NovelToon NovelToon
MAHAR KECOA UNTUK NONA MANJA

MAHAR KECOA UNTUK NONA MANJA

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:985
Nilai: 5
Nama Author: Katumbiri Lazuardi

Vanya yang mabuk parah dan ditinggal pacarnya malam itu, berjalan sendirian. Lalu didatangi oleh dia orang begal yang hendak memperkosanya, untungnya ada Reyhan soerang pengemudi ojol yang melihat mereka, Reyhan menolong vanya yang pingsan dari begal itu. Namun setelah Vanya sadar dan teriak warga memergokinya dan di fitnah berbuat mesum.

Vanya dan Reyhan dipaksa untuk dinikahkan, dan ayah Vanya yang merasa harga dirinya jatuh menyetujui pernikahan itu dan kemudian memberi syarat kontrak satu tahun kepada Reyhan yang memberatkan Reyhan.
Vanya menganggap bahwa Reyhan bagian dari begal itu, sehingga Vanya membencinya.
namun karena kebaikan Reyhan dan kekonyolannya Vanya akhirnya vanya merasa salah dengan prasangkanya, setelah bukti-bukti terkuak.
Setelah habis kontrak satu tahun itu Reyhan pergi, dan Vanya menyesal dan kehilangannya lalu mencarinya sampai seperti orang gila...

bagaimana kisah mereka, dan bagaimana akhir mereka??

kisah CHICK-LIT ROMANCE

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Katumbiri Lazuardi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: ANTARA LICIK DAN PENGORBANAN

Restoran mewah itu tidak lagi terasa romantis bagi Vanya. Setelah perdebatan yang menguras energi, ia hanya ingin segera pulang. Namun, Derian menahan lengannya dengan paksa namun tetap berusaha terlihat manis di depan publik.

​"Vany, biarkan aku mengantarmu pulang. Kita perlu bicara lebih banyak," bujuk Derian.

​"Nggak usah, Der. Aku sudah dijemput Kang Ujang," tolak Vanya halus.

​Mata Derian menajam. "Kalau kamu menolak, aku akan bilang ke Papa Bram kalau kamu masih keras kepala dan sulit diajak bicara baik-baik. Kamu tahu kan, perusahan Papa mu lagi sakit kan? Kamu mau dia kepikiran lagi karena sikapmu?"

​Vanya terdiam. Ancaman itu selalu berhasil. Dengan berat hati, ia melangkah ke arah Kang Ujang yang menunggu di dekat lobi. "Kang, pulang sendiri saja ya. Aku... aku pulang sama Derian."

​Kang Ujang tampak ragu, matanya melirik ke arah mobil hitam yang baru saja meluncur keluar dari lobi VIP—mobil yang membawa Reyhan. Namun, ia tak punya pilihan. "Baik, Non. Hati-hati."

​Rencana di Balik Kemudi

​Saat sedang berjalan menuju area parkir, ponsel kedua di saku jas Derian bergetar. Ia sedikit terkejut. "Vany, kamu tunggu di pinggir jalan depan sana ya. Aku parkirkan mobil sebentar ke posisi keluar supaya nggak terjebak antrean," alasan Derian.

​Vanya hanya mengangguk lemas dan berjalan menuju trotoar di depan restoran.

​Begitu merasa aman, Derian mengangkat teleponnya. Itu dari Clarissa.

"Gimana, Der? Sukses?" suara Clarissa terdengar bersemangat.

​"Sip. Makasih ya, Cla. Kamu memang bisa diandalkan," sahut Derian sambil tersenyum licik.

​"Jangan lupa hadiahnya! Tas yang aku mau itu, ya!"

​"Iya, tenang saja. Pasti aku kasih.

"Oke..

kamu punya info baru, gak?"

​"Emmh apa yah..

oh, iya ..Der... Vanya sudah cerita belum? Waktu bulan-bulan lalu, pas kalian berantem hebat sehabis pulang dari diskotik itu, yang kamu ketahuan bercumbu dengan Sherly..ingat tidak..?" malamnya dia dibegal. Bahkan katanya dia hampir diperkosa juga."

​Derian menghentikan langkahnya. "Apa?! Kok aku nggak tahu?"

​"Mungkin Pak Bram sengaja menutupi kabar itu supaya tidak menggangu saham perusahaan. Nah, pelakunya itu kata Vanya dua orang. Satu orang pakai jaket ojek online. Vanya sempat mengira itu adalah Reyhan, tapi katanya belum pasti. Reyhan ngakunya cuma menolongnya dari begal."

​Tangan Derian mengepal kuat pada kemudi. Sebuah ide jahat dan licik mulai merayap di otaknya.

"Nah, aku punya info tambahan lagi... tapi ada syaratnya," pancing Clarissa.

​"Apa lagi? Dasar cewek matre!"

​"Kalau nggak matre bukan cewek, Der! Tapi lampu senter!" canda Clarissa.

"Lampu senter..!" maksud kamu..?? " Derian bingung

"Ya itu Batere.. Bukan Matre..!!"

"Dasar..!!" terus..terus

"Transfer lima juta dulu sekarang, nanti aku kasih tahu."

​"Gila kamu! Ya sudah, aku transfer Sekarang. Coba ceritakan!"

