NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 - Surat dari Ibu

"Kau sedang apa sih Wan'er?" Ajudan Han melirik beberapa kain serta gaun-gaun yang indah di manekin.

Wanqing mengemasi beberapa pakaian yang selama ini diam-diam ia jahit di pagi-pagi buta sampai menjelang siang sebelum berangkat menuju bangsal perawatan. Hari ini ia berniat mengunjungi Ibu Mei sekaligus membawakan hasil jahitan dan beberapa makanan buatannya, ia sangat merindukan ibu mertuanya itu.

"Banyak sekali pertanyaan tidak jelasmu, nih lebih baik Kau bawakan beberapa kebutuhanku untuk memasak ini segera yaa, Aku butuh bahan-bahan ini secepatnya karena harus pergi siang ini juga." Wanqing mendorong tubuh kekar milik ajudan Han keluar dari ruang belakang tempat ia menjahit.

Tak berselang lama, wewangian yang sangat menyengat tercium memenuhi seisi rumah dinas yang kini sudah sunyi dan rapih. Wanqing sengaja memasak lebih banyak untuk dibagikan kepada para tentara yang sedari tadi membantu merapihkan rumah dinasnya dan sedang bersantai di halaman rumahnya. Ia pun mulai bersiap dibantu Ajudan Han mengeluarkan beberapa peralatan makanan dan menyajikan tumis tahu kecap, kacang panjang, dan daging balado buatannya. Wanqing juga mengeluarkan beberapa arak beras yang dibawakan oleh Ibu Mei ketika awal kepindahan ke sini.

"Terima kasih bantuannya prajurit sekalian, silahkan dinikmati hidangannya." Wanqing tersenyum ramah.

Para prajurit yang tidak menyangka atas kebaikan dan makanan yang diberikan Wanqing mengangguk kuat dan berterimakasih dengan mulut yang mulai mengunyah. Beberapa diantara mereka bahkan sudah mulai menghabiskan makanannya di piring dan ingin menambah porsi.

Wanqing terkekeh senang, "Makanlah juga Han'zi, nanti Kau temani Aku antarkan makanan ke bangsal perawatan dan kita berangkat."

Ajudan Han mengangguk, "Kemungkinan Jenderal tidak akan kembali ke markas militer hari ini Wan'er, bisa jadi besok atau lusa." Wanqing yang mendengar penjelasan itu mengangguk.

"Aku paham. Jangan khawatir, itulah kenapa Aku minta tolong juga ingin pinjam telepon kabel di kantor pribadi Jenderal untuk mengabarinya. Kau punya kuncinya kan?"

Ajudan Han menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Aku.."

"Sudah, jangan takut, Aku yang tanggung jawab, lagipula apa salahnya? Daripada istrinya tidak mengabari kepergiannya kan?" Ujar Wanqing menenangkan Ajudan Han yang tampak masih ragu dan terus memikirkan langkahnya.

"Baiklah.."

...****************...

Wanqing terlihat sangat senang setelah berhasil mengirimkan makanan buatannya kepada Dokter Wen dan Dokter Chen yang sedang berjaga di bangsal perawatan. "Mereka seperti guru yang sangat berjasa dan juga seperti pamanku sendiri Han'zi." Ujar Wanqing ketika Ajudan Han bertanya kenapa dirinya sangat menyukai kedua Dokter itu.

"Tapi menurutku, mereka berdua itu lebih seram dan menakutkan dibandingkan para prajurit ataupun sekelas ajudan sepertiku."

Wanqing menoleh penasaran. "Kenapa?"

"Karena mereka sangat galak dan ahli dengan pengobatan. Kalau mereka turun perang, jangan harap luka robek sedikit akan mendapat perhatian lebih, mereka tidak akan berbagi support obat pereda nyeri jika bukan karena darurat atau harus melakukan operasi di tempat. Jadi, seperti pencabut nyawa." Ujarnya sambil bergidik ngeri. Wanqing yang mendengar itu hanya tertawa kecil.

"Ayo kita ke kantor Jenderal, Aku harus segera berangkat sebelum kembali terlalu malam nantinya."

Wanqing dan Ajudan Han pun akhirnya berhasil membujuk penjaga yang berjaga di depan gedung kantor pribadi sang Jenderal.

"Huft, kenapa istri Jenderal saja dipersulit sebegitunya ya?" Gumam Wanqing sembari sibuk menelusuri ruangan suaminya sembari mencari telepon kabel yang ia butuhkan.

"Sebelah sini."

Ajudan Han sudah siap dengan telepon kabel itu. Wanqing langsung memasukkan nomor telepon kediaman Jenderal di Guangzhou.

"Selamat siang dari kediaman Jenderal Lu Jingyuan di Guangzhou ada yang bisa Saya bantu?"

Suara di ujung sana adalah suara Ibu Mei. Suara yang sangat Wanqing rindukan.

"Ibu!!"

"Wan-Wan?! Ini benar anakku Wan-Wan?!"

Wanqing menggumamkan jawabannya. "Ibu, Aku hanya ingin mengabari, sebentar lagi Aku berangkat kesana untuk membawa beberapa jahitan yang sudah selesai dan berkunjung membawakan masakanku, Ibu tunggu Aku ya! Jangan kemana-mana."

