NovelToon NovelToon
The Princess (Sequel Love Story)

The Princess (Sequel Love Story)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Contest / Tamat
Popularitas:256.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: Qnoy

Siapa yang tidak mengenal Rayna Almahyra Farobi. Putri satu-satunya tuan Ardhi Al Farobi dan Tsurayya Ednika Frederick

Rayna, alias Ina memiliki seorang kakak lelaki bernama Rayhan Putra Farobi dan dua orang adik lelaki bernama Rayyan Alvarendra Farobi dan Rayendra Putra Farobi

Kebayang ya.. satu anak perempuan dikelilingi bodyguard-bodyguard kesayangan

Ina, gadis yang lembut, berwibawa, cerdas dengan segudang prestasi.

Lean, putra dari Leon (baca Love Story yaa) yang jatuh cinta pada Ina sejak pandangan pertama

Bagaimana kisah mereka?
Akankah Lean menjadi generasi ke 3 yang kandas percintaannya dengan satu keturunan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qnoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 20

Di sebuah restoran steik, terlihat seorang pria tengah duduk di kursi VIP. Seorang koki profesional memasakkan daging steik di depannya. Seorang pelayan menuangkan red wine di gelas kacanya

Pria itu bukan orang biasa, terlihat dari kelas reservasi yang dipilihnya dan beberapa orang berjas hitam yang berdiri mengelilinginya

"Tuan.."

Pria itu melirik sekilas pada pelapornya.

"Apa yang kau dapatkan?" Tanya Pria itu sambil meminum wine nya perlahan

Pelapornya menyerahkan amplop besar berwarna coklat. Pria itu membuka amplop itu. Beberapa foto di dalamnya membuatnya tertegun sesaat

"Ini…"

"Di duga, ini adalah Alexander Knight yang menghilang."

Pria itu menghela nafas

"Kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?"

Pelapor itu mengangguk, lalu segera pergi

Pria itu menatap steik yang sudah terhidang di depannya.

Jleb! Pisau daging itu menembus steik

"Tajam…" bisik pria itu

***

Pulang sekolah, Ina menyempatkan diri menjenguk Lean di Rumah Sakit. Sembari menenteng strawberry cheese cake buatannya, gadis itu bersenandung kecil menuju kamar Lean

"Hai cantik.." sapa seseorang. Ina mendongak. Ero tersenyum di depannya

"Bang Ero, jenguk bang Lean?" Tanya Ina

"Iya, baru datang Na?"

"Iya, habis pulang sekolah. Ke rumah dulu ganti baju sama ngambil kue." Kata Ina sambil mengangkat kue buatannya

"Wah, bikin sendiri? Pinter kamu ya. Pantas Andre pengen banget kamu mengunjungi dapur Gengs Cafe sambil berbagi ilmu perdapuran." Kata Ero

"Kok bang Ero tahu?"

"Andre yang cerita."

Ina mengangguk-angguk

"Ya udah, gue mau ke atm dulu sebentar ya." Pamit Ero

Ina kembali mengangguk. Gadis itu segera pergi ke kamar Lean. Lift yang dinaikinya membawa Ina ke ruang perawatan di lantai 5. Beberapa perawat mengangguk sopan padanya saat mereka berpapasan

Sampai di depan pintu, saat hendak membuka pintu terlihat dari kaca pintu Lean dan Mariska tengah berpelukan di bed Lean. Sesaat Ina seperti sesak nafas melihat pemandangan romantis di depannya. Ada yang terasa sakit di hatinya

Ina mengurungkan niatnya untuk masuk. Gadis itu mundur dan melangkah menjauhi kamar Lean. Ina memutuskan untuk pulang saja. Segera gadis itu beranjak dan kembali menuju lift

Saat pintu lift terbuka, Ina segera masuk ke lift. Bertepatan dengan Ero yang keluar dari lift

"Lho Ina, cepet banget jenguknya?" Tanya Ero

"Nggak bang, bang Lean sibuk.. Ina pulang dulu ya." Kata Ina sambil bergegas memasuki lift

Ero hendak berbicara lagi tetapi liftnya sudah kembali tertutup. Pemuda itu hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia segera pergi ke kamar Lean

"Bro.." kata Ero saat masuk ke kamar Lean

***

Lean menatap jam di dinding. Tangannya sibuk mengganti-ganti channel TV. Sungguh bosan sendirian.

"Permisi mas.."

