NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Cahaya matahari pagi berikutnya menembus gorden sutra kelabu penthouse Alceena bukan dengan kehangatan yang lembut, melainkan dengan ketegangan baru yang sunyi.

Di atas ranjang king size yang luas itu, dua tubuh berbaring dalam posisi yang saling membelakangi.

Jarak beberapa puluh sentimeter di antara punggung mereka terasa laksana jurang tak kasatmata yang dipenuhi oleh sisa-sisa ego, harga diri yang terkoyak, dan pengakuan cinta salah waktu yang belum menemukan muaranya.

Alceena sudah terbangun sejak setengah jam yang lalu.

Sepasang mata indahnya menatap kosong ke arah jendela besar yang menampilkan siluet gedung-gedung pencakar langit Los Angeles.

Kepalanya terasa agak berat, bukan karena alkohol—karena semalam dia akhirnya membatalkan niatnya untuk minum hingga mabuk di klub—melainkan karena kesadarannya yang dipaksa tunduk pada permohonan gila pria di belakangnya ini.

Semalam, dia memang pergi ke pesta bersama Shireen. Namun, pemandangan Xander yang berlutut pasrah dengan mata heterochromia yang berkaca-kaca terus membayangi benaknya, membuatnya menolak setiap pria yang mencoba mendekatinya di lantai dansa.

Dia pulang lebih cepat, menemukan Xander masih setia menunggunya di ruang tengah dengan tubuh kaku, dan berakhir tidur di ranjang yang sama tanpa sepatah kata pun.

Di belakangnya, Xander perlahan membuka mata. Napas berat pria itu mengembus, menerpa udara dingin kamar.

Dia menatap punggung mulus Alceena yang tertutup sebagian oleh selimut putih.

Rasa bersalah, cemburu yang teredam, dan tekad untuk mempertahankan posisinya sebagai 'simpanan' yang patuh bergolak di dalam dadanya.

Alur emosi mereka pagi ini tidak lagi meledak laksana badai, melainkan mengalir dalam arus bawah yang tenang namun menghanyutkan, menuntut sebuah kepastian langkah berikutnya.

Xander menggeser tubuhnya sedikit, memangkas jarak namun tetap menjaga agar kulit mereka tidak saling bersentuhan secara lancang.

Dia menopang kepalanya dengan satu tangan, menatap garis punggung Alceena dengan tatapan yang teramat dalam.

"Alceena..." panggil Xander, suara baritonnya yang khas bangun tidur terdengar serak dan rendah, memecah kesunyian pagi.

Alceena tidak bergerak, tidak pula berbalik. Dia hanya mengembus napas pendek melalui hidungnya, memberi tanda bahwa dia mendengarkan.

Xander menelan ludah sejenak, mempersiapkan mentalnya untuk menyampaikan sebuah permohonan yang mungkin akan terdengar gila atau memicu kemarahan baru wanita itu.

"Minggu depan... ada acara besar di Chicago. Acara pernikahan sepupuku."

Jeda sejenak, Xander merasakan dadanya berdenyut agak perih saat harus menyebutkan kenyataan ini, namun dia harus mengatakannya. "Dan tentu saja... itu juga pernikahan Nora, mantan kekasihku yang tempo hari kubahas."

Suasana kamar mendadak semakin dingin. Alceena menyipitkan matanya, ego lamanya terusik mendengar nama itu disebut lagi sepagi ini.

"Pernikahan mereka dipercepat karena... karena hal yang kau ketahui kemarin," lanjut Xander dengan nada suara yang ditekan serendah mungkin, membuang jauh-asisten keangkuhan Stone-nya.

"Daddy dan Mommy memintaku untuk hadir. Mereka ingin aku menunjukkan pada keluarga besar bahwa aku sudah 'selesai' dengan masa lalu dan menerima takdir ini dengan kepala tegak. Aku tidak bisa menolaknya."

Xander menarik napas panjang, lalu memberanikan diri menatap tengkuk Alceena.

"Aku ingin kau ikut bersamaku ke Chicago, Alceena. Aku ingin membawamu ke sana, bukan sebagai pajangan, tapi sebagai wanita yang memegang kendali penuh atas diriku sekarang. Bisakah kau mengambil cuti pekerjaanmu untuk minggu depan?"

Mendengar pertanyaan itu, Alceena terdiam beberapa saat.

Logikanya berputar cepat. Pergi ke Chicago? Menghadiri pernikahan mantan kekasih pria yang saat ini berstatus sebagai simpanannya?

Di satu sisi, ini adalah wilayah berbahaya yang penuh dengan intrik keluarga papan atas. Namun di sisi lain, jiwa seorang diva di dalam diri Alceena melihat ini sebagai panggung tertinggi untuk menunjukkan kepada wanita bernama Nora itu bahwa Xander Hayes-Stone kini telah bersujud di bawah kakinya.

