NovelToon NovelToon
KANA (The Series)

KANA (The Series)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Prepti ayu maharani

Kana Bintang Artana.

Laki-laki dingin yang mampu membuat hati siapapun menjerit melihatnya.

Bukan karena seram. Tetapi karena ketampanannya yang dapat membuat para gadis jatuh cinta padanya.

Begitupun Kaila. Gadis pemalu yang ikut andil menyukainya. Namun rasa sukanya memudar saat mengetahui betapa menyebalkannya seorang Kana.

Dan tanpa Kaila sadari, perlahan namun pasti, Kana mulai menunjukkan rasa sukanya pada Kaila.

Akankah keduanya berakhir bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prepti ayu maharani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Part 21

Adinda tersenyum melihat Kana kembali menemuinya di UKS. Hampir setengah hari ini gadis itu menghabiskan waktunya untuk beristirahat di UKS. Entah apa yang membuatnya sampai terjatuh pingsan, Kana pun tak tahu. Laki-laki itu hanya menjalankan tugasnya sesuai permintaan guru yang mengajar pagi tadi. Kebetulan guru itu menyuruh Kana untuk membawa Adinda ke UKS.

"Syukur deh kalau lo udah sadar," ucap Kana yang berdiri di ambang pintu.

Adinda tersenyum, ia bangkit dan mengubah posisinya setengah duduk. "Thanks ya lo udah kesini. Gue pikir lo marah sama gue karena masalah kemarin."

Kana melipat kedua lengannya. "Gue kesini bukan karena gue gak marah lagi sama lo. Tapi karena Pak Arsen yang nyuruh."

Adinda mengangguk mengerti. "Gimana Kaila?"

"Lo ngapain nanya dia? Bukannya lo gak suka sama dia?" tanya Kana terus terang.

Adinda diam beberapa saat dan kembali memandang laki-laki itu. "Lo kenapa berubah sih Kan? Lo bukan lagi Kana yang gue kenal. Lo berubah setelah kenal Kaila."

"Maksud lo apa bawa-bawa Kaila? Perubahan gue gak ada hubungannya sama Kaila. Lo yang mulai duluan, lo yang gak suka duluan sama dia."

"Gue gak suka sama dia karena dia udah merebut semuanya dari gue!" Kana menaikkan kedua alisnya. "Ngerebut apa? Apa yang dia rebut dari lo?"

Adinda menunduk. "Perhatian lo, Kan." Gadis itu menatap Kana dengan tatapan hampa. "Lo bener-bener berubah."

"Eh—em!"

Aji berdeham membuat Kana menoleh dan memberinya celah untuk masuk.

Aji menghela napas dan memandang Kana. "Adinda bener Kan, lo berubah setelah kenal Kaila. Apa cinta sebuta itu sampai lo lupain kita berdua?"

Adinda mengangguk. "Kita berdua bahkan gak bisa ngenalin lo lagi, Kan."

Kana diam. Ia mengusap wajahnya gusar. "Terserah kalian berdua," ucapnya dan berjalan pergi meninggalkan kedua sahabatnya.

Aji menghela napas dan berjalan menghampiri Adinda. "Lo pasti sedih ya?"

Adinda mengangguk.

Aji tersenyum dan meraih tangan Adinda. "Gue tahu gimana perasaan lo. Gue juga ngerasain yang sama seperti lo, Din. Tapi lo harus inget, masih ada gue disini. Gue sayang sama lo. Lo sahabat gue, Din."

Adinda tersenyum.

"Nah, gitu geh senyum."

Adinda kembali tersenyum dan merebahkan kepalanya di bantal.

"Masih pusing?" tanya Aji khawatir.

Adinda mengangguk.

"Lo kenapa bisa pingsan sih, Din? Lo sakit?"

Adinda menggeleng. "Gue karena belum sarapan aja," ucapnya dan tersenyum. Namun detik setelahnya air matanya menetes.

-o0o-

Kaila memandang kertas di tangannya. "Jadi, lo mau daftar kuliah di luar negeri?" tanyanya pada teman sebangkunya tersebut.

Elsa mengangguk. "Nyokap Bokap gue udah rencanain ini semua untuk gue."

"Tapi jauh banget El. Terus gue gak ketemu lo lagi dong?"

