NovelToon NovelToon
Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Evelyn Shen ditinggalkan Damian Lu di hari pernikahan mereka tanpa pesan, tanpa penjelasan. Sejak itu hidupnya runtuh, dihina, lalu diusir oleh keluarganya sendiri.

Lima tahun kemudian, Evelyn kembali sebagai detektif tangguh. Takdir mempertemukannya lagi dengan Damian, kini jaksa elit yang cerdas dan ahli bela diri, dalam sebuah kasus besar yang memaksa mereka bekerja sama.

Bagi Evelyn, Damian adalah pria yang menghancurkan hidupnya.

Bagi Damian, Evelyn masih wanita yang paling ia cintai.

Dan di antara luka, rahasia, serta kebenaran yang perlahan terungkap… apakah Evelyn akan memaafkan pria yang pernah meninggalkannya? Atau justru kebenaran di balik kepergian Damian akan menghancurkan mereka untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

"Lucy, lihat sendiri bagaimana sikap anakmu. Ini hasil didikanmu?" sindir Ronald.

Lucy menatap suaminya dengan dingin.

"Aku mendidik anakku hingga menjadi seorang detektif yang membanggakan. Apa ada yang salah?"

Ronald mendengus.

"Apa yang harus dibanggakan? Seorang wanita malah memilih menjadi polisi."

Evelyn langsung menatap Ronald.

"Tuan Shen, sebaiknya hormati profesi kami. Dan lebih baik berhati-hati. Jangan sampai suatu hari nanti aku menemukan kesalahanmu dan aku akan menangkapmu dengan tangan sendiri!"

Ronald tersenyum sinis.

"Hebat sekali. Kau sedang mengancam ayahmu sendiri?"

"Bukan ancaman," jawab Evelyn tenang. "Itu peringatan."

"Ronald, kau dan Eve boleh pergi. Aku dan Evelyn ingin makan dengan tenang," ucap Lucy.

"Lucy!" bentak Ronald.

Eve segera memegang lengan Ronald.

"Papa, jangan marah. Mungkin Mama memang lebih menyayangi Kak Evelyn. Aku sudah terbiasa dianggap orang luar," ujarnya dengan wajah pura-pura sedih.

"Eve, jangan bicara begitu. Kau adalah putriku," kata Ronald sambil menepuk tangan Eve.

Lucy mencibir.

"Putri hasil hubungan gelap. Seharusnya kau tahu diri karena aku masih mengizinkanmu tinggal di rumahku. Kalau terus membuat ulah, jangan salahkan aku kalau mengusirmu."

"Lucy, jangan bicara seperti itu. Eve masih muda," bela Ronald.

"Muda?" Lucy tersenyum dingin. "Usianya hanya lebih muda 3 bulan dari Evelyn."

Evelyn menghela napas.

"Ma, sudahlah. Bagaimana kalau kita makan di tempat lain saja? Aku sudah tidak berselera makan di sini."

Lucy mengangguk.

"Baik, Sayang. Ayo kita pergi."

Lucy berdiri lalu menggenggam tangan Evelyn.

Brak!

Ronald kembali menghantam meja hingga suara keras itu menarik perhatian para pengunjung.

"Apa maksud kalian? Sengaja mempermalukanku di depan banyak orang?" bentaknya.

Lucy menoleh sekilas.

"Sejak tadi kaulah yang membuat keributan. Jangan salahkan kami."

Evelyn tersenyum tipis.

"Tuan Shen, bukankah lebih baik kami pergi? Dengan begitu kau bisa makan dengan tenang bersama anak selingkuhanmu."

Ucapan itu membuat beberapa pengunjung saling berbisik sambil memandang Ronald dan Eve dengan tatapan mencemooh.

Wajah Ronald seketika memerah karena malu.

Saat Evelyn dan Lucy hendak meninggalkan meja, dua pelayan restoran yang sedang membawa nampan saling bertukar pandang.

Tanpa diduga, keduanya menjatuhkan nampan dan mengeluarkan pisau yang disembunyikan di balik pakaian.

Dalam sekejap, mereka menerjang ke arah Evelyn.

"Evelyn!" teriak Lucy.

Dengan sigap, Evelyn menghindari tusukan pertama. Pisau itu hanya menyayat lengan bajunya.

Pelayan lainnya langsung menyerang dari sisi kanan.

Evelyn menendang pergelangan tangan pria itu hingga pisaunya terlepas.

"Ada pembunuh!" teriak salah seorang pengunjung.

Suasana restoran seketika kacau. Para pengunjung berlarian menyelamatkan diri.

Melihat kesempatan itu, kedua pelayan kembali mengayunkan pisau ke arah Evelyn.

Evelyn meraih sebuah kursi dan menggunakannya untuk menahan serangan mereka.

Ronald, Lucy, dan Eve ikut mundur menjauh dari lokasi.

Pisau di tangan kedua pelayan itu akhirnya terlepas setelah Evelyn berhasil menepis serangan pertama mereka.

Namun keduanya tidak berhenti. Dengan gerakan cepat, mereka kembali menerjang Evelyn secara bersamaan.