Wanita di ujung sana mengangguk dan berkata, "Hati-hati di jalan nak!"

Telepon dimatikan. Wanqing dengan perasaan yang ragu-ragu mulai menoleh pada Ajudan Han. "Kenapa?" Ajudan Han mendekat.

"Aku.. Boleh Aku minta waktu sendiri?"

Ajudan Han yang sepertinya paham maksud Wanqing mengangguk. "Baiklah, tapi tolong jangan sentuh apapun."

Wanqing mengangguk. Telepon itu mulai bergulir dan berdering ke Pos Utara Fuzhou.

"Halo?"

Wanqing yang mendengar suara tegas dari balik telepon itu menghembuskan napas lega. "Jenderal.."

"Qing'er?"

DEG

Baru kali ini Wanqing mendengar Jingyuan memanggil namanya langsung, apalagi dengan sebutan spesial seperti itu. Wanqing merasakan hatinya yang hangat dan pipinya yang memanas.

"Qing'er?! Ada apa? Apakah ada darurat atau apakah Kau terluka?" Suara pria itu yang semula datar menjadi sedikit panik.

"Tidak.. Tidak ada apa-apa, Aku hanya ingin izin pulang ke rumah di Guangzhou, ada jahitan yang harus aku kirimkan dan Aku juga rindu dengan Ibu Mei." Ujarnya pelan-pelan.

Mendengar itu, Pria itu menghembuskan napas lega. "Baiklah, hati-hati, minta Ajudan Han antar ya?"

Wanqing menggumamkan jawabannya. "Bagaimana keadaanmu? Apakah semuanya--"

Belum selesai ia mengeluarkan perkataannya, terdengar suara seorang perempuan lain di ujung telepon.

"Yuan-Yuan! Cepatlah, Kau bilang mau mengajakku berkeliling pasar sebentar, kenapa teleponannya lama sekali?"

Suara itu.. Suara merajuk dan sok imut milik Bai Yueran. Wanqing yang mendengar itu segera berkata, "Eh, Maaf mengganggu waktu kalian, Aku pergi dulu."

TUT TUT TUT

Telepon Wanqing matikan. Entah kenapa rasanya dadanya terus sesak ketika tahu di sana lagi dan lagi Bai Yueran yang harusnya berjaga di bangsal perawatan terus mengikuti kemanapun Jenderal Lu Jingyuan pergi. Suaminya.. dan Mantan Tunangannya.

Wanqing yang merasa kesal tak sengaja menyentuh salah satu file yang ada di atas meja dan menyebabkan beberapa tumpukan file itu terjatuh, dengan cepat Wanqing berusaha merapihkan file-file itu lagi. Namun, ada satu amplop biru kecil dengan tulisan nama gadisnya terpampang nyata di hadapannya.

Melihat itu, Wanqing bergegas mengambilnya dan mengantonginya, tepat saat Ajudan Han masuk karena mendengar suara barang berjatuhan.

"Kau tidak apa-apa?"

Wanqing menggeleng kuat. "Hanya terjatuh sedikit karena sedikit lelah." Alasannya membuat Ajudan Han perhatian dan tidak peduli dengan file-file yang terlihat berantakan di atas meja.

"Ayo, Kau tunggu di mobil saja, biar Aku yang bawakan semua barang di rumah dinasmu." Ujarnya.

Di dalam mobil itu, Wanqing meraba surat yang ada di kantung bajunya, dengan penuh ketakutan, ia melihat amplop biru bertuliskan Su Wanqing dengan spidol merah.

Wanqing membukanya dengan cepat.

Jenderal Lu Jingyuan..

*Dengan rasa hormat yang tak terkira, Saya mohon selamatkan anak Saya Su Wanqing. Saya, S**u Yunting, Ibu kandung Su Wanqing memohon dengan sangat untuk melindunginya dan menyelamatkannya.*

Saya tidak bisa menjelaskan dimana dan ada apa dengan Saya saat ini, yang Saya harapkan dari Jenderal muda yang cemerlang adalah menyelamatkan anak Saya, mengingat kedekatan Saya dengan Ayah Jenderal dulu, Saya mohon jaga rahasia ini antara Kita berdua.

Jangan cari Saya.

Su Yunting.

Wanqing yang membaca surat itu tanpa sadar meneteskan air matanya. "Ada apa ini? Kenapa bahkan Ibu yang tidak pernah menghubungiku sama sekali berani menghubungi Jenderal Lu Jingyuan dan meminta pertolongannya untukku? dan kenapa? Kenapa Jingyuan seolah tidak menerimaku dan tidak mengenalku? Ada apa ini?!"

Kepala Wanqing seolah berputar. Ia meremas erat surat itu dan memeluknya.

"Ibu.. Ibu dimana?" Isak tangisnya teredam oleh pintu-pintu mobil yang terasa kosong dan sangat besar itu.

*BERSAMBUNG*

Terimakasih semua teman dan pembacaku yang terus support, yuk semangat bacanya haha love u!

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!