NovelToon NovelToon
Si Kumis Tipis

Si Kumis Tipis

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:764.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Si Gadis Imut

"Apa kita jalani aja dulu, sampai kita merasa bosan."

"Lah kok, Abang bilang kayak gitu, sama aja itu gak ada hubungan, gak ada ikatan, aku gak mau terjebak dalam satu hubungan yang bernama Friendzone, apa itu? Hubungan yang buat muak aja!!"

Seketika dengan sekali tarikan nafas, Embun mengeluarkan semua isi hatinya mengenai perkataan Gerry tadi, dengan seluruh kata-kata yang ada di fikirananya tanpa berfikir ulang untuk ia ucapkan.

Ikuti dan tunggu cerita selanjutnya. Terima kasih.


❌ DILARANG PLAGIAT KARYA SAYA


Dipublish: 13 September 2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si Gadis Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Papa Embun pun langsung menginjak pedal gasnya dan melaju membelah jalanan kota ditengahnya hujan yang cukup deras ini untuk ke Rumah Sakit. Biasanya di jam seperti sekarang ini jalanan kota akan cukup padat, tetapi mungkin karena hujan makanya jalanan terasa cukup senggang. Papa Embun pun sedikit bersyukur karena hujan ini.

Tidak membutuh waktu kurang dari 15 menit untuk sampai Rumah Sakit, padahal biasanya kalau tidak hujan akan butuh waktu lebih dari 20 menit lamanya.

"Suster..." teriak Papa Embun meminta pertolongan sembari menggendong Mama Embun.

"Tolong, ini istri saya pingsan." eriak Papa Embun bak orang kesetanan, Embun hanya mengikuti Papanya dari belakang tanpa menghentikan tangisannya.

Mendengar suara teriakan dari Papa Embun, para Suster yang berjaga pun dengan sigap langsung lari kearah Papa Embun dengan membawa ranjang atau brangkar agar Mama Embun bisa diletakkan disana. Dengan hati-hati Papa Embun meletakkan Mama Embun di brangkar dan kemudian mereka pun mendorong Mama Embun untuk dibawa ke IGD.

"Maaf, Pak, sebaiknya bapa diluar saja." cegah salah seorang Suster ketika Papa Embun hendak masuk menemani sang istri.

"Saya mau masuk Sus, Istri saya ada didalam." teriak Papa Embun ngotot ingin masuk walaupun dicegah.

"Maaf, Pak, tetapi ini sudah menjadi prosedur Rumah Sakit. Jadi saya mohon Bapak tetap diluar." ucap suster itu lagi dan kemudian menutup pintu meninggalkan Papa Embun dan Embun didepan ruang IGD.

Papa Embun pun berjalan mondar-mandir didepan ruang IGD, Papa Embun pun melupakan anak gadisnya yang sekarang masih menangis sesenggukan.

"Adek, maafkan Papa yang lupa akan keberadaan kamu." sahut Papa Embun seraya menghampiri Embun dan mengelus surai lembut rambut anaknya.

"Papa, Mama baik-baik saja kan, Pah?" tanya Embun disela-sela tangisnya.

"Iya, kita doakan saja ya semoga Mama hanya kecapekan saja." jawab Papa Embun dengan lembut, walau dihatinya rasa khawatir atas pingsan istrinya yang secara tiba-tiba.

"Ya Tuhan, kumohon semoga istri hamba tidak ada hal yang membahayakan, kasihanilah hambamu ini." gumam Papa Embun dalam hati seraya memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa.

"Ya Tuhan, jangan buat Mama Embun sakit, Embun tidak kuat hidup tanpa Mama, Embun janji tidak akan nakal dan melawan Mama lagi." gumam Embun dalam hati dan disertai memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa.

Papa dan anak itu pun benar-benar khawatir akan kondisi istri dan Mamanya , mereka pun takut jika Mama Embun kenapa-kenapa, membayangkan saja sudah tidak bisa apalagi jika itu terjadi didunia nyata. Mungkin mereka bisa gila karenya.

