NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Aidentengah berada didalam

sebuah taxi. Ia berniat untuk kembali ke Indonesia dan mengelola perusahaan

Wiratama. Walau berat, tetapi ia tidak bisa terus menerus menetap di sini tanpa

pekerjaan apapun.

                Ia menatap keluar

jendela. Pikirannya melalang buana mengingat kejadian kemarin malam dimana ia

mencium Catherine. Saat itu ia merasa dadanya di remas tangan tak kasat mata

dan rasanya ingin menangis.

                Tetapi Aiden tidak

ingin mengambil risiko dan malah semakin membuat Catherine tersakiti. Ia

sendiri kini tidak mempercayai cinta dan takut untuk membangun sebuah hubungan.

Bagaimana kalau sampai gagal dan ia malah semakin menyakiti Catherine yang

sudah berharap padanya.

                Tatapan Aiden

menangkap sosok yang ia kenal.

                Tak jauh di sebrang

sana terlihat Jasmine baru saja turun dari sebuah mobil bersama seorang wanita.

Wanita itu adalah Catherine.

                “Tunggu sebentar,”

perintah Aiden pada sopir taxi yang kini menghentikan mobilnya.

                Catherine terlihat

memeluk Jasmine dan mengecup pipinya. Setelahnya Jasmine terlihat berjalan

menuju gerbang sekolahnya seraya melambaikan tangannya ke arah Catherine.

                “Ternyata mereka

memang sangat dekat,” gumam Aiden.

                Aiden hendak meminta

sopir taxi melanjutkan perjalanan. Tetapi ia melihat seorang pria dengan hodie

hitam dan memakai masker wajah berjalan mendekati Jasmine.

                Mata Aiden membelalak

lebar saat pria itu tiba-tiba saja menusuk perut Jasmine dengan membungkukkan

badannya.

                “Jasmine!” teriak

Catherine yang hendak masuk ke dalam mobilnya langsung berlari menghampiri

Jasmine yang ambruk ke tanah dengan bersimpah darah.

                Aiden langsung turun

dari mobil dan berlari ke arah mereka. Ia mencoba mengejar pria tadi tetapi ia

sudah berlari cepat dan menghilang.

                “Sialan!”

                Aiden berlari kembali

menghampiri Catherine dan Jasmine.

                “Mine bangun!” isak

Catherine sudah memangku tubuh Jasmine yang tak sadarkan diri ke atas

pangkuannya. “Tolongggg.....”

                “Jasmine...” seru

Aiden berjongkok di hadapan mereka.

                “Aiden, tolong...”

isak Catherine.

                “Kita bawa ke rumah

sakit,” ucap Aiden langsung mengambil alih tubuh Jasmine dan membawanya menuju

mobil.

                Saat hendak pergi,

sopir taxi datang menghampiri seraya

membawa koper besar milik Aiden. Ia meminta Aiden membayar uang

transportasinya.

                Tanpa banyak kata

Aiden pun menyerahkan beberapa lembar uang dan memberikannya ke sopir taxi itu.

Ia membawa masuk koper miliknya ke dalam bagasi mobil. Catherine melihat koper

besar yang dibawa Aiden. Ia yakin Aiden pasti akan kembali ke Indonesia.

                Setelah menempuh

perjalanan yang cukup jauh. Mereka sampai di sebuah rumahsakit. Aiden turun

lebih dulu dan memangku tubuh Mine membawanya masuk ke lobby rumah sakit.

                Aiden terlihat begitu

khawatir dan sedikit berteriak meminta suster atau dokter segera datang.

                Jasmine di larikan ke

ruang UGD untuk di periksa. Aiden dan Catherine menunggu di depan ruang UGD.

                Catherine melihat ke

arah Aiden yang terlihat mondar mandir terlihat sangat khawatir. Ia juga

mengingat betapa khawatirnya Aiden saat melihat Jasmine terluka. Catherine

menundukkan kepalanya, air matanya jatuh membasahi pipinya. Kenapa melihat

semua itu membuat dirinya begitu terharu. Andai saja Aiden membalas

cintanya....

