NovelToon NovelToon
Teror Di Desa Angker

Teror Di Desa Angker

Status: tamat
Genre:Rumahhantu / Kutukan / Horor / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Titin Supriatin

follow igku @zariya_zaya

Refald dan temannya Eric, tak sengaja terjebak di sebuah desa yang penuh dengan misteri. Saat menunggu mobil Refald diperbaiki, ia tak sengaja melihat sosok Kuntilanak mengikuti sepasang muda mudi yang sedang asyik berkencan disebuah warung. Refald merasakan hawa jahat dari sosok Kuntilanak tersebut karena ia adalah salah satu manusia istimewa yang bisa melihat makhluk astral tak kasat mata. Kuntilanak tersebut memberi peringatan keras pada Refald untuk tidak ikut campur urusannya.

Apakah yang akan dilakukan Refald? Mengabaikan pasangan yang sedang dalam bahaya itu ataukah menyelamatkan mereka dari ancaman sang Kuntilanak? Bisakah Refald yang dijuluki sebagai pangeran dedemit ala Edward dan Eric keluar dari desa yang penuh dengan teror?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titin Supriatin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 Dimulai

PERINGATAN: Kisah ini hanyalah kisah fiktif yang tidak ada hubungannya dengan dunia nyata. Tidak ada maksud menyinggung atau menyebar SARA. Jika ada kesamaan nama, tokoh, ras/suku, adat istiadat atau kepercayaan, maka itu hanya kebetulan semata. Kisah ini murni muncul dari hasil imajinasi. Harap bijak dalam membaca dan anggap hanya hiburan semata. Ambil hikmah dari sisi positifnya dan abaikan sisi negatifnya. Terimakasih atas pengertian dan dukungannya all …

***

Bersama Eric, Refald menaburkan garam yang ia bawa sendiri mengelilingi setiap rumah tanpa ada yang terlewat. Sang pemilik rumah terkejut dengan aksi pemuda asing yang tidak ia kenal tiba-tiba melakukan hal yang membuatnya heran. Namun, setelah Refald menjelaskan dengan bahasa santun dan sopan, pemilik rumah tersebut menerima serta sangat berterimakasih atas bantuan kecil dari Refald. Refald juga berpesan agar sang ibu hamil tak keluar rumah bagaimanapun caranya.

Lewat dari pukul 21.00 ke atas, istri dari sang pemilik rumah benar-benar dilarang keluar rumah hingga terbit fajar. Hal itu agar terhindar dari makhluk-makhluk astral tak kasat mata seperti kuyang. Konon katanya, aura ibu hamil itu rentan mengundang banyak makhluk tak kasat mata untuk mendekat.

Meski tidak semua masyarakat percaya akan mitos itu. Namun, ada juga yang percaya, bila wanita hamil bepergian, harus membawa benda tajam. Tujuannya untuk menangkal para makhluk ghaib agar tak mendekati ibu hamil. Itu hanya mitos, benar atau tidaknya, tidak ada yang tahu.

Benda tajam yang dimaksud bukan berarti harus membawa pisau. Bisa jadi peniti kecil atau jarum pentul. Ada juga yang menganjurkan untuk membawa daun dringu, yaitu daun dari jenis rerumputan, memiliki ciri khas aroma tertentu yang menyengat lebih dari daun pandan.

Bagi yang tidak terbiasa mencium aroma daun dringu, pasti tidak nyaman. karena aromanya khas. Walaupun bentuk daunnya hampir sama dengan rumput, tapi aromanya beda. Tanaman dringu itu memang langka di zaman sekarang dan bahkan sudah punah. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa membedakan mana itu rumput dan mana itu daun dringu.

Mitos menyatakan kalau daun dringu tersebut ampuh menjauhkan hal-hal negatif terutama bagi bayi yang baru lahir agar terhindar dari apa yang tidak diinginkan terutama gangguan dari makluk dunia lain. Fakta di zaman sekarang, memang tak banyak masyarakat percaya akan takhayul semacam itu.

Namun tak sedikit dari masyarakat tertentu, ada yang percaya dan malah menanam tanaman langka itu di depan rumahnya. Banyak sekali mitos-mitos tentang daun dringu, dan memang tak banyak orang tahu khususnya orang luar jawa. Itupun hanya dipedesaan, dan tidak semua desa pula.

Biasanya khasiat perihal daun dringu hanya diketahui oleh para sesepuh yang kental akan mitos-mitos di zaman nenek moyang mereka. Kalau di zaman serba canggih seperti sekarang, tidak ada yang percaya hal-hal semacam itu apalagi bila tak ada penjelasan logisnya.

