NovelToon NovelToon
Salah Pengantin

Salah Pengantin

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:402.7k
Nilai: 5
Nama Author: Danie A

Brisa tiba-tiba terbangun di tempat asing, ia di culik dan kini sudah mengenakan pakaian pengantin. ia tak tau kenapa dan siapa yang sudah melakukan semua ini. Sampai ia tau jika ia sudah menjadi seorang istri dari pria misterius yang tak pernah ia temui bernama Tuan Adam.

Hidup Brisa berubah, menjadi istri seorang tuan Adam menjadikan seorang Cinderella. Ia membalas semua perbuatan keluarga yang pernah menyia-nyiakan dirinya. Sampai suatu ketika, pria bernama Tuan Adam berdiri didepan mansion tempat tinggal Brisa.


"siapa wanita ini?" tuan Adam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22

Brisa mulai membuka kelopak matanya perlahan setelah gadis itu terlelap selama tiga hari lamanya. Di sebuah ruangan tertutup dengan ranjang empuk, Brisa menerima perawatan sampai akhirnya gadis itu pun sadar.

Begitu bangun dari tidur panjangnya, penglihatan Brisa langsung memindai tempatnya beristirahat saat ini. Tempat ini tak begitu asing bagi Brisa. Gadis itu pun semakin waspada begitu ia melihat seseorang yang mendekat padanya.

"Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku bisa berakhir di tempat ini?" batin Brisa.

Brisa nampak terkejut begitu ia melihat Maximilian. Baru pertama kalinya Brisa berjumpa dengan dokter pribadi dari Tuan Adam itu. "Akhirnya kamu bangun juga," sapa Maximilian pada Brisa sembari melempar senyum ramah.

Meskipun pria itu bersikap manis dan ramah pada Brisa, tapi gadis itu tetap harus waspada berada di sekitar Maximilian. "Kalau tidak salah, bukankah dia dokter pribadi Tuan Adam?" batin berita.

Brisa masih sibuk mengoceh sendiri dalam hati, tanpa berani mengungkapkan isi pikirannya pada Maximilian. Maximilian terus tersenyum pada Brisa dan merawat gadis itu dengan baik.

"Bagaimana perasaanmu sekarang? Kalau ada keluhan, katakan saja padaku. Apa ada bagian tubuhmu yang terasa sakit?" tanya Maximilian dengan suara lembut.

Brisa masih tetap diam dan membiarkan Maximilian mengoceh sesukanya. "Kamu tidak demam, kan?" tanya Maximilian lagi sembari memeriksa dahi Brisa.

"Apa kamu merasa pusing? Aku akan melakukan pemeriksaan dasar. Kamu bisa beristirahat kembali," sahut Maximilian terus berbicara meskipun pria itu tidak mendapatkan respons dari Brisa.

Pria itu merawat dan menjaga Brisa dengan baik. Kondisi Brisa saat ini pun sudah cukup stabil, meskipun luka tembak Brisa masih membutuhkan waktu untuk pemulihan.

"Aku sudah menyiapkan obat yang sangat manjur untukmu! Untuk beberapa hari ke depan, lebih baik kamu beristirahat saja di rumah dan jangan menggerakkan lengan secara berlebihan!" ujar Maximilian.

Brisa hanya mengangguk tanpa mau menatap wajah Maximilian. Gadis itu masih sibuk bertanya-tanya dalam hati, dan membuat asumsi sendiri.

"Mungkinkah dia yang membawaku ke sini? Tapi bagaimana bisa dia bertemu denganku di jalan?" batin Brisa.

"Kamu terus menatapku dengan tatapan was-was seperti melihat penjahat. Apa aku terlihat menakutkan?" gurau Maximilian sembari mengganti perban luka Brisa.

Sepertinya sikap waspada Brisa terlalu mencolok. "Aku ada di mana sekarang?" tanya Brisa akhirnya mulai membuka suara.

Maximilian menoleh ke arah Brisa sembari melempar senyum pada gadis itu. "Kamu berada di tempat yang aman sekarang."

"Siapa yang membawaku kemari?" tanya Brisa lagi.

Maximilian kembali tersenyum. Setiap kali pria itu tersenyum, justru membuat Brisa semakin waspada. Bisa saja Maximilian menyimpan maksud tertentu di balik senyumannya pada Brisa.

"Coba kamu tebak!" cetus Maximilian mencoba mempermainkan Brisa tanpa memberikan jawaban langsung untuk memuaskan rasa penasaran gadis itu.

"Apa-apaan pria ini? Sejak tadi dia terus tersenyum tidak jelas. Kenapa dia menyembunyikan sesuatu dariku?" batin Brisa penuh curiga.

"Aku tidak ingin bermain tebak-tebakan!" ketus Brisa.

"Tidak akan seru kalau aku memberitahunya langsung padamu!" timpal Maximilian.

Brisa hanya bisa berdecak kesal tanpa bisa memaksa Maximilian untuk memberitahu hal yang ingin ia ketahui. "Kamu bisa memikirkan siapa pun! Kamu pasti akan terkejut saat kamu tahu orangnya nanti!" ujar Maximilian.

"Apa dia sengaja membuatku semakin penasaran?" gerutu Brisa dalam hati.

"Kalau kamu tidak mau memberitahu, aku tidak akan bertanya lagi!"

Maximilian tertawa kecil. "Kamu bisa mencoba menebaknya. Kira-kira siapa orang yang berhasil menemukanmu dan membawamu kemari. Kamu benar-benar tidak bisa memikirkan seorang pun?"

"Aku sedang tidak ingin meladeni gurauan darimu."

