Gue Alana Pradipta. Kalau lu liat penampilan , gue yakin lu bakalan berpendapat gue cewek gak bener, preman dan cewek kasar. Gue maklum sih kenapa lu bisa mikir gitu.
Sampe hari gue ketemu malaikat kecil yang gue jamin bikin lu yang sekeras batu karang bisa leleh kayak es krim kepanasan.
Angel minta gue jadi ibu sambungnya.
Yang bikin gue binggung adalah gue sayang sama Angel tapi gak sama bapaknya. Belum lagi sosial ekonomi kita yang nge jomplang banget.
Apa siap Angel punya ibu sambung preman kayak gue gini? Terus pernikahan tanpa cinta sama Pak Ricard gimana? Masa iya ngabisin hidup gue sama orang yang gak gue cinta dan mencintai gue?
cover source : wallbox. ru
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Satu
Gue akan nikah bulan depan, jadi gue udah mulai sibuk. Walaupun semua di urus WO tapi tetep gue harus mutusin beberapa hal. Kayak milihin undangan, milih gaun pengantin, milih souvenir dan nentuin menu makanan.
Gue udah ijin ke uwak untuk enggak ngurusin parkiran lagi, dan uwak setuju. Uwak Madin juga maunya gue fokus sama keluarga gue. Lagian jangan sampe tuan Richard malu, direktur kok istrinya tukang parkir.
Tuan Richard ngirimin mobil ke rumah. Buat gue kalau mau pergi - pergi. Khawatir kalau gue naik motor. Okey gue nurut aja toh demi kebaikan, kasian gue kalau Angel naik motor.
Hari ini gue akan pilih gaun pengantin. Gue udah janjian sama Richard (dia udah gak mau gue panggil pake embel - embel tuan lagi 🤭🤭) untuk ketemu di butik.
Rasanya gak sopan banget manggil nama, Richard kan lebih tua dari gue, dia udah tiga puluh lima tahun, sedang gue masih dua puluh lima. Mau manggil oppa kayak manja banget, gue bukan tipe cewek yang suka ngeleyotan sama laki.
Gue menuju butik setelah Angel pulang sekolah, karena sekarang ngejemput Angel jadi tugas gue. Richard tugasnya nganter Angel sekolah.
"Eomma, apa Angel juga akan pake gaun pengantin?" tanya Angel ketika kami dalam perjalanan. Dia duduk dengan tenang sebelah gue.
"Angel mau?" peri kecil gue mengangguk. "Okeh, nanti kita bilang appa, kalau pake mahkota kecil mau?"
"Mau eomma." sahutnya girang. Senang rasanya melihat Angel ceria, walaupun keceriaan itu hanya pada saat sama gue dan appa nya. Kalau di tempat keramaian, Angel masih takut. Bahkan di sekolah dia memilih untuk duduk paling belakang.
Mobil Richard sudah terparkir di depan butik. Tumben gak telat? Gue bantu Angel untuk melepas sit belt nya. Kita turun dari mobil bersamaan.
Angel melepas gandengan tangan gue ketika melihat appa nya sedang duduk santai sambil membaca majalah. "Appa... " Angel duduk dipangkuan Richard. Richard menghadiahi putri kecilnya dengan kecupan.
"Hei, kalian sudah datang." sambutnya. Gue hanya tersenyum. Jujur gue masih menghindari memanggil Richard dengan sayang, masih canggung banget. Selain itu karena gue belum ada perasaan apa - apa ke Richard.
Manager butik datang dan menyambut kami. Setelah berbincang, manager membawakan beberapa pilihan gaun terbaru untuk gue coba.
Sudah tiga gaun gue coba tapi belum ada yang cocok. Hampir ketiga nya berlengan pendek yang memperlihatkan tato di tangan gue. Gue gak mau Angel jadi bahan omongan di pesta pernikahan gue.
Gaun ke empat, gaun lace putih dengan lengan panjang dengan V-neck rendah dan bagian punggung terbuka. Gue keluar ruang ganti, mau memperlihatkan gaun ini ke Richard.
"Eemm sayang gimana?" gue berputar di depan cermin besar. "Ganti ya? punggung ku keliatan."
"Aku suka." Richard mendekat, membelai penggung gue yang terbuka. Gue mematung menerima sentuhan tangan Richard untuk pertama kalinya. "Tato nya bikin gaun nya makin indah." bisiknya di telinga gue.
Ini pertama kalinya gue sedeket ini sama Richard. Gue bisa merasakan hembusan napas dia di telinga gue yang membuat gue meremang.
Gue dorong Richard agar menjauh. Richard terkekeh.
"Eomma cantik." puji Angel. Angel juga sedang mencoba gaunnya.
"Angel lebih cantik lagi."
"Kami ambil yang ini mbak." Kata Richard. gue kembali ke ruang ganti untuk melepas gaun yang gue coba.
"Biar Jin yang bawa mobil mu, Ayo kita makan siang." Seperti biasa gue binggung ini oppa Korea lagi ngajakin gue atau merintah gue. Intonasi suara nya datar aja.
Gue diem aja dan ikut masuk ke mobil Richard. "Kenapa diam? kamu tidak suka gaunnya?"
"Apa tidak apa - apa kalau tato ku terlihat? Aku takut kalian jadi pembicaraan orang - orang. Bahkan tato di kedua pundak ku terlihat."
"Kamu cantik dengan gaun itu. Jadi jangan khawatir." pertama kalinya Richard memuji gue. Gue senyum sambil meyakinkan diri gue kalau semua akan baik - baik saja.
...🌼🌼🌼 Jangan lupa masukin list favorit ya, Like dan komen. Ngasih gift seiklasnya ajah 🌼🌼🌼...
Kasian Angel pengen ortu yg lengkap..