Frankey Christoper seorang miliarder yang tidak suka dengan kata pernikahan, ia jauh dari semua wanita dan tidak memikirkan untuk menikah. ia hanya menghabiskan semua waktunya untuk bisnis keluarga. karena ia berambisi mengembangkan bisnisnya ke beberapa negara lainnya.
Akan tetapi paksaan dari sang ayah yang sudah tua dan sakit kritis memintanya menikah demi penerus masa depan keluarganya.
Valencia Valentina yang dijual oleh keluarganya kepada Frankey. mulai dari saat itu nasibnya berubah menjadi sangat menyedihkan, pria itu selalu saja memperkosanya hingga hamil demi ingin mendapatkan keturunan untuk ayahnya yang hidupnya tidak bertahan lama.
Bagaimana nasib Valencia setelah melahirkan? memilih tinggal atau pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Valencia Tidak Sadarkan Diri
Valencia yang melihat kemunculan wanita itu ia ingin meninggalkan kamar mandi akan tetapi dihadang oleh Cici.
"Kenapa menghalangku?" tanya Valencia.
"Aku hanya ingin berbicara dengan mu saja,"jawab Cici dengan senyum.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan," jawab Valencia yang ingin melangkah pergi dan di halang lagi oleh wanita itu.
"Apa kamu tidak mau tahu sejauh apa hubungan ku dengan Frankey?" tanya Cici dengan sengaja.
"Bukan urusanku," jawab Valencia dengan tegas.
"Selama sebulan ini dia sering datang mencariku, dalam seminggu dia mendatangiku sebanyak empat atau lima kali demi ingin mendapatkan tubuhku," kata Cici yang semakin maju mendekati Valencia.
"Tidak perlu memberitahuku! karena bukan urusanku," kata Valencia berusaha tegar.
"Aku hanya ingin membagi kesenangan ini padamu, apa kau tahu? setiap dia menikmati tubuhku dia melakukannya dengan penuh na*su, aku sering kewalahan dan tidak sadarkan diri karena harus melayaninya selama beberapa jam. dia sering mengerang saat menari-nari diatas tubuhku, bayangkan saja dengan kondisi tubuhmu sekarang mana mungkin dia bisa bebas melakukannya," ucap Cici dengan sengaja mengejek.
"Suatu saat kau akan sama sepertiku," jawab Valencia yang memundurkan langkahnya.
"Tidak akan, aku hanya akan menjadi teman ranjang Frankey, sementara dirimu hanya menjadi wanita bayaran untuk hamil anaknya. dan setelah melahirkan kau akan dibuang jauh-jauh. karena dia tidak akan mau menyentuhmu lagi. tentu saja karena dia sudah kecanduan denganku," ujar Cici dengan sengaja.
"Benarkah? kalau begitu maka lakukan saja suka hatimu. aku masih lebih beruntung karena bisa melahirkan anak untuknya. walau pada akhirnya aku harus pergi, tapi setidaknya anak yang dia miliki adalah anak yang dilahirkan dari rahimku. sementara dirimu hanya menjadi teman ranjangnya yang akan dia buang suatu saat nanti. bukankah kau lebih kasihan," kata Valencia dengan senyum paksa.
"Kau...."
"Kenapa? apakah kataku ada yang salah? apa yang ingin kau banggakan kalau hanya sekadar memuaskan dia diranjang? karena pada suatu saat dia juga akan bosan denganmu, sekarang kau lihat saja, bagaimana pun dia tetap merawatku dengan baik demi anak kami. sedangkan dirimu di saat dia butuh dia baru mencarimu. bukankah, itu berarti kau seperti alat pemuas saja, setelah puas dia pergi. dan saat mau dia datang lagi. setelah itu dia pergi lagi. bukankah keadaanmu sangat kasihan hanya di anggap sebagai boneka s.e.k.s," ketus Valencia.
"Kau....." ketus Cici yang ingin melayangkan tamparannya.
"Tampar saja kalau kau berani! kalau wajahku terluka kemudian mempengaruhi kandunganku, aku tidak percaya dia akan melepaskanmu. jangan lupa, tanpamu dia masih bisa mencari wanita lain untuk urusan ranjang. sedangkan aku sudah hamil anaknya. jadi, dia pasti lebih utamakan aku," ujar Valencia yang kemudian melangkah keluar dari kamar kecil.
Cici hanya bisa menahan emosi karena gagal ingin membuat Valencia depresi sehingga keguguran.
"Aku tidak percaya kau tidak cemburu, kau hanya berpura-pura saja,"gumam Cici.
Sementara Valencia yang merasa sakit hati dan hancur tetap bertahan dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. ia melangkah menuju ke meja makan sambil menahan air matanya.
