang pernah menyelamatkan nyawanya.
Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan Alya dengan seorang pria kaya raya yang sombong. Di hari yang sama ketika surat cerai disodorkan ke wajahnya, organisasi rahasia terbesar di dunia—Grup Naga Hitam—akhirnya menemukan keberadaan Reno.
Ternyata, Reno bukanlah orang biasa. Dia adalah Tuan Muda Penguasa Tunggal dari keluarga terkaya di benua ini yang sengaja menghilang untuk menyelesaikan misi rahasia.
Begitu batasan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29: Perangkap Mata Naga
Suasana di penthouse pribadi Reno di lantai teratas Istana Naga Hitam berubah total dalam hitungan menit. Ruang keluarga yang tadinya hangat dan intim, kini bertransformasi menjadi pusat operasi siber tingkat tinggi yang mencekam.
Cahaya ambient biru dari berbagai layar holografik memantul di dinding kristal, menciptakan bayangan panjang yang menari-nari. Di tengah ruangan, Reno berdiri tegap seperti patung berlapis baja. Setelan jas hitam custom-made yang dikenakannya tampak menyerap cahaya, mencerminkan aura dingin dan mematikan yang menguar dari tubuhnya.
Di sampingnya, Alya duduk di sofa, tatapannya terpaku pada tablet digital. Meskipun ia mengenakan blazer putih gading yang elegan—pakaian yang sama dengan yang ia gunakan saat rapat kerja tadi—wajahnya menunjukkan ketegangan yang nyata. Cincin emas putih sederhana di jari manisnya berkilau lembut di bawah cahaya biru, sebuah pengingat akan janji Reno untuk melindunginya.
Bagas, tangan kanan Reno, berdiri di dekat layar utama, jari-jarinya menari lincah di atas konsol kontrol. Wajahnya serius saat memantau data yang terus berkedip merah.
"Protokol 'Mata Naga' telah diaktifkan, Tuan Muda," lapor Bagas tegap. "Seluruh unit peretas elit kita di lima benua sudah masuk ke jaringan sistem pertahanan luar dan bersiaga dalam mode penyamaran."
Reno mengangguk tipis, ekspresinya sedingin es. "Biarkan Ouroboros merasa mereka menang. Buka blokir palsu di database Divisi Sosial, Alya."
Alya mendongak, matanya melebar. "Reno, apakah ini aman? Dana seratus triliun itu..."
Reno mendekat, duduk di samping Alya dan meletakkan tangannya di atas bahu Alya, memberikan pelukan protektif yang menenangkan. "Alya, Permaisuriku, dana itu aman. Mata Naga tidak hanya melindungi, mereka juga berburu. Data yang Ouroboros akses sekarang adalah data sampah yang sudah kita siapkan untuk mengalihkan perhatian mereka. Tapi mereka tidak tahu itu."
Di layar holografik utama (image_0.png), sistem visual pertahanan siber Naga Hitam berubah. Jaringan pertahanan luar yang tadinya merah (diserang), kini perlahan-lahan memudar menjadi biru (diambil alih secara diam-diam oleh Mata Naga), sementara aliran data palsu yang 'bocor' terus mengalir menuju server Ouroboros.
"Mata Naga telah melacak balik jejak peretas Ouroboros," lapor Bagas dengan nada puas. "Mereka menggunakan sembilan proxy global untuk menyembunyikan lokasi asli, namun peretas kita berhasil menembus semuanya satu per satu."
Di layar, visualisasi jejak pelacakan mulai terbentuk. Garis-garis biru tipis (jejaring Mata Naga) merayap cepat melintasi peta digital dunia, menelusuri rute serangan Ouroboros menuju satu titik pusat yang terisolasi.
Alya menatap layar dengan takjub. Di tabletnya, status dana seratus triliun rupiah kini ditandai dengan segel hijau besar bertuliskan: "SECURE: PROTECTED BY MATA NAGA" (image_0.png).
"Sistem logistik dan pertahanan siber kita mulai stabil," Bagas melanjutkan. "Pelumpuhan siber Ouroboros di berbagai aset Naga Hitam telah berhasil kita tangkal. Sebaliknya, peretas Mata Naga sedang menanamkan 'worm' pelacak di server mereka."
Reno berdiri, dominasinya kembali memenuhi ruangan. "Perburuan dimulai. Aku ingin lokasi presisi dari server utama mereka, Bagas. Dan aku ingin wajah Valerius Stone muncul di layar ini dalam lima menit."
