TAMAT
Kisah ini bercerita tentang seorang wanita yang ditinggal pergi oleh kekasihnya untuk selama-lamanya tepat seminggu sebelum pernikahan mereka.
5 tahun berlalu, seorang pria datang kedalam hidupnya.
Mampukah pria itu membuatnya melupakan kekasih masa lalunya?
Karena nyatanya bersaing dengan orang yang masih hidup terasa lebih gampang daripada bersaing dengan kenangan indah yang ditinggalkan oleh orang yang telah tiada.
Pict from pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresyst_lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 22
Vio berteriak kesenangan. Rayn baru saja membantu dan memberikannya beberapa perencanaan yang berkaitan dengan bisnis yang akan dia bangun. Saking senangnya, Vio sampai tidak sadar memeluk Rayn.
‘’Maaf’’ Vio melepas pelukannya, tapi dengan cepat Rayn menarik kembali Vio dalam pelukannya. Vio hanya membiarkan, bahkan wanita itu membalas pelukan Rayn dengan bibirnya yang sudah melengkung sempurna.
*****
Pagi ini, Rayn membantu Vio mencari gedung yang akan mereka sewa untuk dibangunkan butik.
Sebenarnya, Rayn sudah meminta sekertarisnya untuk menyiapkan satu gedung dan berpura-pura menyewakan gedung itu dengan harga murah. Itu dia lakukan karena yakin Vio tidak mau menerima bantuannya.
Masalah gedung pun selesai. Bukan main senangnya Viona mendapatkan gedung besar, tempatnya strategis dan dengan harga sewa yang tidak terlalu mahal.
Karena Ryan punya meeting penting siang ini dia tidak bisa menemani Viona lagi. Viona pun mengajak Karin untuk menemaninya memilih beberapa perlengkapan yang akan mereka gunakan dibutik. Awalnya Vio ingin mengajak Sabila tapi Sabila sedang kencan dengan pria yang dia kenal di dating app.
Bruk
Tidak sengaja Vio menabrak seorang pria dengan keranjang belanjanya.
‘’Maaf maaf aku nggak sengaja,’’ ucap Vio penuh penyesalan. Untung saja pria itu tidak marah padanya dan malah memberikan satu tangannya untuk berkenalan.
Sebenarnya Vio enggan untuk berkenalan dengan pria asing. Ya tapi terpaksa, setidaknya untuk menebus kesalahannya tadi. Sekilas, Vio merasa pria itu agak mirip Rayn. Bukan wajahnya ya, tapi tatapan genitnya.
3 Bulan berlalu
Vio dan Karin sedang memilih beberepadesain pakaian yang akan mereka buat. Setelah itu, keduanya keluar. Vio bertugas untuk mencari tempat produksi, sedangkan Karin mencari kain yang akan mereka gunakan.
Sementara di perusahaannya Rayn sedang sibuk dengan pekerjaannya.
Tot tok tok tok
Tidak lama munculah Kia (Sekretaris Rayn) memberitahukan Febby sedang mengamuk dan memaksa ingin bertemu Rayn.
‘’Usir. Apapun alasannya aku tidak ingin bertemu wanita itu.’’ Kia pun keluar dan menelpon sekurity untuk mengusir Febby. Wanita itu masih bersikeras, berteriak memanggil Rayn.
Rayn geram wanita itu memperkeruh suasana dengan beberapa kali berteriak menyebut buruk nama Vio.
Tidak peduli walau dilihat karyawannya, Rayn berjalan menghampiri Febby dan tanpa aba-aba, pria itu mencengkram rahang Febby lalu mendorong kasar tubuhnya hingga membentur lantai. Rayn sama sekali tidak peduli dengan ringisan wanita itu. Dia mendekat lagi pada Febby, menarik rambutnya dengan kasar.
‘’Berani sekali kamu datang dan membuat keributan di perusahaanku dan apa katamu tadi, calon suami? Cih, kau pikir aku mau.’’Lagi dan lagi, Rayn memandangnya dengan tatapan jijik.
‘’Aku tidak pernah menyetujui perjodohan ini jadi jangan pernah kamu mengatakan hal buruk tentang Viona karena dari awal dialah wanita yang aku cintai.’’
Setelah berucap Rayn kembali menyuruh security untuk mengusir Febby dan memerintahkan agar tidak membiarkan wanita itu menginjakan kaki di perusahaannya lagi. Rayn sama sekali tidak peduli dengan teriakan Febby.
‘’Ada apa nih? Kenapa tegang banget?’’ tanya seorang pria mengalihkan perhatian.
‘’Selamat siang pak Daniel.’’ Sapa Kia sopan lalu mempersilahkan Daniel masuk keruangan atasannya.
