Maureen Raynza Gabriela, gadis cantik yang sudah lama menutup hatinya kepada semua lelaki. Karena penghianat yang dilakukan mantan pacarnya beberapa tahun lalu.
Sampai akhirnya orang tua gadis itu memberitahukan tentang perjodohan dengan anak sahabatnya dulu yang sudah pindah ke luar negri.
Karena tidak dapat menolak perjodohan itu membuat gadis cantik yang sering disapa Maureen memberikan persyaratan konyol kepada calon suami nya.
****
Rafael Demian Smith. Pria yang dijodohkan dengan Maureen yang ternyata diam diam sudah menyukainya dari kecil.
Tetapi cintanya bertepuk sebelah tangan setelah mengetahui wanita yang ia cintai sudah memiliki pria lain disampingnya.
Membuat Rafael pergi meninggalkan gadis impiannya sejak kecil ke luar negeri untuk menghilangkan perasaannya.
bagaimana cerita perjodohan Maureen dan perjalanan cinta Rafael terhadap gadis impiannya. .....???
ikuti ceritanya guyssss..??
ingat cerita ini hanya haluan author aja 🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mella Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Refreshing
Ntah pukul berapa Maureen terbangun masih dengan gaun semalam. gadis itu langsung membersihkan make up dan cuci muka di kamar mandi. tak lupa juga Maureen mengganti pakaiannya dengan piyama tidur.
Beres dengan pakaian tidur Maureen main ponsel sebentar sebelum melanjutkan tidurnya. Di ponsel menunjukan pukul 2 dini hari, ia memutuskan untuk mengirim Chat di grupnya.
^^^Maureen✉️^^^
^^^guys besok pagi yuk??^^^
✉️ Shintia
Nafa Lo tumben mendadak.
✉️ Felicia
Tumben Lo belum tidur curut.
^^^Maureen✉️^^^
^^^Ayolah terserah mau kemana yang penting pergi.^^^
✉️Naura
Gue sibuk
✉️ Felicia
Sini gue di Singapure. . susul gue😂
^^^Maureen ✉️^^^
^^^@Felicia si anj**** udah di Singapore aja Lo^^^
^^^Maureen ✉️^^^
^^^Ayolah guys 🥺^^^
✉️ Felicia
Sialan Lo. . Lo yang anj**** gue tadi pagi udah bilang
^^^Maureen ✉️^^^
^^^gue lupa^^^
^^^Maureen ✉️^^^
^^^@Naura @shintia @naura @shintia woyyyy. .^^^
✉️Shintia
gue sibuk banyak kerjaan
✉️Naura
besok gue harus ke Bali tinjau proyek
^^^Maureen ✉️^^^
^^^Gue ikut^^^
^^^Maureen ✉️^^^
^^^pokonya gak ada penolakan gue ikut titik.^^^
✉️Naura
Besok penerbangan jam 7 kalau tiket Lo gak dapet itu masalah Lo.
^^^Maureen ✉️^^^
^^^ok. . kalau gak dapet tiketnya gue pakai pesawat pribadi.^^^
✉️ Felicia
Sultan mah bebas.
✉️ Shintia
pesawat pribadi gak tuh.
✉️Naura
Anj**** gue lupa kalau sahabat gue anak sultan. bye
Malam ini juga Maureen langsung mencari tiket pesawat penerbangan yang disebutkan Naura tadi dan akhirnya dapat. ia segera tidur setelah memasang alarm pukul 06.00.
Beberapa jam kemudian. .
Kring. . kring. . .kring . .
Alarm berbunyi menunjukan pukul 06.00, ia segera siap siap untuk pergi ke bandara. Mempersiapkan semuanya dengan baik Maureen hanya membawa tas ransel doang, ia tidak akan membawa koper.
Dengan segera Maureen pergi tanpa pamit dulu karena sebelumnya dia bikin catatan yang ia tinggalkan di atas nakas samping tempat tidur.
Setengah jam sebelum take off Maureen sudah sampai di bandara dan Naura menunggu di ruangan khusus.
"Woy". ucap Maureen kepada Naura dengan nafas putus putus.
"Kirain Lo gak bakal datang". ucap naura.
"datang lah. . kalau nggak juga gue bakal nyusul". celetuk Maureen.
"HM. . ayo masuk".
Maureen dan Naura masuk ke pesawat karena sebentar lagi take off.
Sebelum naik pesawat Maureen matikan ponselnya karena hari ini ia ingin refreshing sebentar.
mereka cuma satu malam disana besok siang mereka akan kembali ke Jakarta dan mereka izin kuliah sehari dengan alasan pekerjaan.
1 j perjalanan udara mereka sampai di Bali. Maureen pergi kemanapun Naura akan lakukan karena dia cuma ikut tidak untuk menganggu pekerjaannya.
Maureen akan tinggal di apartemen Naura Ia hanya mengekori naura.
Tanpa ponsel Maureen hanya dihabiskan dengan nonton film kesukaannya di tv ia sengaja tidak menyalakan ponsel nya kembali.
Maureen refreshing di Bali untuk menenangkan pikirannya tentang kemarin. ia juga cerita sama Naura malah tambah pecah kepalanya. bukannya memberi masukan malah mentertawakan sangat keras.
"anj**** Lo bukannya bantuin gue malah ketawa puas Lo temen sengsara kaya gini". ucap Maureen sambil cemberut.
