Kosuke Arashi adalah seorang anak yang tinggal disebuah desa dengan malas dan tak memiliki ambisi apapun
Kehidupannya berubah ketika ia diketahui memiliki energi naga dalam tubuhnya kemudian sebuah tawaran datang padanya untuk bergabung dengan Akademi Red Eagle
Dan setelah itu melalui beberapa petualangan dan pertarungan ia memperoleh julukan "Si Pengacau"
Season 1 : Chapter 1-42
Season 2 : Chapter 43-102
Season 3 : Chapter 103-143
Season 4 : Chapter 144-247
Season 5 : Chapter 248-289
Season 6 : Chapter 290-393
Season 7 : Chapter 394-481
Season 8 : Chapter 482-575
Season 9 : Chapter 576-697
Season 10 : Chapter 698-887
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Basiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22 : Jangan Menyerah!!
"Ciiih... pengguna elemen air aku sangat membencinya..." gumam Masamune kesal.
"Hahahahaha... kalian takkan kemana-mana atau lebih tepatnya tak bisa kemana-mana karena ada aku disini!!" Hiro tertawa meremehkan.
"Kaulah yang takkan kemana-mana!!" Masamune memasang posisi siaga
"Misaki, kau cepat lari dan cari jalan keluar!! Aku dan Arashi akan segara menyusul setelah menghajarnya!!" perintah Masamune.
"Baik..." jawab singkat Misaki.
"Jangan lari, ya?" Hiro memanjangkan tangan air mencengkram leher Misaki dan Nona Layla yang hendak melarikan dirii.
"Jangan ganggu mereka!!" teriak Masamune sambil melesatkan tendangan, Tapi tendangan Masamune menembus tubuh Hiro.
"Apa ini? Tubuhnya terbuat dari air?" guman Masamune saat menendang Hiro.
"Hahahaha... Serangan fisik tak kan pernah melukaiku." tawa Hiro.
"Menyebalkan!!"
"Elemen Air : Penjara Air"
Tangan Hiro yang mencekik Misaki dan Layla, mengeluarkan gelembung air yang mengurung mereka berdua.
"Uhuk... Uhuk..." Misaki dan Layla kesulitan bernapas.
Hiro menatap Masamune
"Kau harus segera mengalahkanku itukah yang kau pikirkan, jika tidak temanmu akan mati kehabisan napas." ledek Hiro.
"Ciih... dia benar, tapi sialnya serangan fisikku tak mempan." umpat Masamune
Disisi lain, sayap api telah nampak dipunggung Arashi
"Hehe... tnjukan kemampuanmu pengguna api." ejek Jiro tak takut sama sekali
"Wuussh..." Arashi dengan cepat melesatkan pukulan yang dilapisi api ke muka Jiro, pukulan yang tak sempat ditangkis dan membuat lawan yang terkena terpental beberapa meter.
"Hahahaha... Tubuhku sekeras batu pukulan seperti itu tak kan mempan." Bukannya takut atau kesakitan tapi Jiro malah meremehkan serangan Arashi
"Sekarang giliranku!!"
"Terima ini..." Jiro menaruh kedua tangannya ketanah, membuat tanah bergelombang Arashi kesulitan berdiri.
"Aku takkan menyerah!! Hanya karena ini!!" teriak Arashi dengan melesatkan pukulan
"Jbbuuaak..." Pukulan Arashi beradu dengan Tangan batu Jiro.
"Owh... lumayan keras." kata Jiro ketika pukulannya beradu dengan tinju Arashi
"Tapi... belum cukup kuat untuk melukaiku..."
"Terima ini!!" Jiro melepaskan Tendangan mengenai perut Arashi dan membuat Arashi terpental menabrak puing-puing bebatuan.
Di sisi lain, tempat Masamune
"Hiiiiaaa..." Masamune melepaskan cakra yang besar membuat tanah tempatnya berpijak hancur.
"Wuussh..."
"Jbbuuaak... Jbbuuaak..." Masamune melancarkan tendangan, pukulan secara bertubi-tubi tapi tak melukai Hiro sedikit pun.
"Serangan fisik takkan pernah melukaiku... Apa kau tak mendengarkan??" kata Hiro yang menerima serangan Masamune.
"Kau lengah..." kata Masamune berdiri membelakangi yang sudah berhasil membebaskan Misaki dan Layla.
"Cepat sekali!! Sejak kapan kau berada di sana??" Hiro terkejut melihat Masamune sudah berdiri membelakanginya.
"Jangan alihkan pandanganmu." Masamune sudah berada di depan Hiro dan bersiap dengan pukulannya.
"Jbbllast..."
"Sekarang cepat pergi Misaki, cepatlah!!" Teriak Masamune.
Misaki membopong tubuh layla yang pingsan kehabisan napas.
"Arashi, Ryuzaki!! kalian harus segera menyusulku." guman Misaki dalam hati.
"Kita akan bertemu di desa Tomos!!" teriak Masamune.
"Ya, jangan sampai kalah Arashi, Ryuzaki" guman Misaki.
"Takkan kubiarkan Kau kabur!!"
"Elemen Air : Pistol Air" Hiro hendak menembak Misaki yang melompat-lompat ditebing.
"Wuussh... Dyyees..." Masamune terlebih dulu memukul Hiro sebelum menembak dan membuat Hiro terpental menabrak dinding.
"Sudah kuduga, tubuhmu tidak cair saat kau melancarkan jutsu yang lain" kata Masamune dengan percaya diri.
Kembali kesisi Arashi.
"Tadi itu lumayan keras." Arashi mencoba bangun.
"Kreek..." tangan batu Jiro retak.
"Lumayan kuat." Jiro tetap sombong meski lengan batunya retak.
"Hiiiyyaa..." Arashi dan Jiro kembali beradu pukulan.
"Kreek... Kreek..." kali ini pukulan Jiro kalah kuat dari tinju Arashi.
"Hahaha... terima ini!!" Arashi kembali melancarkan tinju yang berbalut api.
"Wuussh..." pukulan mengenai perut Jiro membuatnya terpental beberapa meter.
"Seranganmu tak berguna!!" kata Jiro dengan sombong walau terpental
"Wuussh... Dyyees..." tak cukup dengan pukulannya, lalu Arashi melompat menendang Jiro dengan tendangan api yang mengenai kepala Jiro.
"Kau!! Brengsek..." kata Jiro sebelum rebah.
"Yeah!! Terima itu..." ucap Arashi puas setelah menumbangkan lawannya.
"Kurasa bagian kepalamu tak sekeras batu." Ucap Arashi sebelum meninggalkan Jiro.
"Dan sekarang waktunya menemui Ryuzaki dan Misaki..."
Saatnya Rewatch... Lupa kemarin sampe mana🤣