Bagaimana jadinya jika kalian baru saja lulus SMA dan ingin melanjutkan kuliah, Namun dengan syarat menikah dengan lelaki pilihan orang tuanya, itu lah yang di alami oleh Lavanya.
Lavanya harus menikah dengan laki- laki yang tidak ia kenal dan juga tidak pernah ia temui sama sekali dan ternyata laki- laki tersebut adalah seorang presiden mahasiswa di kampus yang akan menjadi kampus Lavanya.
bagaimana kisah Lavanya selanjutnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22.
" Sambara" panggil seseorang dari arah belakang.
Sambara menoleh ke arah belakang, telinganya langsung di tarik oleh seseorang yang memanggilnya tadi dan ternyata adalah Mama Zoya.
" Kamu.... kenapa enggak tobat- tobat sih... Bar..., udah nikah juga... kamu jalan sama siapa lagi, Hah?" omel Mama Zoya yang tadi melihat Sang putra jalan dengan perempuan.
" Aduh ma... sakit ma..." pekik Sambara
Lavanya langsung melepas masker dan topinya, untuk menyelamatkan suaminya dari amukan mertuanya, " Ma ini Vanya ma" ujar Lavanya.
Mama Zoya melepaskan tanganya dari telinga putranya dan beralih ke menantunya, " Ya Allah Van, Mama pikir dia pergi sama cewek lain, lagian kenapa kamu pakaian begini?" ujar Mama Zoya.
" Hehehe takut ada yang ngenalin kita ma... kan pernikahan kita masih rahasia " jawab Lavanya menyalmi Mama mertuanya.
" Kamu ini ada- ada aja Van... Mama udah siap- siap jewer telinga suami kamu sampai putus padahal" sahut Mama Zoya.
" ekhmmm mama, gak mau minta maaf sama Bara, mama kan udah nuduh Bara" ujar Sambara yang mengusap telinganya yang merah karena di tarik oleh mamanya.
" ngapain minta maaf, kamu emang pantes mama Jewer" jawab Mama Zoya yang kemudian merangkul Lavanya dan mengajak menantunya itu keluar dari store tersebut.
" loh.. maa.. mau di bawa kemana istri aku" teriak Sambara.
" Mau mama ajak belanja" balas Mama Zoya.
Sedangkan Jantung Lavanya terdegup lebih kencang, karena Suaminya menyebutnya Istri, Pipi Lavanya terasa panas dan terlihat memerah, padahal bisa jadi suaminya hanya Asbun.
" Murahan banget sih nih... jantung, bisa aja dia asbun" gumam lavanya dalam hatinya.
" Kamu kenapa diam aja Van? Bara jahatin kamu ya?"tanya Mama Zoya yang melihat sang menantu hanya diam saja.
" ehh enggak kok Ma, Kak Bara baik sama aku, baik banget malah " jawab Lavanya .
Sedangkan Sambara masih di toko yang sama dan ia membelikan ipad sang istri untuk mengganti Ipad Lavanya yang rusak.
Setelah payment Sambara menghubungi istrinya dan menanyakan dimana posisi mereka, setelah mengetahui posisi sang istri, Sambara segera menyusul sang istri dan mamanya.
Namun saat sedang mencari istri dan mamanya, Sambara bertemu dengan Aurora yang sedang menggadeng om- om yang usianya sepantaran dengan Papa Mahagra, yang Sambara tau Ayah Aurora sudah meninggal sejak Aurora duduk di bangku SMA.
" Sayanggg aku mau itu boleh enggak?" tanya Aurora dengan nada manjanya pada pria paruh baya tersebut.
Sambara ingin muntah mendengar penuturan dari mantan kekasihnya itu, ia juga merasa bersalah pada kedua orang tuanya,karena dirinya pernah memarahi mama dan papa nya hanya karena ingin membela Aurora.
Namun sekarang Sambara sadar apa yang lakukan oleh kedua orang tuanya demi kebaikan dirinya.
Sambara mendahului Aurora dan pria paruh baya tersebut, sedangkan Aurora tampak terkejut kala melihat Sambara berjalan di depannya.
" Sambara " gumam Aurora lalu melepaskan tanganya dari tangan pria paruh baya tersebut.
" ada apa baby?" tanya pria paruh baya tersebut pada Aurora yang terdiam dan seperti melihat sesuatu.
" Ah... gapapa sayang, yuk" jawab Aurora.
Sedangkan Mama Zoya dan Lavanya tampak sedang memelih peralatan dapur untuk di apartemen dan juga untuk kado teman Mama Zoya.
" Mau ini gak sayang? ini bagus loh... udah anti lengket juga ini" tawar Mama Zoya menunjuk ke telfon yang harganya cukup mahal.
