Don't Bom Like ‼️ jika ingin mendukung boleh baca nyicil. Beri like, komentar, atau hadiah seikhlasnya.
Awal pernikahan secara mendadak karna sebuah kecelakaan membuat Reza dan Caramel terpaksa di nikahkan demi menghilangkan sebuah aib. Caramel yang belum siap secara mental terpaksa harus menikah dengan Reza seorang pria yang tidak di cintainya. Reza membawa Caramel di tengah-tengah keluarganya. Banyak hal dan masalah terjadi selama Caramel berada di rumah Reza karna Mama Reza tidak menyukai Caramel. Bagaimana kisah selengkapnya semuanya akan di ceritakan di sini. Mari ikuti ceritanya sampai selesai Besty.🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dianggap pembantu
Saat Reza ikut Rafael tinggal Caramel dan ibu mertua nya di rumah. Almira sengaja menyuruh Caramel memasak saat itu sedang ada tamu teman-teman arisannya bertamu di rumahnya. Tapi sebelum itu Almira juga menyurunya menyediakan cemilan dan minuman untuk teman-temannya.
Setelah beberapa saat kemudian, Almira memanggil Caramel.
"Caramel...!" teriak Almira.
"Iya Bu ... bentar nya," ucap Caramel yang masih bingung akan buat kue apa. Ia cuma membuat minuman teh panas untuk para tamu Almira.
"Caramel...!" teriaknya Almira kedua kalinya.
"Iya Bu," sahutnya.
Akhirnya Caramel keluar membawa nampan berisi minuman untuk para tamu.
"Lama banget sih kamu! lelet banget kerjanya," ujar Almira dengan ketusnya.
"Maaf Bu, saya mengerjakan tugas yang lain juga," ucap Caramel apaadanya.
Almira memasang wajah sinisnya. "Lho kenapa cuma minuman yang kau suguhkan pada kami. Mana cemilannya!" tanya Almira.
"Belum jadi Bu maaf, saya masih mengerjakannya," ucap Caramel rada takut.
"Udah sana. Kerjain jangan lama-lama ya!" perintah Almira.
"Baik Bu ...!" Caramel pamit ke dalam lagi pada semua tamu.
"Dia siapa Al?" ucap salah satu temannya.
"Oh dia pembantu baru aku," jawab Almira menyangkal.
"Sopan banget anaknya, dari kampung ya?" tebaknya.
"Iya dari kampung, sopan apa ya dia gak tau buat apa-apa bikin jengkel aja!" cetus.Almira.
"Sabar aja Al, kan dia masih baru wajar aja lah," saran temanya yang bernama Bu Sita itu.
Almira mengalihkan pembicaraan ia tidak mau membahas Caramel ke teman-temannya takutnya teman-temannya tau kalau Caramel adalah menantunya ia tidak mau menanggung malu.
Caramel menarik napas dalam saat mendengar kalau mertuanya bilang dirinya seorang pembantu.
"Tega banget Bu Almira, menganggap aku pembantunya," ucapnya kesal ia mencoba untuk bersabar.
Caramel berusaha membuat camilan untuk para tamu mertuanya ia mencari resep kue diposelnya dan langsung mempraktikkannya. Setelah beberapa saat cemilan sudah jadi ia membuat yang simpel dan enak semacam kue jajanan masa kini yang sedang viral-vitalnya.
Setelah jadi Caramel mengantarkannya ke tamu Almira. Semua tamu memasang senyum ke arah Caramel, Caramel pun membalas senyuman setiap tamu. "Silahkan dicicipi kue nya ibu-ibu, maaf cuma ini yang dapat saya buat karna saya tidak bisa bikin yang lebih dari ini," ucap Caramel merendahkan dirinya.
"Gak apa-apa kok, ini juga sudah syukur nampaknya kue nya enak," ucap salah satu ibu-ibu.
"Silakan coba aja," ujar Caramel dengan ramah.
"Kamu cantik sekali siapa namanya?" tanya ibu itu yang tertarik ingin berkenalan dengan Caramel.
"Caramel," ucap Caramel terseyum.
"Wah nama yang bagus, seperti orang nya udah ramah cantik lagi," puji seorang ibu.
Almira merasa dongkol melihat Caramel ikut mengobrol dengan ibu-ibu teman-temannya itu.
"Eh Jeng Sita dan Jeng Anggi kok kalian pada kenalan sama Babu sih, gak asik banget!" ucap Almira dengan ketusnya. Ia melototi Caramel agar segera ke dapur.
Heh Kamu! sana ke belakang, tugas mu bukan di sini," usir Almira pada Caramel.
