Pertemuan pertama Delisa dan Jerico di sebuah bar di mana Delisa sedang merayakan kelulusannya dengan teman-temannya yang sebentar lagi akan melanjutkan perguruan tinggi di luar negeri.
Malam itu Delisa yang baru pertama masuk ke tempat itu terlihat bodoh hingga di jebak teman-temannya untuk minum.
"Ayolah seteguk lagi...! jika kamu minum lagi maka kamu baru bisa dikatakan sahabat kami terbaik." Devina menyeringai licik.
Bagaimana kisah Delisa selanjutnya saat dirinya mabuk hingga datang seorang pria ingin melecehkan dirinya? siapa pria itu? Jericho atau pria lain yang ingin menikmati tubuh Delisa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Tidak Bisa Berbuat Apa-apa
Jericho mulai menemui beberapa rekan bisnisnya di perusahaan yang dituju yang menjadi tujuannya saat ini. Banyak sekali yang mereka bahas tentang proyek pembuatan beberapa future baru dalam ponsel buatan mereka yang terhubung dengan mobil yang akan mereka launching tahun depan.
Mobil yang bisa melaporkan kerusakan sistem mesinnya melalui ponsel jika aplikasi mesin itu memberitahukan kondisi mesin mobil yang harus butuh perawatan agar bisa membantu montir menyelesaikan problem pada mesin mobil secepatnya.
Ide brilian Jericho ini diakui oleh beberapa perusahaan yang bergerak bersama baik dalam bidang otomotif maupun di bidang IT yang sedang berkolaborasi untuk menciptakan aplikasi ponsel tentang problem mesin mobil.
Bangkok adalah tempat uji coba penemuan barunya Jericho.
"Tuan Jericho. Kami sangat bangga bekerjasama dengan anda untuk menarik minat pasar terhadap dua produk kita sekaligus yang akan menghasilkan banyak keuntungan tentunya," ucap Tuan Noto pemilik perusahaan mobil.
"Kita harus tetap mengembangkan dua produk ini agar lebih sempurna dalam pemakaiannya ketika dilemparkan ke pasar industri," sahut Jericho yang benar-benar puas hasil rancangan mobil tuan Noto sesuai dengan keinginannya.
"Kita akan mendulang keuntungan besar tahun ini tuan Jericho. Dewi Fortuna mana yang telah datang dalam hidupmu melahirkan ide hebat seperti itu?" canda tuan Noto.
Jericho teringat akan Delisa. Gadis cantik itu yang memberinya banyak inspirasi tiap kali mereka membahas bisnis. Ada ocehan-ocehan Delisa yang secara tidak langsung memberikan inspirasi untuk Jericho.
"Dia bak Dewi bagiku. Dialah yang membuat aku melahirkan banyak ide," tutur Jericho sambil membayangkan wajah cantik Delisa yang hadir dalam benaknya.
"Maksudnya kekasihmu?" tanya tuan Noto penasaran saat melihat ekspresi wajah Jericho seperti sedang memendam kerinduan pada seseorang.
"Yah, bisa dibilang begitu," sahut Jericho asal.
Penandatanganan kontrak kerjasama untuk edisi ke tiga dalam proyek ini berhasil dilakukan kedua perusahaan itu. Sekarang saatnya mereka harus melihat pengerjaan mobil itu di pabrik yang cukup jauh dari kota.
Jericho ingin membereskan urusannya lebih cepat dari perkiraannya yang awalnya dijadwalkan untuk tiga hari kerja menjadi dua hari. Tuan Noto dan timnya mengajak Jericho dan tamu yang lain untuk berkunjung ke restoran yang sudah di reservasi sebelumnya.
Makanan olahan seafood yang menjadi pilihan mereka. Saat rombongan para bos besar melintasi beberapa meja tamu restoran, Bianca yang sedang makan bersama tuan Alfredo tercekat melihat sosok yang sangat ia rindukan saat ini berjalan dihadapannya.
Hampir saja ia memekik nama Jericho kalau tidak ingat ada Alfredo di sampingnya. Ia hanya bisa bergumam pilu memanggil nama kekasihnya itu.
"Jericho, sayang...!" batin Bianca begitu melihat Jericho masuk ke ruang VVIP untuk para bos besar yang membutuhkan ruang privasi agar tidak menjadi pusat perhatian tamu lain yang ada restoran itu.
"Apakah itu adalah rombongan para dokter yang ada di salah satu rumah sakit di negara ini? tapi tampang mereka sepertinya para pengusaha.
Apakah aku harus bertanya pada pelayan restoran untuk mengetahui tamu restoran VVIP itu?" batin Bianca mencari alasan dengan pamit ke toilet pada tuan Alfredo yang sedang menikmati makan siangnya.
"Alfredo. Aku mau ke toilet."
"Hmm! Jangan lama-lama karena kita harus kembali ke hotel untuk mempertahankan semuanya untuk kembali ke Amerika nanti malam."
"Hah...?! Apaaa...? Kenapa cepat sekali liburannya. Aku masih belum puas mengunjungi tempat wisata di sini," manja Bianca yang belum bisa kabur dari Alfredo.
Alfredo menghunuskan tatapannya pada Bianca yang hanya bisa menggeleng lemah dengan jantung yang hampir copot.