Dia ingin melihat bagaimana wajah wanita Chicago itu saat melihat Xander datang mendampingi seorang Alceena Brox Riccardo.

Alceena menarik selimutnya ke atas dada, lalu perlahan membalikkan tubuhnya.

Dia menatap Xander dengan ekspresi wajah yang teramat datar, dingin, dan angkuh, menyembunyikan badai kepuasan ego yang mulai tumbuh di dalam hatinya.

Dia hanya mengangguk sekali, sebuah gerakan minimalis yang teramat berwibawa.

"Baiklah. Aku akan ikut," jawab Alceena pendek.

Xander tertegun sejenak, sepasang matanya berkedip tidak percaya melihat betapa mudahnya Alceena memberikan persetujuan tanpa ada perdebatan atau makian terlebih dahulu.

Rasa lega yang amat sangat besar seketika mengalir di dalam dada pria Chicago itu, membuat sebuah senyuman tipis yang tulus terbit di bibir tampannya.

"Terima kasih, Ceena," bisik Xander tulus.

"Jangan salah paham, Xander," potong Alceena cepat, suaranya sedingin es.

"Aku ikut bukan karena aku peduli pada urusan keluargamu atau perasaan hatimu yang patah itu. Aku ikut karena aku ingin melihat bagaimana rupa wanita yang sudah membuat simpananku ini menangis seperti orang gila di bar berhari-hari lalu. Pahami posisimu."

"Aku paham," sahut Xander patuh, menundukkan kepalanya sedikit demi menjaga batasan status yang telah mereka sepakati.

...****************...

Beberapa jam kemudian, matahari sudah naik tinggi. Alur takdir membawa mereka ke sebuah pengalaman baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Untuk pertama kalinya sejak mereka tidak sengaja terikat dalam hubungan gila ini, Xander mengantarkan Alceena langsung ke lokasi syuting film barunya di salah satu studio raksasa di kawasan Hollywood.

Xander mengemudikan mobil sport hitam milik Braxton dengan kecepatan konstan, sementara Alceena duduk di kursi penumpang sampingnya, sibuk membaca draf naskah film baru yang tadi pagi dikirimkan oleh sutradara legendaris melalui Shireen.

Sepanjang perjalanan, keheningan di antara mereka terasa berbeda—tidak lagi mencekam, melainkan dipenuhi oleh aura dominasi baru yang sedang dibangun oleh Xander secara perlahan.

Begitu mobil berhenti di area parkir VIP lokasi syuting yang tampak ramai oleh kru, kamera, dan properti besar, Xander tidak langsung mematikan mesin.

Dia memutar tubuh tegapnya ke arah Alceena, menatap wanita yang hari ini tampil kasual namun tetap memancarkan aura bintang yang menyengat dengan kacamata hitamnya.

Melihat Alceena bersiap membuka pintu, insting protektif dan posesif yang selama ini terpendam di dalam darah Stone milik Xander mendadak berontak hebat.

Mengingat Alceena adalah seorang aktris papan atas yang sering kali harus melakoni adegan intim di depan kamera, dada Xander mendadak terasa terbakar oleh rasa cemburu yang teramat akut.

Dia lupa akan status 'simpanan' yang seharusnya membuatnya diam.

Xander meraih pergelangan tangan Alceena dengan lembut namun tegas, menghentikan gerakan wanita itu.

"Alceena, dengarkan aku," ucap Xander, nada suaranya berubah menjadi sangat intens, berat, dan dipenuhi oleh desakan posesif yang tidak main-main.

Sepasang matanya yang berbeda warna menatap Alceena dengan tatapan yang seolah ingin mengurung wanita itu di dalam mobil ini selamanya.

Alceena menoleh, menurunkan sedikit kacamata hitamnya ke ujung hidung, menatap Xander dengan sebelah alis yang terangkat.

"Apa lagi, Xander? Aku sudah terlambat."

"Di dalam sana... saat kau mulai membaca draf atau berlatih adegan..." Xander menelan ludah, rahangnya mengeras menahan emosi gila yang bergolak di dadanya.

"Jangan ada adegan ciuman dengan lawan mainmu. Aku melarangnya. Tidak ada adegan pelukan yang terlalu intim, tidak ada sentuhan fisik yang berlebihan di depan kamera. Kumohon, Sayang... aku tidak bisa membayangkan pria lain menyentuh kulitmu setelah apa yang kulakukan padamu sepanjang siang kemarin."