Lean menoleh. Nampak Ero dan Mariska masuk ditemani dua orang berpakaian perawat

"Iya, mereka teman-teman saya." Kata Lean

Kedua perawat itu mengangguk lalu meninggalkan Ero dan Mariska.

"Busyet dah. Seumur-umur gue jenguk orang sakit baru ini kudu ngeliatin KTP sama di tanya macem-macem." Kata Ero

Lean tertawa. Memang atas permintaan Ina, Ardhi menempatkan beberapa bodyguardnya untuk menjaga Lean. Mereka menyamar sebagai perawat agar pasien lain merasa nyaman dan tidak bertanya-tanya sehingga menimbulkan kekhawatiran berlebihan

"Woow.. kamar kamu keren banget Ndre." Kata Mariska sambil memperhatikan sekeliling

"Iyalah, ini VVIP. Lihat, kulkasnya aja full makanan minuman." Kata Ero sambil mengambil sekaleng soda dari kulkas

Lean terkekeh melihat tingkah temannya

"Jangan udik Ro." Goda Lean. Ero tidak ambil pusing dengan candaan Lean

"Gimana kabar kamu?" Tanya Mariska sambil duduk di samping bed Lean

"Lagi apes aja. Ada orang salah sasaran." Kata Lean asal

"Tapi ini nggak berkaitan sama Iron Eagle kan?" Kata Ero sambil ikut duduk di bed

"Gue rasa nggak ada hubungannya. Masa iya mereka bertindak sejauh itu." Kata Lean sembari menggeleng

"Kamu harus segera sembuh. Kangen nih lihat kamu di kampus, Andre." Kata Mariska sambil mengelus tangan Lean

"Ehem.." Ero berdehem. Lean segera menarik tangannya

"Ndre, ada atm nggak? Gue lupa mau transfer buat dana kegiatan Phoenix sabtu ini." Kata Ero

"Ada di bawah deket ruang informasi. Inet banking elo kenapa emang?" Kata Lean

"Nggak tahu nih, kayaknya gue harus ngadep CS lagi.. Ya udah, gue tinggal bentar ya." Kata Ero. Pemuda itu beranjak meninggalkan Lean dan Mariska berdua

"Kamu mau makan Ndre?" Tanya Mariska

"Ntar aja, gue mau ke belakang dulu." Kata Lean sambil meraih kruk nya. Mariska membantu mengambil kruknya. Saat gadis itu hendak membantunya berjalan, Lean menolak

"Gue bisa sendiri, Mariska." Tolak Lean. Pemuda itu berjalan perlahan di bantu kruk menuju kamar mandi.

Selepas menunaikan hajatnya, Lean kembali menuju bed nya. Mariska membantu mengambil dan meletakkan kruk Lean di samping tempat tidur. Lean naik ke bednya, rasa nyeri di kakinya masih terasa membuat pemuda itu sedikit meringis

"Masih sakit? Ayo baring pelan-pelan." Kata Mariska sambil membantu Lean berbaring di bed. Setelah Lean berbaring, Mariska masih tetap memeluk pemuda itu. Mata mereka saling memandang satu sama lain

"Jauhan dikit Mariska. Pose begini bikin curiga orang-orang." Kata Lean

Mariska tertawa

"Memangnya kenapa? Aku suka posisi begini. Kita terlihat mesra.." kata Mariska

"Kita bukan sepasang kekasih." Kata Lean

"Kau mau kita jadi sepasang kekasih?" Tanya Mariska sambil membelai pipi Lean. Lean menangkap tangan gadis itu, kemudian menggeleng

"Maafin gue.."

Mariska menghela nafas. Gadis itu membaringkan kepalanya di dada Lean

"Kenapa Andre?" Tanya Mariska

"Gue sudah menyukai seseorang jauh sebelum mengenalmu. Kamu baik, cantik. Nanti akan ada seorang pria yang tepat untuk dirimu." Kata Lean

Mariska mendongak menatap Andre. "Begitu kah?"

Keduanya terdiam

"Bro.." tiba-tiba Ero masuk kedalam kamar. Ero nampak salah tingkah melihat pose Lean dan Mariska. Mariska segera bangun saat melihat Ero

"Mau mesra-mesraan tahu diri dong. Jangan di Rumah Sakit." Kata Ero

"Kami nggak mesra-mesraan. Gue baru dari kamar mandi, trus pas mau naik bed Mariska bantuin. Ya kan?" Kata Lean pada Mariska. Gadis itu hanya tersenyum

"Gimana juga, itu bikin orang yang ngeliat jadi mikir macem-macem. Pantesan Ina langsung turun tadi." Kata Ero

Kening Lean berkerut

"Ina kesini?" Tanya Lean

Ero mengangguk. "Tadi pas mau ke atm gue ketemu di bawah. Katanya mau jengukin elo, Ndre. Pas gue naik lagi keluar lift dia udah mau pulang aja." Kata Ero

Lean segera meraih hpnya dan menghubungi Ina.

