NovelToon NovelToon
Five Magic'S Girl

Five Magic'S Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Fantasi / Iblis
Popularitas:368
Nilai: 5
Nama Author: bsf10

5 perempuan dengan keturunan setengah Dewa Dewi yang sangat kuat dan darah mereka yang mengalir dengan kekuatan yang melumpuhkan dan petualangan yang akan mereka hadapi di negeri ajaib Euthopia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bsf10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Sejarah Azzura Adam

Setelah pesta besar di akademi mereda, suasana menjadi lebih tenang namun penuh dengan antisipasi. Para orang tua legendaris ini tidak hanya datang untuk berkunjung; mereka datang untuk menjemput putri-putri mereka kembali ke asal-usul yang jauh lebih tua dan lebih agung dari yang pernah mereka bayangkan.

"Ada satu rahasia lagi yang harus kalian ketahui," ucap Daniel Adams dengan nada berat. "Darah yang mengalir di tubuh kalian bukan hanya darah kerajaan Euthopia. Garis keturunan kita jauh melampaui dimensi ini, terhubung langsung dengan para penguasa Olympus di zaman kuno."

Satu per satu, para orang tua membawa putri mereka menuju gerbang cahaya yang akan membawa mereka ke kerajaan masing-masing.

Azzura dibawa menuju puncak Gunung Celestial. Di sana berdiri sebuah istana yang terbuat dari emas murni dan kristal surya yang menyilaukan.

Kerajaan Ignis-Aetheria

Istana ini melayang di atas awan emas. Tiang-tiangnya adalah petir yang dibekukan, memancarkan percikan listrik biru setiap kali disentuh. Di dalamnya, api suci yang tak pernah padam menari di sepanjang lorong.

Kerajaan Ignis-Aetheria adalah sebuah konsep peradaban yang berdiri di atas harmoni tiga elemen energi murni: Api (Ignis), Cahaya (Lux), dan Listrik (Fulgur). Kerajaan ini sering disebut sebagai mercusuar peradaban di tengah dunia yang gelap, di mana teknologi dan sihir menyatu secara sempurna.

Keunikan utama Ignis-Aetheria adalah bagaimana ketiga elemen ini bekerja dalam satu siklus. Listrik dihasilkan dari panas api yang dikonsentrasikan melalui lensa cahaya, sementara cahaya abadi diproduksi dari aliran listrik yang stabil.

Cahaya di puncak Gunung Celestial begitu menyilaukan hingga Azzura harus melindungi matanya sejenak. Namun, saat Daniel menyentuh pundaknya, penglihatannya berubah. Ia kini bisa melihat spektrum warna yang lebih luas—warna dari energi murni. Di depannya berdiri Istana Helios, sebuah struktur yang seolah-olah dibangun dari cahaya matahari yang dipadatkan.

"Selamat datang di rumah yang sebenarnya, Azzura," ucap Daniel dengan suara yang bergetar penuh wibawa. "Di sini, kau bukan hanya seorang penyihir. Kau adalah pewaris takhta langit."

Azzura berjalan melewati pilar-pilar petir yang berderak pelan. "Papa, kenapa kalian menyembunyikan ini? Di Bumi, Papa hanya seorang pria yang sibuk dengan mesin. Bagaimana mungkin semua kemegahan ini milik kita?"

Caryn tersenyum, gaun cahayanya berkilau mengikuti gerakannya. "Karena kekuatan tanpa kebijaksanaan adalah kehancuran, sayang. Kami ingin kau belajar menjadi manusia sebelum kau menjadi dewi. Darah Zeus dalam dirimu memberimu kekuatan untuk menghancurkan, tapi darah Apollo memberimu kemampuan untuk menyembuhkan dan menyinari. Itulah mengapa kau bisa memimpin teman-temanmu."

"Benar Azzura," ucap Daniel, "Kekuatan listrik dan cahayamu adalah warisan langsung dari Zeus, sang penguasa petir, dan Apollo, sang dewa cahaya. Kau adalah fajar yang menghancurkan kegelapan."

Azzura menyentuh sebuah bola kristal di tengah aula yang berisi api abadi. "Aku merasakannya, Ma. Energi ini... rasanya seperti ribuan matahari berdegup di dalam jantungku. Tapi, apakah aku harus meninggalkan Bumi selamanya?"

Daniel menggeleng, ia meletakkan mahkota emas di kepala Azzura. "Tidak. Seorang dewi sejati adalah dia yang bisa berpijak di bumi namun kepalanya menyentuh langit. Gunakan kekuatan petirmu untuk melindungi yang lemah, dan cahayamu untuk menuntun mereka yang tersesat. Kau adalah jembatan antara Olympus, Euthopia, dan Bumi."

Azzura menatap ayahnya dengan tekad baru. "Aku mengerti, Pa. Aku tidak akan membiarkan api ini padam. Aku adalah Azzura, putri petir dan cahaya, dan aku akan menjaga keseimbangan ini dengan nyawaku."

Di dalam aula utama, langit-langit istana tampak tembus pandang, memperlihatkan planet biru raksasa yang menggantung di langit—seperti yang terlihat di luar jendela istana. Cahaya planet itu jatuh tepat di tengah ruangan, menyinari sebuah takhta yang terbuat dari emas putih.

"Ini adalah tempat di mana kakek buyutmu, Zeus, pernah duduk untuk mengamati keseimbangan dunia," Caryn menjelaskan sambil menuntun Azzura menuju takhta tersebut.

Tiba-tiba, dari bayang-bayang pilar, muncul puluhan pelayan surgawi yang mengenakan pakaian dari sutra cahaya. Mereka membungkuk hormat. "Selamat datang kembali, Putri Azzura. Cahaya Aetheria telah lama menunggumu."

Azzura menyentuh lengan takhta itu. Seketika, kilatan listrik lembut menjalar di jemarinya, namun tidak sakit. Justru, ia merasakan kekuatan yang luar biasa mengalir masuk ke dalam tubuhnya, menyatu dengan setiap sel darahnya.

Azzura kemudian dibawa ke sebuah balkon luas yang menghadap langsung ke arah kota di bawah istana. Di sana, sebuah altar perak telah disiapkan.

"Malam ini, saat planet biru itu sejajar dengan puncak istana, kau akan melakukan ritual penyatuan," ucap Daniel. "Kau akan memanggil kekuatan Apollo untuk memurnikan seluruh sihir di Ignis-Aetheria. Rakyatmu menantikan cahayamu, Azzura."

Azzura menatap kota yang bersinar di bawahnya. Ia merasa beban mahkota itu berat, namun melihat wajah orang tuanya yang penuh bangga, ia tahu ia sudah siap. Ia tidak lagi hanya gadis remaja dari Bumi; ia adalah fajar baru bagi kerajaan ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!