"Meskipun gue gak ke luar Neger juga, kita tetep gak ketemu, Kai. 'Kan lo mau ke Jogja."

Kaila tersenyum. "Iya juga sih. Cuma 'kan, jauh banget gitu."

Elsa mengangkat kedua tangannya. "It's okay, no problem honey. Meskipun begitu, gue juga masih bisa video call lo. Ini zaman canggih, yang jauh mendekat, yang dekat—"

"Menjauh?" ucap Kaila membuat Elsa tertawa.

"Kai,"

"Hmm?" Kaila menaikkan kedua alisnya.

"Kata Bima, lo kemarin di culik?"

Kaila mengangguk.

"Siapa yang berani nyulik lo Kai?" tanya Elsa penasaran.

Kaila tersenyum. "Kayanya kita gak perlu deh bahas ini. Gue ngerasa trauma kalau bahas itu."

Elsa mengangguk. "Oke deh kalau itu bikin lo trauma, mending kita bahas masa depan?"

Kaila tertawa. "Masa depan apa lagi? Setiap hari yang lo bahas masa depan, masa depan, mulu."

"Gue selalu ngebayangin aja gitu, kira-kira nanti suami gue gimana ya, siapa ya, ahhh gue gak sabar pengen tahu, Kai."

"Masih lama Elsa. Gue aja gak mikirin."

Elsa memutar bola matanya. "Ya jelas gak mikirin, karena 'kan masa depan lo kalau gak Kana, ya Bima," ucapnya membuat Kaila menatapnya kesal. "Bye the way, lo tadi pagi beneran berangkat bareng Kana?"

Kaila mengangguk membenarkan.

"Kenapa bisa gitu? Karena perjanjian hukuman?"

Kaila mengeleng.

"Terus apa?"

"Gue juga gak tahu, yang jelas sekarang dia bukan Kana yang gue kira sebelumnya."

"Maksudnya?"

"Dia berubah drastis, El. Dia gak seperti yang lo ceritain ke gue. Buktinya aja, waktu gue di culik, dia berusaha keras buat cari gue."

Elsa melebarkan mata. "Seriusan?"

Kaila mengangguk.

"Jangan-jangan dia suka sama lo, Kai?" tebak Elsa membuat Kaila tertawa.

"Kok ketawa?"

Kaila mengulum senyumnya dan menggeleng.

"Lo suka lagi ya sama dia?" goda Elsa dengan cengiran kuda.

Kaila mengedikkan bahu dan kembali tersenyum. Siapapun itu, pasti akan mengira jika Kaila memang telah menyukai Kana kembali.

-o0o-

Sepulang dari sekolah, Kana menghentikan motornya di depan sebuah ruko bernuansa cokelat terang yang menjadi andalan dirinya datang setiap pulang sekolah.

"Halo Kana," ucap seorang pelanggan yang baru saja keluar dari ruko tersebut.

Kana tersenyum. "Abis beli kue ya, Bu?"

Wanita itu mengangguk. "Iya nih. Kue Omamu memang paling the best."

"Wah, tumben ya Kana jadi ramah gini," lirih wanita di sebelahnya membuat Kana tersenyum tipis.

"Kalau gitu, saya masuk dulu Bu," ucap Kana dan masuk ke dalam ruko Omanya tersebut.

Kana melangkah masuk ke ruko tersebut dengan siulan di bibirnya. Tujuannya hari ini adalah mencicipi kue terbaru yang Omanya bilang akan di buat hari ini juga.

"Oma mana Tan?" tanyanya pada Susi yang tengah melayani pembeli.

Susi menunjuk ruangan yang menjadi tempat Raisa membuat kue.

"Kak Kana!" ucap gadis kecil yang tengah mengantri bersama Ibunya

Kana menoleh. "Kamu— kamu itu 'kan— siapa namanya— Ah, Kaira!"

"Kiara, Kakak!" ucapnya kesal.

Kana melebarkan mata. "Oh iya, Kiara!"

"Memang Kiara kenal sama Kakak ganteng ini?" tanya wanita di sebelah Kiara membuat Kana menoleh padanya.

Kana tersenyum dan sedikit membungkukkan badannya pada wanita itu.

"Kakak, kenalin, ini Mamaku." Kiara memperkenalkan wanita itu pada Kana.

