Aku bisa melihat mereka 2
Inara seorang gadis indigo, yang ternyata hidupnya di incar oleh seorang iblis yang menginginkannya menjadi ratu iblis.
Dapatkah Inara bisa lepas dari jerat iblis itu?
Lalu bagaimana dia menghadapi musuh lama keluarganya, yang selalu meneror dirinya dan keluarganya?
Bagaimana ceritanya? Ikuti terus ya Aku bisa melihat mereka 2.
Selamat Membaca 📖
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Un.Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Malam hari Inara terbangun, lagi-lagi tubuhnya terasa panas, kepalanya terasa sakit.
Inara bergegas masuk ke kamar mandi, dia mengguyur tubuhnya dengan air meski dia tau itu tidak akan meredam rasa panasnya.
"Aku gak mau!" Isak Inara. Panas di tubuhnya semakin membara.
"Aku gak mau!" pekik Inara.
Tiba-tiba sosok setan merah itu muncul di belakang Inara dan menyeringai melihat Inara.
"Kamu gak akan bisa lari tuan putri, kamu bagian dari kami!" Ucap Setan merah itu.
"Enggak!! Aku enggak mau!!" Teriak Inara.
Hihihihihihihi~~~
"Sedikit lagi tuan putri, kamu akan menyempurnakan jiwa iblis dalam tubuhmu, tinggal beberapa jantung manusia lagi yang harus kamu santap."
"Enggak, aku gak mau!!" teriak Inara histeris.
Dia merasakan sakit di tubuhnya terutama di kepalanya, perlahan kuku-kukunya memanjang, kulit tubuhnya perlahan mulai menghitam, matanya merah menyala.
"Aku gak mau, tolong aku!!"
Sosok setan merah itu terus menyeringai ke arah Inara. Perlahan tubuh Inara berubah jadi sosok iblis dengan tubuh yang hitam kemerahan, terdapat dua tanduk pendek di kedua sisi dahinya, rambutnya panjang semrawut.
Sosok Inara menatap cermin. "Kau tidak akan bisa lari dari takdirmu Inara."
"Aku gak mau, aku manusia aku bukan iblis!"
"Sekarang coba lihat dirimu, apa wujudmu menampakan wujud manusia, kau manusia setengah iblis Inara, di dalam tubuhmu lebih banyak mengalir darah iblis di banding darah manusia."
Inara terus bertengkar dengan jiwa iblis di dalam tubuhnya, sisi manusianya terus menolak, tapi Inara terus kalah dengan jiwa iblisnya. Perlahan iblis di dalam tubuhnya menelan semua sisi manusianya.
Dan sekarang yang ada di hadapan cermin sosok iblis sesungguhnya.
"Waktunya makan!" Gumamnya menyeringai.
Sosok Inara langsung menghilang, dia sedang berkelana untuk mencari makan. Orang-orang yang selama ini meninggal dan kehilangan jantungnya itu adalah ulah jiwa iblis dalam tubuh Inara.
Selama ini Inara berusaha melawan, namun dia selalu gagal. Tapi setiap dia selesai menyantap jantung manusia yang di inginkannya dan Inara kembali ke manusia seutuhnya, dia akan melupakan kejadian itu dan dia kembali menjadi manusia biasa.
Bagaimana dengan Inara? Apakah dia akan menjadi ratu iblis? atau dia akan menjadi manusia seutuhnya. Siapa yang akan menolong dia dari jeratan iblis itu.
***
Saat Inka terbangun dia mencari Inara yang tidak ada di sampingnya.
"Sayang lagi di kamar mandi ya?" tanya Inka didepan pintu kamar mandi. Tapi tak ada sahutan dari Inara.
"Bunda!" Inka menoleh.
"Ehh sayang kirain kemana, bunda cariin. Kita sholat subuh dulu yuk cantik."
"Bunda aja aku lagi halangan." balas Inara dengan raut wajah yang datar.
"Oh ya udah, bunda sholat dulu ya sayang."
"Iya bunda." balas Inara.
Saat Inka akan ke kamar mandi, tiba-tiba Inara langsung tak sadarkan diri.
"Dedek!" pekik Inka.
"Dedek bangun sayang, kamu kenapa nak?"
"Sayang bangun!"
Inka mengangkat tubuh Inara dan membaringkannya di kasur.
"Sayang bangun nak, jangan bikin bunda khawatir." Inka berusaha membangunkan Inara.
Perlahan Inara membuka mata, wajahnya terlihat pucat dan sayu. Tiba-tiba air matanya menetes.
"Bunda!" ucapnya lemah.
"Sayang." Inka langsung mengecup kening Inara.
"Kita ke rumah sakit ya sayang, dedek sakit ya?"
Inara menggeleng. "Inar gak apa-apa bunda, bunda gak usah khawatir."
Inka memeluk Inara, air matanya mengalir deras, dia sangat takut kehilangan putrinya.
Inara merasakan tubuhnya lemas, sekarang perlahan dia mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Tapi Inara menganggap itu hanya mimpi.
"Aku tau itu hanya mimpi, aku manusia bukan iblis. Ayah dan bundaku manusia, bagaimana mungkin aku iblis?"
"Ya udah sekarang dedek gak usah sekolah ya, dedek istirahat." Inara mengangguk.
Inka mengecup kening Inara lagi.
