NovelToon NovelToon
Menikah Karena Patah Hati

Menikah Karena Patah Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Zayyan Mahendra membawa Lolly ke Swiss untuk merayakan kelulusannya sekaligus melamar wanita itu. Namun di saat Zayyan berharap cinta mereka berakhir bahagia, Lolly justru memilih pria lain.

Dengan hati hancur, Zayyan memutuskan pulang ke Indonesia. Tak disangka, di bandara ia bertemu kembali dengan teman lamanya dan membuat keputusan gila. Dia menikah Alin, teman lamanya itu.

Pernikahan tanpa cinta itu awalnya hanya pelarian. Tapi siapa sangka, takdir justru mempertemukan mereka pada cinta yang sebenarnya. Namun, keberadaan Lolly selalu mengganggu rumah tangganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Ruangan kerja yang berada di lantai paling atas gedung Mahendra Group itu terlihat begitu tenang. Cahaya lampu kota mulai memenuhi balik dinding kaca besar yang mengelilingi ruangan. Dari atas sana, Jakarta terlihat sibuk seperti tidak pernah tidur. Mobil-mobil memenuhi jalanan, lampu gedung menyala terang, dan suara samar hiruk pikuk kota sesekali terdengar meski tertahan kaca kedap suara.

Sementara di dalam ruangan itu, hanya suara ketikan keyboard dan sesekali bunyi notifikasi email yang terdengar.

Zayyan masih duduk di kursi kerjanya dengan jas yang sudah sedikit longgar. Dasi hitam di lehernya bahkan sudah dia kendurkan sejak satu jam lalu. Tatapannya fokus pada layar laptop di hadapannya, membaca satu demi satu laporan perusahaan yang baru saja dikirim oleh para direktur.

Hari ini menjadi hari yang melelahkan.

Sejak daddy nya resmi memperkenalkannya sebagai calon CEO Mahendra Group di depan seluruh petinggi perusahaan, hampir semua pekerjaan penting mulai diarahkan kepadanya. Rapat, laporan keuangan, evaluasi proyek, hingga jadwal kerja yang padat membuat kepalanya terasa penuh.

Namun anehnya, Zayyan tidak mengeluh. Entah karena dia memang sudah terbiasa hidup dengan tekanan, atau karena sejak kecil Adam mendidiknya terlalu keras hingga dia tidak pernah diberi kesempatan untuk terlihat lemah.

Zayyan mengusap pelipisnya pelan sebelum kembali membaca layar laptopnya.

“Proyek cabang Surabaya harus direvisi...” gumamnya pelan sambil mengetik beberapa catatan.

Tak lama kemudian—

Drrtt....

Drrtt....

Getaran ponsel di atas meja membuat fokusnya buyar. Zayyan melirik sekilas ke layar ponselnya, lalu sorot matanya langsung berubah lembut ketika melihat nama yang muncul di sana.

Alin calling....

Tanpa sadar sudut bibir laki-laki itu terangkat tipis. Dia langsung mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan tersebut.

“Halo, iya sayang.”

Suara beratnya yang tadi terdengar dingin saat rapat kini berubah jauh lebih lembut.

Di seberang sana terdengar suara Alin yang pelan dan hangat.“Kamu masih di kantor?”

Zayyan menyandarkan tubuhnya ke kursi kerja sambil memutar sedikit kursinya menghadap jendela kota.

“Iya sayang, mungkin sebentar lagi pulang.”

“Oh...”

Jawaban singkat itu terdengar menggantung. Seolah perempuan itu ingin mengatakan sesuatu tetapi masih ragu-ragu.

Zayyan mengerti nada itu. “Kenapa?” tanyanya lembut.

“Aku masih di rumah nenek,” jawab Alin pelan. “Tadi nenek minta aku nemenin beliau seharian.”

Zayyan menghela napas pelan sebelum akhirnya berkata,“Mau aku jemput di sana?”

Hening beberapa detik. Lalu terdengar suara kecil Alin yang terdengar jauh lebih ceria.

“Boleh?”

Tanpa sadar senyum Zayyan ikut muncul.

“Iya sayang.”

*

*

Di rumah sang nenek, Alin yang sejak tadi duduk di tepi ranjang langsung tersenyum kecil sambil menundukkan wajahnya malu. Neneknya yang melihat perubahan ekspresi cucunya itu hanya tersenyum tipis penuh arti.

