NovelToon NovelToon
Bloodthirsty Handsome

Bloodthirsty Handsome

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rizky Rachma

"Kalau hati sudah memilih, otakku ini bisa apa?!"

Devian Almero, sosok pria tampan yang sama sekali tak mengerti perihal cinta sebelum bertemu dengan Diandra.
Ya, Diandra. Gadis manis itu mampu menggetarkan hati Devian saat awal perjumpaan.

Hingga akhirnya Devian nekad mengejar Diandra dan langsung mengklaim gadis itu sebagai milik. Berjalannya waktu, hujan rasa kasih sayang yang diberikan Devian, akhirnya mampu menaklukan hatinya.
Namun, sebuah fakta mencengangkan muncul di saat keduanya memadu kasih. Diandra baru mengetahui bahwa pasangannya itu ialah 1 diantara 7 anggota psikopat dari Keluarga Breadsley.

Sanggupkah Diandra menjalani hidup bersama Devian, sang psikopat tampan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizky Rachma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sean Ravanega??

*Holla semua. Aku update lagi. Karena melihat minat antusias dari para pembaca aku jadi semangat ngetik part lanjutanya.

Terimakasih banyak yang sudah berkenan mampir di ceritaku serta ninggalin like, komen, vote, juga rate. Semua itu sangat mendukung author.

Happy Reading 📖*

.

.

.

Gio mengayunkan kaki memasuki pintu utama rumahnya yang megah. Membuang tas sekolah ke sembarang tempat lalu pergi menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Tulang disekujur tubuhnya terasa remuk. Kening dan ujung bibirnya nampak mengelurakan darah. Sudah biasa bagi Gio babak belur seperti ini. Akibat ulahnya yang gemar tawuran di sekolah maupun di luar sekolah.

Gio terkejut saat memasuki ruang besar penuh dengan poster dan furniture anime yang tak lain ialah kamarnya. Melihat seorang pria berkemeja navy sedang duduk di depan meja belajarnya sembari memandangi sebuah bingkai berisi selembar foto di tanganya.

"Kakak," sebutnya datar.

"Ngapain masuk-masuk kamar gue?" imbuhya menatap tak suka.

Pria itu meletakkkan bingkai foto kembali pada tempatnya. Menatap dingin ke arah Gio yang saat ini sedang duduk di tepi ranjang.

"Apakah ini sambutan dari seorang Adik pada Kakaknya yang sudah lama tak bertemu?" tanyanya tersenyum sinis.

Gio berdecih. "gue nggak suka aja ada orang yang lancang secara bebas keluar masuk kamar gue!" jawab Gio seraya melepas sepatunya.

"Oke soory gue cuma pingin lihat perubahan kamar lo. Ternyata nggak ada yang berubah. Kamar lo selalu berantakan dan penuh dengan karakter anime. Dan ternyata manusia penghuni kamar ini juga nggak berubah. Selalu cuek dan galak," ucap pria itu dengan tatapan mengejek.

"Ah berisik lo! Sana keluar! Gue mau tidur," usir Gio lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang, terpakasa memejamkan mata walaupun tak mengantuk.

"Oke gue keluar. Nanti malam gue tunggu. Kita makan malam sama-sama. Gue kangen sama adik gue yang bandel ini." Pria itu mengacak gemas rambut Gio lalu melangkahkan kakinya pergi keluar dari kamar.

Gio membuka matanya setelah mendengar bunyi pintu kamarnya di tutup. Meletakkan kedua tangannya di belakang kepala sebagai bantal.

Cowok itu menghela nafas panjang. Kepulangan kakaknya justru membuat moodnya berantakan. Jujur, ia lebih merasa tenang jika hidup berjauhan dengan kakaknya.

Sean Ravanega. Sosok misterius yang selalu bersembunyi di balik kegelapan. Big bos dari Klan Black Shadow--klan besar yang tersebar di beberapa negara yang berjumlah jutaan anggota.

Klan Black Shadow yang dipimpin oleh Sean sering di minta untuk mendampingi orang-orang penting pemerintahan. Tak hanya berasal dari kalangan pemerintah, klan ini juga sering di sewa mendampingi pengusaha kaya raya untuk menjamin keselamatan nyawa mereka dari para pesaing bisnis. Bagi mereka, bunuh membunuh sudah menjadi hal biasa. Tentunya dengan bayaran yang sepadan, bisa dibilang sangatlah fantastis. Tak heran jika menilai dari rumah megah yang menjadi tempat tinggal Gio saat ini di dapatkan juga dari hasil kerja keras dari Sean selama ini. Namun Gio sedikitpun tak pernah bangga akan jabatan maupun harta yang melimpah di balik nama kakaknya. Ia justru menyembunyikan rapat-rapat tentang sosok kakaknya pada orang luar termasuk Diandra.

*

Suara derap langkah terdengar oleh Diandra. Ia meneliti ke depan, terlihat Chester berjalan menghampirinya. Secara kasar ia segera menyeka air matanya. Tak ingin terlihat lemah di hadapan orang lain.

