Freya, gadis berdarah campuran Indonesia-Irlandia yang terperangkap cinta masa kecil.
namun ia melakukan kesalahan besar mengajukan perjanjian konyol dengan Revan si badboy kampus untuk mau menjadi kekasihnya.
" Oke fine... Am yours now. "
Revan akhirnya menyeringai puas.
perlakuan Revan berhasil membuat Freya jatuh cinta, tapi ia harus patah hati dan kecewa akan kesalahan fatal Revan dan penolakan kedua orangtua Revan yang membuat Freya menjauh mengikuti James ke Dublin.
Akankah disana Freya menemukan cinta masa kecilnya ??
** Happy reading ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiny Flavoi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 22
POV KEVAN
Sudah hampir satu jam Kevan menunggu Freya di Lobby hotel. Namun belum terlihat juga tanda-tanda kedatangan gadis itu. Kevan mencoba menelponnya tapi tidak aktif.
Ah, ia baru ingat. Tadi ponsel Freya lowbat dan mungkin saat ini ponselnya tengah di charge. Lalu ia mencoba minta tolong petugas receptionist untuk menelpon Freya melalui saluran intercom. Lagi-lagi tidak diangkatnya.
" apa dia sudah tidur ? sial !! padahal malam ini ada yang mau ku tanyakan", Umpat Kevan sedikit kesal.
Ternyata sejak Kevan bertemu dengan Freya dipesta pertunangan itu, dia sangat mengenali mata birunya yang telah lama menghilang. Si mata bintang yang didalam matanya terlihat binar-binar cantik laksana pijaran bintang. Dan dengan Wajahnya yang sedikit oriental terlihat jelas, bahwa gadis itu memiliki keturunan wajah asia.
Kevan meyakini bahwa gadis itu adalah gadis yang pertama kali membuat dirinya untuk terus memikirkannya. Entahlah, mungkin sebagian banyak orang mengatakan itu adalah cinta monyet masa kecil yang konyol. Tapi bagi Kevan, gadis itu adalah cinta pertamanya yang memiliki ruang tersendiri dihati yang paling dalam.
* flashback on
Mungkin tepatnya kejadian itu sekitar dua belas tahun yang lalu. Kevan diam-diam selalu memperhatikan seorang gadis yang selalu sendirian. Tidak banyak memiliki teman dan selalu menghabiskan waktu istirahat sekolahnya untuk membaca buku diperpustakaan.
Hari itu, dari kejauhan Kevan melihat gadis incarannya sedang asik duduk ditepian kolam taman belakang sekolah sambil membaca buku. Sampai tiba-tiba, ia melihat ada sekelompok anak perempuan mendekati gadis itu dan membentuk barisan berdiri melingkar. Dan dengan gerakan cepat, salah satu dari mereka mengambil paksa buku yang tengah dibacanya. Gadis itu pun mendongak lalu berdiri.
“" hey!! kembalikan milikku!"”, teriaknya sambil meronta-ronta.
Namun mereka tak henti tertawa meledeknya, mereka sambil melempar bukunya secara estafet.
" ambillah kalau kau bisa, bodoh !"
Kata salah satu dari mereka sambil mengangkat bukunya tinggi-tinggi.
Gadis itu pun berusaha mengambil buku miliknya dengan berjinjit-jinjit. Tapi apalah daya, tinggi badannya masih jauh dibawah mereka. Sepertinya mereka memang kakak kelasnya. Itu terlihat dari fisiknya yang lebih tinggi dan besar dari pada gadis malang itu.
Sampai akhirnya, Buku itu tiba-tiba dilempar jauh ketengah kolam. Lalu segerombolan anak-anak nakal itu pergi dengan penuh tawa puas.
Melihat bukunya sudah mengambang ditengah kolam, gadis itu tanpa ragu menceburkan tubuhnya yang masih lengkap dengan tas ransel dipunggungnya. Semakin ke tengah, ternyata kolam itu semakin dalam. Tiba-tiba gadis itu terpeleset dan terjatuh. Ternyata gadis itu tidak pandai berenang, hingga terlihat oleh Kevan hanya tinggal tangannya yang melambai-lambai mengisyaratkan minta tolong. dan seluruh tubuhnya sudah tidak terlihat.
Suasana dibelakang sekolah itu sudah terlihat sepi, karena jam sekolah memang telah usai. Dan Kevan memang sedang mengawasi gadis itu karena selalu membuatnya penasaran. Melihat itu Kevan pun berlari, lalu membuang tas ranselnya dan langsung terjun kearah tengah kolam untuk menolongnya. dengan susah payah kevan menarik tubuh kecilnya, lalu membawanya ketepian kolam.
Gadis itu nampak baik-baik saja. hanya saja dia terlihat kedinginan dan batuk serta nafasnya yang terengah-rengah. Sekujur tubuhnya basah kuyup, termasuk tas ransel yang masih menempel dipunggungnya tersebut.
“" dasar anak ceroboh, kalau tidak bisa berenang jangan coba-coba mendekati air!!"
Bentaknya sambil berlalu pergi. Kevan terpaksa meninggalkan gadis itu sendirian karena dirinya juga telah basah kuyup. Dan memang saat itu sopir yang biasa menjemputnya sekolah telah menunggunya.
" semoga dia baik-baik saja dan segera pulang."
Gumam Kevan saat memasuki mobil jemputannya.
* flashbach off
Tiba-tiba ingatan nya kembali buyar setelah suara ponsel miliknya berbunyi.
Mr.James is calling
" apa kalian baik-baik saja ? kenapa ponsel Freya tidak bisa dihubungi ?", terdengar James sangat khawatir diseberang sana.
"Tadi ponsel Freya kehabisan batre. tapi putri anda baik-baik saja. dia sedang beristirahat dikamar hotelnya", jelas kevan agar James tidak terlalu mengkhawatirkan putrinya itu.
" Oke, Aku merasa tenang sekarang", terdengar James menghembuskan nafasnya. "aku titipkan Freya padamu. karena aku yakin kau lelaki yang baik, Kevan."
" jangan khawatir tuan James, aku akan menjaganya untukmu", ucap Kevan penuh arti.
" terimakasih. sampai jumpa."
Setelah mengakhiri panggilannya dengan James, Kevan akhirnya memutuskan untuk kembali kekamar hotelnya. Karena rasa laparnya kini sudah hilang dengan tidak datangnya Freya malam itu.
" gadis itu, selalu saja membuatku penasaran", Lirih kevan seraya menyunggingkan senyuman miring, lalu memejamkan kedua matanya untu melepas rasa lelah seharian ini.
ini baru ilustrasi yg top
lelaki hidung belang jg yahhh kirain bener2 mncintai hadehhh