"Ya udah bunda sholat subuh dulu ya sayang." Inara mengangguk.
***
"Kapan kamu akan membawanya kemari?" tanya seorang kakek.
"Maaf kek aku selalu gagal. Karena kuntilanak merah itu terus menjaganya sehingga aku tidak bisa mendekatinya." jawab seorang pemuda.
"Kalo sampai kita telat menyelamatkannya, akan banyak korban berjatuhan dan mungkin akan banyak manusia yang akan disesatkan meski semua yang terjadi tetap atas kehendak Allah. Kakek sudah mendapat amanah dari Hasan Abdullah untuk membebaskan keturunannya dari iblis itu." ujar sang kakek.
Pemuda itu hanya mendengarkan perkataan si kakek. Meski dia tidak paham apa masalahnya.
"Kita harus lenyapkan jin kafir itu, agar kamu bisa membawanya kemari."
"Caranya gimana kek?" tanya pemuda itu.
"Panggil Hanafi kesini!" Pemuda itu mengangguk, lalu dia meninggalkan sang kakek dari ruangannya.
Kakek itu menatap nanar ke arah luar. "Hasan, kenapa sampai bisa kamu mempunyai keturunan iblis. Saya akan berusaha tapi selebihnya tetap Allah yang menentukan, Semoga Allah bisa membantuku dan menolong cucu buyutmu." Ujar sang kakek.
***
Siang itu Marvel datang ke rumah Inka, dia khawatir dengan keadaan Inara. Argan yang memberi taunya bahwa Inara sakit.
"Giman keadaan Inara?" tanya Marvel saat sampai di rumah Inka.
"Sudah membaik kak, sekarang dia lagi istirahat." Jawab Inka.
"Nih saya bawa makanan kesukaan Inara."
"Makasih ya kak. Kok kakak tau makanan kesukaannya Inar."
"Dari Argan!" Inka mengangguk paham lalu dia mengambil paper bag itu dari Marvel.
Lalu Inka ke belakang untuk mengambil minum buat Marvel. Selesai membuat minum Inka kembali membawa minum untuk Marvel. Tapi saat dia akan menaruh kopi di meja, tiba-tiba gelasnya tumpah mengenai tangannya.
"Ahkk.."
"Kamu gak apa-apa?" Tanya Marvel panik.
Dia langsung mengambil tangan Inka dan meniup-niupnya.
"Hati-hati dong dek!" Ucap Marvel masih sambil meniupi tangan Inka. Inka merasa deg-degan saat Marvel memegang tangannya.
"Saya obatin ya, kotak p3k-nya dimana?"
"Gak usah kak nanti biar aku obatin sendiri." Jawab Inka.
Marvel masih terus meniup-niup tangan Inka. "Panas banget ya?" Tanya Marvel.
"Udah nggak kak!" Jawab Inka. Marvel menatap Inka, tiba-tiba dia mengusap pipi Inka.
"Kamu gak pernah berubah, masih terlihat cantik seperti dulu," Ucap Marvel.
Inka tertunduk, entah kenapa perasaan dia gak karuan. Apa dia sudah mulai jatuh cinta lagi sama pria yang ada di hadapannya itu. Tapi rasanya tidak mungkin karena di hatinya masih ada Iqbal.
"Kakak apaan sih gombal banget," Ucap Inka sambil mengalihkan pandangannya.
Marvel tersenyum melihat wajah Inka yang tersipu seperti itu. Tiba-tiba Marvel menggenggam kedua tangan Inka dan mengecupnya.
"Aku sangat mencintai kamu." Ucap Marvel.
Inka terdiam, entah kenapa perasaannya berdesir saat menatap Marvel. Inka langsung tersadar, dia kembali mengalihkan pandangannya.
"Kakak udah makan? Tadi aku masak banyak, kita makan dulu yuk kak!" Ucap Inka sambil melepaskan genggaman tangan Marvel.
Marvel mengangguk dan tersenyum. Inka beranjak dan ingin ke dapur tapi tiba-tiba Marvel menarik tangan Inka hingga terjatuh terduduk di hadapannya.
Inka menatap wajah Marvel yang sangat dekat. Marvel mengusap pipi Inka sambil tersenyum. Tubuh Inka menegang, jantungnya juga berdebar kencang.
"Saya mohon, beri saya kesempatan untuk menjaga kamu dan anak kamu!" Ucap Marvel sambil mengusap pipi Inka. Inka hanya terpaku sambil menatap Marvel.
"Saya tau kamu belum bisa membuka hati kamu, tapi saya janji akan menjaga dan mencintai kamu dan Inara." Ucap Marvel.
Inka menatap Marvel, tatapan matanya memancarkan ketulusan. Selama Ini dia tidak mau menikah dengan siapapun, karena dia masih sangat mencintai Inka. Dan ternyata takdir masih memberinya kesempatan untuk memiliki wanita yang di cintainya.
Inka mengusap pipi Marvel, lalu dia memejamkan matanya, tak lama dia membuka matanya.
"Kasih aku waktu kak, aku masih ingin memikirkannya!" Balas Inka.
Marvel tersenyum dan mengangguk.
Bersambung..
...Kira-kira Marvel sama Inka CLBK gak ya?...
...Terus gimana nasib Inara? Jadi ratu iblis atau bisa di selamatkan? ...
...Ikuti terus ceritanya ya, jangan lupa like dan komennya!...