Alin memainkan ujung dress-nya pelan. “Kalau gitu, nanti hati-hati di jalannya.”

Kalimat sederhana itu meluncur begitu saja dari bibirnya. Namun justru kalimat itu membuat Zayyan mendadak diam. Tangannya yang tadi memegang mouse perlahan terhenti.

Sorot matanya berubah samar. Entah kenapa... ucapan sederhana seperti itu terasa asing sekaligus hangat di telinganya. Kalimat yang sebenarnya sangat biasa. Tetapi hampir tidak pernah dia dengar selama hidupnya.

Adam terlalu sibuk mendidiknya menjadi laki-laki kuat hingga jarang menunjukkan perhatian dengan cara sederhana seperti itu. Sedangkan Lolly...

Zayyan terkekeh hambar dalam hati. Mantan kekasihnya itu bahkan sering lupa menghubunginya. Tidak pernah benar-benar peduli dia pulang jam berapa, makan atau tidak, lelah atau tidak.

Hubungan mereka dulu lebih banyak tentang ambisi dan gengsi. Bukan tentang perhatian kecil yang terasa hangat seperti ini.

Sedangkan Alin... Perempuan itu bahkan hanya dengan satu kalimat sederhana mampu membuat dadanya terasa aneh.

Zayyan menundukkan pandangannya sesaat sebelum akhirnya menjawab pelan,

“Iya sayang.”

Nada suaranya terdengar jauh lebih lembut dibanding biasanya.

Alin tersenyum kecil di balik telepon.

“Hm.”

Beberapa detik mereka sama-sama diam. Tidak ada yang berbicara, tetapi tidak ada juga yang merasa canggung.

Sampai akhirnya Alin kembali bersuara.

“Aku tunggu ya.”

“Iya.”

Panggilan pun berakhir. Ruangan kerja itu kembali hening. Namun entah kenapa suasananya tidak lagi terasa sesunyi tadi.

Zayyan menatap layar ponselnya beberapa detik sebelum akhirnya menaruh benda itu kembali ke atas meja kerja.

Tatapannya lalu kembali mengarah ke laptop. Tetapi kali ini fokusnya buyar. Pikirannya justru dipenuhi wajah Alin.

Perempuan itu benar-benar aneh. Baru menjadi istrinya, tetapi perlahan mampu masuk ke dalam hidupnya tanpa memaksa. Tanpa banyak tuntutan, tanpa drama. Hanya lewat perhatian-perhatian kecil yang sederhana.

Zayyan mengusap wajahnya pelan lalu menghela napas panjang. Setelah itu dia segera menutup laptopnya. Pekerjaan bisa dilanjutkan besok. Sekarang... ada seseorang yang sedang menunggunya pulang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jalanan Jakarta malam itu masih dipenuhi kendaraan. Lampu merah, suara klakson, dan deretan gedung tinggi menemani perjalanan Zayyan menuju rumah nenek Alin.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, mobil Zayyan akhirnya memasuki kawasan rumah lama Alin. Lampu rumahnya masih menyala terang.

Begitu mobil Zayyan berhenti di pekarangan depan rumah. Usai memarkir mobilnya dengan benar, Zayyan langsung mematikan mesin mobilnya.

Zayyan keluar dari dalam mobil, lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu.

Tok

Tok

Beberapa kali Zayyan mengetuk pintu itu, namun tidak ada yang membukanya. Dia mencoba menekan heandle pintunya.

Klek...

"Ceroboh," gumam Zayyan ketika tahu pintunya tidak di kunci.

Suasana rumah itu terasa hangat. Aroma teh melati samar tercium dari ruang tengah. Terdengar suara televisi yang volumenya kecil bercampur suara tawa pelan dari ruang tengah.

Langkah Zayyan berhenti tepat di tengah ruangan pembatas antara ruang tamu dan ruang keluarga.

Dari sana dia bisa melihat Alin sedang duduk di lantai beralaskan karpet sambil membantu neneknya melipat beberapa kain batik lama. Rambut panjang perempuan itu digerai sederhana, sementara wajahnya terlihat tenang dan manis di bawah cahaya lampu kamar.

Sang nenek lebih dulu menyadari kedatangan Zayyan. “Nah, suamimu datang,” ucap beliau sambil tersenyum tipis.