​Setelah notifikasi transfer masuk, Clarissa melanjutkan, "Aku dengar info dari kenalanku di kepolisian, salah satu pelaku pembegalan malam itu ada sudah ditangkap kemarin malam. Tapi baru tertangkap satu orang, yang satunya lagi kabur jadi buronan. Aku curiga... jangan-jangan yang buron itu memang si Reyhan."

​Derian menyeringai. Habis kamu, Reyhan. Aku akan pastikan Pak Bram membuangmu ke penjara, pikirnya licik.

​Detik-Detik Mencekam

​Di pinggir jalan, Vanya berdiri sambil melamun. Pikirannya berkecamuk antara Derian yang katanya sepupuan dengan Sherly atau memang selingkuhannya, dan Reyhan yang tadi pagi diancam Papanya untuk menjauhinya.

​Tiba-tiba, dari arah kanan, sebuah mobil SUV melaju kencang dengan suara mesin yang meraung aneh. Klaksonnya berbunyi tiada henti. Rem mobil itu blong! Mobil itu oleng ke arah trotoar, tepat ke arah Vanya yang sedang membelakangi jalan.

​"NONA, AWAS!!!"

​Sebuah teriakan menggelegar. Sebelum Vanya sempat menoleh, sebuah tubuh tegap menghantamnya, mendorongnya sekuat tenaga ke arah semak-semak taman di pinggir trotoar.

​BRAAKKK!

​Mobil itu menghantam tiang listrik tepat di tempat Vanya berdiri tadi. Vanya terjatuh dengan keras, kepalanya terbentur pinggiran aspal. Pandangannya mengabur, namun sebelum kesadarannya hilang total, ia melihat wajah yang sangat familiar.

​Reyhan.

​Pria itu ada di sana, mendekapnya sesaat sebelum semuanya menjadi gelap. Reyhan yang tadi pergi dengan motor butut, entah bagaimana bisa ada di sana tepat pada waktunya. Namun, posisi Reyhan tidak seberuntung Vanya. Kaki Reyhan tertindih bagian depan motornya yang hancur karena ikut terserempet mobil tadi saat ia berusaha menolong Vanya.

​Kang Ujang yang ternyata belum jauh dari sana segera berlari turun. "Non! Non Vanya!"

​"Kang Ujang... cepat!" Reyhan meringis menahan sakit yang luar biasa di kakinya. "Bawa Nona Vanya ke rumah sakit... sekarang!"

​"Tapi Nak Reyhan, kaki Anda..."

​"Jangan pikirkan saya! Bawa dia dulu!" bentak Reyhan dengan suara serak.

​Dengan bantuan beberapa warga, Vanya yang pingsan dan Reyhan yang kakinya bersimbah darah diangkut ke dalam mobil Kang Ujang. Mereka melesat membelah kemacetan Jakarta menuju IGD terdekat.

​Ruang Tunggu yang Dingin

​Derian yang baru saja selesai memarkirkan mobil kaget melihat kerumunan di depan restoran. Ia melihat sisa kecelakaan dan tiang listrik yang tumbang.

​"Mana Vanya?!" tanyanya pada seorang satpam.

​"Tadi korbannya sudah dibawa ke Rumah Sakit Medika, Mas. Katanya ada cowok yang nolongin sampai kakinya hancur."

​Wajah Derian memucat, bukan karena cemas pada Vanya, tapi karena takut rencananya berantakan. Ia segera memacu mobilnya menuju rumah sakit.

​Di lorong rumah sakit, Kang Ujang duduk lemas. Di dalam ruang tindakan, Vanya masih belum sadar, sementara di ruangan sebelah, Reyhan sedang ditangani karena luka robek dan patah tulang di kakinya.

​Derian datang dengan napas terengah-engah. Ia melihat Kang Ujang, tapi matanya mencari sosok lain. Begitu ia melihat nama "Reyhan" di papan daftar pasien IGD, ia tersenyum tipis yang menyeramkan.

​"Digembel ada disini rupanya, jangan biarkan Vanya tahu dia yang menyelamatkanya, aku harus cari cara agar dia percaya?" bisik Derian pada dirinya sendiri.

​Ia segera mengambil ponselnya, bukan untuk menghubungi dokter, melainkan menghubungi Pak Bram. "Halo, Pak Bram? Vanya kecelakaan... untung aku segera menolongnya, dan membawanya ke Rumah sakit.

"Apa.. Kang Ujang kemana..??" tanya Bramantyo panik.

"Dia bersamaku sekarang , pak Bram..!!"

"Lalu gimana kondisi Vanya.. !!" tanya Bram lagi

"Dia pingsan pak.!!" jawab Derian pura-pura sedih.

Bram dan Melly segera meluncur ke Rumah sakit, pikirannya kalut, anak semata wayangnya yang dia sayangi, serta janji pada almarhumah ibunya agar menjaganya membuat Bram merasa bersalah.

​Drama baru saja dimulai, dan kali ini, nyawa dan reputasi Reyhan berada di ujung tanduk.

1
Dhatu Lukita
halo thor ceritanya menarik berbau2 cio ala ala dracin. saya suka saya suka 🤭😍
Katumbiri Lazuardi: terima kasih...
dracin religi 😄😄😄.

🤭🤭...

sehat dan sukses ya kak
total 1 replies
Katumbiri Lazuardi
chikc-lit..
cerita drama seorang CEO dan gadis angkuh yang jatuh cinta padanya. dibalut dengan komedi biar tidak membosankan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!