NovelToon NovelToon
Bertukar Nyawa

Bertukar Nyawa

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Aqilla Pramesti begitu putus asa dan merasa hidupnya sudah benar-benar hancur. Dikhianati dan diceraikan oleh suami yang ia temani dari nol, saat sang suami baru saja diangkat menjadi pegawai tetap di sebuah perusahaan besar. Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Namun, takdir berkehendak lain, siapa sangka nyawanya diselamatkan oleh seorang pria yang sedang berjuang melawan penyakitnya dan ingin hidup lebih lama.

"Apa kamu tau seberapa besar perjuangan saya untuk tetap hidup, hah? Kalau kamu mau mati, nanti setelah kamu membalas dendam kepada mereka yang telah membuat hidup kamu menderita. Saya akan membantu kamu balas dendam. Saya punya harta yang melimpah, kamu bisa menggunakan harta saya untuk menghancurkan mereka, tapi sebagai imbalannya, berikan hidup kamu buat saya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Aqilla bergeming di tempatnya. Air matanya deras bergulir, menahan sesak dan rasa sakit yang tidak mampu ia ungkapkan. Bagi seorang ibu, berpisah dengan buah hatinya adalah hal yang paling menyakitkan. Wanita itu bahkan tidak bergerak sedikit pun ketika Ilham membawa kedua anaknya seraya menarik koper besar berisi pakaian mereka.

"Maafin Ibu, Nak. Ibu benar-benar minta maaf," gumamnya seraya menahan isakan.

"Qilla," sapa Radit, mengusap punggung Aqilla dengan lembut. "Eu ... kamu gak mau mengantar anak-anak ke depan?"

Aqilla masih bergeming. Tatapan matanya nampak kosong menatap lurus ke depan. Ia tidak ingin mengantar kepergian anak-anaknya karena tidak ingin berubah pikiran. Walau bagaimanapun, dirinya pernah meninggalkan anak-anak di panti asuhan dan itu adalah penyesalan terbesar dalam hidupnya. Harus melepas mereka untuk yang kedua kalinya, batin Aqilla benar-benar dihujani penyesalan yang terasa menyesakan dada.

Radit menarik napas dalam-dalam, meraih telapak tangan Aqilla lalu menggenggamnya dengan erat. Memandang wajahnya dengan sayu seolah turut merasakan kesedihan yang tengah dirasakan oleh calon istrinya itu.

"Kalau kamu berat melepas mereka, kamu masih punya kesempatan untuk menahan mereka, Qilla," ucapnya, seraya menyeka buliran bening yang bergulir dari kedua mata Aqilla.

"Nggak, Mas. Mas Ilham sengaja membawa anak-anak agar aku membatalkan pernikahan kita," jawab Aqilla dengan lemah. "Dia sengaja melakukan ini, memisahkan aku dan anak-anak biar aku menyerah sama kamu, Mas."

"Sudah saya duga," gumam Radit dengan kedua mata terpejam. "Tapi kamu yakin mau melepas mereka seperti ini, Aqilla? Saya tau, kamu menyayangi anak-anak lebih dari apapun. Apa kamu bisa hidup tanpa mereka?"

Suara mesin mobil yang dinyalakan seketika mengejutkan Aqilla. Wanita itu tiba-tiba berlari dari dalam kamar seraya menangis sesenggukan, menyerukan nama kedua buah hatinya, bahkan belum sempat menjawab pertanyaan Raditya.

"Tidak ... tidak, Kaila, Keano. Jangan tinggalin Ibu, Nak. Ibu minta maaf," gumamnya, berlari keluar dari dalam rumah mewah tersebut seraya berteriak. "Kaila, Keano!"

Terlambat, mobil yang ditumpangi oleh anak-anaknya sudah melaju melintasi halaman. Baik Kaila maupun Keano nampak berteriak histeris di dalam mobil. Memanggil sang Ibu yang berlari mengejar seraya menyerukan nama mereka.

"Ibu ..." seru Kaila dan Keano, menatap sang ibu dari jendela kaca belakang mobil.

"Jangan tinggalin Ibu, Nak. Ibu mohon. Maafin Ibu. Ibu minta maaf!" jerit Aqilla, suaranya membahana diiringi isakan yang menyesakan dada.

Aqilla berlari sekencang mungkin tanpa alas kaki, berharap dapat mengejar mobil tersebut dan membawa mereka kembali ke pangkuan. Namun, hasilnya sia-sia, Ilham hanya menatap mantan istrinya dari pantulan kaca spion depan, menginjak pedal gas dan mobil pun melaju kencang meninggalkan rumah mewah milik pria bernama Raditya Nathan Wijaya.