                Tak lama seorang

Dokter keluar dari ruangan itu. Catherine dan Aiden bergegas menghampiri Dokter

itu.

                “Bagaimana?” tanya

Catherine.

                “Apa kalian

keluarganya?” tanya Dokter itu.

                “Iya, saya Ibu nya,”

seru Catherine membuat Aiden menoleh ke arahnya.

                “Pasien terluka cukup

parah dan kehilangan banyak darah,” jelas sang Dokter. “Golongan darahnya

merupakan golongan darah yang langka. Biasanya hanya orang tua kandungnya yang memiliki kecocokan dengan pasien.”

                “Cath, apa kita perlu

meminta Marinka datang, siapa tau dia memang memiliki darah yang cocok dengan

Jasmine. Atau suami Marinka yang didalam penjara,” seru Aiden.

                “Tidak perlu,” seru

Catherine menggelengkan kepalanya.

                “Emmm,, apa golongan

darahnya, Dok?” tanya Catherine.

                Sang Dokter pun

menyebutkan golongan darah Jasmine.

                “Golongan darahku sama

dengan Jasmine,” ucap Aiden.

                “Apa anda Ayah

pasien?”

                Deg

                Aiden termangu dan menjadi dongkol. Tetapi seketika otaknya

berputar dan menyimpulkan segalanya. Ia langsung menoleh ke arah Catherine yang

hanya menatapnya dengan tatapan sendu dan rasa bersalah.

                Jasmine adalah putri kandungnya...?

                “Ambil darah saya sebanyak mungkin untuk menolong-“ Aiden terdiam sesaat karena

sesak di dadanya. “Mine.”

                Tatapan Aiden masih

terpaut dengan Catherine yang hanya mampu menangis.

                Aiden baru saja keluar

dari ruangan perawatan dimana ia melakukan donor darah untuk Jasmine. Mata

tajam Aiden menangkap sosok Catherine yang duduk di ruang tunggu di depan ruang

UGD. Sebentar lagi Jasmine akan melakukan operasi.

                “Eh?”

                Catherine terpekik

saat Aiden dengan cara paksa menarik lengan Catherine hingga ia berdiri dari

duduknya. Aiden menarik Catherine menuju tangga darurat dan masuk ke sana.

                “Ah?” pekik Catherine

saat Aiden menghempaskan lengannya hingga ia mundur beberapa langkah ke

belakang.

                “Kenapa?” bentak Aiden

terlihat matanya memerah menahan emosi. “Kenapa kamu menyembunyikan semua ini,

Cath?”

                “Kenapa kamu sangat

egois? Kenapa kamu hanya memikirkan perasaanmu sendiri dan mengabaikan aku juga

Jasmine? Bagaimana bisa kamu terus menyembunyikan fakta bahwa Jasmine adalah

putri kandungku. Kamu membawa pergi puteriku!” amuk Aiden.

                Catherine merasa

sangat takut. Ini pertama kalinya Aiden sangat marah.

                “Kenapa kamu

menyembunyikan semua ini dariku?” tanya Aiden.

                “Kalau hari ini

Jasmine tidak terluka dan membutuhkan darahku. Apa kamu akan tetap

menyembunyikan kebenaran ini dariku? Kenapa kamu begitu egois, Catherine!” amuk

Aiden.

                “Kenapa harus menunggu

Jasmine terluka dulu!” Catherine hanya bisa menangis mendengar amukan Aiden.

                “Sialan!” amuk Aiden

meninju dinding dengan sangat keras hingga tangannya memar dan memerah.

                Ia menarik napas

dalam-dalam dan menghembuskannya dengan berkacak pinggang untuk meredakan

amarahnya.

                “Jadi ini alasan

kepergianmu 5 tahun yang lalu?” gumam Aiden.

