NovelToon NovelToon
Dikira Janda

Dikira Janda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nia masykur

🔥🔥🔥 21+🔥🔥🔥mohon bijak mencari bacaan

Spin of Novel NISSA

Reina Dzuhairi Sucipto sampai saat ini belum juga menikah di usianya yang sudah menginjak 27 tahun.

Pelecehan yang pernah ia terima dari mantan kekasihnya membuat ayahnya sangat overprotektif terhadapnya.

Dulu, Reina pernah jatuh cinta lagi dengan lelaki yang bernama Arya. Lelaki yang pernah menolongnya saat mendapat perlakuan tidak baik dari mantan pacarnya.

Namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena Arya jatuh cinta pada ibu sambungnya, Nissa.

Beberapa kali ayahnya menjodohkan dengan anak teman bisnisnya namun Reina menolak begitu saja karena ia lebih memilih fokus ke pekerjaan.

Kini Reina terjebak dengan perasaannya sendiri. Siapakah yang akan memenangkan hati Reina.

cusss... baca...👉👉👉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia masykur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 NYERI HATI

Kemarin Yusuf dan juga Hendri pulang dari Bandung sampai tengah malam membuat Hendri menginap di rumah Yusuf.

Setiap kali ada Hendri, maka disitulah Yusuf libur joging dan memilih olahraga dirumah. Karena Zen akan meminta joging berdua saja dengan Hendri. Daya tarik Hendri seketika menghipnotis Zen, membuat bocah tengil itu berpaling dari ayahnya.

"Ayo om dulu-duluan pulang." Tantang Zen yang sudah mengatur posisi siap-siap untuk lari.

"Yang menang dapat apa?" Tanya Hendri.

"Yang menang harus di traktir sama yang kalah om."

"Ok siapa takut."

"Satu... dua... ti..." Hitung Zen yang langsung ngacir lari ngebut lebih dulu.

Hendri terkekeh melihat Zen yang kabur tanpa menyelesaikan hitungannya. Ia memilih lari santai membiarkan bos kecilnya itu menang.

"Ye... Zen menang. Berarti om harus traktir Zen ya."

"Siap. Memang ingin di traktir apa?" Tanya Hendri yang sudah ikut duduk selonjoran kaki di halaman rumah.

"Emmm... apa ya?" Zen masih nampak berpikir. "Kak Re enaknya kita minta traktiran apa sama om Hendri?" Tanya Zen saat melihat Reina baru keluar dari dalam rumah dengan muka bantalnya yang tetap saja cantik menghipnotis mata.

Reina menatap Hendri yang juga menatapnya. Sudah dua minggu berlalu, baru kali ini ia melihat Hendri sedekat ini lagi. ada perasaan aneh yang menjalar di hati Reina karena semenjak waktu itu, semenjak ia dan Bayu resmi menjalin kasih. Dan satu minggu yang lalu juga keluarga Bayu datang ke rumah ini untuk melamar Reina. Dan setelah itu Reina benar-benar merasa jauh, karena Hendri menjaga jarak dengannya.

Reina sadar juga kalau ia juga harus menjaga jarak dari Hendri, karena Bayu yang berterus terang terhadap Reina, merasakan cemburu jika Reina berdekatan dengan lelaki lain.

Meski di jelaskan seperti apapun pada Bayu kalau Hendri seperti saudara untuknya. Namun hal itu tidak memuaskan perasaan Bayu yang memang cemburu pada Hendri.

"Terserah adek inginnya makan apa."

Zen langsung berdiri. "Zen pikirkan lagi nanti om. Zen ingin mandi." Ucap Zen yang langsung pergi meninggalkan dua insan di halaman rumah.

"Baru bangun?" Tanya Hendri ingin bersikap biasa saja.

"Iya mas." Reina melangkah mendekati Hendri hendak ingin mengajak berbincang. Dua minggu tidak berkomunikasi seperti biasanya, membuat Perasaan Reina menjadi tertahan. Ada rasa rindu namun entah rindu seperti apa.

"Aku ke depan dulu." Ucap Hendri saat Reina semakin mendekatinya. "Tadi aku ditawari kopi di pos scurity."

