NovelToon NovelToon
MENANTU IBU 2

MENANTU IBU 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Aliansi Pernikahan / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:670k
Nilai: 5
Nama Author: Me Nia

Setelah menjadi istri Ardiaz Kavian, Tya semakin tahu karakter orang-orang di keluarga besar Kavian. Sebagai seorang insan yang biasa hidup tenang meski ekonomi pas-pasan, kini dirinya harus terbiasa dengan pasang surut permasalahan di keluarga suami yang tidak kekurangan harta tapi miskin ilmu agama.

"Yang penting suami dan mertua baik, yang sirik biarkan saja berisik."

MENANTU IBU 2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Pantai Solong

Karena permintaan Diaz akan kopi hanya bercanda, Tya urung keluar kamar. Sofa menjadi tempat duduk berdua dengan Diaz yang kembali menjadikan pangkuannya sebagai bantal lalu memejamkan mata. katanya siap mendengarkan namun tampak kurang antusias.

"Kak Tya, tolong bujuk Kak Diaz. Aku nggak mau masuk pesantren. Aku janji bakal berubah tapi pengen tetap sekolah di Jakarta. Please ya, Kak Tya. Bantuin bujuk Kak Diaz." Tya mulai bercerita menyerupai intonasi Leony.

"Nggak!"

"Tahan dulu komentarnya. Biarkan aku selesaikan story telling nya dulu ya, suami."

Diaz membuka mata yang berubah bercahaya terang serta wajah berbinar. lalu terkikik.

"Apanya yang lucu, Bey?" Tya menatap aneh pada Diaz yang bibirnya masih mengembang lebar setelah cekikikan.

"Tahan dulu bertanya nya. Selesaikan dulu story telling nya."

Tya menjawil jambang Diaz dengan gemas yang tertawa setelah bilang, "Satu sama."

"Lanjutin nggak nih?"

"Lanjut, sayang."

"Dengerinnya sambil duduk, Bey. Tangannya lipat dulu. Jangan merayap-rayap kayak kepiting."

"Nggak ah. Enakan sambil gini." Diaz mengatur kembali posisi berbaringnya menjadi miring. Kedua tangan melingkar di pinggang Tya.

Hm, bener-bener ya. Mending si Joko mudah nurut.

"Lanjut, Yang!

"Oke. Eh, bentar. Leon tahu nomor kau dari siapa ya?"

"Paling dari Ayah. Ayah pernah minta ke aku."

"Oh." Tya mengangguk.

"Yang bikin teleponan lama itu karena Leon merengek berulang kali. Kan aku jawabnya gini, kalau harus merayu Kak Diaz aku nggak bisa. Bisanya menyampaikan pesanmu aja."

Leon bela diri. Katanya karakternya terbentuk karena terbiasa dapat sogokan dari Mama Selly yang suka jalan sama cowok berondong. Biar tutup mulut nggak ngadu ke Ayah.

Sekarang mamanya udah dicerai. Mau tinggal sama ayah dan pengen dekat sama kita. Janji mau jadi adik yang baik dan penurut. Dan untuk masalah ini aku nggak komen sama sekali cuma mendengarkan. Udah gitu aja. Selesai."

Diaz mengubah lagi posisi rebahan menjadi terlentang. Membuka mata sambil melipat kedua tangan di dada. "Aku tidak akan tersentuh sama omongan Leon. Kalau mau berubah ya memang seharusnya. Level nakal dia udah di luar batas. Keputusan tidak bisa diubah kecuali Ayah sendiri yang berubah pikiran."

Jawaban tegas Diaz benar-benar menjadi akhir pembahasan tentang Leony. Diaz beranjak dan menarik tangan Tya mengajak mandi bersama.

***

Pagi ini menjadi hari yang dinanti. Berangkat liburan bertiga sesuai agenda yang telah direncanakan. Pukul enam, mobil yang dikemudikan Anwar meninggalkan rumah menuju Bandara Soekarno Hatta. Lalu pesawat bertolak menuju Bandara Banyuwangi dengan durasi perjalanan sekitar 1 jam 45 menit.

Sejenak merilekskan pikiran dari penat pekerjaan dan masalah lainnya serta keluar dari hiruk pikuk ramainya Jakarta yang tiada hari tanpa macet. Minggu terakhir bulan Desember, waktunya menepi dan menyepi dulu di Pantai Solong Banyuwangi. Mobil jemputan sudah siaga dan langsung membawa Diaz, Tya, dan Ibu Suri ke resor yang telah disewa untuk waktu 4 malam.