Setelah selesai menabur garam, Refald memberikan tanaman dringu pada sang pemilik rumah. Tanaman itu ia dapat di hutan saat bertemu dengan almarhum kakek tunangannya. Refald meminta si kepala keluarga untuk menanamnya di depan rumah dan memberi selembar daun dringu pada wanita hamil untuk digenggam sepanjang malam atau diselipkan diantara pakaian.

“Darimana Anda mendapatkan tanaman dringu ini dan cara menggunakannya, Den?” tanya sang pemilik rumah, suami dari si ibu hamil. Ia terheran-heran mengetahui Refald membawa tanaman langka tersebut dan tahu banget apa yang harus dilakukan.

Terlihat jelas kalau Refald dan Eric adalah bule, tapi bisa tahu tanaman langka dan punah di desa ini. Orang luar desa saja belum tentu tahu, tapi pemuda asing yang berasal dari luar negeri malah mengetahui tanaman dan manfaat daun dringu.

“Ada yang memberitahu saya, Pak. Kebetulan tanaman itu tumbuh subur di hutan perbatasan desa ini dan desa seberang. Memang tanaman ini langka, saya sangat beruntung bisa menemukan tanaman ini dan bisa digunakan untuk hal genting semacam ini.” Refald menjelaskan dan sang pemilik rumah manggut-manggut.

Persiapan terakhir yang Refald lakukan adalah menusukkan bawang merah dan bawang putih jantan ke batang sapu lidi yang tadi sempat Refald pegang. Begitu persiapan selesai, Refald memanggil seluruh pasukannya untuk berdiri disekeliling rumah pak Diki, sementara dirinya dan Eric berjaga di depan pintu rumah si wanita hamil dengan sikap tenang setenang permukaan air danau.

“Brays, bagaimana dengan kunti merah? Kau tak khawatir ia mengincar nona Nina?” tanya Eric. Sebab, tujuan utama mereka kembali ke desa ini bukan untuk berperang melawan kuyang, melainkan mengunci sang kunti agar tak mengincar nyawa Eric dan meneror penduduk desa lagi.

“Sudah ada yang menjaga mereka, seluruh pasukanku bersiap melawan para kunti itu. Kau jangan khawatir. Kita selesaikan dulu yang di sini. Baru kita sikat si Kunti merah supaya kau bisa melakukan ritual pelebur dosa agar arwah Kunti itu bisa tenang di alam sana.” Refald menatap lurus ke depan.

Meski pangeran dedemit ini bicara seperti itu, ada sedikit kekhawatiran dihatinya. Namun, ia mencoba tetap bersikap tenang seperti biasa. Refald sudah memikirkan banyak cara jika misinya kali ini gagal.

Beberapa menit telah berlalu, suasana kembali terasa sepi, sunyi dan lumayan mencekam. Bahkan suara jangkrik dan binatang-binatang malam lainnya sudah tak terdengar seramai tadi. Angin malam mulai berhembus kencang dan membuat suasana semakin menakutkan.

“Brays, kau merasakannya?” tanya Eric agak sedikit gemetar. Sapu lidi bertusukkan bawang merah jantan dan betina yang ada ditangannya ikut bergoyang-goyang mengikuti gerakan tubuh Eric saking takutnya.

“Bersiaplah, Eric. Jangan takut, ini bukan pertama kalinya kau melihat hantu.”

“Aku tidak yakin, hantu di luar negeri dan hantu di sini itu beda. Aku juga bingung kenapa, kan mereka sama-sama hantu, tapi kenapa wujud dedemit di negara ini lebih menakutkan ketimbang setan luar negeri?” ujar Eric sambil gemetar sehingga suaranya terdengar gugup.

“Itu karena bahasa yang kita gunakan juga beda, hantu di sana memakai bahasa Inggris, hantu di sini pakai bahasa indonesia.” Refald asal menjawab dan malah semakin membuat bingung Eric.

Tunangan Fey ini memang sengaja memberikan ultimatum nyeleneh yang tidak bisa dimengerti alias nggak nyambung sama sekali. Apa hubungannya perbedaan hantu di dua negara dengan penggunaan bahasa di setiap negara tersebut? Nggak ada nyambung-nyambungnya. Hal itu Refald lakukan agar Eric tidak tegang menghadapi apa yang akan mereka lihat setelah ini.

“Kau ini sinting, masa iya hanya karena beda bahasa hantunya juga beda, dasar suhunya demit,” geruru Eric.