"Kak Chester kok di sini?" tanya Diandra memerjapkan mata beberapa kali.

"Emang nggak boleh ya kalau gue kesini?" Chester tersenyum. "yuk gue anter pulang ke rumah!"

"Loh kok ...." Diandra nampak bingung.

"Devian tadi telfon, nyuruh gue buat jemput lo di sini," sahut Chester menjawab kebingungan dari Diandra.

"Oh dia yang nyuruh!" raut wajah Diandra berubah malas. "nggak usah repot-repot. Gue bisa pulang sendiri kok!

"Idih! Ceritanya lo nolak jemputan gue nih?! Gue udah buru-buru loh tadi kesini. Masak iya marah sama Devian ngimbasnya juga ke gue!" Chester berdecak kesal seraya berkacak pinggang.

Menimbang ucapan Chester barusan Diandra jadi memutuskan untuk mau diantar pulang.

"Ya sudah gue mau pulang bareng Kakak."

Chester tersenyum senang. Berbaik hati membantu Diandra mendampinginya berjalan sampai ke mobil.

BMW hitam melaju membelah jalan. Kaca jendela di turunkan setengah bagian, pendingin AC dalam mobil sengaja dimatikan.

Tak canggung, Chester bernyanyi mengikuti suara lagu audio di mobil dari penyanyi favoritnya--Coldplay yang berkolaborasi dengan grup band asal Amerika--The Chainsmoker.

With some superhuman gifts

Some superhero

Some fairytale bliss

Just something I can turn to

Somebody I can kiss

I want something just like this

Doo-doo-doo, doo-doo-doo.

Diandra pun tak ingin ketinggalan. Ikut hanyut dalam alunan musik bergenre pop elektro dan ikut bernyanyi bersama Chester. Suara keduanya sama-sama mendominasi.

"Ndra lo mau nggak mampir ke salon gue sebentar?" tanya Chester yang di respon anggukan pertanda mau dari Diandra.

Beberapa menit kemudian mobil mewah itu memasuki halaman parkir sebuah bangunan salon yang nampak besar.

"Yuk turun Ndra. Kita dah nyampek," ajak Chester. Pria itu memutari mobil lalu membukakan pintu untuk Diandra.

Diandra menatap takjub pada bangunan besar tingkat 3 di hadapanya. Terdapat tulisan besar di depan salon itu bertuliskan 'Breadsley salon by Chester'.

Chester mengajak Diandra masuk ke dalam. Seorang pelayan membukakan pintu dan dengan ramah menyambut kedatangan mereka.

Di lantai satu terdapat meja resepsionis. Desain ruangan itu terlihat megah karena di dominasi dengan warna gold juga furniture modern yang memadai.

"Selamat sore Tuan Chester," sapa seorang pegawai di bagian resepsionis pada pemilik salon tersebut.

Chester tersenyum kecil.

"Sore. Tolong ya kalian bawa Nona manis ini untuk melakukan full treatment terbaik di salon ini," ucapnya memberi titah.

Satu orang pegawai menghampiri Diandra, membantunya menuju lift ke lantai dua.

"Loh kak gue mau di apain?" gadis polos itu tak mengerti dengan tujuan Chester membawanya kemari.

Rupanya hal ini sudah direncanakan oleh Chester. Ingin merombak Diandra agar lebih terlihat menarik. Ya walaupun hanya butuh sedikit polesan menilai wajah Diandra itu sudah sangat cantik.

"Udah Nona manis nurut aja. Gue bakal buat lo lebih glowing. Biar Devian makin sayang sama lo dan si ulat bulu yang suka nempel sama Dracula itu ... sadar diri kalau dia nggak pantes buat Devian."

Sejujurnya Devian tak pernah memandang Diandra dari segi fisik. Yang disukai olehnya saat awal jumpa dengan gadis itu adalah tatapan dari binar mata indah milik Diandra. Tatapan mata yang mengingatkannya lagi pada seseorang dari kehidupannya di masa lalu.

3 jam kemudian Diandra selesai menjalani semua treatment. Tinggal sentuhan akhir di rambutnya yang akan di tangani sendiri oleh Chester.

Pertama Chester meng-creambath surai panjang kecoklatan itu. Setelahnya ia sedikit memangkas panjang rambut Diandra. Memberi sedikit warna di bagian tertentu. Karena kulit gadis itu terkesan putih, warna yang cocok di padukan oleh surainya ialah warna pirang. Tahap terakhir tangan berpengalaman milik Chester bermain dengan catok khusus merubah rambut menjadi curly. Chester meng-curly gantung rambut Diandra, dimana hanya pada bagian bawahnya saja.

"Jeng jeng!" ucap Chester setelah selesai merombak gaya rambut Diandra.

Gadis itu membulatkan mata sempurna. Menatap bayangan dirinya yang jauh lebih baik dari sebelumnya pada cermin.

"Devian memang jago pilih pacar. Wajah sama hati udah mirip kaya bidadari," puji Chester disambut senyum mengembang pada bibir Diandra.

