NovelToon NovelToon
KUPU-KUPU TIGA SAYAP

KUPU-KUPU TIGA SAYAP

Status: tamat
Genre:Misteri / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bunga Anggrek Mawar Biru

Dua puluh tahun setelah pembantaian yang menghancurkan keluarganya, Dimas Brawijaya menemukan adiknya, Aluna, masih hidup—terkurung trauma di sebuah rumah sakit jiwa. Aluna terus menyanyikan lagu masa kecil mereka dan menuliskan satu kata yang sama di dinding: PEMBUNUH. Ketika Dimas dan saudara kembarnya, Digo, membawa Aluna pulang, serpihan ingatan kelam mulai muncul: pintu loteng, suara langkah di malam tragedi, dan ketakutan ekstrem pada seorang paman yang dulu mereka percaya. Sebuah diary ibu mereka membuka petunjuk mengerikan—bahwa pelaku mungkin adalah “orang dekat”. Kini, kebenaran masa lalu menunggu untuk dibuka, meski risikonya adalah menghancurkan sisa keluarga yang masih bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Anggrek Mawar Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 22 — Kebenaran Terungkap

Hari kedua persidangan terasa lebih berat dari yang pertama. Udara di ruang sidang menekan dada, seolah setiap orang yang hadir membawa beban yang sama: menunggu kebenaran yang selama ini dikubur.

Hakim mempersilakan jaksa melanjutkan pemaparan. Kali ini, bukan lagi potongan bukti terpisah—melainkan rangkaian peristiwa yang selama dua puluh lima tahun disusun dengan rapi di balik tirai kebohongan.

“Pengadilan yang terhormat,” ujar jaksa, suaranya tegas, “kami akan mengungkap motif sebenarnya di balik pembantaian keluarga Brawijaya.”

Lampu diredupkan. Layar besar di depan ruang sidang menampilkan berkas lama: laporan polisi yang ditandai arsip, beberapa halaman menguning. Nama seorang gadis muda muncul—disamarkan demi keluarga korban. Umurnya sembilan belas tahun.

“Gadis ini,” lanjut jaksa, “ditemukan meninggal dua puluh enam tahun lalu di pinggiran kota. Kasusnya ditutup sebagai perampokan yang berujung kekerasan.”

Bisik-bisik terdengar. Aluna menegang. Tangannya bergerak refleks ke bros kupu-kupu.

Jaksa menekan tombol berikutnya. Foto lokasi kejadian muncul—tanpa detail mengerikan, namun cukup untuk membuat perut mengeras. “Namun penyelidikan lanjutan menemukan fakta lain. Korban diperkosa sebelum dibunuh.”

Ruang sidang terdiam. Digo memejamkan mata, napasnya tertahan.

“Pelaku,” kata jaksa, menatap bangku terdakwa, “adalah Marco Brawijaya.”

Nama itu menggema. Beberapa hadirin tersentak. Pengacara pembela berdiri, memprotes—hakim mengangkat tangan, memerintahkan duduk.

“Bukti DNA yang dulu tidak diuji kini diuji ulang,” lanjut jaksa. “Hasilnya cocok. Selain itu, saksi kunci yang dulu menghilang kini bersedia memberikan kesaksian.”

Seorang pria paruh baya dipanggil ke mimbar. Tangannya gemetar saat bersumpah. “Saya melihat Marco malam itu,” katanya pelan. “Saya takut. Dia… bukan orang yang bisa ditentang.”

Jaksa mengangguk. “Kasus itu ditutup. Bukti menghilang. Mengapa?”

Ia menoleh ke Digo, lalu ke Aluna—bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk menjelaskan. “Karena ada seseorang yang berusaha menutupinya.”

Nama ayah mereka disebut: Daniel Brawijaya.

Aluna terisak kecil. Digo menegakkan bahu, seperti menahan runtuh.

“Daniel Brawijaya,” ujar jaksa, “mengetahui kejahatan itu. Ia menyaksikan akibatnya. Namun karena pelaku adalah adiknya sendiri, ia memilih menutupinya. Ia berharap Marco berhenti.”

Pak Arif dipanggil sebagai saksi lanjutan. “Kami menemukan catatan pertemuan,” katanya. “Daniel pernah mendatangi kantor secara informal. Ia tidak melapor resmi, tapi meminta ‘perlindungan’. Ia takut keluarganya hancur.”

Pengadilan mencatat. Kebenaran mulai membentuk wajahnya—bukan hitam-putih, melainkan abu-abu yang menyakitkan.

Jaksa melanjutkan. “Namun kejahatan Marco tidak berhenti. Ia terlibat perampokan bersenjata dan jaringan narkoba. Aliran dana ilegal terkonfirmasi.” Grafik transaksi muncul, garis-garis merah menghubungkan nama Marco dengan beberapa rekening gelap.

“Ketika Daniel Brawijaya menyadari Marco terus berbuat kejahatan,” kata jaksa, “ia berniat melapor. Malam itu—malam pembantaian—Daniel dan istrinya melihat Marco bersama kelompoknya. Mereka menjadi saksi.”

Aluna menggenggam kursi. Napasnya cepat, tapi matanya tetap terbuka. Ia mendengar semuanya.

“Marco mengetahui ia terlihat,” lanjut jaksa. “Dan ia memutuskan menghapus saksi.”

Sunyi menyelimuti ruangan. Kata-kata itu jatuh satu per satu, seperti palu kecil di dada setiap orang.

Pengacara pembela mencoba berdiri. “Keberatan—ini spekulasi!”

Hakim menatap tajam. “Keberatan ditolak. Lanjutkan.”

Jaksa memutar rekaman pendek—potongan suara Marco yang telah diperdengarkan sebelumnya. Kali ini dipadukan dengan bukti waktu dan lokasi. “Motif, kesempatan, dan tindakan—semuanya terpenuhi.”

Aluna menutup mata. Kilatan lemari, gelap, suara tok… tok… kembali singgah—lalu pergi. Ia membuka mata lagi. “Aku melihat,” bisiknya, nyaris tak terdengar.

Digo menoleh, menatap adiknya. Untuk pertama kalinya, ia tidak melihat kegilaan—melainkan keberanian yang terlambat tumbuh.

“Pengadilan yang terhormat,” tutup jaksa, “pembantaian itu bukan tindakan impulsif. Itu adalah kejahatan terencana untuk menutup rangkaian kejahatan yang lebih besar.”

Palu diketuk. Sidang diskors.

Di lorong, Digo menghela napas panjang. “Ayah…” katanya pelan, bukan sebagai tuduhan, melainkan sebagai duka. “Kau memilih salah, tapi kau tidak pantas mati seperti itu.”

Aluna berdiri di sampingnya, menggenggam bros. “Mas tahu,” katanya lirih. “Mas pasti tahu.”

Di luar gedung, matahari menembus awan, menyinari tangga batu. Kebenaran telah terungkap—tidak untuk menghapus luka, melainkan untuk memberi nama pada kejahatan, dan mengakhiri kebohongan yang terlalu lama melindungi monster.

1
Mega Arum
digo kah ?
Mega Arum
mampir thor..
Adi Rbg
terimakasih kakak dah update lagi!
Putri Nadia: sama-sama
total 1 replies
Adi Rbg
bagus
Putri Nadia: Terima kasih
total 1 replies
Nurhayati Hambali
liana itu ibu mereka atau kakak mereka thor??
Putri Nadia: ibunya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!