Kata 'Sayang' itu meluncur begitu saja dari bibir Xander dengan nada parau yang teramat seksi, dipadu dengan binar mata yang memohon namun penuh tuntutan mutlak seorang pria dominan.

Alceena tertegun.

Jantungnya berdesir hebat mendengar kata larangan yang begitu posesif keluar dari mulut pria yang statusnya hanya dia anggap sebagai mainan pemuas ego.

Di dalam kepalanya, Alceena berniat untuk tertawa keras, memaki Xander, dan mengingatkannya kembali bahwa seorang simpanan tidak berhak mengatur pekerjaan seorang diva peraih Oscar.

Dia sudah bersiap mengeluarkan kalimat sarkastik andalannya untuk membungkam mulut lancang pria itu.

Namun, alur batin Alceena mendadak mengalir ke arah yang berlawanan dengan logikanya.

Saat matanya beradu dengan keseriusan gila di dalam manik mata Xander, bibir Alceena seolah terkunci.

Entah karena pengaruh sisa gairah semalam, atau karena hatinya yang terdalam sebenarnya merasa sangat puas dan terlindungi oleh sikap posesif yang ekstrem ini—sesuatu yang tidak pernah dia dapatkan dari Aldridge yang selalu membebaskannya beradegan apa saja demi uang dan popularitas.

Alceena membenarkan posisi kacamata hitamnya, menyembunyikan binar matanya yang sempat goyah. Dia menarik tangannya dari genggaman Xander dengan gerakan anggun.

"Baiklah. Aku akan meminta sutradara menggunakan pemeran pengganti atau mengubah drafnya agar tidak ada adegan fisik yang berlebihan," jawab Alceena dengan nada suara yang dibuat se-kasual mungkin, seolah-olah keputusan besar itu hanyalah hal sepele baginya.

"Aku benar-benar akan mengikuti perkataanmu kali ini, si gila simpanan."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Alceena langsung membuka pintu mobil dan melangkah keluar dengan gaya angkuhnya, meninggalkan Xander yang sempat terpaku di kursi kemudi, terkejut sekaligus puas karena wanita cerewet itu ternyata bersedia patuh pada perintah posesifnya.

Tepat di dekat pintu masuk area syuting, Shireen sudah berdiri menunggu dengan memegang beberapa berkas kerja.

Asisten pribadinya itu menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Alceena keluar dari mobil sport yang dikemudikan oleh pria Chicago bertubuh raksasa itu, dan bagaimana Alceena tampak mengangguk patuh sebelum melangkah pergi.

Shireen melangkah cepat mendekati Alceena, menyamakan ritme langkah kaki mereka menuju ruang rias.

Wajah perempuan berambut bob itu tampak sangat syok, matanya melebar laksana melihat hantu di siang bolong, dan mulutnya menganga lebar tanpa bisa ditutup kembali selama beberapa detik.

"Alceena... demi seluruh kru film di Hollywood, apa yang baru saja kulihat?!" bisik Shireen dengan nada histeris yang tertahan, melirik ke arah mobil Xander yang mulai bergerak meninggalkan area parkir.

"Kau... kau mendengarkan perkataan pria itu? Kau mematuhinya?! Sejak kapan seorang Alceena Brox Riccardo yang terkenal keras kepala, pemberontak, dan tidak pernah mau diatur oleh sutradara mana pun, mendadak menjadi begitu penurut di depan pria yang kemarin kau sebut 'payah' dan 'geli-geli doang', huh?!"

Shireen menggelengkan kepalanya dengan ekspresi tidak percaya, menatap sahabatnya dari atas sampai bawah.

"Kenapa sekarang jadi dia yang begitu cerewet mengatur adegan syutingmu, dan kenapa kau... kau yang biasanya meledak-ledak, malah diam dan mengikutinya seperti anak ayam?! Kau benar-benar sudah gila, Alceena! Pria Chicago itu punya ilmu sihir apa sampai bisa menjinakkan singa betina sepertimu dalam waktu Empat hari?!"

Alceena terus berjalan lurus dengan pandangan mata yang tertuju ke depan, menolak menatap Shireen.

Meskipun wajahnya tertutup kacamata hitam besar, semburat merah muda yang samar perlahan merayap di kedua pipinya, mengkhianati ketenangan palsu yang sedang dia pamerkan kepada dunia.

Alur hubungan mereka kini benar-benar telah bergeser ke arah yang tidak masuk akal, di mana sang simpanan bertingkah layaknya pemilik mutlak, dan sang majikan justru menikmati setiap jengkal kekuasaan posesif tersebut dalam diam.

1
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
ida wati
haduhhhh masalah baru 😏
Ros 🌷🦋: Hihihi semangat di dunia nyata ya kak🥰🫶
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!