"Ndra ini kan malam minggu. Para anak Breadsley pasti kumpul di club malam ini. Lo mau nggak setelah ini ikut gue kesana? Gue pingin lihat si ulat bulu kepanasan lihat lo yang cantiknya begini." Chester menatap Diandra penuh harap.

"Emm ...." Diandra nampak berfikir sejenak lalu melirik pakaiannya sendiri. Bagaimana bisa ia pergi ke club sementara seragam sekolah masih menempel pada tubuhnya?

"Lo mikirin masalah pakaian ya?" tanya Chester.

Diandra meringis seraya mengangguk. Chester sudah mirip cenayang. Bisa tepat menerka apa yang difikirkan oleh Diandra.

"Kalau masalah itu lo tenang aja manis. Yuk ikut gue ke lantai 3."

Di lantai tiga terdapat barisan patung berjejer rapi, berbalut aneka gaun hasil karya dari rancangan desainer terampil.

Gadis itu menatap kagum melihat beberapa gaun yang nampak mewah dan cantik. Sentuhan klasik tak kalah modern dari motif pada gaun memperlihatkan sisi kemewahan yang abadi.

"Ndra bibir lo menganga terus kaya ikan mujaer kehabisan oksigen tau nggak!" ejek Chester melihat gadis disampingnya itu tak kunjung mengatupkan bibirnya karena kagum.

"Ini semua karyanya kak Chester?" Gadis itu mengalihkan tatapanya pada sosok pria berkacamata bening di sampingnya.

"Ya gitulah," jawab Chester tenang. Tak ingin terkesan congkak walaupun rancangan desainnya sudah mendunia. Bahkan sudah pernah naik ke panggung pekan mode di New York.

Chester membuka lemari kaca yang berisi beberapa dress rancanganya. Memilah satu per satu isi dalam lemari. Mencari dress yang tepat untuk Diandra lewat insting seorang desainer.

"Nah ini cakep buat lo manis!" ucapnya antusias menunjukan pada Diandra sebuah dress berwarna hitam.

"Coba sekarang pakai ini," ujar Chester seraya menunjukan arah ruang ganti.

Menit berikutnya gadis itu keluar dari ruang ganti. Chester yang menunggu di luar segera membalik tubuhnya saat mendengar suara pintu ruangan di buka.

Chester terpukau melihat penampilan Diandra yang nampak mempesona. Sampai-sampai ia menelan saliva secara susah payah bahkan sedikitpun tak mengedipkan mata.

"Kak hallo," ucap Diandra seraya melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Chester.

"Oh ya. Ndra cuzz kita otw club. Gue nggak sabar lihat ekspresi wajah si Dracula sama si ulet bulu," ejeknya di akhiri ledakan tawa kompak dari keduanya.

1
Vitamincyu
...
Novia Ayu Apriani
horang Kya bebas cui
tf-boy
good
Novianti Ratnasari
merinding baca nya thour serem
Novianti Ratnasari
gila bener si Davian langsung gaspol aj.
Novianti Ratnasari
kaya nya seru nich cerita
Novianti Ratnasari
serem bgd semua cogan nya Spikopat
Octa Febian Nii
de best ka, aalur suka banget, gk bikin bosen, sehat terus ka🥰🥰🥳🥳🥳
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Nurul Azizah
q
Nurul Azizah
iiji9
Gina Gayatri
jangan di ganti
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) & FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Syifa Azzahra
nyimak
Salmah S
Sadiiisss...
Samsul Rubiah
So sweet banget
Putri
yg ini aja, manis2 gimana gitu...
Dee Na
agh si diandra ini sdh tau devian suka bunuh org jg,
Sartini Dimitri Mah
ceritanya bagus
Fitria
Byk pesan moral yg terkandung di dalamnya, ceritanya jg seru, bikin greget, bikin emosi, bikin sedih, nano² deh rasanya, pokoknya membawa pembaca ikut masuk ke alur ceritanya, penulisnya 👍
"Jgn mudah percaya ucapan org lain, walaupun dg bukti yg nyata, krn org licik bisa melakukan apapun itu. Jgn sprti Devian yg mudah percaya kalo Zea adl Melody masa lalunya tnp menyelidikinya terlebih dahulu, sampai mengabaikan & menyakiti Diandra. Tegaslah dlm berprinsip, jgn ingin keduanya tp mengabaikan org yg tulus dg nya. & ternyata Diandra adl Melody masa lalunya."
"Jk kita mencintai seseorg, kita hrs bisa mnjaga kepercayaannya, mnjaga hati, pikiran & tubuh kita hny utk nya. Jgn sprti Devian yg menyentuh Kimberly hny krn obat perangsang, walaupun Diandra tdk tau saat itu, taunya saat ucapan Kimberly sblm kematian."
Moertini
terimakasih bagus ceritanya..terus berkarya
...dilanjutin yaaaa..semangat
ms huang
smangattt thor!!! intip karyaku jg y SATU DAN SELAMANYA ..tq !!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!