Pemuda itu berdecak kesal, teleponnya tidak diangkat oleh Ina. Lean segera menyambar kruk nya.

"Andre, kamu mau kemana?" Tanya Mariska

Lean tidak menjawab. Pemuda itu berjalan menggunakan kruk keluar kamar.

"Ndre, elo masih sakit kakinya. Jangan banyak gerak." Ero memperingatkan

"Gue mau cari Ina, Ro." Kata Lean sambil terus melangkah menuju lift. Mau tidak mau Ero menemani Lean

"Mariska, elo tunggu sini ya." Kata Ero

Ero membantu Lean memasuki lift. Saat ditanya perawat, Ero beralasan temannya sedang butuh udara segar jadi ingin berjalan-jalan sejenak.

Sampai di lantai bawah, Lean segera mengedarkan pandangannya. Ia melihat seorang gadis berkerudung putih tengah duduk di taman di belakang pohon besar

"Ina.." desis Lean

Segera Lean mengayun kruknya menghampiri Ina. Langkahnya terhenti saat menyadari Ina tidak sendirian. Ia tengah bersandar di bahu seseorang

"Ray.." desis Lean

Ero yang melihat itu semua menjadi tidak enak pada Lean

"Bro, kita balik ke kamar yuk. Udah cukup jalan-jalannya." Kata Ero

Lean menurut. Ia pergi meninggalkan Ina yang tengah bersandar di bahu Ray Eagle

1
Qnoy
Luar biasa
Slamet Hariono
👌👌
reni fitriana
BAGUSS
Feli Sa
keren bangettt ceritanya🤩
Maliqa Effendy
Ina belum tahu aja dulu ayahnya ga tegas sm perempuan..walau bucin sm bundanya..
Maliqa Effendy
kok ga bisa di klik ya LOVE STORY..sequel dari novel ini..pdhl ngetiknya udah bener plus penulisnya..
ga seru klo ga baca novel sebelumnya..
Maliqa Effendy: udah bisa...tp klik di profilnya...
do pencarian ga bisa
total 2 replies
Siti Mariam Shafiee
Z
Michie
Keren karya bermutu
Meera
Luar biasa
Wardatus Syifak
tetap semangat kakak
cerita ini sebenarnya sangat bagus
ayo bantu ramaikan
Qnoy: Terima kasih banyak kakak
Boleh silahkan share di grup-grup WA siapa tahu ada yang mau baca juga ❤️🌹
total 1 replies
Wardatus Syifak
oalahhh
sedih tapi Yo pingin ketawa
Wardatus Syifak
jadi Ray Kakaknya Ina...
mati aku 🤣🤣🤣
auliasiamatir
semakin kagum sama author, yang bisa bikin cerita menarik kek gini.
auliasiamatir
aku belum baca yang ini, tapi dah baca bagian Reyhan dan zelinda...

ternyata kisahnya sambung menyambung...


aku jadi fans mu sekarang Thor...

cerita mu keren keren...
Sity Naibaho
ceritanya sudah pernah aku baca, ini yang kedua kalinya. mantap thor
Qnoy: Terima kasih banyak kakak ❤️
total 1 replies
Iryanti Ir Iryanti
👍👍👍👍👍😘
Qnoy: ❤️❤️❤️
total 1 replies
Fauza Maya Yuana
lebih suka cerita ini dr pd" love story " yg alurnya lempeng bgt..gk ad greget²ny
Qnoy: Betul kakak ❤️
In syaa Allah kedepannya akan lebih di perbaiki lagi ☺️🤗
total 4 replies
Meera
Keren ceritanya. Sudah baca novel-, novelnya dan bagus semua 👍
Qnoy: Hiyaaa hiyaaaa ❤️
Terima kasih banyak kakak ❤️
total 1 replies
Meera
Ooh Felix anaknya Harry dan Cat ya
Qnoy: Betul kak ❤️
total 1 replies
Meera
Emang enak dower 🤭🤭
Qnoy: Ahahaha kasihan Mariska
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!