"Nyebelin! Padahal udah kukerjakan dengan baik. Huh!!!" ~ Rika Sanders.
"Salah! Ulangi! Ini juga ulangi semuanya!" ~ Steven Oscar.
Pria tampan yang kaya namun memiliki sikap sombong dan perfeksionis membuat semua pelayan enggan bekerja dengannya. Lalu bagaimana seorang wanita bernama Rika dapat bertahan dengannya?
NB:
Please Vote if you like it because one of your vote are so precious to me
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cibbyone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
Rika terbangun pagi hari tepat pukul 6 dan kali ini dia baru sadar kalau dia berada di kamar tidur mewah itu. Ini benar-benar membuat dirinya ingat akan masa lalu dimana dia masih ada di Jerman, mansionnya. "ah.. kapan ini akan berakhir?" gumam Rika seraya bangun dan terduduk di tempat tidur itu. Tentu saja dia tidak ingin kembali atau bahkan mengingat tentang masa lalunya yang kurang menyenangkan itu. Dia bahkan berharap untuk melupakannya bahwa dia adalah putri dari Jason Sanders seorang distributor sekalian pemilik brand makeup terkenal di Jerman.
Seseorang mengetuk pintu kamar Rika sebanyak dua kali dan itu membuat Rika tersentak. Tapi sentakannya berubah menjadi senyuman kecil ketika melihat rekan kerjanya, Angeline yang sedang membuka pintu sambil mengintip ke ruangan itu. "Rika! Kau sudah bangun? Bersiap-siaplah, tuan menyuruhmu harus siap dalam waktu 10 menit." ucap Angeline sambil memandangi langit-langit bahkan sekitar ruangan itu. "baik,baik." ucap Rika dengan tawaan kecil melihat Angeline yang seperti terpukau dengan keadaan kamar itu. "kau sungguh beruntung!" bisik Angeline lalu kemudian keluar dari ruangan itu.
&&&
"Hai Rika! Senang bertemu lagi denganmu." ucap Alfred ketika melihat Rika yang turun dari tangga menuju ke ruang tamu. Alfred duduk di salah satu sofa ruang tamu samping ruang makan. "oh hai Alfred, apa yang membawamu kesini?" tanya Rika seraya tersenyum karena bertemu lagi dengan pria baik hati itu. Setidaknya tidak seperti pria yang sering ditemuinya sebelumnya. "oh, aku akan mengajarimu dasar-dasar agar pantas menjadi tunangan-emm maksudku teman wanita tuan Steven." ucap Alfred sedikit terkekeh mengingat reaksi yang akan dikeluarkan tuannya apabila Alfred mengatakan itu di depannya. "Kau lantang ya kalau tidak ada aku." Kata-kata dingin itu terdengar dari luar ruang tamu yah.. dari tangga dan pria berpakaian jas rapi serta dasi yah.. hanya dasi yang tidak rapi itu membuat segalanya kacau. "astaga, dasimu tuan Steve sangat berantakan." ucap Alfred mengabaikan kata-kata pria itu barusan. Tanpa berpikir apa-apa, Rika beranjak dari sofa yang didudukinya tadi dan berjalan mendekati pria itu lalu membantu merapikan dasinya. Pria itu membesarkan matanya karena sempat terkejut dengan perbuatan Rika. "wah.. wah.. serasi." ucap Alfred mengejek, kali ini Alfred sangat bahagia melihat reaksi tuannya yang menarik perhatiannya tidak seperti biasanya. Namun sayangnya pria itu hanya menatap Alfred dengan tatapan "AWAS KAU!" dan itu membuat Alfred mengangkat tangannya seraya "i give up." (aku menyerah).
"kau tidak perlu melakukan itu." ucap pria itu dengan nada datar tapi tidak dingin dan menatap ke Rika yang selesai merapikan dasinya. Rika yang berada di depannya itu pendek dan dia harus menunduk sedikit agar dapat melihat wanita itu lurus-lurus. "tapi ini bukan perbuatan pelayan bukan?" tanya Rika sambil menatap dekat-dekat dasi itu dan melihat ke arah pria itu. Astaga! Hatinya loncat sesekali, pria itu sangat tampan dengan rambut yang agak lebat dan dibuat acak-acak sedikit tapi tak berantakan itu menarik perhatian semua wanita bahkan wanita manapun bisa kelepek-kelepek. "ah! Rika sadar Rika sadar, dia bosmu bukan PRIAMU!" seru Rika dalam hati. Seruan itu setidaknya berfungsi yah hanya beberapa saat saja Rika mampu bertahan untuk tidak memerah.
Rika mundur dan berbalik kembali duduk di sofa. "Alfred, pagi ini aku ada rapat jadi kutitipkan orang ini padamu." ucap pria itu lalu memegang dasi yang dirapikan Rika tadi. Dan itu membuat Rika sempat memerah, "na-namaku Rika Sanders, setidaknya kau harus panggil namaku kalau nenekmu datang bukan?" ucap Rika dengan nada yang setengah malu dan setengah kesal. Malu tentunya pria itu tak berkutik apapun tentang dasinya dan kesal tentunya pria itu tidak mau memanggil namanya padahal sudah 1 bulan lebih bekerja dengannya. "Rika Wijaya." ucap pria itu lalu berbalik dan keluar dari ruang tamu. Rika terdiam dan seakan-akan membeku oleh kata-kata pria itu barusan. "wijaya." sangat jelas nama indonesia. Kenapa harus dipilihnya indonesia?
&&&
"bagus! Tampaknya kau dari keluarga terpelajar ya? Tata krama meja makan hanya kuajarkan sekali saja sudah bisa." ucap Alfred yang bersemangat sekali melihat Rika yang memegang garpu serta pisau dengan benar dan rapi. Astaga, Rika padahal berencana untuk berpura-pura tidak bisa untuk diajarkan Alfred agar pria itu tidak curiga. "ah.. ini tadi saat kau mengajarkanku aku mempelajarinya dengan baik." ucap Rika dengan nada yang.. mungkin sedikit mencari alasan. Sial! Rika benar-benar sulit berpura-pura karena sikap keluarganya yang dari dulu ia terapkan.
***
Alfred semakin yakin Rika Sanders anak Jason Sanders yang akan hadir di pernikahan Edgar nantinya. Lalu kenapa dia diam saja dan tidak bertanya untuk memastikan?