Sementara itu, Radit yang berlari di belakang Aqilla segera memeluk tubuh wanita itu dari arah belakang, memintanya untuk berhenti karena apa yang dia lakukan adalah hal yang sia-sia.

"Sudah cukup, Qilla. Jangan dikejar lagi, percuma. Anak-anak udah pergi," lemah Radit mendekap erat tubuh Aqilla dari belakang.

"Nggak, Mas. Aku harus menahan mereka, aku gak bisa hidup tanpa mereka. Bagaimana jika istri baru Mas Ilham menyakiti anak-anakku?" teriak Aqilla seraya menggerakkan tubuhnya sedemikan rupa.

Radit mengurai pelukan, memutar tubuh Aqilla, mencengkram kedua sisi bahunya seraya menatap wajahnya dengan tajam. "Terlambat, Aqilla. Kenapa nggak dari tadi kamu menahan mereka? Kamu liat, mereka udah pergi. Mantan suami kamu udah membawa Kaila dan Keano!" ujarnya dengan suara lantang.

Tubuh Aqilla seketika melemas, kedua kakinya seorang tidak mampu menopang berat tubuhnya lagi, wanita itu terduduk di atas aspal.

"Haaaaa!" jeritnya, seraya menangis sesenggukan. "Aku benar-benar Ibu yang bodoh. Bagaimana bisa aku membiarkan mantan suamiku yang brengsek itu membawa anak-anakku? Kenapa?"

Radit berjongkok tepat di depan Aqilla, memeluknya erat seraya menahan air mata. "Kamu tenang, Qilla. Yakinlah, anak-anak akan baik-baik saja bersama Ilham. Kamu sendiri yang bilang, dia itu Ayahnya, gak mungkin Ilham menyakiti anaknya sendiri. Kamu yang tenang, ya. Saya gak akan tinggal diam kalau Ilham sampai menyakiti anak-anak."

Aqilla melingkarkan kedua tangan di punggung Radit seraya menangis sesenggukan. "Aku Ibu yang nggak berguna, Mas. Aku Ibu yang jahat, demi balas dendam, aku tega ngelepas anak-anakku."

"Nggak, kamu bukan Ibu yang jahat. Saya yakin anak-anak akan baik-baik aja, Qilla," jawab Radit seraya mengusap punggung Aqilla dengan lembut dan penuh kasih sayang. "Sekarang kita masuk. Kamu harus istirahat, Qilla. Saya gak mau kamu sampai sakit."

Aqilla menganggukkan kepala seraya mengurai pelukan, menyeka kedua sisi wajahnya yang basah dengan air mata. "Makasih, Mas Radit. Kalau gak ada kamu, mungkin aku gak akan sekuat ini."

Radit tersenyum ringan, mengusap kedua sisi wajah Aqilla dengan lembut. "Sama-sama, Qilla. Sudah menjadi kewajiban saya menjaga kamu karena saya calon suami kamu."

***

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit, mobil yang dikendarai oleh Ilham akhirnya mulai melipir lalu memasuki gerbang perumahan yang berada di pinggiran kota Jakarta, sebelum akhirnya berhenti tepat di depan rumah minimalis bercat coklat muda.

"Kita udah sampai," ucap Ilham seraya menoleh dan menatap ke arah belakang, di mana Kaila dan Keano nampak duduk dengan wajah datar.

"Ini rumah Ayah? Aku kira, kita akan tinggal di rumah lama kita," tanya Kaila, seraya menatap ke arah luar.

"Ini rumah baru Ayah, Sayang. Rumah lama kita 'kan udah ditempati sama orang lain," jawab Ilham, seraya membuka pintu mobil. "Kita turun sekarang, ya. Ayah akan kenalin kalian sama Ibu baru kalian."

"Ibu baru?" gumam Keano, wajahnya seketika memucat.

"Tuh 'kan, Kakak bilang juga apa? Ayah udah punya istri baru. Kamu sih nggak percaya sama Kakak," timpal Kaila seraya memutar bola matanya kesal.

Pintu mobil dibuka dari luar, dengan senyum kecil Ilham meminta anak-anaknya untuk turun. "Kenapa kalian masih di situ? Nggak mau turun? Ayah udah siapin kamar yang bagus buat kalian."

