NovelToon NovelToon
My Shit Boss

My Shit Boss

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: ikesweetdevil

Menurut Tina, memiliki bos seperti Alfan itu menyebalkan. Sifat dan kepribadiannya yang aneh, sering kali membuat Tina ingin menyerah meski pada akhirnya ia tetap tidak bisa. Banyak hal yang mengharuskannya tetap bertahan, termasuk keinginannya untuk membahagiakan papanya.

Lalu apa jadinya bila Alfan menyuruh Tina untuk datang ke rumahnya di hari pertunangan adiknya, dan dengan entengnya mengatakan bila Tina adalah calon istrinya di depan seluruh undangan dan keluarganya.

Tentu saja, Tina merasa kesal dan marah, ia ingin bosnya menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Namun bosnya itu justru mengajukan perjanjian, menyatukan mereka ke dalam kesepakatan.

Mulai hari itu, mereka semakin dekat, hingga hari itu tiba, di mana Satria datang menghancurkan segalanya. Satria adalah cinta pertama Tina, namun juga luka untuk Alfan yang belum melupakan semuanya.

Ketiganya terjalin di sebuah takdir masa lalu, sanggupkah mereka bertahan dan bahagia atau justru berakhir sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikesweetdevil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22

Part 22

"Wah ternyata kamu sudah punya calon istri? Berarti kalian sudah bertunangan?" Pria itu bertanya antusias.

"Belum kok, Om. Rencananya sih dalam waktu dekat ini."

"Om, Tante, dan Diandra harus diundang ya."

"Pasti, Om. Oh ya di mana Diandra dan tunangannya? Aku mau mengucapkan selamat ke mereka."

"Mereka lagi menjamu para tamu, kamu bisa temui mereka nanti, sekarang kamu temani Om dulu, Tante Ratna juga lagi sibuk sama tamu, Om malah ditinggal." Pria itu terkekeh yang disenyumi oleh Alfan dan Tina.

"Baik, Om. Bagaimana kabar Tante? Apa dia baik?"

"Sangat baik."

"Baguslah."

"Pa," panggil seorang wanita dari arah belakang, menyita perhatian Tina dan Alfan yang penasaran akan sosoknya.

"Ma, sini ada Alfan, dia baru sampai di Surabaya kemarin." Pria itu menggandeng tangan istrinya, ekspresinya tampak tersenyum meski tampak kaku.

"Oh ya?" responsnya seolah tak berminat.

"Hai, Tante. Apa kabar?" Alfan mengulurkan tangannya, yang hanya disalami dengan singkat oleh wanita yang bernama Ratna tersebut.

"Baik."

"Oh ya di mana Diandra? Saya mau memberinya selamat atas pertunangannya?" Alfan masih berusaha bersikap ramah, meski ia tahu kenapa wanita itu tampak tidak menyukainya.

"Untuk apa? Mau buat Diandra sakit hati lagi? Dia itu sudah bahagia ya dengan pasangannya sekarang, jadi ngapain kamu kasih selamat ke dia?" tanyanya sinis.

"Ma, kamu apa-apaan sih?" Harris menegur istrinya, membuat Alfan tersenyum, merasa muak juga dengan kondisi menyebalkan seperti saat ini.

"Sebenarnya saya juga tidak mau kok ke sini, tapi Mama saya yang memaksa, hitung-hitung buat Diandra sadar bila saya sudah tidak bisa dia dambakan, karena saya sudah punya calon istri, namanya Tina." Alfan merangkul pundak Tina yang sedari tadi berdiri di belakangnya, memperlihatkannya di depan wanita itu. Namun anehnya, Tina justru terdiam, bibirnya tidak tersenyum seperti yang Alfan inginkan.

Sedangkan wanita yang bernama Ratna itu seketika mendelikkan matanya, merasa terkejut melihat keberadaan Tina. Alfan yang menyadari hal aneh itu hanya bisa menggenggam tangan Tina, berusaha bertanya melalui tatapannya, namun asistennya itu masih tak bergeming dengan ekspresi yang sama.

"Halo, Ma. Lama ya enggak pernah ketemu?" Tina menyunggingkan senyumnya, matanya berkaca-kaca seolah siap mengeluarkan air mata.

"Maksud kamu siapa?" tanya Alfan tak mengerti, begitupun dengan Harris.

"Maksud saya dia," jawab Tina sembari menatap ke arah Ratna, bibirnya masih tersenyum meski hatinya kembali terluka.