10 menit pun berlalu, tetapi tanda-tanda dari Suster maupun Dokter yang ada di ruang IGD itu untuk keluar.

Tiba-tiba saja pintu ruang IGD itu terbuka, dan seorang dokter keluar dari sana diikuti oleh beberapa suster. Dengan terburu-buru, Papa Embun dan Embun menodong dokter dengan beberapa pertanyaan.

"Dok, bagaimana istri saya?" tanya Papa Embun.

"Mama Embun, baik-baik saja kan Dokter?" tanya Embun sama seperti Papanya yang tidak sabar untuk menanyakan kabar Mamanya.

Sementara Dokter yang ditanya hanya tersenyum melihat reaksi sepasang Ayah dan anak tersebut, ia merasa kalau sepasang Ayah dan anak didepannya ini sangat mencintai istri dan Mamanya. Ia menjadi sedikit iri dengan wanita yang terbaring didalam.

"Dok, Jawab, jangan senyum-senyum saja, Mama Embun tidak kenapa-kenapa kan?" tanya Embun dengan meninggikan intonasi suaranya dikarenakan kesal kepada Dokter itu yang tak kunjung menjawab pertanyaannya dan Papanya.

Sembari tersenyum dokter itu akhirnya membuka suara untuk menjawab pertanyaan dari sepasang Ayah dan anak tersebut.

"Istri Bapak dan Mama kamu, baik-baik saja." belum sempat Dokter itu menjelaskan tetapi sudah dipotong Embun lebih dulu.

"Baik-baik saja? Kalau Mama Embun memang baik-baik saja tak mungkin sampai pingsan, Dok." sela Embun tidak sabaran.

"Sayang, dengar dokter dulu ya." sahut Papa Embun seraya menasihati anak gadisnya.

"Maaf adik manis, biarkan Dokter Pungki menyelesaikan ucapannya dahulu." ucap salah satu seorang Suster yang menasihati Embun hingga membuat Dokter Pungki tersenyum.

"Ya, secara fisik istri ataupun Mama Anda baik-baik saja. Tapi ada faktor yang saya curigai menjadi penyebab istri maupun Mama Anda pingsan, dan berdasarkan analisa saya sekarang istri dan Mama Anda sedang mengandung, jadi fisiknya menjadi lebih lemah.

"Apa Mama hamil?" ucap Embun mengulangi perkataan sang Dokter.

"Istri saya hamil, Dok?" tanya Papa Embun.

"Tetapi untuk memastikannya kalau istri Anda benar-benar hamil atau tidak sebaiknya Bapak dan adik manis bawa ke dokter kandungan untuk lebih jelasnya lagi." ucap Dokter Pungki dan diberi anggukkan oleh Papa Embun dan Embun.

"Kalau seperti itu, saya permisi dahulu Pak dan adik manis." ucap Dokter Pungki lagi.

"Iya Dok, terima kasih dan maaf masalah anak saya yang kurang sopan tadi." ujar Papa Embun merasa tidak enak.

"Tidak apa-apa, Pak." jawab Dokter Pungki disertai senyuman dan kemudian Dokter Pungki berjalan pergi meninggalkan Papa Embun dan Embun diikuti oleh Suster.

Sepeninggalan Dokter Pungki dan Suster, Papa Embun dan Embun pun masuk kedalam IGD untuk melihat bagaimana kondisi sang istri dan Mamanya.

Mereka pun menarik sebuah kursi yang ada disana dan kemudian menggenggam tangan Mama Embun yang tidak terpasang infus.

"Mama, cepat bangun yah, Embun sudah tak sabar mau peluk dan kasih tahu kalau Mama hamil adik untuk Embun." ucap Embun semangat.

"Iya, semoga Mama cepat sadar ya sayang, supaya kita bisa cek apakah kamu benar-benar hamil, aku dan Embun sangat bahagia jika itu benar adanya." ucap Papa Embun yang menantikan kehamilan sang istri terutama Embun yang ingin sekali mempunyai adik.