Alin langsung menoleh cepat. Sorot matanya seketika berubah cerah saat melihat Zayyan berdiri di ambang pintu.

“Kamu sudah datang?”

Zayyan mengangguk kecil.

“Iya. Tadi aku sudah mengetuk pintunya tapi tidak ada yang membukanya”

"Maaf, kami tidak dengar" ucapnya dan Alin segera berdiri lalu menghampiri Zayyan.

“Kamu capek ya?” tanyanya pelan sambil memperhatikan wajah suaminya.

Pertanyaan itu membuat Zayyan sedikit terdiam.

Lagi-lagi perhatian kecil. Dan lagi-lagi dadanya terasa aneh. “Lumayan,” jawabnya jujur.

Alin langsung mengerutkan wajah prihatin kecil.

“Kamu sudah makan?”

Zayyan menatap perempuan di depannya beberapa detik sebelum akhirnya menggeleng pelan. “Belum.”

“Kok belum?” nada suara Alin terdengar khawatir. “Dari pagi pasti kamu sibuk terus.”

Zayyan tidak menjawab. Karena memang benar.

Seharian tadi dia bahkan hanya minum kopi dan makan seadanya saat rapat.

Sang nenek yang melihat interaksi mereka hanya tersenyum tipis penuh arti. “Sudah sana pulang dulu,” ucap beliau lembut. “Kasihan suamimu pasti lelah.”

Alin mengangguk patuh.

“Iya, Nek.”

Sebelum pergi, Alin terlebih dahulu memeluk neneknya erat. “Nanti Alin datang lagi.”

“Hm, hati-hati di jalan.”

“Iya.”

Setelah berpamitan, Alin segera berjalan keluar bersama Zayyan. Begitu sampai di teras rumah, angin malam langsung menerpa lembut wajah mereka. Zayyan membukakan pintu mobil untuk istrinya tanpa banyak bicara.

Alin menatap laki-laki itu sebentar.

“Terima kasih.”

Zayyan mengangkat sebelah alisnya.

“Untuk?”

“Udah mau jemput aku malam-malam.”

Zayyan menatap wajah istrinya beberapa detik sebelum akhirnya menjawab pelan,

“Kamu itu istriku.”

Kalimat sederhana itu sukses membuat pipi Alin memerah malu.

Perempuan itu langsung menunduk lalu buru-buru masuk ke dalam mobil agar Zayyan tidak melihat wajahnya yang salah tingkah.

Sedangkan Zayyan justru tersenyum kecil melihat reaksi tersebut sebelum akhirnya menutup pintu mobil dan berjalan menuju kursi kemudi.

Perlahan mobil itu melaju meninggalkan area rumah tersebut. Zayyan tidak membawa sang istri langsung ke rumah melainkan ke supermarket untuk berbelanja.

"Kita belanja dulu ya, aku mau kamu masak makan malam untuk ku" kata Zayyan penuh harap.

"Iya, aku akan masak yang enak buat kamu" seru Alin semangat.

Lantas mereka berdua keluar dari mobil, dan melangkahkan kakinya masuk kedalam supermarket sambil bergandengan tangan.

Namun tanpa sengaja Alin bertabrakan dengan seseorang.

Brukkkk......

"Aw....."

1
Mita Paramita
baru juga bahagia nih pengantin baru udah diganggu aja sama pelakor🤣🤣🤣 lanjut Thor 💪💪💪
Dew666
👄👄👄
Mita Paramita
so sweet zayyan & Alin 😘😘😘
lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Dew666
💃💃💃
Mita Paramita
so banget pasutri ini 😘
Diah Anggraini
Lanjut ya Ka
Mita Paramita
alin malu malu kucing 🤣🤣🤣
lanjut Thor 🔥🔥🔥
merry yuliana
🤣🤣🤣🤣🤣
Diah Anggraini
lanjut ya Ka
Mita Paramita
🔥🔥🔥
Dew666
🪭🪭🪭
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
merry yuliana
ayo kak crqzy up
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
merry yuliana
eits bang zay kemajuan ayo bang pepet terus....crazy up banyak2 ya kak🙏💪
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
merry yuliana
crazy up ya kak👍💪🙏
Dew666
👑👑👑👑
merry yuliana
crazy up.kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!