Sementara Bagas bekerja, Reno berbalik menghadap Alya. Aura dinginnya menguap saat menatap mata istrinya. Ia berlutut di depan Alya, memegang kedua tangannya yang lembut.
"Alya, ancaman mereka tidak nyata, tapi cintaku padamu adalah hal yang paling nyata di dunia ini," ujar Reno tulus, suaranya rendah dan penuh emosi. "Aku tidak akan membiarkan kegelapan dunia ini menyentuhmu. Aku akan menghancurkan siapa saja yang mencoba mengusik kebahagiaan kita."
Alya tersenyum, air mata haru tergenang di sudut matanya. Ia menyentuh pipi Reno dengan lembut. "Aku mempercayaimu, Reno. Bersamamu, aku merasa menjadi wanita paling kuat di dunia."
Momen romantis mereka di tengah ketegangan operasi siber itu terasa begitu intens, sebuah kontras yang memikat bagi siapa saja yang menyaksikannya.
"Tuan Muda! Kita berhasil!" seru Bagas tiba-tiba.
Di layar holografik utama (image_0.png), jaringan garis biru Mata Naga akhirnya bertemu di satu titik pusat yang berkedip merah terang. Di atasnya, muncul teks terjemahan otomatis: "TARGET LOCATED: OUROBOROS CENTRAL OPERATING SYSTEM."
Server utama mereka berada di sebuah fasilitas bawah tanah di sebuah pulau kecil terpencil di Laut Mediterania, lokasi yang sangat sulit dilacak dan dijaga ketat.
"Kita juga berhasil menembus enkripsi datastream mereka," Bagas melanjutkan, matanya berbinar. "Menampilkan visual sumber serangan."
Layar utama berkedip, lalu menampilkan rekaman video langsung dari server yang berhasil diretas. Di sebuah ruangan canggih yang gelap, duduk Valerius Stone, petinggi Ouroboros yang sebelumnya mengancam di lobi.
Valerius tampak murka, wajahnya yang kaku memerah penuh amarah. Ia sedang memaki-maki para peretasnya yang panik di layar monitor.
"...Bodoh! Bagaimana mereka bisa melacak kita balik?! Pertahanan kita ditembus dalam hitungan menit! Serangan siber kita gagal total! Siapa peretas-peretas Naga Hitam ini?!" suara Valerius bergema melalui pengeras suara, penuh keputusasaan.
Reno tersenyum dingin menatap wajah musuhnya di layar. Seringai mengerikan naga yang siap menerkam muncul di bibirnya.
"Bagas, aktifkan Operasi 'Cakar Naga'. Aku ingin server utama mereka lumpuh total, databasenya dihapus tanpa sisa, dan seluruh aliran dana ilegal Ouroboros yang berhasil kita lacak, dialihkan ke rekening beku Konsorsium untuk dikembalikan pada negara-negara yang mereka rugikan," perintah Reno datar, namun sarat akan kekuasaan yang mutlak.
"Pelaksanaan segera dimulai, Tuan Muda!" tegas Bagas seraya menekan tombol eksekusi.
Di layar holografik (image_0.png), visual server Ouroboros mendadak meledak dalam jaringan garis-garis biru Mata Naga yang melahap semuanya. Rekaman video Valerius terputus, dan layar menampilkan pesan: "OUROBOROS OPERATING SYSTEM: DELETED. FUNDS REDIRECTED. STATUS: COMPLETE."
Perangkap Mata Naga telah menutup sempurna, melumat Sirkuit Ouroboros sampai ke akar-akarnya hanya dalam waktu singkat. Serangan siber mereka yang mematikan justru menjadi bumerang yang menghancurkan mereka sendiri.
Reno berbalik menghadap Alya, senyuman hangat kembali terbit di bibirnya. "Badai sudah lewat, Permaisuriku. Ouroboros sudah runtuh, dan dana investasimu sudah aman untuk selamanya."
Alya menghambur ke pelukan Reno, mendekapnya erat-erat dengan rasa lega dan kebahagiaan yang meluap. "Terima kasih, Reno. Terima kasih telah menjaga mimpi kita."
Reno memeluk Alya erat-erat, mencium keningnya dengan penuh kasih sayang. Di tengah kegelapan yang berhasil mereka taklukkan, cinta mereka justru bersinar semakin terang, sebuah bukti bahwa di puncak dunia sekalipun, Naga Hitam hanya akan merunduk di hadapan wanita tercintanya. Pertarungan siber berakhir dengan kemenangan mutlak bagi Reno dan Alya.