" Enggak ah.. ma itu mahal banget lagian kemarin Vanya udah beli di online kok, ini aja kayaknya udah cukup ma punya Vanya" jawab Lavanya .
"okey, kalau begitu kita bayar sekarang ya" ujar Mama Zoya.
Mama Zoya dan Lavanya kemudian menuju ke meja kasir, di sana Mama Zoya mengobrol dengan menanatunya sambil menunggu belanja mereka di hitung.
Belanjaan mereka sudah di hitung saat mereka ingin mengeluarkan kartu mereka masing - masing, seseorang sudah lebih dulu menyodorkan kartu ke arah kasir .
Lavanya dan Mama Zoya kompak menoleh ke arah belakang dan ternyata itu adalah Sambara dengan tentengannya.
" Alhamdulillah, anak mama yang satu ini udah kembali ke jalan yang benar " gumam Mama Zoya.
" Apasih ma?" gerutu Sambara.
" Loh kak, kamu jadi beli ipad?" tanya Lavanya yang melihat belanjaan yang di bawa suaminya.
" Iya, kan punya kamu udah enggak bisa hidup kan, tadikan niat ke sini mau beli juga, malah kamu di culik sama Mama" jawab Sambara.
Di sisi lain Mama Zoya tampak melihat perubahan di antara sang anak dan menantunya itu, tampak lebih dekat dan ada sesuatu yang beda.
" Mama doa kan pernikahan kalian langgeng hingga kakek nenek" gumam Mama Zoya dalam hatinya.
"Nanti aku ganti yaa kak" ucap Lavanya.
"Apa sih, enggak usah , udah semuakan ayo, aku lapar " jawab Sambara lalu menggandeng Lavanya dan meninggalkan Mama Zoya .
" Heii kenapa mama jadi yang di tinggal?" teriak Mama Zoya kemudian mengikuti menantu dan anaknya.
Mama Zoya kemudian mengambil alih dan menggadeng Lavanya, serta menyerahkan belanjaannya pada anaknya.
" Enak aja, kamu cowok nih bawa" ujar Mama Zoya .
" loh kol jadi aku yang bawa, kan mama yang belanja" gerutu Sambara.
" Kamu kan cowok, jadi bawa tuh belanjaaan, lagian main ambil mantu mama" jawab Mama Zoya.
" Dia istri aku ma" sahut Sambara namun di hiraukan oleh Mama Zoya.
Sedangkan Lavanya hanya menyimak perdebatan antara suaminya dan juga Mama mertuanya.
Setelah berkeliling mereka akhirnya menemukan tempat makan yang mereka mau, yang menyediakan berbagai macam indonesia food.
Mama Zoya dan Lavanya mencari tempat duduk, karena hari ini mall cukup ramai sedangkan Sambara mengekori di belakang dengan belanjanan mama dan istrinya.
Setelah mendapatkan tempat duduk, mereka akhirnya memilih makanan yang mereka mau,setelah itu Mama Zoya menanyakan tentang Lavanya.
" Kamu beneran enggak mau makan Van?" tanya Mama Zoya.
" enggak ma... Vanya masih kenyang, tadi sebelum ke sini Vanya ke Cafe Kak Bara, Vanya udah makan di sana " jawab Lavanya .
" Ya sudah kalau gitu, oh yaa... kalian nginep dong ke rumah mumpung long weekend" sahut Mama Zoya mengajak anak dan mantunya untuk menginap.
" Ada oliv sama Freya juga, nanti kita bbq an " imbuh Mama Zoya.
Lavanya menatap ke arah Suaminya seakan meminta mendapat, Sambara mengangukan kepalanya tipis sebagai tanda jika dirinya setuju.
" okey ma, nanti kita nginep di rumah " jawab Lavanya.
Mama Zoya tersenyum sambil mengusap rambut menantunya itu, ia tau menantunya ini orang yang begitu baik dan sabar.
" okey, berati nanti kamu pulang saja dulu Bar, Mama sama Vanya, mau belanaja buat bbq an nanti, tadi sih mama minta tolong bibi tapi karena ada temen jadi biar sekalian mama yang beli" sahut Mama Zoya.
" Loh.. kok gitu sih ma... kenapa mama jadi mengambil alih istri ku" protes Sambara.
" Alah lebay banget kamu, orang cuka belanjan juga " sahut Mama Zoya.
" Yaa... enggak bisa gitu dong ma, orang tadi Vanya ke sininya sama aku, berati juga pulangnya harus sama aku" .
Lavanya sedikit pusing mendengar perdebatan suaminya dan juga Mama mertuanya, namun tak lama perdebatan mereka terhenti karena makanan mereka sudah datang.
Dari kejauhan seseorang mengamati interaksi dan menguping obrolan Lavanya, Sambara dan Mama Zoya.
" Kenapa harus dia yang selalu beruntung "