"Mas, Kita dirumah kenapa masih saja menjaga jarak dengan ku." Ucap Reina cepat dan langsung menghentikan langkah Hendri yang sudah balik badan hendak meningalkannya.

Hendri balik badan menatap Reina. "Lalu aku harus apa? Mendekati lagi perempuan yang sudah menemukan lelaki yang akan mendampingi hidupnya?" Ucap Hendri tanpa sadar.

"Apa maksud mas? Mendekati lagi?" Ulang Reina menggaris bawahi ucapan Hendri barusan.

Kini Hendri sadar dengan ucapannya. "Dengar Reina, sebentar lagi kamu akan menjadi istri orang. Akan lebih baik menjaga jarak dengan lelaki lain agar tidak menimbulkan kesalah pahaman terhadap pasangan mu nanti." Hendri langsung meninggalkan Reina setelah mengucapkan hal itu.

Reina meremas da*danya yang kini terasa sesak. Ucapan Hendri barusan benar-benar membuatnya terasa nyeri begitu saja. Apa lagi saat Hendri memanggilnya tidak menggunakan nama kecilnya lagi. Seolah dengan jelas memberi jarak untuknya tidak mendekat lagi.

"Kenapa aku nangis." Gumam Reina sambil mengusap air matanya yang tiba-tiba jatuh tanpa dapat di cegah lagi.

Nissa yang sejak tadi menyaksikan keduanya hanya bisa menghela nafas. Ia sampai sembunyi di balik pintu saat Reina memasuki rumah dan langsung menuju ke lantai atas.

"Bagaimana cara nda menyadarkan perasaan mu Re." Gumam Nissa.

Nissa bukanya diam saja saat Reina meminta pendapatnya tentang Bayu. Meski pun mengatakan setuju dengan pilihan Reina namun Nissa tetap meminta Reina untuk berfikir ulang dan menanyakan pada hati Reina sendiri. Benarkah dia mencintai Bayu sepenuhnya. Karena sepertinya kini, apa yang ditakutkan Nissa sudah jelas Terjadi.

Hendri yang tidak bergerak cepat mengambil Hati Reina. Sedangkan Reina tidak menyadari tentang perasaannya sendiri. Ribetlah pokonya.

Nissa keluar dari tempat persembunyiannya. Terasa seperti maling padahal dirumah sendiri. ia melihat keluar lagi dan ternyata Hendri duduk di tangga teras rumahnya.

"Mas." Panggil Nissa sambil ikut duduk berjarak dengan Hendri.

Hendri langsung menjauhkan kedua tangannya yang sejak tadi mengusap wajahnya sendiri. "Eh Nis." Hendri menoleh kebelakang. "Pak bos mana?"

"Om Yusuf lagi di halaman belakang."

"Bisa cemburu ini pak bos kalau lihat istrinya sama lelaki lain." Ucap Hendri bercanda. Terasa garing padahal, karna Hendri ingin menenangkan perasaanya sendiri.

"Kenapa selama ini mas nggak mau mengungkapkan perasaan mas ke Rere?" Tanya Nissa tanpa basi-basi lagi.

"Apa maksud kamu sih Niss?"

"Nggak usah sok kaget mas. Jelas aku tahu kalau mas punya perasaan ke Rere kan?"

Hendri menghela nafasnya. "Sudah tidak perlu dibahas lagi Niss.”

"Lagian kenapa mas nggak gercep sih mas. Sudah tahu ada gadis nganggur didekatnya, kenapa nggak langsung di ungkapin saja." Omel Nissa. "Rere juga, aku bukannya nggak tahu kalau sebenarnya dia juga punya perasaan ke mas. Tapi mata dan hatinya tertutup dengan kata saudara. Kesal juga aku menjelaskan ke Rere bagaimana lagi." Tambah Nissa yang malah seperti emak-emak tengah curhat.

"Mana mungkin Rere punya perasaan sama aku Niss. Dia memang hanya menganggap aku saudara."

"Aku ini perempuan mas."

"Memangnya siapa juga yang mengira kamu laki."

Bug...

"Aw..." Pekik Hendri saat mendapat bogeman kuat pada lengan tangannya. "Sakit Niss."

"Dengerin dulu, aku belum selesai bicara mas. Aku ini ibunya Rere lo mas. Jadi aku tahu bagaimana perasaan Rere termasuk rasa yang belum di sadarinya sendiri."

