NovelToon NovelToon
Mafia

Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:927
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

Ah, sialan!

Liga berusaha tetap terlihat biasa saja walau kenyataannya perasaannya sangat gugup sekarang. "Aku hanya mengunjunginya saja dan tidak melakukan apapun. Tapi di--"

"Mengunjungi?" Mafia menyela, menatap Liga cukup intens, membuat ucapan Liga terhenti dan berganti anggukan.

"Iya. Aku hanya ingin mengunjunginya saja. Tap--"

"Sejak kapan kamu suka mengujungi tahanan?" sela Mafia lagi yang tanpa diketahui berhasil membuat jantung Liga berdebar kencang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22

Malam harinya, Vair dan Mafia sama sekali tidak bertegur sapa. Dimeja makan, mereka juga tidak banyak bicara. Bibik yang menghidangkan sekaligus memberesi dimeja makan juga sempat bingung. Karena aura dari mereka sangat berbeda. Haru dan Kasim juga merasakan hal yang sama.

Diluar rumah, digazebo samping rumah, Haru dan Kasim sedang menikmati sepoi sepoi angin malam, dengan ditemani secangkir kopi hitam. Buah salak juga ada ditengah tengah mereka berdua.

"Kasim, Haru. Kalian lagi ngapain?"

"Eh, Nona. Ini, kita berdua lagi ngopi...," jawab Haru. "Nona sendiri kenapa diluar rumah malam malam begini?"

"Aku bosan didalam rumah terus, pemandangannya cuma itu itu aja. Kalau boleh, temani aku keliling komplek, yuk?" Vair menatap Haru dan Kasim bergantian sambil merapatkan pakaian serba panjangnya. Menunggu jawaban dari mereka. Sudah lama Vair tidak berjalan jalan keliling komplek disini, mungkin suasana sudah banyak yang berubah.

Haru dan Kasim saling menatap, kemudian mengangguk. "Kalau begitu saya izin tuan Mafia dulu..," jawab Haru, dia turun dari gazebo.

"Ck, ngapain pakai izin dia segala? Nggak usah ih..." Vair sedang menghindari Mafia karena kejadian tadi siang didalam kamar Mafia. Itu hal paling memalukan baginya karena dia hampir saja kebablasan jika Mafia tidak menolak dan mengakhiri kegiatannya. Benar benar memalukan.

Haru menatap Kasim, menggaruk dagunya. "Kalau begitu ajak Tuan Mafia saja, Nona. Kami nggak berani pergi tanpa izin." Haru menatap Kasim yang langsung mendapat anggukan darinya.

Mereka heran, kenapa nona Vair tidak langsung mengajak tuan Mafia saja, toh, jika pergi dengannya tidak ada yang dikhawatirkan. Lain jika pergi bersama Haru dan Kasim. Mereka hanya anak buah yang justru bahaya jika keluar malam malam begini. Bisa jadi musuh mengintai mereka.

"Bilang saja kalau kalian tidak mau. Yasudah, aku pergi sendiri saja," kesal dengan mereka berdua, Vair berjalan keluar rumah dengan kaki dihentakan, berjalan mengikuti naluri hatinya.

Haru dan Kasim saling tatap, melihat kepergian Nona Vair sendirian. Mereka merasa telah melakukan kesalahan karena membuat nona marah.

"Sim, lapor sama tuan Mafia, cepat!" pinta Haru, dia khawatir, apalagi tadi siang rumah ini baru saja kedatangan tamu tak dikenal. Tadi siang tuan Mafia juga meminta memperketat penjagaan dirumah ini. Takutnya nanti terjadi sesuatu dengan Nona Vair.

Kasim berjalan tergesa gesa menuju keberadaan tuan Mafia. "Tuan, Nona Vair pergi berkeliling komplek malam malam...," adunya, begitu sampai diruang berlatih, menunduk hormat.

"Sama siapa?" Mafia meletakan bola bola besi yang baru saja dia gunakan untuk berlatih ditempat semula. Badannya yang terekspos dia lap dengan handuk kecil yang memang disediakan disana.

"Sendirian tuan,"

"Apa?! Sendirian?!"

Mafia berbalik cepat menatap tajam Haru yang semakin tertunduk. "Apa gunanya kamu dan Kasim berjaga diluar jika dia saja pergi sendirian...?!" bentaknya.

"Cepat susul dia..!"

"Siap tuan," Kasim undur diri dan berjalan cepat untuk keluar rumah. Begitu diluar rumah, Kasim berbicara pada Haru, dan mereka sepakat berbagi tugas. Haru yang jaga dirumah Kasim yang menyusul Nona Vair.

Dan Mafia bergegas memakai pakaiannya, dia ingin segera menyusul Vair. Dia tidak mau terjadi sesuatu pada wanita itu. Wanita yang sejak tadi siang menghindar darinya karena Mafia tolak keinginannya.

"Bik...bibik....!" Mafia memanggil bibik sambil berjalan menuju keluar rumah. Bibik yang sedang bebersih didapur segera meninggalkan kegiatannya demi menghadap pada tuannya yang terkenal kejam.

"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Bibik, menunduk sopan begitu ada didekat tuan Mafia.