Evelyn menendang perut salah satu pelayan hingga pria itu terpental ke belakang.

Pelayan lainnya langsung ditahan pergelangan tangannya oleh Evelyn. Dengan satu gerakan kuat, ia membanting tubuh pelayan itu ke arah meja makan di dekatnya.

BRAK!

Meja itu bergetar keras, membuat peralatan makan berhamburan.

Di meja tersebut, Steve Ma yang sejak tadi diam memperhatikan, sedikit mengangkat pandangannya.

Tatapannya tetap tenang, namun tajam.

Pelayan yang terbanting mencoba bangkit kembali, tetapi sudah mulai kesulitan bergerak.

Evelyn berdiri dengan napas teratur, menatap keduanya dengan dingin.

Suasana restoran seketika berubah kacau, para pengunjung berhamburan menjauh, sementara beberapa orang segera berteriak meminta bantuan keamanan.

Evelyn segera mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke kedua pelaku yang kini sudah tidak mampu bangkit.

"Segera ke restoran sekarang juga. Ada dua pelaku penyerangan di lokasi," ucap Evelyn melalui ponselnya dengan tenang.

"Evelyn, kau terluka?" tanya Lucy dengan cemas.

"Aku tidak apa-apa, Ma. Jangan khawatir," jawab Evelyn.

"Papa, aku takut. Cepat singkirkan mereka," ujar Eve dengan suara manja.

"Evelyn, cepat bawa mereka keluar!" perintah Ronald.

"Aku sudah memanggil bantuan," jawab Evelyn datar.

"Tapi mereka menakuti adikmu sampai ketakutan," balas Ronald.

"Mereka sudah tidak bisa bangkit lagi. Apa yang perlu ditakutkan?" jawab Evelyn dingin.

Terdengar tepukan tangan perlahan dari arah meja lain.

Steve Ma berdiri sambil tersenyum tipis.

"Luar biasa sekali, Detektif Shen. Saya sudah sering mendengar tentang ketangkasanmu, tapi baru kali ini saya melihat langsung."

"Terima kasih, Tuan. Maaf tadi saya mengganggu Anda," jawab Evelyn sambil melirik meja yang berantakan.

"Tidak masalah," jawab Steve santai.

"Nyonya Shen, putri Anda luar biasa. Anda berhasil mendidiknya dengan sangat baik."

Lucy tersenyum sopan.

"Tuan terlalu memuji. Ini semua tanggung jawab Evelyn sendiri."

Ronald langsung menyela.

"Putriku memang hebat. Dia mirip denganku."

Steve menoleh sedikit.

"Benarkah? Tapi sejak tadi saya justru mendengar Anda lebih banyak menyalahkannya karena bekerja sebagai polisi. Menarik sekali."

Ronald terdiam.

Evelyn menatap Steve sekilas.

"Saya hanya menjalankan tugas saya, Tuan."

Steve tersenyum.

"Saya suka orang yang rendah hati. Anda benar-benar seorang pahlawan."

Saat itu, suara sirene terdengar mendekat.

"Evelyn!"

Damien dan Wesley masuk ke dalam restoran bersama beberapa petugas, langsung mengamankan lokasi dan menuju Evelyn.

Damien langsung menghampiri Evelyn dengan wajah penuh kecemasan.

"Apa kau terluka?" tanyanya sambil memeriksa keadaan Evelyn.

Wesley ikut mendekat.

"Evelyn, kita ke rumah sakit sekarang."

Evelyn menggeleng pelan.

"Aku tidak terluka. Tenang saja."

Baru saat itu Lucy dan Ronald memperhatikan pria yang berdiri di hadapan putri mereka.

"Damien?" ucap Lucy dan Ronald hampir bersamaan.

Damien mengalihkan pandangannya kepada mereka.

"Paman Shen, Bibi Lucy."

Tatapan Ronald langsung berubah dingin.

"Kau masih berani muncul di hadapan kami?"

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
wow thor bacanya sambil tahan nafas
Kinara Widya
lanjut kak
Umi Kolifah
apakah Evelyn sebenarnya bukan anak Ronald tapi anak steve
lin sya
koq saling cinta tp saling bnci, tdk saling trbuka dan tdk saling prcya satu sama lain, tp diprtemukan lgi dlm satu krjaan, damien butuh extra keras kalo mau luluhin evelyn, ibaratnya kalo sudah trluka dan membekas akan sulit lgi prcaya
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
penasaran memang thor knp smpe Damien pergi disaat-saat peristiwa penting
Dian Fitriana
update
kitty ❤
lanjut Thor 🔥
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
lanjut
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
aq setuju sama Evelyn ngpn bantu eve
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
double update ya thor🫶
Rini Yusnani
rasa rasanya pingin kirim santet ke damian
Rini Yusnani
bertemu gundul mu itu👊
Rini Yusnani
sok peduli lu damian,ganti aja namamu jadi siluman jijik liat kamu dah buat evelyn sampai depresi😠
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
lanjut
Anonim
Harus tunggu 2-3 hari baru up 1 bab dan ternyata pendek😃
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
masih penasaran thor kenapa Lu pergi disaat mau nikah
Kinara Widya
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!