"Aku ini lelaki Niss."

"Aku tahu, buta kalau ada yang bilang mas itu perempuan." Ucap Nissa balas dendam.

"Aku cukup tahu diri jika memang Rere hanya menganggap aku saudara. Dan tidak akan lebih dari itu."

"Dasar dua manusia tidak peka." Cibir Nissa.

"Lagi pula ya Niss. Jika pun seandainya aku jujur ke Rere dan Rere menerima aku. Ujian ku selanjutnya adalah pak Yusuf."

"Memangnya ada apa dengan Pak Yusuf mas."

'Apa iya pak Yusuf akan merestui putri tunggalnya menikah dengan duda seperti aku. Dan lagi aku kan hanya sekretarisnya."

"Astagfirullah mas Hen. Mas sama aku lebih lama mas yang kenal sama suami aku loh mas. Bisa-bisanya mas berfikir seperti apa yang pernah aku pikirkan."

"Owalah Nissa... Nissa..." Ucap Hendri tidak habis pikir dengan istri bosnya ini.

"Sayang." Panggil Yusuf.

Spontan Hendri berdiri menghadap Yusuf. "Mampus aku kalau sampai potong gaji. Eh masih mending kalau potong gaji saja. Kalau di pecat bagaimana." Gumam Hendri.

"Eh ayy." Nissa langsung beranjak mendekati Yusuf. Dan Yusuf langsung merangkul Nissa.

"Dasar om om tukang cemburu." Batin Nissa saat Tubuhnya semakin merapat saja.

"Sebelum pulang kita sarapan dulu Hen."

"Baik pak."

Yusuf langsung membawa Nissa menuju kamar mereka. "Ayo kita mandi."

"Ayy. Aku sudah mandi. Nih rambut ku saja masih lembab karena tadi nggak aku keringkan." Tutur Nissa. Dia harus bisa negosiasi karena paham dengan maksud Yusuf.

"Kamu harus dihukum karena sudah berduaan dengan lelaki lain."

"Tapi kata Ayy tidak akan cemburu dengan mas Hendri."

"Tapi dia tetap lelaki sayang." Ucap Yusuf yang langsung melakukan maksudnya. Setelah mereka berdua sudah memasuki kamar.

Bersambung...

Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya sayang kesayangan 🥰 kasih like dan komennya 💋 tab favorit juga ya ❤️

1
Susanto Dhanie
Luar biasa
Eliyanti
Kecewa
Eliyanti
Buruk
sweetpurple
Luar biasa
Widi Astuti
cemunguuut Othoor....🌹🌹🌹
Widi Astuti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lucu bgt ini Pak Yuduf n Mas Hendri... bisa kompek bgt panggil istri2nya....
Widi Astuti
Luar biasa
Widi Astuti
Lumayan
Widi Astuti
rasa nyaman yg tercipta Krn selalu bersama Reina.... perlahan pasti jd jatuh cinta.... 😃😃😃
Eliyani Elieboy
belum juga sunat si kecebong eh adknya udh mulai otw tu
Eliyani Elieboy
ratu bekicot LG akting Lo Zen
masak gtu ajha gak paham sih
Eliyani Elieboy
pengantin lawas LBH hot ternyata /Smirk//Smirk//Smirk/
Eliyani Elieboy
sayang Thor klw di buat melipir
bagusan ikutan tersesat sama2
ikoooot thorr pegangan tangannya
Eliyani Elieboy
ilih muncul LG si Arya setelah sekian purnama
Eliyani Elieboy
kocak parah gara2 kecebong 1 ne
/Grin//Grin//Grin//Smirk/
Eliyani Elieboy
jng ad crita mewek thor
sedih tau
Eliyani Elieboy
Andi /Heart/ Gita
keren Thor
kasian blm ad jodohnya
Eliyani Elieboy
kapok kan ketahuan om Yusuf
/Grin//Facepalm/
Eliyani Elieboy
td Masi baca part yg hareudang
ehhh ne malah JD melow plus nyesek
authornya /Good/....
smngat thor
love love sekebon la pokonya
Eliyani Elieboy
ya ampun Thor hareudang bner looo
JD bayangin ntah kmn2 JD nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!