Kana tersenyum dan menjabat tangan wanita di hadapannya. "Kana, Tante."

"Nabila, Mamanya Kiara."

Kiara tersenyum dan memeluk lengan Nabila. "Kak Kana ini temennya Kak Kaila Ma. Kak Kaila temennya Kak Bima. Jadi Kak Kana temennya Kak Bima juga. Ya 'kan Kak?" tanya gadis itu pada Kana.

Kana tersenyum tipis. "Hehe, iya."

"Jadi kamu deket sama Bima?" tanya Nabila.

Kana menggeleng refleks. Namun detik setelahnya ia mengangguk. "Iya Tante, saya deket sama Bima." Kana tersenyum. "Deket pengen nonjok maksudnya," umpatnya dalam hati.

Nabila tersenyum. "Kalau gitu main-main ke rumah. Bima pasti seneng."

Kana menganguk. "Siap, Tante."

"Kana!" seru Raisa membuat laki-laki itu menoleh.

"Ada apa, Oma?" tanya Kana.

Raisa melambaikan tangannya agar Kana menghampiri.

Kana menganguk lalu kembali menoleh pada Nabila dan Kiara. "Tante, saya ke dalam dulu temuin Oma."

Nabila mengangguk dan memandang punggung Kana yang perlahan menjauh.

"Jadi kamu— anaknya Kavin?" lirih Nabila dengan tatapan hampa.

-o0o-

1
Ika Maimunah
q dh 2 at 3 x baca.. tp ko mash suka ? gimana dong ? bner dh habis ini thor cerita ny???😍😍
Ika Maimunah
bagusss baangeeeet.... 😍😍😍😍
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
mati aja lu sana Gisell, gak usah sok jadi Hero Lo pelakor
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
bege, gue gak meluk dia?
tapi Lo biarin dia, ngizinin dia.
tolol.
Qaisaa Nazarudin
Kan sekarang kamu udah dapat Ken,Mau apa lg..
Qaisaa Nazarudin
Apa Tantenya tau sesuatu tentang Kana??🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Ya salam Elsa,orang sekolah itu belajar,bukan pacaran..🤦🤦
rara ayu
sumpah keren banget novelnya..
alpiaansh
nama ku
Nurmalasari
padahal aku suka babgat sama bima
Nurmalasari
aku suka bima
Bukan mawar🥀
Aku ampe baca novel ini ber ulang ulang lho, saking suka nya, alurnya, karakter tokoh nya, bahasa nya dan semua muanya deh. Love banyak banyak buat author nya
Irwin Mmf
jarang ad persahabatan antara cowok & cewek yg gak main hati
Irwin Mmf
dari Kevin lanjut Kana
Deli Momoidea Pelangiran
😭😭😭😭
Sry Rahayu
penasaran..
Sry Rahayu
mampir ...
Haryani Yuliwulansih
😄😄😄
Fransiska Siba
Alina cemburuan ga jelas, kenapa ga diskusi sama suaminya kalau ada masalah. kalau ada masalah itu dihadapinya dan diskusi sama pasangan jgn ambil keputusan sepihak. Jangan kau lakukan kepada mantan2 mu dlu putusin sepihak tanpa mendengar penjasalan dan seharusnya lo hadapi jgn keegoisan lo anak lo jadi korban sdh cukup Arga dan Dafa dlu korban kamu
Fransiska Siba
sebenarnya ga suka orgnya Plin plan krn gampang pindah ke lain hati seprti Kaila. katanya suka Kana, terus Aji dan terus Bima. org seperi ga bisa setia dan bisa kemungkinan bisa jadi selingkuh, krn org sepeti gampang nyaman dan cari org yg buat nyaman itu mampu buat org cepat pindah lain hati. padahal cinta ga gitu, cinta adalah seburuk dan sebaik apapun org kalau memang ada cinta utk dia pasti akan setia pasangan tidak gampang pindah kelain hati yg bisa buat dia nyaman krn org cari buat dia nyaman berati org itu ga puas dgn pasangannya.
seharusnya Kaila tegas dgn perasaannya kalau ga suka bilang jgn PHP anak org kan pada ujungnya sakitkan kayak Adinda dong tegas dia langsung blg ke Aji dia ga bisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!