"Awasi rumah ini. Segera cek jika ada sesuatu yang mencurigakan,"

Bibik mengangguk. "Baik tuan,"

"Satu lagi. Tolong siapkan saya air hangat untuk mandi,"

"Oh, siap,"

"Sekarang, kembali bekerja,"

Bibik menurut, dia pergi kedapur lagi demi menyelesaikan tugas mencuci piring dan peralatan memasak, kemudian menyiapkan air hangat untuk tuannya mandi. Setelah beberap menit berlalu, bibik ingin istirahat karena badannya terasa sangat lelah. Tapi bibik ingin mengecek kedepan karena rumah terlihat sepi. Suara Kasim dan Haru yang biasanya terdengar kini sama sekali tidak ada suaranya.

Bibik berjalan sambil menutup mulutnya yang menguap. Padahal baru pukul delapan malam tapi kenapa rasanya sangat mengantuk. Kemungkinan karena kondisi badannya yang lelah jadi rasa kantuk lebih awal datang.

Bibik mendekati kaca dan mengintip keluar jendela. Terlihat hanya ada Haru sendirian disana. "Kasim lagi pergi bareng tuan Mafia kali ya makanya Haru sendirian?" bibik bermonolog sendiri, lalu mulutnya kembali dia tutup karena menguap lagi.

"Hoaaammm...ngantuk banget aku," Bibik menutup gorden jendela, berbalik ingin menuju kamarnya tapi dia melihat sesuatu yang berkelip kecil didekat sofa. Dia mengambilnya, memperhatikan benda itu dengan seksama.

"Ini apa? Kecil banget..," membolak balikan benda itu. "Punya tuan Mafia kali ya, simpen dulu ah, takutnya nanti tuan nyariin..," bibik membawa benda kecil berwarna hitam tapi ada lensa kecil menyala, kedalam kamarnya. Dia akan menyimpannya dibawah lipatan baju.

Duar rumah, didepan pemukiman warga, Vair menengok kesana kemari. Dia bingung ingin memilih jalan yang mana karena didepannya ada perempatan.

"Aku harus pilih jalan yang mana ya?" Vair menaruh telunjuk didagu. "Ah, nggak usah jauh jauh deh. Mending aku pulang aja," vair berbalik, dia terkejut saat ada seseorang yang kini berdiri menjulang tinggi didepannya.

"Oh, maaf tuan. Aku sudah menghalangi jalanmu," Vair menyingkir memberi ruang agar orang itu bisa lewat.

"Oh, nggak papa. Ngomong ngomong, Nona sedang apa disini? Ditempat sepi, sedikit gelap, dan sendirian? Apa nona tersesat?"

"Bukan tersesat. Aku hanya sengaja berjalan jalan saja. Dan ini baru mau balik kerumah."

"Oh, rupanya begitu ya. Baiklah, apa perlu aku antar?" tawarnya.

"Oh tidak perlu. Terima kasih, aku bisa pulang sendiri. Mari..." Vair tersenyum ramah lalu pergi menjauhi orang itu. Selama berjalan, Vair tidak mencurigai apapun, dia berjalan dengan santai, kadang kala dia bersenandung lagu kesukaannya. Sampai akhirnya diperjalanan pulang, dia bertemu dengan Kasim.

"Nona, kamu nggak apa apa kan?" tanya Kasim, merasa lega karena sudah bertemu dengan nona Vair, karena jika tidak, tuan Mafia pasti akan murka padanya. Tadi saja, tuan sangat marah mendengar laporannya yang mengatakan nona Vair pergi sendirian.

"Kenapa kamu menyusulku? Bukannya tadi kamu menolak untuk menemaniku?" Menatap jengah wajah Kasim yang tadi sudah berani membuatnya kesal.

"Haru yang menolak, bukan saya Nona,"

"Yasudah, ayo kita pulang, aku sudah selesai jalan jalannya,"

"Baik Nona, silakan," Kasim mempersilakan Vair berjalan lebih dulu, dan dia akan mengekor dibelakangnya. Tapi baru berjalan beberapa langkah, Kasim merasa ada orang yang mengikutinya dibelakang. Kasim menoleh, tapi tidak ada siapapun.

"Kasim, itu ada kunang kunang. Aku tangkap itu ya,"

"Nona, JANGAAANNN....!!!"

1
Apple
vair udh mulai suka sm mafia nih
Apple
galak banget ibu vair. jangan galak galak dong
Apple
geledah nanti kethuan tuan mafia
Apple
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
berdebar hati berdebar itu gejolak rinduuuu
Apple
malu malu tp mau
Apple
bagus Aan. ayo katakan yg sbnrnya biar Liga dapet hukumN
Apple
hayo lho Liga
Risa Virgo Always Beau
Ternyata Mafia itu terkenal kejam
Risa Virgo Always Beau
Mafia nanti kamu ceritain ke Liga ya jangan ada yang di tutupi dari Liga
Risa Virgo Always Beau
Liga ternyata Vair sedang mengejek kamu
Risa Virgo Always Beau
Mafia seenaknya banget menyuruh Liga
Apple
bagus
Apple
next bab. bagus dan bikin penasaran
Apple
kira kira vair bakal mafia apain ya. dihabisi juga kah. nex bab thor penasaran aku tuh ama kelanjutannya
Apple
apa mafia sama vair udah saling kenal?
anggita
like 👍iklan☝ buat novel barunya. moga lancar.
Cakrawala: aamiin makasiiiihhhhh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!