"Maaf sayang. Aku hanya bercanda. Baiklah. Kita akan pulang malam ini, Alfredo. Aku ke toilet dulu. Sudah tidak tahan," ucap Bianca pura-pura sakit perut supaya ia punya waktu yang cukup lama berada di toilet sambil mencari cara menemui Jericho.
"Cepatlah...! Dan jangan coba-coba kabur dariku. Kau tahu resikonya bukan? jika kamu berusaha mengkhianati kepercayaanku, maka aku tidak akan segan membunuhmu," hardik Alfredo dan Bianca hanya bisa mengangguk cepat lalu melangkah dengan anggun menuju toilet diikuti oleh orang suruhannya Alfredo.
Karena toilet itu khusus untuk wanita, anak buahnya Alfredo hanya bisa mengawasi Bianca tidak jauh dari toilet itu. Bianca masuk ke dalam toilet dan melihat ada petugas toilet yang sedang membersihkan kaca wastafel.
"Permisi kak..! Apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Bianca terlihat luwes.
"Iya silahkan nona...! Ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas toilet itu.
"Saya lihat ada tamu VVIP di luar sana. Apakah itu rombongan dokter di kota ini?" tebak Bianca untuk mendapatkan jawaban pastinya.
"Rombongan dokter?" wajah cleaning service itu berpikir keras karena setahu dia rombongan itu adalah para pengusaha ternama. Itulah sebabnya ia dan teman-temannya diminta untuk membersihkan restoran itu sebersih mungkin terutama toiletnya.
"Bukan nona. Itu rombongan para pengusaha yang setahu saya mereka berasal dari negara tetangga," sahut cleaning service itu membuat Bianca terkesima.
"Apaa....? Pengusaha...?" memastikan ucapan wanita muda dihadapannya ini. Cleaning service itu hanya mengangguk. Setelah itu ia meneruskan pekerjaannya.
Bianca menyeringai licik mendengar jawaban cleaning service itu memuaskan dirinya yang sudah lama bermimpi agar suatu hari nanti Jericho akan berubah menjadi seorang pengusaha sukses bukan lagi seorang dokter.
"Kak. Apakah aku boleh minta tolong padamu lagi?" tanya Bianca ramah.
"Apa nona?"
"Begini. Aku ingin kamu memberikan nomor ponselku pada salah satu tamu pengusaha itu. Namanya Jericho. Aku mohon banget kak...!" pinta Bianca seraya memberikan secarik kertas pada cleaning service itu yang menerimanya ragu.
Bianca membuka dompetnya dan memberikan uang yang cukup banyak pada gadis itu. Akhirnya uang yang diberikan Bianca bisa mengubah keraguan wanita itu agar lebih berani untuk melakukan apapun.
"Baiklah. Aku akan mencoba membantumu, nona...! tapi bagaimana caraku mengenali tuan Jericho? Dan mengapa anda tidak menemuinya langsung?"
"Suamiku sangat posesif dan dia tidak akan membiarkan aku bertemu dengan mantan kekasihku itu. Aku hanya ingin mantan aku itu tahu bahwa aku sedang membutuhkan pertolongannya," ucap Bianca dengan wajah memelas.
"Baiklah nona. Aku akan mencoba membantumu," sahut wanita muda itu.
"Terimakasih banyak. Jika kamu berhasil menolongku, aku akan menemuimu lagi agar kamu bekerja ditempat yang lebih baik bukan lagi sebagai cleaning service restoran ini
Aku akan meminta tolong kepada mantan kekasihku agar dia bicara dengan rekan bisnisnya untuk memberikan pekerjaan yang layak padamu," janji Bianca.
Setelah mendapatkan janji manis Bianca, akhirnya gadis itu keluar menemui temannya yang lelaki yang juga cleaning service bagian toilet pria.
Bekal foto Jericho yang dikirimkan ke ponselnya gadis itu ingin berbagi rejeki dengan teman prianya itu. Bianca tersenyum puas meninggalkan toilet itu menuju mejanya Alfredo.
Seperti yang diduga Bianca, Jericho ke toilet saat dirinya hendak meninggalkan restoran itu. Jericho yang masuk ke toilet itu menjadi perhatian petugas cleaning service.
Saat Jericho menuntaskan hajatnya, petugas toilet itu menghampiri Jericho yang sedang mencuci tangannya di wastafel.
"Apakah anda yang bernama tuan Jericho?" tanya petugas toilet itu.
"Benar. Ada apa ya?" tanya Jericho.
"Ini ada pesan dari salah satu tamu restoran ini. Dia memberikan kertas ini pada temanku di toilet wanita untuk disampaikan kepada anda. Namanya Bianca," ucap cleaning service itu seraya menyerahkan kertas itu pada Jericho membuat Jericho syok.
"Apaaa....? Bianca ada di sini? Dia makan di tempat ini juga?" binar Jericho mengambil kertas itu dari cleaning service itu.
"Iya tuan. Mungkin wanita itu masih berada di sini," ucap petugas toilet itu.
Jericho berlari ke luar sambil memasukkan kertas itu ke dalam kantong jasnya.
Karena terburu-buru, kertas itu akhirnya jatuh begitu saja. Ia mencari Bianca di sekitar ruang restoran itu, namun sayang Bianca sudah meninggalkan restoran itu.
semoga kandungannya baik" aja..
Jangan sampe terjadi apa" sama Delisa Yaa Allah.. 🤲🤲🤲
Jericho cepat pulang istrimu dlm bahaya..!!