Halo semuanya 👋😁
Perkenalkan ini novel pertamaku. Jadi mohon pengertiannya ya, kalau novel ini belum sebagus novel-novel yang lain.
Karena jujur, aku masih dalam tahap belajar menulis yang baik dan benar nih guys 😄
Jadi mohon pengertiannya, untuk semua readers yang mampir disini 😘😘
👇👇👇
Demi membayar hutang kelurganya Siska harus masuk di Universitas terbaik se Indonesia yaitu; Universitas Dharma Wijaya. Agar ketika lulus nanti, Siska bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Sehingga dia bisa menafkahi dan melunasi semua hutang kelurganya.
Namun siapa sangka, dalam perjalanan perkuliahannya Siska harus mendapatkan banyak rintangan. Ada seorang mahasiswi yang tidak suka dengan Siska dikampus. Karena melihat Siska yang terus berurusan dengan Felix cowok yang disukai oleh mahasiswi itu. Namun semuanya itu tidak dihiraukan oleh Siska, karena tujuan Siska berkuliah disana untuk mengubah masa depan keluarganya.
Penasaran dengan kisah mereka? Mangga dibaca yaa 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
"Halo, gue minta sekarang juga kalian buka tas cewek itu, dan geledah semua isi tas nya, setelah itu kasih tahu gue apa saja yang ada didalam tas itu," amel menyuruh orang-orang suruhan nya untuk menggeledah tas milik siska.
"Untuk sekarang gue masih mengizinkan lo buat senang-senang, tapi setelah ini lo akan menderita siska."
***
Melihat siska yang dibawa keluar oleh felix, membuat kak erik ingin mengejar siska, tapi saat kak erik hendak melangkahkan kaki nya menyusul felix dan siska, mia pun menahan kepergian ka erik dengan berkata:
"Kak..erik," panggil mia membuat kak erik membalikan posisi badan nya menghadap mia.
"Iya mia, ada apa?" tanya kak erik kepada mia.
"Itu kak...seperti nya kakak nggak usah ngejar siska, karena aku rasa kak felix ada urusan sama siska. Jadi, mending kak erik disini saja sama aku dan sela."
Felix merasa kesal, saat melihat erik datang dan memberikan sebucket bunga kepada siska. Felix pun menarik siska meninggalkan mereka semua didalam.
"Lepasin tangan gue felix," teriak siska sambil terus merontah karena ingin tangan nya dilepas felix. Tetapi felix tidak menghiraukan ucapan siska. Felix membawa siska ke parkiran kampus dan langsung melepaskan tangan siska.
"Lo ngapain sih, tarik-tarik gue seperti ini, nggak enak kalau lo gue seperti ini...Nanti apa kata anak-anak lain?" ucap siska kesal.
"Ya nggak kenapa-kenapa dong, mereka juga tahu kalau guru pembimbing lo untuk lomba itu gue. Jadi menurut gue sih, fine fine aja," jawab felix santai membuat siska menatap felix datar.
"Ya sudah terserah lo aja deh," jawab siska datar.
Setelah siska menjawab demikian, felix menatap siska dengan tatapan serius dan sulit untuk siska artikan.
Siska pun menjadi salting karena ditatap seperti itu oleh felix, karena tidak nyaman siska pun membalikan badan nya membelakangi felix, sontak saja felix pun bertanya kepada siska:
"Lah....lo ngapain membelakangi gue," ucap felix heran.
"Nggak apa-apa kok," jawab siska kikuk.
"Astaga nih cowok yah!! udah nggak kasih gue ucapan selamat, terus bawa gue kesini tanpa izin, dan sekarang, apa coba maksudnya mandang gue begitu."
"Kalau nggak kenapa-kenapa, ngapain lo membelakangi gue terus, gumam felix. Siska pun membalikan posisi nya kembali berhadapan dengan felix dan memandang felix sekilas.
"Nih gue udah balik sekarang, buruan lo mau ngomong apa?" tanya siska jutek.
"Kok jutek gitu sih, perasaan tadi biasa-biasa aja. Oh gue tahu...lo lagi pms ya? makanya moody an gini!" tanya felix dengan serius dan hal itu membuat siska semakin geram, akhirnya siska memukul pundak felix dengan kedua tangan nya.
"Tuh..rasain lo. Makanya jadi orang jangan sok tahu."
"Aduhh..pundak gue yang berotot ini sudah jadi memerah, karena lo pukul seperti ini.
Gue heran sama lo, kalau sama gue hobby banget lo mukul-mukul, kalau ada orang jahat seperti tadi nggak berani lawan."
"Isshh, lo itu bisa bedain atau nggak sih? Tadi itu, tukang copet nya sudah kabur duluan, ya otomatis gue nggak bisa lawan orang-orang itu. Lagian gue kan cewek, ya kali lawan mereka semua," jawab siska sinis.
"Ya sudah kalau begitu.
Oh iya, sekarang lo mau masuk lagi kedalam atau langsung pulang?"
"Sepertinya gue mau ketemu dulu sama pak bary, sekalian mau minta maaf juga habis dari sana gue langsung balik ke coffe shop untuk kerja."
"Okelah, kalau mau balik duluan, gue ada urusan soal nya."
Eh, jangan lupa ya sama janji lo yang tadi."
"Janji apa? kok gue nggak tahu?" ucap felix pura-pura lupa sambil menahann tawa nya.
