NovelToon NovelToon
Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Menjerat Hati Sang Ceo Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / Romansa
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Scrpn

Alexander "Alex" Ar-Rasyid (30 Tahun)

Seorang CEO muda yang dingin, perfeksionis, dan workaholic. Ia memegang kendali penuh atas Ar-Rasyid Group, sebuah konglomerat raksasa di bidang properti dan investasi. Baginya, pernikahan adalah bentuk kerja sama bisnis yang tidak penting, hingga sebuah perjodohan keluarga memaksa hidupnya jungkir balik.

Keisha Azalea Pramesti (25 Tahun)

Seorang fashion designer berbakat, mandiri, dan memiliki idealisme tinggi. Ia pemilik butik haute couture Azalea Label. Di balik senyum lembutnya, Keisha adalah wanita tangguh yang menolak dipandang sebelah mata dan sangat mencintai dunianya—sketsa, kain, dan jarum jahit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Scrpn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Cahaya lampu gantung kristal di aula utama kediaman Ar-Rasyid memantulkan kemewahan yang tak lekang oleh waktu. Malam ini, keluarga besar mengadakan perjamuan formal untuk menyambut para investor asing dari Eropa yang akan menanamkan modal besar pada proyek gabungan Azalea Label dan divisi ritel Ar-Rasyid Group.

Keisha melangkah anggun menuruni tangga utama bersama Alexander. Ia mengenakan gaun malam haute couture berwarna sapphire blue dengan sulaman benang emas di sepanjang ujung gaunnya—sebuah mahakarya yang dirancangnya khusus untuk menunjukkan identitas baru butiknya yang kini telah berekspansi ke kancah internasional. Di sampingnya, Alexander tampak begitu memukau dalam balutan setelan jas hitam bespoke Italia, memancarkan aura dominasi yang membuat siapa pun di ruangan itu segera tertegun hormat.

"Kau terlihat luar biasa malam ini," bisik Alex pelan saat mereka hampir mencapai ujung tangga, jemarinya menggenggam jemari Keisha dengan erat dan penuh rasa memiliki.

Keisha tersenyum tipis, matanya menyapu kerumunan sosialita dan mitra bisnis yang sudah memenuhi ruangan. "Terima kasih, Tuan Ar-Rasyid. Tapi aku harap malam ini tidak ada drama keluarga seperti insiden Damian beberapa bulan lalu. Kepalaku masih pusing jika harus menghadapi sepupumu yang lain."

Alex tertawa kecil, suara baritonnya meredakan ketegangan kecil di dada Keisha. "Tenang saja. Semua pengamanan sudah diperketat. Tidak ada satupun orang yang bisa merusak malam perayaanmu."

Namun, di dunia korporat yang penuh dengan intrik dan ambisi terselubung, ketenangan sering kali hanya menjadi sebuah ilusi sementara.

Begitu mereka bergabung dengan para tamu di ruang utama, seorang pria paruh baya berambut perak dengan setelan jas bermerek ternama mendekati mereka. Pria itu adalah Tuan Theodore Vance, direktur utama Vance Global Holdings, salah satu investor asing terbesar yang memegang kunci kerja sama proyek ekspansi Eropa.

"Alexander, luar biasa bisa melihatmu lagi," ucap Theodore dengan senyuman ramah yang tampak begitu licin, matanya kemudian beralih menatap Keisha. "Dan Anda pasti Nyonya Keisha, otak kreatif di balik kesuksesan Azalea Label yang sedang menjadi perbincangan hangat di Paris dan Milan."

"Suatu kehormatan bisa berkenalan langsung dengan Anda, Tuan Vance," balas Keisha dengan nada formal namun tetap memancarkan keanggunan kelas atas.

Theodore tertawa renyah, namun ada kilatan aneh di dalam manik matanya yang luput dari pandangan sepintas. "Kerja sama ini memang sangat menjanjikan. Namun, saya mendengar sebuah rumor kecil yang cukup menarik sebelum saya terbang ke Jakarta. Katanya, sebagian besar desain awal koleksi internasional Azalea Label memiliki kemiripan yang mencurigakan dengan arsip lama dari sebuah rumah mode di Milan yang bangkrut."

Suasana di sekitar mereka mendadak membeku. Alex menyipitkan matanya, rahang tegas pria itu langsung mengeras dalam hitungan detik. Sebelum Alex sempat melontarkan kalimat tajam untuk membungkam sang investor asing, Keisha mengangkat dagunya dengan tenang, menunjukkan ketahanan mental baja yang telah diasah melalui berbagai badai sebelumnya.

"Rumor tetaplah rumor, Tuan Vance," jawab Keisha dengan suara jernih dan penuh wibawa, tanpa sedikit pun rasa gentar. "Jika Anda meragukan orisinalitas karya kami, tim hukum dan auditor independen Ar-Rasyid Group siap membuka seluruh dokumen paten dan lembar kerja desain kami untuk Anda periksa sekarang juga. Kami tidak membangun nama besar di atas lembaran plagiarisme."

Theodore tertegun sejenak. Ia tidak menyangka wanita muda di hadapannya akan membalas dengan ketegasan setajam itu, alih-alih merasa terpojok. Senyuman tipis tersungging di bibir tua pria itu, menyembunyikan rasa kagum yang bercampur dengan rasa penasaran.

"Sangat menarik," gumam Theodore. "Anda memiliki keberanian yang luar biasa, Nyonya Ar-Rasyid. Saya menantikan pembuktian Anda di meja perundingan resmi besok pagi."

Setelah Theodore meminta diri untuk bergabung dengan kelompok tamu yang lain, Alex menoleh ke arah istrinya dengan tatapan penuh selidik dan kekaguman yang mendalam. "Kau tidak pernah gagal membuatku takjub, Keisha. Pria tua itu sengaja mencoba menjatuhkan mentalmu, dan kau membalasnya dengan elegan."

"Dia meremehkanku karena mengira aku hanya seorang perancang busana biasa yang bisa ditekan dengan isu murahan," ucap Keisha dingin, matanya mengikuti punggung Theodore yang berjalan menjauh. "Tapi dia lupa, aku kini adalah bagian dari keluarga Ar-Rasyid."

Alex merangkul pinggang Keisha semakin erat, mendekatkan tubuh wanita itu ke sisinya. "Dan kita akan pastikan bahwa besok pagi, di meja perundingan, Tuan Vance akan menarik kembali setiap kata-kata meremehkannya."

Namun, di balik kerumunan tamu yang sibuk menikmati alunan musik klasik, sebuah bayangan lain mengamati interaksi mereka dari sudut ruangan yang redup. Seorang wanita bergaun hitam dengan topi jaring tipis yang menutupi separuh wajahnya tersenyum misterius sambil memutar tangkai gelas champagne-nya. Ia bukanlah Jessica Pranata, melainkan seseorang yang jauh lebih berbahaya—seseorang dari masa lalu keluarga Ar-Rasyid yang selama ini sengaja bersembunyi di balik layar, menunggu saat yang tepat untuk menghancurkan fondasi imperium dari dalam.

Pesta terus berlanjut dengan gelak tawa dan denting gelas porselen yang mewah, namun di balik kemegahan tersebut, Alexander dan Keisha sama-sama menyadari bahwa badai baru baru saja bersiap menerjang, dan mereka harus berdiri bersama sebagai satu benteng pertahanan yang tak terkalahkan.

1
Exo L
kakk tulisannya, fashion gak sih?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!