"hahahaa yang sabar ya. . gue udah tebak sih dari awal waktu di Korea. tapi gak papa lah reen yang penting duit lancar". ucap Naura mengelus kepala Maureen.
"gue gak butuh uangnya". ucap Maureen.
"terserah loh deh. . karena masalah ini siap siap besok Lo dapat hadiah dari om Ray". ucap Naura menakut nakuti Maureen.
Maureen hanya diam memikirkan ucapan Naura membuat dia kesal sendiri.
"diem Lo ah gue kesini buat refreshing jangan buat gue sebel deh".
Maureen pergi dan menuju ke pesisir pantai untuk menikmati indahnya pantai di sana. banyak yang Maureen pikirkan tentang masalah ini, walaupun dia tidak ingin memikirkannya tetapi semua terlintas begitu aja.
Maureen berada di pesisir pantai begitu lama. karena lapar ia kembali ke apartemen Naura, ia memutuskan untuk makan siang di sana.
memasuki kamar Maureen tidak melihat Naura sama sekali hanya menemukan selembar catatan di kulkas.
📄: gue ada urusan hari ini. . mungkin gue balik malam jangan tungguin gue.
from Princess Naura yang paling cantik.
"dih narsis". ucap Maureen setelah membaca catatan yang ditinggalkan Naura dan langsung membuangnya ke tempat sampah.
maureen masak spaghetti kesukaannya untuk makan siang. ia menghabiskan waktu nya dengan sesuka hati tanpa ponsel. hanya duduk sambil nonton film.
malam hari Naura pulang ke apartemen agak malam dan kebetulan Maureen belum tidur.
"Lo belum tidur??". tanya Naura.
"HM. .". dehem Maureen sebagai jawaban.
Mendengar itu Naura pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan biar lebih segar. selesai Naura bergabung sama Maureen di tempat tidur yang sedang nonton film.
"kerjaan Lo belum kelar??". tanya Maureen saat melihat Naura memangku laptop disampingnya.
"belum, , bentar lagi ada masalah di proyek ini makanya gue harus turun tangan". ucap Naura.
"ada yang bisa gue bantu??". ucap Maureen menawarkan diri.
"gak usah, ,cuma masalah kecil. . Lo pikirin aja nasib Lo besok". ucap Naura meledek.
mendengar itu Maureen langsung berbaring menutup seluruh badan dengan selimut.
"matiin tv nya??".
"matiin sendiri". ucap Maureen ketus.
plak. . .
Naura memukul pantat Maureen yang posisinya sedang membelakangi dirinya sambil tersenyum.
Maureen tidur duluan dengan nyenyak.
...----------------...
Perlahan Maureen membuka matanya berusaha bangun dan menetralkan dengan cahaya di ruangan itu.
Pertama yang Maureen lihat adalah Naura yang sedang merapihkan rambutnya di depan meja rias.
"masih pagi Lo udah siap aja??". ucap Maureen setelah melihat ponselnya yang menunjukkan pukul 06.00.
"iya masih ada urusan gue". ucap Naura sambil membereskan berkas berkas dan pamit pergi." gue selesai jam 10 dan penerbangan kita jam 11 awas kalau Lo lupa".
"ia. . bawel". ucap Maureen pergi ke kamar mandi.
itulah sisi Naura yang semua orang tidak tau. dengan sifatnya yang dingin dan cuek sebenarnya Naura itu sangat cerewet orangnya. dia memang jarang menunjukannya ke siapapun kecuali orang yang dia sayang.
Banyak yang orang tidak tau dari kami berempat semua sikap dan sifat yang ditunjukan diluar sana bukanlah sisi asli mereka.
Maureen bersiap siap untuk turun ke bawah. hari ini Maureen akan sarapan di restoran, ia juga akan pergi jalan jalan sendiri.
menghabiskan waktu terakhir di Bali sendiri dan menyiapkan diri untuk nanti tiba di Jakarta. ia sudah menduga bakal ada hal yang menanti dirinya di rumah maka dari itu hari ini Maureen sedang menyenangkan diri sendiri.
Keliling wisata yang ada di bali dan membeli beberapa barang yang ia suka.
Hanya beberapa jam saja Maureen harus kembali ke apartemen. saat di lobi Maureen dipanggil resepsionis.
"Nona Maureen". sapa resepsionis ramah.
"ia mba ada apa??".
"ini ada titipan buat mba". ucap resepsionis memberikan amplop coklat ke Maureen.
"makasih mba".
"iya nona sama sama".
Maureen memasuki lift dan pergi ke kamar Naura, ia segera membuka isi amplop tersebut dan berisi tiket beserta Surat. tiket itu dari Naura ia mengatakan bawa akan langsung ke bandara dan bertemu di sana.
Pukul 10 lebih Maureen berangkat ke bandara untuk pulang ke Jakarta. ia memakai taksi ke sana dan di bandara Maureen langsung mencari keberadaan Naura. sampai detik ini Maureen tidak mengaktifkan ponselnya.
...****************...
...****************...
...****************...
Tunggu cerita selanjutnya. .
...Happy reading guys 😊.. . ....
masyaa allah karya nya luar biasa kak.. semoga Kka sehat selalu dan di berikan kelancaran dalam berkarya.. semoga bisa menjadi penulis terkenal di kemudian hari..
tetap semangat Kka..
baarakallahu fii kum..
salam kenal author 💜💜💜