‘’Jangan terlalu sibuk nanti jodohnya jauh,’’ canda Daniel menghentikan aktivitas Rayn. Pria itu tersenyum menatap Daniel yang sedang berjalan menuju sofa.
‘’Acel mana?’’ Rayn pun mengambil ponselnya, menghubungi Acel dan menyuruhnya keruangan.
Acel adalah asisten sekaligus sahabat Rayn, Daniel dan Fadlan. Awalnya Rayn hanya punya satu sahabat yaitu Daniel tapi saat dibangku SMA Daniel mengenalkan Acel dan Fadlan padanya.
‘’Hei bro, kapan balik?’’ Acel sudah duduk di depan mereka.
‘’Kayaknya bakalan menetep disini lagi deh.’’
Rayn dan Acel tentun senang. Beberapa bulan ini Daniel memutuskan untuk tinggal diluar negeri, untuk menghindari perjodohan yang dilakukan orang tuanya. Karena memilih menetap di negara ini, Daniel pun harus menghadapi konsekuansinya. Malam nanti dia harus bertemu dengan wanita yang dijodohkan dengannya.
Trtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrt
Getar alarm ponsel Rayn mengalihkan perhatian.
‘’Pasti waktunya nganter kudapan buat Vio.’’ Acel menggeleng mengingat sikap Rayn yang belakangan ini tidak seperti biasanya. Pria gila kerja itu beberapa kali tidak masuk kantor untuk menemani seorang wanita. Acel tidak tau siapa wanita itu, yang jelas dia salut karena wanita itu bisa menjinakan buaya sekelas Rayn.
‘’Ada apa sih?’’ Daniel tidak mengerti
‘’Sahabatmu itu sedang bucin.’’
Jelas saja Daniel tidak percaya. Dia tau bagaimana Rayn. Pria itu sama sekali tidak bisa tahan dengan satu wanita. Kan impian terbesar Rayn adalah memacari wanita cantik dimuka bumi.
‘’Nil, Cel, aku tinggal ya, mau jemput Vio dulu.’’ Dengan cepat Rayn meninggalkan ruangannya. Dia berjalan dengan langkah besar.
Daniel masih diam di tempatnya. Tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Seorang Rayn menjemput seorang wanita?
Sejak kapan itu terjadi? Setaunya Rayn sama sekali tidak pernah menjemput wanita-wanitanya karena menurutnya itu akan sangat merepotkan.
Kalau bisa naik taxi kenapa harus dijemput, itulah kata-kata yang biasa diucapkan Rayn saat ada wanita yang minta dijemput olehnya.
*****
‘’Kamu ngapain disini?’’ Vio heran melihat Rayn. Darimana pria itu tau keberadaannya. Apa pria itu memata-matainya?
‘’Teleponku nggak diangkat jadi aku nyusul kesini.’’ Vio semakin tidak mengerti. Bagaimana pria itu bisa tau keberadaannya?
‘’Tau darimana aku disini?’’
‘’Hhmm itu...’’ Rayn memutar otaknya dengan cepat, mencari alasan yang tepat, ‘’tadi pagi kan kamu bilang mau kesini.’’
‘’Aku kasih tau kamu ya, Kok aku lupa sih?’’ Vio berpikir sejenak sebelum naik ke mobil Rayn.
Sebenarnya Rayn mengatur ponsel Vio agar berbagi lokasi dengannya. Rayn mengaturnya saat mengunjungi apartemen Vio untuk mengantarkan makan malam beberapa waktu lalu. Kebetulan saat itu Vio meletakan ponselnya disofa.
‘’Mau kemana, nyari makan dulu, ke butik atau ke apartemen?’’
‘’Hhmm, beli makan dulu terus abis itu anterin aku ke butik.’’
‘’Siap nyonya.’’
Vio terkekeh mendengar ucapan Rayn itu.
Di tempat lain, Sabila sedang bersiap , sejam lagi dia akan bertemu dengan pria yang akan dijodohkan dengannya. Semoga saja kali ini berhasil, harapnya.
Wanita itu beberapa kali bertemu pria dari dating app tapi sayangnya nggak ada yang berhasil. Selalu saja dia bertemu pria brengsek. Sebenarnya, dari banyaknya pria-pria itu, ada satu yang sempat menarik perhatian Sabila. Sudah ganteng, sopan, kaya, menghargai wanita tapi sayang bau keteknya itu loh..... begitu sangat mengganggu indera penciuman. Sabila sampai beberapa kali menahan nafasnya, saat dia bertemu pria itu beberapa hari lalu.
Apakah ini yang dimaksud dengan tidak ada yang sempurna di dunia ini?
Bersambung.....
Jangan lupa dukung otor dengan memberikan vote, bunga atau kopi dan jangan lupa like dan komennya😊
Cinta harus diperjuangkan & diperjelas 😎😎