"Ah, ini sesuai sama yang Ibu mau, Tya. Benar-benar sesuai ekspektasi." Suri berdiri di ruang tamu terbuka yang langsung menghadap pantai. Hanya tinggal berjalan kaki beberapa langkah untuk menyentuh pasir putih dan bermain di pantai. Pantai ini hanya bisa diakses oleh tamu yang menginap di resor yang memiliki bangunan vila dengan bentuk yang memadukan sentuhan modern dan suasana tradisional.

Tya tersenyum lebar sambil memegang welcome drink yang baru saja dicicipi. Meski berdiri di samping Ibu Suri yang sama-sama menatap laut lepas, namun bingung mau menanggapi apa. Ia pun sama terpukau dan speechless. Pemandangan Selat Bali ada di depan mata, ke kolam renang tinggal melangkah. Akses pantai privat.

Apalagi aku, Ibu. Baru kali ini mantai premium gini. Pantainya tidak untuk umum. Sewa kamar semalam sama dengan gaji aku sebulan di garmen dulu. Duh, Joko harus tahu ini.

"Aku sengaja pilihkan staycation terbaik buat dua orang wanita tersayang." Tiba-tiba Diaz datang dari arah belakang dan mengambil posisi di tengah-tengah. Tangan kanan merengkuh bahu Ibu, tangan kiri merengkuh bahu Tya.

"Manis sekali anakku. Jangan pernah berubah ya."

"Noted, Bu." Diaz menarik tangannya dan menempelkan di sisi kening dengan gaya memberi hormat disertai senyum jenaka.

Malam pertama di vila dengan pilihan tipe kamar sweet cottage ocean view, tak dilewatkan Diaz dengan sekadar tidur biasa. Burung gagak kembali beraksi di tengah keheningan malam yang hanya terdengar deru ombak.

"Bey, Ibu nyenyak ngga ya tidurnya sendiri?" Tya menarik selimut setelah mengenakan pakaiannya kembali yang tadi dilucuti oleh Diaz. Waktunya melepas lelah yang sesungguhnya.

"Pastinya. Tempat tidurnya nyaman, hati Ibu nya senang. Pasti Ibu nyenyak. Kenapa emang?"

"Tiba-tiba aja isi otakku random. Kepikiran Ibu takutnya kesepian. Kan suka ada orang yang butuh adaptasi kalau menginap bukan di kamar yang biasanya. Syukurlah kalau Abey yakin Ibu baik-baik saja. Ibu happy."

Meski Diaz terpekur sejenak, namun ia kemudian mengangguk sebagai tanda yakin dengan persepsinya.

***

Embun pagi perlahan-lahan mulai menguap tersapu angin. Ruang tamu terbuka yang menghadap ke pemandangan pantai, menjadi tempat menikmati sarapan sebelum turun untuk menjelajah pantai. Ditambah bisa menyaksikan sunrise dengan leluasa. Nikmatnya.

"Yang, HP nya bunyi tu." Diaz menginterupsi di tengah percakapan Tya dengan Ibu berlangsung sambil berhias tawa.

"Nggak apa-apa kalau mau dijawab dulu, Tya. Toh kita makan sambil santai. Siapa tahu penting."

Atas pertimbangan itu, Tya beranjak dari kursinya. Mencabut ponsel yang sudah diisi daya dan masih berdering.

Nggak mungkin aku jawab teleponnya. Ada Ibu.

Tya mengaktifkan mode senyap setelah dering ponsel berakhir. Menyimpan lagi ponsel di meja lalu kembali ke kursinya untuk melanjutkan sarapan.

"Dari siapa?" tanya Diaz yang baru saja menyesap kopinya.

"Dari teman di Bekasi. Nanti aja aku telepon balik. Nggak urgent kok."

Obrolan bertiga kembali berlanjut sampai sarapan selesai. Hingga kemudian Suri pamit ke kamarnya untuk mengambil topi. Kesempatan berduaan dengan Diaz tidak disia-siakan oleh Tya.

"Bey, yang tadi telpon itu Leon. Abey ingat kan nama-nama yang diharamkan Ibu dibahas di depan Ibu. Makanya tadi aku bohong."

"Udah bagus gitu. Pagi ini abaikan aja dulu jangan sampai merusak mood."

"Siap."

"Yang, kalau mau ke kamar ambilin juga topi sama kacamata punyaku."

Tya mengangguk. "Sebentar lagi ya, habisin dulu krim jagung."

Tya beranjak bersamaan dengan Ibu Suri yang muncul dengan mengenakan topi lebar serta kacamata hitam. Terlihat keren dan anggun.