"Awas saja kalau lo nggak tepatin janji lo. Nih buat lo," ucap siska dengan muka garang nya sambil menunjukan kepalan tangan nya untuk felix, seketika itu juga felix langsung tertawa ketika melihat hal itu.
"Ya elah, garang banget buk. Jangan marah-marah nanti cepat keriput muka nya," ucap felix sambil tertawa saat melihat respon siska barusan.
"Mau keriput atau nggak nya, suka-suka gue dong. Sudahlah gue mau pergi sekarang. Bye," ucap siska dan langsung meninggalkan felix.
"Gue sengaja kok bikin lo bad mood seperti ini, dan juga soal ucapan atas kemenangan lo tadi akan gue ucapkan disaat yang tepat nanti."
"Halo, kalian ada waktu nggak?" tanya felix kepada seseorang yang dia telefon.
"Ok, kalau begitu sekarang juga aku otw ke situ," ucapnya dan langsung mematikan panggilan itu.
Felix berjalan menuju ke rumah juan sekarang, felix meminta bantuan kedua sahabatnya untuk menemukan perampok-perampok itu.
"Siapa sih dalan dibalik ini semua? pasti pelakunya itu nggak suka sama siska makanya dia sengaja bikin ini semua, supaya nama baik siska rusak dikampus. Hanya saja, pertanyaan nya siapa orang itu?" gumam felix yang mulai berpikir siapa pelaku nya.
"Semoga ketika ke rumah juan sekarang, dapat pencerahan untuk masalah ini."
Felix melajukan mobil nya dengan kecepatan rata-rata menuju rumah juan. Disisi lain, siska menemui pak bary diruangan beliau.
"Permisi pak, bolehkah saya masuk" sapa siska kepada pak bary diruangan beliau
"Baik, silahkan masuk siska," jawab pak bary. Siska pun masuk dan pak bary mempersilahkan siska untuk duduk.
"Begini pak, saya datang menemui bapak disini karena saya ingin meminta maaf sekali lagi atas sikap saya tadi pagi. Saya tahu pak, tidak seharusnya saya melakukan hal itu. Maaf, karena saya sudah menyalah gunakan kepercayaaan yang bapak beri kepada saya, sekali lagi saya mohon maaf pak," ucap siska penuh penyesalan.
Pak bary melihat siska, ada rasa kecewa juga bangga karena siska masih mampu mempertahankan kemenangan Universitas Dharma Wijaya.
"Iya siska, bapak tahu dan mengerti apa yang sedang kamu alami, tapi bapak mohon ketika kamu diberikan tanggung jawab untuk melakukan sebuah tugas, apapun tugas yang diberikan dan seberat apapun tugas itu, bapak mohon kepada kamu bertanggung jawablah, karena ketika orang lain memberikan kamu sebuah tugas atau mandat itu berarti mereka sudah percaya sama kamu, jadi kamu jangan menyia-nyiakan kepercayaan mereka."
Dengan kepala yang masih tertunduk siska terus menganggukan kepala nya, pertanda bahwa apa yang pak bary katakan sudah dimengerti oleh siska dan dia tidak akan mengulangi hal seperti itu lagi.
"Baik pak, saya mengerti maksud bapak dan saya juga sangat berterima kasih untuk semua yang sudah bapak bagikan kepada saya," ucap siska dan kembali menundukan kepala nya.
"Karena kamu berhasil dalam lomba hari ini, maka bapak akan memaafkan tindakan kamu. Bapak harap kedepan nya kamu bisa menjadi mahasisiwi yang semakin maju, karena potensi dalam diri kamu itu sangat besar."
"Baik pak, terima kasih atas semuanya.
Kalau begitu, saya permisi dulu ya pak," ucap siska tersenyum cerah.
"Baik siska, dan jangan lupa besok kamu datang lebih awal karena ada apel pagi besok untuk pengumuman keberhasilan kamu dihari ini," ucap pak bary kepada siska.
"Iya pak, besok saya akan datang lebih awal. Kalau begitu saya permisi dulu ya pak, selamat siang," pamit siska dan diangguk oleh pak bary dengan senyum bangga.
Di kediaman juan, felix dan kawan-kawan sedang membahas soal perampokan siska.
"Felix coba lo tanya dulu sama siska, akhir-akhir ini dia lagi bermasalah sama siapa, biar kita dapat petunjuk juga," ucap bayu kepada felix.
"Kalau itu gue juga belum tanya, tapi kalau menurut gue dia ngggak ada masalah sama siapa-siapa, yah..kecuali sama gue," ucap felix pasrah membuat bayu dan juan tertawa terbahak-bahak.
"Lah, kalian kenapa? ada yang lucu ya sama omongan gue?" tanya felix heran.
"Lucu aja, habis yah sejak kapan lo nyesal kalau musuh lo menderita. Selama ini nggak pernah lo seperti ini, hanya mahasiswa baru yang bernama siska pricilia yang bisa membuat lo seperti ini," ucap bayu dan juan hanya mengangguk kepala nya pertanda setuju untuk merespon ucapan bayu.
"Gue kesini supaya kalian bantu gue mencari pelaku nya bukan gosip seperti ini," ucap felix kesal dan membuang bantal sofa ke arah muka bayu dan juan.
Maka terjadilah aksi berantem ala mereka bertiga.
mudah marah dan gak konsisten dia nya..
😊😊😊😊😊😡
semangat author 💪💪