Refald menanggapi ucapan teman dekatnya hanya dengan senyuman, setidaknya Eric tak lagi tegang. Pangeran dedemit iru bersiap menghadapi apa yang akan datang sebentar lagi. Dan benar saja, ada sekumpulan angina mirip angin puyuh kecil sedang berkutat di beberapa tanaman tepat di halaman pekarangan rumah. Refald sangat tahu siapa yang ada dibalik angin ****** itu.

“Brays geserlah dibelakangku, arahkan tusukan bawang merah dan bawang putih jantan itu di depanmu.” Refald mulai memberi komando dan Eric langsung melaksanakan komando tersebut.

Sedetik kemudian, hantu yang telah ditunggu-tunggu kehadirannya akhirnya datang juga. Tak dapat di jelaskan dengan kata-kata betapa mengerikannya sosok hantu menakutkan tersebut bahkan lebih menyeramkan ketimbang hantu kunti atau mbak sundel. Bila kedua hantu fenomenal itu masih bisa dilihat layaknya wujud manusia berpakaian serba putih. Maka lain halnya dengan sosok kuyang dimana hanya dengan melihat wujudnya saja, orang sudah ketakutan setengah mati.

Kuyang adalah hantu berkepala manusia tapi tubuhnya terdiri dari organ-organ dalam tanpa kulit dan daging seperti jantung, paru-paru, usus, hati dan organ vital lainnya. Siapa yang tidak merinding disco bila bertemu dengan sosok kuyang apalagi saat dia melayang-layang diudara tanpa kaki ataupun tangan. Siapapun pasti ketakutan.

Hanya Refald saja yang tak gentar sedikitpun menghadapi sosok kuyang tersebut. Begitu kuyang itu melesat cepat kearahnya, Refald menghindar kesamping kiri dan sengaja mengumpankan Eric yang membawa tusukan bawang merah dan jantan yang ia pegang tepat di depannya. Alhasil, dua makhluk berbeda alam itu saling bertatapan dan Eric langsung beteriak sekencang-kencangnya hingga suaranya terdengar menggelegar memekikkan telinga.

“Aaaaaaaaarrgggggghh!” teriak Eric sekeras-kerasnya sampai suaranya serak.

BERSAMBUNG

***

1
Fikha Clara
novel sebelumnya apa yg kk judulnya
RatuKuyang 👻 ig @zariya_zaya: putra raja kak cek saja
total 1 replies
Regina Kimmie
sebelum baca cerita ini,harus baca cerita mna dlu ia,dan apa nma judul nya biar nyambung dari awal
Allizha Febrina: kl ga salah judulnya putra raja S1 & 2
maklum,,, udh lm banget bacanya smpek lupa 😁
total 2 replies
Wamasu Menunggumu
Kecewa
Bunda Silvia
sama kaya refald
Bunda Silvia
pernah baca novel lain PKS (pasukan karisma jagat) menceritakan adanya ayi mahogra yg menjaga keseimbangan dunia antara manusia dan makhluk tak kasat mata
Bunda Silvia
pie to ngga entuk ketawa sedangkan aq dah hampir ngompol baca mantra pak pocicu
Bunda Silvia
yang aq tau badaharuih itu manusia pemuja siluman dan menganut ilmu hitam untuk suatu 7an
Bunda Silvia
ana2 ae kelakuan pak po 🤣🤣🤣🤣🤣
Bunda Silvia
nggak kebayang Eric kalo sampe ngompol 🤣🤣🤣🤣🤣
Bunda Silvia
khususnya daerah jabar kayaknya wajib nanam pohon dringo alias benggle😄
Bunda Silvia
semua yg tinggal di pulau jawa tahu itu 🫰🏻 aq juga nurut aja apa kata orang tua dari pada di omelin bikin pusing kepala 😄😄😄😄
Bunda Silvia
bawang putih jantan itu kaya apa ya
Bunda Silvia
tamat sudah citra serem poci 🤣🤣🤣🤣
Bunda Silvia
Luar biasa
Mutia Anggraini
hmmm kayak x seru jg sih
Rara Aida
finally refald berhasil negosiasi dengan mbak kun untuk tidak meneruskan dendamnya meski mbak kun tidak rela melupakan dendamnya tapi ada harga yang harus dibayar refald dan eric baik yang mereka ketahui atau tidak terlepas dari takdir yang sudah ditentukan
Rara Aida
i think you can't speak english nana but you do it
suci
kisahnya di bab 8 ini aku suka sekali.karena yg tadinya seram menjadi seperti lelucon
suci
semangat buk titin
Siti Romlah
setahun ku tunggu lanjutan "Serahkan cintamu Bianca" belum jg berlanjut thoor. lama X macetnya.
kangen
RatuKuyang 👻 ig @zariya_zaya: habis ini aku lanjut kak sabar ya kak🙈🙈
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!