Caramel pun pergi setelah pamitan dengan ibu-ibu itu. Dalam hati Caramel merasa jengkel karna Almira tidak menganggap nya sebagai menantu malah bilang ke semua tamunya kalau Caramel adalah pembantu barunya.
Almira meneriaki Caramel kembali. Ia pun menghentikan langkahnya.
"Sini kamu!" teriaknya.
"Ada apa Buk?" tanya Caramel mendekat.
"Masak yang banyak hari ini. Teman-teman aku mau makan di sini!" ucapnya.
"Baik Bu," ucap Caramel sambil mengangguk.
"Dah sana pergi cepat masak yang enaknya!"
Caramel mengiyakan perintah Almira ia pun segera pergi ke dapur.
Caramel memasak apa yang ia bisa ia juga membuka beberapa resep makanan yang telah di simpannya diposelnya.
"Untung saja, aku punya beberapa resep untuk memasak kalau tidak habislah aku. Mertua galak itu pasti memarahiku," lirih Caramel jengkel.
"Aku harus bersabar menghadapi semua sikapnya semoga saja ia bisa berbaik hati padaku suatu saat nanti," tekat Caramel sambil menyiapkan bahan-bahan untuk memasak.
Semua ia lakukan sendirian Caramel sudah merasa letih dan ia sangat lapar tapi belum sempat makan. Ia pun menumis sedikit sayuran untuk nya karna sudah tidak kuat lagi menahan lapar, dari semalam ia tidak makan. Ia pun makan tapi apa yang terjadi? saat ia makan Almira mendapatinya. Ia pun di caci maki habis-habisan.
"Dasar rakus! urus perut sendiri kurang ajar kamu! tidak tau diri," cetus Almira memarahi.
"Enak banget ya kamu! makan saat aku belum menyuruhmu makan. Sekali lagi kamu ulangi aku tidak akan segan-segan mengusir mu dari sini," ancam Almira.
Caramel berhenti makan dan melanjutkan pekerjaan nya lagi.
Sabar ... sabar, ucapnya dalam hatinya.
"Aku peringatkan untuk yang terakhir kalinya nya! jangan sembarang makan di rumah ini. Sebelum di suruh dan jangan menggunakan pasilitas apapun untuk berpergian walau belanja sekalipun jalan kaki saja. Paham!" bentak Almira.
"Baik Bu," ucap Caramel singkat.
"Awas saja kamu melanggarnya! dan satu hal lagi aku peringatkan padamu jangan ngadu ke Reza atau semua orang yang ada di rumah ini tentang perlakuan ku padamu jika berani kamu akan tau akibatnya!" ancam Almira.
Caramel menunduk ia merasa kesal dibentak-bentak seperti tidak ada harga diri. Seketika itu pula air matanya mengalir di pipinya. Almira melihat Caramel yang menangis ia pun segera pergi dari dapur dan pergi menemui teman-temannya lagi.
Begini kah nasib sebagai menantu yang tak dianggap sungguh memilukan aku tidak yakin diriku bisa bertahan jika seperti ini terus aku punya harga diri dan aku berhak melawan jika sikap nya sudah keterlaluan. Tunggu saja saat nya aku akan menunjukan siapa aku sebenarnya. Batin Caramel sambil menyerka air matanya. Ia pun segera menyelesaikan semua tugasnya.
Makanan sudah siap ia membuat 4 menu masakan untuk teman nasi semuanya di buat dengan mudah dalam waktu sekejap. Caramel ingin menunjukkan pada mertuanya kalau ia bukan manusia yang bodoh yang tidak tau apa-apa seperti yang di bilang pada teman-temannya yang sempat ia dengar tadi.
Caramel bisa masak dengan masakan lezat ia pun menemui Almira menyuruh semua tamu makan karna masakannya sudah siap.
Semua tamu semangat ingin mencicipi masakan Caramel. Semuanya pada pergi ke dapur dan melihat hasil masakannya.
"Wah dia hebat nya bisa masak dalam waktu sesingkat ini. Jarang lho ada anak gadis semuda dia bisa masak sendiri dalam waktu sekejap Jeng ... aku punya anak gadis yang manjanya minta ampun, masak Ayam goreng aja gorong apalagi masak beginian," ujar seorang ibu yang bernama Bu Mila.
"Pembantu kamu memang hebat, Almira. Aku pengen deh punya pembantu seperti dia. Tapi sepertinya dia lebih cocok jadi menantu deh, ketimbang pembantu. Kebetulan aku punya anak cowok hihihi apa Caramel mau jadi menantu ibu?" ucap ibu Sita pada Caramel sambil tertawa.
Caramel hanya terseyum mendengar ucapan ibu-ibu itu. Ia pamit pergi ke kamarnya karna Almira melototi nya dan menyuruhnya segera pergi.
"Aku dan Teman kamarku"
semangat