Baik Kaila maupun Keano seketika menoleh dan menatap wajah satu sama lain. Sorot mata Keano menyiratkan ketakutan. Mendengar kata 'Ibu baru' membuatnya ragu, apakah memilih tinggal bersama ayahnya adalah pilihan yang tepat? Batin Keano dilema, tapi Kaila sang kakak tiba-tiba menepuk pundaknya dengan pelan.

"Kamu tenang aja, Keano. Ada Kakak di sini, Kakak akan selalu melindungi kamu," ucapnya dengan senyum kecil dan hanya dijawab dengan anggukan oleh sang adik.

Keano kembali menatap wajah sang ayah, menerima uluran tangannya dan melangkah keluar dari dalam mobil diikuti oleh Kaila kemudian. Kakak beradik itu berdiri di samping mobil seraya menatap sekeliling rumah yang memiliki ukuran 10 kali lebih kecil dari rumah milik calon suami ibunya.

"Bagusan rumah Om Radit, rumah Ayah kecil," batin Kaila seraya menghela napas dalam-dalam.

"Masuk, yu," pinta Ilham, setelah mengeluarkan koper dari dalam bagasi mobil.

Akan tetapi, langkah mereka seketika terhenti saat seorang wanita keluar dari dalam rumah, memandang wajah Kaila dan Keano secara bergantian.

"Mau ngapain mereka ke sini, Mas?" tanya Dona, istri baru Ilham.

"Mas 'kan udah bilang sama kamu kalau anak-anak akan tinggal sama kita," jawab Ilham dengan datar.

"Sial, aku lagi hamil malah disuruh ngurus dua toddler? Awas aja kalian, aku akan membuat kalian gak betah tinggal di sini biar kalian balik ke rumah Ibu kalian!" batin Dona, dengan kedua tangan mengepal.

Bersambung ....

1
Sunaryati
Ke kantor polisi Nak
Sunaryati
Nah karma dibayar tunai Ilham, semoga Aqilla dan Raditya segera menemukan Kaila dan Keano
Sunaryati
Nah segera hubungi papa Adit, Kaila
Yuliana Tunru
kemn keano dan.kaila smoga ank2. qila selamat
Yuliana Tunru
dasar ilham ayah yg egois semua semau x smoga ank2 aqila di bawa orang2 radit takut x nyasar malah di culik penjahat .
Yuliana Tunru
nah keano msh ngitot mau dgn ayah mu smoga z dona gagalkan ilham.yg ngotit mau aqila batal nikah ..
Yuliana Tunru
radit kaeih penjaga bayangan dan buat ilham sibuk kerja saat.pernikahan mu agar tak jd biang onar dan kita lihat gmn istri baru ilham jaga ank2 tiri x jgn lupa dibrekam biar jd bukti klo terjadi apa2 pd kaila dan keano
Meliandriyani Sumardi
hadir kak salam kenal...
Reni: Salam kenal juga kakak. Terima kasih banyak ❤️❤️❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
jgn lemqh aqila pasti ilham merasa menang ..berikan z k3ano klo kaila tak mau jgn di paksa biar keanobtau rasa x tinggal dgn ilham dan ibu tiri x tinggal awasi jikq mmg di sakiti tinggal jemput kembali
Yuliana Tunru
biarkan z aqila dan biarkan ank2 milih saat nanti keano dgn ilham apa ibu tiri x bisa jaga dgn baik hrs pqke perjanjian klo ilham dan istei x jahat hak asuh tak akan pernah.lagi buat ilham
Rohmi Yatun
next Thor🙏
Reni: Siap, Kakak. Terima kasih❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
mmg x sdh tes kecocokan donor ya aqila x ..
Rohmi Yatun
cerita nya menarik🌹🌹🌹🌹👍
Yuliana Tunru
harus x aqila jelaskan rencanan x agar ank2 paham ..kerjai z dulu ibu tiri x biar kapok dan saat mereka jahat ank2 bisa laporkan KDRT biar ailham tau gmn sifat istri baru x ..
Reni: Terima kasih atas sarannya, Kakak❤️❤️
total 1 replies
Yuliana Tunru
nah lho.ketahuan ..pecat z niar jd gembrl dan jgn.lupa biarkan ilhan jaga ank x tpbttp diawasi jgn ssmpe dona yg aniaya ank2 tiri x
Yuliana Tunru
pasti ilham cuekin ank x tp niar laj ahar ank2 tau klo ayah membuang ank x demi selingkuhan yg jalang
Yuliana Tunru
kyk x ank2 aqila tak tau sikap dan kelakuan ayah x jd msh cari2 ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!