"Seorang wanita yang tega meninggalkan anak dan suaminya demi lelaki lain." Tina melanjutkan ucapannya, sedangkan Ratna hanya mengalihkan tatapannya, merasa tak suka dengan posisinya sekarang.

"Sebelum itu dia juga sudah berhasil menguras habis harta suaminya dan meninggalkan keluarganya tanpa belas kasih, terutama putrinya yang sudah menderita karena keserakahannya."

"Apa Anda tahu? Bagaimana keluarga Anda bertahan setelah Anda berkhianat dengan kejamnya? Mereka sangat menderita, sangat-sangat menderita. Berbanding terbalik dengan Anda yang memiliki segalanya, terutama harta, suami, dan keluarga lagi." Tina menitikkan air matanya, yang tentu saja membuat Ratna tak merasa bersalah.

"Kamu itu ngomong apa sih? Jangan bicara sembarangan ya, atau saya panggil satpam buat ngusir kamu." Ratna menunjuk ke arah Tina yang tersenyum miris.

"Silakan! Itu kan yang juga Anda lakukan ke saya dan Papa saya dulu? Anda mengusir kami dari rumah yang Anda curi dengan licik."

"Dijaga omongan kamu ya," sungut wanita itu geram, memberinya banyak perhatian termasuk putrinya yang baru datang.

"Ada apa ini, Ma?" tanya Diandra yang baru tiba dengan tunangannya.

"Cuma orang yang berbicara enggak jelas," jawab Ratna geram sembari menatap tak suka ke arah Tina.

"Ada apa ini, Pa?" tanya Diandra yang masih tampak bingung dengan apa yang terjadi.

"Papa juga enggak tahu." Harris menjawab gelisah, ia mulai tahu dengan maksud yang Tina bicarakan.

"Kamu anak tiri wanita ini?" tanya Tina sembari menunjuk ke arah Ratna.

"Iya, ada apa ya?"

"Tidak apa-apa. Kamu beruntung memilikinya, karena dia sudah mengorbankan banyak hal untuk bersama kamu, termasuk keluarga dan putri kandungnya sendiri." Tina tersenyum miris, hatinya merasa sakit sampai tidak bisa lagi berpikir jernih.

"Siapa kamu?" tanya Diandra sembari menatap ke arah Tina, di mana ada Alfan di sampingnya.

"Aku anak kandung dari wanita ini, anak yang dia korbankan untuk tinggal dan hidup dengan anak seperti kamu. Selamat ya atas pertunangan kamu," jawab Tina sembari tersenyum miris.

"Kalau iya kenapa? Jangan mengintimidasi Diandra dengan ucapanmu, kamu bisa pergi dari sini sekarang juga." Ratna menyahut marah sembari menunjuk ke arah pintu gedung.

"Anda tidak perlu repot-repot seperti itu, kami pasti akan pergi dari sini. Tapi ada satu hal yang harus Anda dan keluarga Anda ketahui, mungkin saya tidak tahu dengan permasalahan kalian, tapi saya jamin mulai dari sekarang hubungan kerja kita berhenti di sini, tidak akan ada lagi kerja sama di antara kita." Alfan berujar serius, merasa marah melihat Tina diperlakukan tidak sopan oleh Ratna, meskipun ia sendiri tidak tahu dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.

"Alfan, apa maksud kamu? Jangan hanya karena masalah kecil, kamu memutuskan hubungan kerja sama kita yang sudah terjalin sangat lama." Harris menyahut tak terima, kalau sudah merembet ke masalah pekerjaan, tentu saja ia tidak suka.

"Terserah aku, Om. Om tahu kan siapa aku sekarang? Perusahaan Om enggak akan bertahan lama tanpa aku." Alfan tersenyum licik, sedangkan Tina masih diam di tempatnya, ia sudah tidak tahu lagi dengan semuanya, hatinya hancur melihat mamanya bahagia dengan keluarga barunya, tidak bisa dibandingkan dengan kehidupannya yang begitu menyedihkan.

"Memangnya siapa dia, Kak? Kenapa Kak Alfan membela dia sampai seperti ini, kita itu sudah seperti keluarga dan Kakak mau memutuskan hubungan itu demi dia?" tanya Diandra tak percaya.

"Dia Tina, calon istriku. Kami akan menikah secepatnya. Dari pada keluargamu, dia jauh lebih berharga." Alfan menjawab serius seolah tidak ada kebohongan dari matanya, membuat Diandra terkejut mendengarnya, merasa tak percaya melihat lelaki yang dicintainya akan menikah.

1
Renjana
aku pun ikut kaget,🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!