                “Maafkan aku. Aku

hanya tidak ingin membebanimu,” seru Catherine membuat Aiden melihat ke

arahnya.

                “Membebani?” Aiden

terkekeh nyaring. “Jasmine adalah putriku. Dan kamu membawanya pergi menjauh

dariku hanya karena alasan tidak ingin membebani?”

                “Apa kamu sadar dengan

ucapanmu itu, Cath?” pekik Aiden tak habis pikir.

                “Aku bisa apa,” isak

Catherine. “Kamu masih begitu tergila-gila dan hanya terfokus pada Agneta.

Kalau aku datang begitu saja dan mengatakan kalau aku hamil anakmu, apa kamu

bisa menerimaku?” tanya Catherine. “Bisa di katakan kamu menerimanya, tapi

bagaimana dengan hatimu?”

                Aiden terdiam

mendengar penuturan Catherine.

                “Aku hanya tidak ingin

di kasihani karena mencintaimu dan mengandung anakmu. Aku memang egois, tapi

aku tidak ingin membuatku terus tersakiti seumur hidupku,” isak Catherine.

                “Kamu memang sangat

egois, Cath. Kamu bahkan tidak memikirkan perasaan Jasmine yang hidup tanpa

mengenal siapa Ayahnya,” ucap Aiden lebih tenang. “Kamu membuatku menjadi

seorang yang lebih berengsek dari Davero. Aku membencinya karena ia tega

menelantarkan wanita yang sedang mengandung anaknya. Tapi alasan Dave lebih

bisa di terima di banding aku. Aku jelas jauh lebih berengsek darinya,” seru

Aiden mentertawakan dirinya sendiri.

                “Kalau hari ini aku

tidak melihat kalian dan melihat Jasmine di lukai. Mungkin selamanya aku tidak

akan tau mengenai putriku sendiri. Apalagi hari ini aku berencana kembali ke

Indonesia.” Aiden menghela napasnya. “Terima kasih Cath. Kamu sudah memberiku

hukuman yang sangat berat dan sudah menamparku dengan sangat keras. Betapa

brengseknya aku.”

                “Aiden, aku-“

                Aiden beranjak pergi

tanpa ingin mendengar ucapan dari Catherine.

                ----

                Jasmine tengah

melakukan operasi. Aiden terlihat tak meninggalkan tempat dan berdiri di dekat

pintu ruang operasi. Sedangkan Catherine duduk di kursi,

                Mereka berdua

sama-sama saling membisu tanpa ingin mengeluarkan suara satu sama lainnya.

                Setelah menghabiskan

waktu beberapa jam, lampu di atas pintu ruang operasi pun berubah menjadi

hijau.

                Dokter diikuti dokter

lainnya keluar dari ruang operasi. Aiden dan Catherine bergegas menghampiri

sang Dokter.

                “Syukurlah operasinya

berjalan lancar tanpa hambatan. Pasien masih dalam pengaruh anestesi, belum

bisa di temui. Kami akan memindahkannya ke ruang rawat,” jelas Dokter.

                Mereka berpamitan

pergi meninggalkan Aiden dan Catherine.

                Empat orang keluar

dengan memakai pakaian operasi seraya mendorong brankar dimana Jasmine

berbaring.

                Aiden menatap wajah

cantik Jasmine yang terpejam.

                “Jasmine...” gumamnya

terus melihat Jasmine tanpa memalingkan tatapannya. Air mata menggantung di

pelupuk matanya yang memerah.

                Uncle Tampan.....

                Panggil aku Mine.....

                Tak kuasa lagi menahan sesak di dada dan tangisannya. Air mata itupun luruh

membasahi pipinya.

                Aiden mengusap kedua

matanya dan beranjak pergi. Catherine hanya mampu melihat Aiden yang pergi

meninggalkan dirinya.

                ‘Maafkan aku, Aiden. Sungguh aku tidak bermaksud seperti ini padamu,’ batin

Catherine.

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!