"kamu tidak perlu semarah itu padaku. Sebentar lagi kamu juga akan tahu orangnya," sahut Maximilian kemudian.

Brisa semakin gugup. Kira-kira siapa orang yang sudah menemukan dirinya dan membawanya ke tempat itu? Brisa takut identitasnya sebagai mata-mata akan terbongkar. Brisa takut misinya juga akan ikut terancam.

"Aku ingin pergi dari sini!" seru Brisa tiba-tiba.

"Kamu tidak bisa pergi begitu saja! Tubuhmu masih sangat lemah! Kamu masih membutuhkan perawatan. Kamu tidak ingin pingsan selama tiga hari lagi, kan?" ungkap Maximilian.

Brisa membelalakkan mata. "Tiga hari? Aku tidak sadarkan diri selama tiga hari?" tanya Brisa tak percaya.

"Kamu kira kamu hanya tak tidur selama satu sampai dua jam saja? Hari sudah berganti. Kamu hampir saja mati beberapa hari yang lalu," cetus Maximilian.

Pria itu pun menghentikan perbincangannya bersama dengan Brisa, dan segera menyiapkan obat yang harus segera diminum oleh pasien yang tengah dirawatnya itu. "Kamu tunggu saja. Penyelamatmu akan segera datang untuk menjengukmu," ucap Maximilian.

Pria itu menyiapkan makanan dan juga obat untuk bisa dan menemani pasien yang melahap makanan hingga habis. "Minum semua obatnya jika kamu ingin cepat sembuh!" perintah Maximilian.

Kini perut Brisa sudah kenyang. Obat pun juga sudah masuk ke dalam perutnya. "Apa yang terjadi padaku setelah malam itu?" gumam Brisa makin penasaran dengan hal yang terjadi di saat dirinya tidak sadarkan diri.

"Sebenarnya tempat apa ini?" Brisa mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan dan mencoba mencari petunjuk tentang keberadaan dirinya saat ini.

"Pria itu tidak memiliki maksud buruk padaku, kan? Dia bisa saja membunuhku saat aku sekarat beberapa hari yang lalu. Tapi dia justru memilih untuk menyelamatkanku dan membawaku ke tempat ini. Aku pasti benar-benar berada di tempat yang aman, kan?" gumam Brisa mencoba menenangkan dirinya sendiri.

Di saat seperti ini, Brisa tidak bisa sepenuhnya bergantung pada orang lain dan mempercayai orang asing. Namun, setidaknya gadis itu masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan hidup, meskipun Brisa hampir saja terbunuh sebelumnya.

"Siapa sebenarnya orang yang menyelamatkanku? Apa itu orang yang berdiri di depanku di jalan waktu itu?" Brisa teringat kembali dengan sepatu pria yang ia lihat sebelum dirinya pingsan. Sayangnya, Brisa tak dapat melihat wajah pria tersebut.

Brisa pun mencoba untuk turun dari ranjang dan berniat untuk berkeliling ruangan, untuk mencari tahu petunjuk di mana ia berada. Namun langkah gadis itu tertahan, karena melihat kenop pintu bergerak. Brisa pun mengurungkan niatnya untuk bangkit dari ranjang dan kembali ke tempatnya semula.

Seseorang mulai muncul dari balik pintu, tepat saat Brisa baru saja duduk rapi di atas ranjang dan menutup bagian bawah dengan selimut. Brisa cukup terkejut begitu menikmatinya menangkap seseorang yang begitu familiar yang kini sudah berdiri di ambang pintu.

Orang yang masuk ke dalam ruangannya itu tidak lain ternyata adalah Tuan Adam. Meskipun terkejut, Brisa mulai merasa lega ia berjumpa dengan seseorang yang ia kenal. Namun, mendadak gadis itu juga merasa takut.

Bagaimana Tuan Adam bisa menemukannya? Apakah pria itu tahu kalau Brisa sengaja menyelinap keluar dari mansion malam-malam? Atau mungkinkah pria itu tahu jika Brisa mempunyai dua pekerjaan dan salah satunya adalah seorang mata-mata?

"Kenapa bisa ada Tuan Adam di sini? Apa mungkin Tuan Adam sudah tahu sesuatu?" batin Brisa.

****

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
jiah tamat pula

kk ku nantikan karya2 mu lagi yaa 😘😘😘
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
pasangan gila rupanya
setlah drama sekian lama akhirnya adam memilih brisa yg gila
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
lanjutkan kk makin seru lhoo
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
lama sekali g up kk
apa kabr smoyn
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : pantes un folow rupanya
polo ulang deh mbk yuu
apa kabar di jogja
total 2 replies
Eka Sih
cerita nya menarik, beda dengan yang lain
Rina Christina
nggak jelas ini
Rose_Queen
apakah saat menikah, adam tidak melihat wajah bisa ?
jangan sampai dipikirnya ia menikahi kekasihnya
Rina Christina
Luar biasa
" sarmila"
mmpir lagi semngt
Haryanti Haryanti
kalo gk ada terusanya seenggaknya bilang gk sanggup nulis lagi
prasmiwari
seruu sih penuh dgn teka teki
Haryanti Haryanti
sekarang penulis pda mandeg di jln ada apakah
Ma Malikha
hayooo sapaniih
Rieta Natasyah
bodoh amat menjadi seorg wanita
Sri Wahyuti
Kecewa
Daniah
di tunggu kak upnya 🙏
suket teki
kok Lum update Thor, rindu loh
etna winartha
gila dah lho tuan adam salah mu sendiri
etna winartha
Luar biasaceritranta sadis
Ovi Malik
Thor kmn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!