Ingat! Di depan orang tuaku kamu istriku. Tapi itu tidak berlaku jika hanya sedang bersama ku. Karena kamu hanyalah istri yang Aku nikahi di atas surat perjanjian.
Suci Lestari, remaja polos yang terpaksa menikah dengan pria dewasa yang begitu kejam dan sering berbuat semaunya, Suci terpaksa menikah dengannya, karena butuh uang untuk kelangsungan hidup keluarganya. Watak: penyabar dan pemaaf dan penuh kasih sayang
Edo Sanjaya, pria arogan, kejam, dan selalu bertingkah semaunya dia adalah penguasa perusahaan besar di negeri ini.
Pernikahan yang mereka jalani hanyalah pernikahan settingan, keluarga Edo tidak mengetahui apa yang mereka rencanakan, sampai-sampai suatu hari kedua orang tua Edo mengetahui semua rahasia besar itu.
Lambat laun keduanya memiliki perasaan saling mencintai, walaupun ada wanita lain yang terus mengganggu kehidupan keduanya, akan tetapi Suci selalu sabar dan selalu memaafkan semua kejahatan yang Cindy lakukan.
Siska ibu tiri yang kejam, matre dan pendendam, ingin menghancurkan kehidupan Suci anak tirinya itu, akan tetapi semua usaha yang dilakukannya selalu sia-sia.
Rika, mertua yang baik hati dan penyayang.
Penasaran?
Yuk lanjut membaca.
Novel karya dan imajinasi pribadi tanpa melibatkan siapapun di dalamnya
Happy Reading All😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitrikanal29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takut kehilangan.
{{ Jangan lupa tap 👍 dan vote ya reader agar Author semangat terus up nya dan terimaksih yang sudah like dan Vote karya Author , Happy Reading 😍}}
Saat Edo terus menerus mengecup bibirnya, Suci tersadar dan segera bangun dari tidurnya yang sedari tadi sudah terganggu.
"Tuan," sapanya, dengan wajah kaget dan rambut acak-acakan. Edo pun tertawa lepas karena merasa lucu melihat wajah polos istrinya dengan rambut acak-acakannya dan piyama yang semua kancingnya terbuka, karena semalam belum sempat ia kancing langsung tertidur pulas.
Tumben nih beruang kutub tertawa selepas ini, apa ada yang lucu?. batin Suci heran melihat suaminya yang terus tertawa tanpa jeda.
Ketika matanya terarah ke bawah Suci pun sadar jika suaminya menertawakannya dan gadis itu segera menutup tubuhnya dengan selimut.
"Jadi ini yang membuat Tuan tertawa terbahak-bahak seperti sekarang ini?" dengan polos Suci menanyakan apa yang suaminya lihat.
"Kalau iya kenapa?" ledeknya, lalu menjulurkan lidahnya dan tertawa kembali.
"Dasar muka mesum." Suci pun memukul suaminya berkali-kali dengan bantal yang ada di hadapannya.
"Ampun...., jangan pukul lagi, aku minta maaf, habisnya kamu lucu sih," ujar Edo, sambil menyembunyikan senyumnya.
Suci pun langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, hari ini ia sedikit santai karena Suaminya libur bekerja.
Lalu Edo menyusul istrinya ke kamar mandi, sepertinya bukan Edo jika tidak mengganggunya lagi di kamar mandi.
"Tuan, apa lagi sih? kita kan sudah melakukannya beberapa kali semalam," ujarnya sambil menjauhkan badannya dari tubuh suaminya.
"Itu kan malam, sekarang lain lagi," sahut Edo, lalu mengerlingkan matanya sebelah.
Benar-benar Edo tak puas ngerjain istrinya dari semalam, dan pagi pun memintanya lagi.
Suci tak habis pikir dengan Suaminya yang tidak ada bosannya melakukan itu dengannya.
"Sayang, ayo lah." Edo pun terus merayu istrinya sampai Suci luluh dalam buayannya.
Tak ada yang bisa ia perbuat jika Edo sudah menginginkan dirinya. Suci hanya bisa pasrah dan melayani suaminya dengan ikhlas.
Selesai melakukannya di kamar mandi merekapun segera membersihkan tubuhnya lalu kembali ke kamar.
"Tadi mami telpon," ujar Edo memberitahu istrinya yang sedang memakai baju.
"Iya, Aku ada janji mau temenin Mami belanja dan jalan-jalan, Tuan mau ikut?."
"Memang kalian mau jalan-jalan kemana?" tanyanya.
"Mana ku tahu, Mami yang ajak dan aku ikut aja kemana Mami bawa," jawabnya.
"Hmmm...." sahut Edo singkat.
Selesai mengenakan baju Suci poles wajahnya dengan make up tipis-tipis menggunakan lipstik warna nude yang membuat bibirnya semakin terlihat seksi.
Dari atas kasur Edo memperhatikan istrinya yang begitu anggun menggunakan gaun di atas lutut dengan make up tipis Natural.
melihat istrinya yang sudah cantik Edo pun berfikir jika dia tidak ikut, takut istrinya di goda lelaki lain di luaran sana, dan ia pun segera memakai baju rapi untuk ikut jalan bareng Mami dan istrinya.
"Aku, akan ikut sekarang" ujarnya seraya memakai pakaian santai dan warna senada dengan istrinya.
"Beneran mau ikut ibu-ibu belanja? nanti bosan loh," ujar Suci.
"Iya, beneran, yasudah ayo kita berangkat cepat."
Kenapa jadi dia yang semangat, tadi aja ogah-ogahan, aneh!. batin Suci heran dengan tingkah Suaminya yang berubah-ubah seperti bunglon. Yasudahlah pusing mikirinnya.
Kedua pasutri itu pun sudah siap untuk berangkat dan tak lupa mengabarkan Mami Rika jika mereka sudah siap.
"Halo Mih," sapanya setelah teleponnya terhubung.
"Iya sayang," sahutnya lembut.
"Suci sudah siap berangkat, dan mas Edo mau ikut."
"Yakin Edo mau ikut kita belanja," tanya Mami Rika ragu, karena dia tahu anak lelakinya dari dulu tidak suka jika di ajak belanja.
"Entahlah, Mas Edo sendiri yang mau ikut, Suci tidak memaksanya kok." jelasnya.
"Yasudah, kalau begitu tunggu disitu sebentar lagi Mami sampai ke tempat kalian,"ujarnya, lalu mengakhiri sambungan telponnya.
BERSAMBUNG....
blm pada plng para karyawan 🤭
tapi di sini kok asisten nya lebih hebat dari bos nya....
berkuasa tapi seakan kekuasaan nya ga ada artinya,,, ngadepin satu perempuan yang ga punya urat malu dan ngejar ² dia kok gak di lawan malah diem aja....
jd mau nya itu nempel terus dekat SM istrinya 🤭🤣🤣🤣
ga mau jauh dari istrinya 🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
makanya jd gempur istrinya terus ²an....