"Semoga kamu benar-benar hamil ya sayang." ucap Papa Embun sembari mencium tangan Mama Embun yang ia genggam.

"Amin." ucap Embun.

"Maaf, Pak dan adik manis." ucap seseorang yang membuat kedua pasangan Papa dan anak tersebut pun reflek bangun dari kursinya.

"Ini, Bapa diminta untuk mengurus administrasi istri Anda, dan selain itu nanti jika istri Bapak sudah sadar dan infusnya sudah habis, Bapak dan istri diminta untuk mendatangi Dokter kandungan untuk memastikan analisa Dokter Pungki tadi." jelas Suster itu kepada Papa Embun dan Embun seraya memberikan selembar kertas kepada Papa Embun. Papa Embun pun menerima kertas itu dengan senyuman.

"Dan untuk Dokter kandungan juga sudah dibuatkan janji oleh Dokter Pungki, jadi Bapak Rahman tidak perlu membuat janji lagi." ucap Suster lagi.

"Baik Sus, terima kasih." ucap Papa Embun tulus.

"Ya sudah, kalau seperti itu saya permisi dahulu Pak." pamit Suster itu pada Papa Embun.

"Pah, semoga Mama beneran hamil yah, Embun tak sabar." ucap Embun dengan antusias.

"Iya kita doakan saja yah, dek." jawab Papa seraya mengelus surai lembut rambut Embun.

"Ya sudah, kamu disini ya jaga Mama, Papa mau urus administrasi Mama dahulu." ucap Papa Embun seraya mengecup puncak rambut anak gadisnya.

"Siap." jawab dengan semangat..

1
nency.rhyn249
t
AwIcha
mana nih
nency.rhyn249
up
𝓐𝓷𝓪𝓲𝓴𝓪𝓟𝓾𝓽𝓻𝓲
otor
𝓐𝓷𝓪𝓲𝓴𝓪𝓟𝓾𝓽𝓻𝓲
next
𝓐𝓷𝓪𝓲𝓴𝓪𝓟𝓾𝓽𝓻𝓲
uppppppp
AwIcha
sweet
Astirai
nyimak dulu thor...
baca jg bukalah hatimu untukku ya..
A - 𝐙⃝🦜
sekarang 5M ya?
tutup akun🙏🏻
hallo kk ceritanya bguz boleh ikut gbung gc nya🤗
tutup akun🙏🏻: gua ni lg tanya kak.

gc kan bisa di privat
total 2 replies
Rola
Dua like, akan mampir lagi kalau ada respek nya, di tunggu kaya baru bunya.
Susi Ana
lanjut
Ade _ Lagi off 🍇 🌪
Ade was hereeee 😘kangeeeen sama embun udah end tapi ko gantung 😭
Susi Ana
lanjut
ILS
Lanjut thor, semangat. Ditunggu up nya 🔥
Pow
Hai kak 🙌
Dukunganku mendarat ✨💐
Semangat yaaa 🔥
Susi Ana
jempol hadir,mampir ya
Senja
Kok udah end kak
⁹⁹𝒮COKLAT🍫
semangat upnya💃💃
Ellaa🎭
akhirnyaaaaaaaa uppp juga huaaaa
udah kangen sama si Rudy yang kelewat
gemessinnnn saking gemesnya jadi pengin nampol eekkkhhhh candaaaa jahahahaha😂😂😂🙈🙈🙈

walah walahhhh sabar mama embun😌😌😌 anakmu memang begitu sikapnya, dah lah terimain aja wkwkwkwk itu kan juga hasil goyangan anda dan suami anda eeeehhhh🤣🤣🤣🤣🙈🙈🙈

enak banget ya kerja di rumah embun😌😌😌 dianggap keluarga 😍😍😍 iya sih pasti orangtuanya Rudi merasa gak enak, toh itu majikannya 😳😳😳

mama embun takut calon bayinya bersifat kayak embun astaga ngakak bangettt🤣🤣🤣🤣 semoga sikapnya kagak kayak kakaknya ya bund😂😂😂😂
UNA: betul setuju aku sama akka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!