Mumpung di dalam kamar, Tya kembali mengecek ponselnya. Ada total lima kali panggilan tak terjawab dari Leony. Yang terbaru adalah panggilan masuk dari Ayah Hilman.

1
Cici moci
Siip keputusan yg betul maz Diaz,, jujur jangan ada yg d tutup tutupi... takut ada bibit pelakor soalnya,, soalnya udah tau maz Diaz udah nikah aja dia malah nge wa. hrusnya kan udah tau gtu dia menjauh....
guzel
eh... keceplosan apk Anwar 😂😂
Ni'matul Jannah
ditunggu next up nya 🤗
Tia rabbani
kenapa diaz ga jujur aja?
🏘⃝AⁿᵘDeè🪐⃞⃝𝓞𝓻٭༄⃞⃟⚡
good, keputusan yg baik dengan menceritakan mantanmu pada Tyaa..
agar tidak terjadi kesalahpahaman kedepannya apalagi klu tiba2 ketemu atau si Sopiahh cari perkara
🏘⃝AⁿᵘDeè🪐⃞⃝𝓞𝓻٭༄⃞⃟⚡
hahahaha keceplosan dehhh 😂
Ida Listya
mending jujur aja diaz....
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
mantan bikin kesel y bang
Tuty Ismail
sang mantan ternyata masih berharap.......

mkasih teh Nia update nya 🫰🫰🫰
Iin Daryani
jujur aja sama Tya ..
biar nanti ga ad salah paham..
mantan kan dulu..yg penting skr Tya yg ad di hati
M⃟3💋AisyahRendra
bagus deh klo Diaz mau cerita tentang masalalu nya ke Tya, krn itu semua lebih baik daripada dipendam sendirian malah bikin penyakit jantung 😅
karena kunci dari keharmonisan rumah tangga ialah saling komunikasi dan keterbukaan hati dan tentang apapun berdua.. good job Diaz.
dewi rofiqoh
Ternyata beneran, pak Anwar orangnya pak husain sendiri.. Tentulah pak husain gk akan menyerahkan penjagaan bu suri sang pujaan kepada orang gk dia tahu.
Keputusan yang tepat diaz untuk segera jujur pada tya
Rahmawati
emg lebih baik jujur sama istri, daripada gk tenang terus😂
Hani Ekawati
Nah gitu dong, cerita sama istri. Daripada nanti jadi Boomerang dalam rumah tangga kamu, lebih baik kamu cerita sendiri sama Tya sebelum Tya tau dari mulut orang lain.
Lagian, masa lalu kamu sama si Sophia apa segitu jauh nya kah sampe sampe kamu merasa bersalah.
Nunung Sutiah
Awas 'oleng' diaz, udh ada tya..
Hani Ekawati
Maksudnya apa nih, Nerima kedatangan? jangan geer ya kamu Sopi, Diaz Nerima karena terlanjur ketemu ditempat umum klo buat sengaja janjian big no.😏
Hani Ekawati
Itu Tya beneran mau datang bulan apa mau hamil, soalnya mau hamil juga ciri ciri nya sama kaya mau datang bulan tapi pas waktunya datang bulan malah engga keluar 🤭
Hani Ekawati
Hahahaha...keceplosan lagi 😁🤭
Hani Ekawati
Iya Diaz, pak Anwar manggil nya beliau karena pak Husain juga atasan pak Anwar 😁🤭
Ainal Fitri
ternyata pertemuan itu membawa kesan buat Sophia dan membuat alasan ingin mengenal istri nya Diaz yaitu Cantya lova. tp maaf ya Sophia diri mu itu udh gak berarti ap ap buat Diaz ap lg untuk d kenal kan pada istri nya. kamu pikir dengan mngenal istri nya diaz kamu bs membandingkan diri mu dengan diri nya.
sorry i have to say your are ... 😏
Tya lebih 😎😎😎
jgn mimpi untuk bs merusak rumah tangga mereka ya.. cinta Diaz dan komitmen nya udh tersertifikasi 🩵
Ainal Fitri: nah itu Diaz kamu harus jujur ama Tya tentang Sophia tentang masa lalu mu. jgn sampe nti Tya tau sendiri bs berabe. ap lg klo si Sophia itu nekad untuk mngenal istri mu dan ia cari tau serta cari celah untuk bs masuk dlm hub xan.
mending kamu dan Tya segera bangun benteng pertahanan kan sebelum ds serang 😉😅😅😏
Krn zaman sekarang susah nemu yg tulus ap lg dr seorang mantan 🫤
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!