"Kenapa kamu lama sekali? apa kamu baik-baik saja?" tanya Frankey sambil memotong makanan yang dipiringnya dan meletakan makanan itu ke piring Valencia.
"Aku baik-baik saja," jawab Valencia dengan sambil meremas roknya dengan erat.
"Makanlah yang banyak!"
"Sudah cukup! jangan berikan makanannya lagi," ucap Valencia.
"Hallo, Frankey. kebetulan sekali bisa bertemu dengan mu di sini," sapa Cici yang sengaja menghampiri Frankey dan duduk disamping pria itu.
Valencia semakin menahan rasa cemburu melihat wanita lain mendekati pria yang dia cintai, akan tetapi karena statusnya yang bukan siapa-siapa oleh sebab itu ia hanya bisa diam sambil menahan sakit.
"Untuk apa kau ada disini?" tanya Frankey sambil menyantap makanannya.
"Malam ini kita melakukannya lagi ya? seperti semalam kau melakukannya begitu lama," kata Cici dengan sengaja ingin membuat Valencia tertekan.
"Apa kau begitu ketagihan denganku sehingga ingin memintanya lagi?" tanya Frankey dengan sengaja mengoda wanita itu, Frankey sengaja bermesraan dengan wanita itu karena ia menyadari ada yang sedang mengamatinya lagi dari jauh.
"Tentu saja, kau juga mengatakan milikku sangat menyenangkanmu dan kau sangat puas," jawab Cici dengan mengoda.
"Nona, kau bukan istri Frankey, aku yakin dirimu pasti tidak keberatan jika dia sering bermalam ditempatku, kan?" tanya Cici dengan sengaja.
"Mana mungkin aku keberatan, dia berhak berkencan dengan siapa pun. aku hanya wanita bayaran yang bertugas hamil anaknya," jawab Valencia dengan senyum dan makan dengan begitu lahap.
Frankey yang mendengar ucapan Valencia langsung berubah ekpresi wajahnya, ia merasa tidak nyaman mendengar jawaban gadis itu.
"Pergilah! aku sedang makan dan tidak suka diganggu," ucap Frankey pada Cici.
"Malam ini aku akan menunggumu ditempat biasa," ujar Cici yang berbisik ditelinga Frankey.
"Malam ini aku akan melakukan sampai aku puas," jawab Frankey dengan sengaja.
"Baiklah, dengan senang aku melayanimu," ucap Cici dengan senyum dan bangkit dari tempat duduknya. tidak lama kemudian ia meninggalkan cafe.
Walau sakit Valencia tetap berpura-pura tegar, pada hal perasaannya telah hancur sehingga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
"Aku sudah kenyang," ujar Valencia sambil minum air putih.
"Mari kita pulang!" ajak Frankey yang bangkit dari tempat duduknya.
Saat ingin melangkah menuju ke mobil tiba-tiba saja Valencia tidak sadarkan diri.
"Valencia,Valencia,Valencia," panggil Frankey yang merasa cemas sambil menopang tubuh wanita itu.
Tidak lama kemudian Frankey melarikan Valencia ke rumah sakit.
Setelah beberapa saat kemudian ia tiba ke rumah sakit dan menunggu diluar ruangan rawat darurat.
Setelah beberapa menit Jimz keluar dari ruangan darurat.
"Jimz, bagaimana dengan Valencia dan kandungannya?" tanya Frankey yang merasa cemas.
"Kandungannya tidak ada masalah sama sekali," jawab Jimz.
"Lalu, bagaimana dengan Valencia?"
"Dia sangat tertekan saat ini, wanita hamil butuh waktu dan ruangan. jagalah dia dengan baik. apa pun yang terjadi sangat mudah mempengaruhi pikirannya. kondisinya yang seperti ini sudah berlangsung begitu lama. apa kamu tidak menyadarinya?"
"Tertekan? kenapa aku melihat dia seperti baik-baik saja?"
"Itu hanya luaran semata. yang kamu lihat belum tentu nyata. mungkin saja dia menyimpan semua perasaannya dan tidak ingin memberitahumu. Frankey, sebelumnya aku sudah memberitahu mu, dengan kondisinya sekarang seringlah ambil perhatian terhadap dirinya!"
"Aku lalai lagi, aku benar-benar tidak bisa membaca pikirannya," ucap Frankey yang mengusap kasar wajahnya.
"Hati wanita tidak akan bisa kau tebak dengan begitu mudah, terutama karena hubungan kalian bukanlah sepasang kekasih atau pun suami istri. oleh sebab itu dia tidak akan meluahkan perasaannya padamu," kata Jimz yang menepuk pundak sahabatnya itu