Sir Leonardo, Komandan Militer Inggris, memburu pemberontak yang membunuh orang tuanya. Setelah berhasil menemukan si pemberontak dan membunuhnya beserta istri tapi menyisakan putri mereka. Balas dendam Leo tidak berhenti hanya dengan kematian pembunuh kedua oran tuanya, namun menjadikan putri si pemberontak sebagai pelampiasan amarah, nafsu, gairah dan perasaan lainnya. Apa yang terjadi dengan putri si pemberontak kemudian? Apakah dia akan bertahan atau menyerang balik seorang Leonardo?
Cerita lainnya :
1. Putri Jenderal bersama Mafia (Haile & Antonio)
2. Putri Duke bersama Bos Wine (Katy & Terios)
3. Cinta saudara Tiri (Eliza & Zane)
Mana cerita pemaksaan cinta yang paling kalian sukai? Jangan lupa dukung author yaaaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FAMILIAR DENGAN SUPIR
Di kediaman jenderal, sang putri muntah muntah parah di kamar mandi kamarnya tanpa ada yang menemani. Ia tidak mau semua orang dirumah tau jika dirinya hamil saat proses kabur dari sang suami.
Haile memilih menderita sendiri demi mempertahankan bayinya daripada membuat banyak orang tau hingga membahayakan dirinya maupun kandungannya.
Tadi pagi saat ayahnya berangkat dinas ke Cambridge, Haile masih tidak apa apa. Tapi beberapa jam kemudian, saat akan sarapan di kamarnya, perutnya langsung mual.
Kini Haile memilih duduk di lantai kamar mandi karena tubuhnya yang lemas, jika dia langsung berdiri bisa jadi akan jatuh.
Tangannya mengelus perut yang ternyata sudah mulai terasa bagian keras disana.
"Hmmm..kamu gak mau makan sayang? Gak lapar? Mami lapar ini" lirihnya.
"Jika kamu gak mau makan, bagaimana mami bisa memberikanmu asupan gizi? Perut mami sekarang rasanya kosong banget, cuma ada kamu" lanjutnya.
Tangannya tetap mengelus. Beberapa menit kemudian, kondisinya mulai membaik. Berlahan, Haile bangun dari posisi duduk dibawah lantai sambil berpegangan ke dinding dan closet.
Dia berjalan pelan menuju meja yang ada sepiring menu sarapannya.
Ia mengambilnya dan berjalan ke balkon kamarnya. Mungkin aroma makanannya tidak terlalu membuat mual jika terkena angin.
Ia duduk dan memegang piring itu.
"Terkena angin seperti ini lebih segar apalagi terkena sinar matahari meskipun hanya sedikit karena mendung. Aroma makanannya tidak terlalu membuatku mual" batinnya dengan senyum manis.
Balkon kamarnya menghadap ke jalan utama alias depan kediaman jenderal. Ia bisa melihat penjaga rumah, lalu karyawan karyawan bekerja sesuai bidang. Ada tukang taman, ada tukang bersih bersih, dan tidak kalah menarik perhatiannya ketika melihat Thur sedang membersihkan mobil miliknya.
Haile melihat pria itu berbeda. Entah ada sesuatu yang familiar saat Thur dekat dengannya.
"Setiap kali dekat dengan Thur, aku merasakan kehadiran Antonio. Tidak mungkin jika dia menyamar jadi supir keluarga ini? Bagaimana bisa? Wajahnya pun berbeda. Aroma tubuhnya juga. Tapi ada sesuatu yang terasa sama tapi aku belum menemukannya" gumam Haile menebak nebak.
Krucuuuuk..
Perutnya berbunyi membuat Haile tertawa kecil dan sadar dari lamunannya.
"Hahaha kamu udah laper kan? Oke, kita makan dan harus makan" ucapnya.
Ia pun mulai menyendokkan makanannya masuk ke mulut, awalnya mual datang namun Haile paksa agar dirinya bisa mengisi perut.
Thur yang membersihkan mobil majikannya, baru sadar jika istrinya berada di balkon kamar. Ia melihat Haile yang sedang makan dari posisinya.
Ia tersenyum tipis.
"Makanlah yang banyak. Jika suatu hari kamu menginginkan sesuatu, katakan kepadaku dan akan aku penuhi semua permintaan itu meskipun hanya menjadi supirmu" batin Thur alias Antonio.
Samarannya memakai wajah silicon yang ia pesan dari dokter kulit dan dokter kecantikan di America. Siliconnya bisa terlihat menyatu dengan kulit wajah pemakainya dan membentuk wajah baru sesuai yang diminta.
Rambutnya yang gelap dan bergelombang, ia sulap menjadi sedikit kecoklatan dan lurus. Tubuhnya yang dulu terlihat berotot dan sangat gagah kini mulai mengecil karena selama 1 minggu saja dia ditinggal Haile, selera makannya berkurang.
Ternyata menikah dengan Haile 3 tahun membuatnya tanpa sadar jatuh cinta secinta cintanya meskipun belum pernah ia ungkapkan.
Saat mengetahui Haile kabur dari rumah, dirinya mengamuk dan menghancurkan kamarnya, melukai tangan dengan serpihan kaca.
Ia pun mengamuk kepada ibu dan adik perempuannya karena selama ini telah memperlakukan istrinya dengan buruk. Kesadaran yang baru ia dapatkan saat ditinggal Haile.
Ada 1 surat yang ditinggalkan Haile saat kabur.
"Jika hanya ayahmu saja yang menerimaku disini, lebih baik aku menjadi istri ayahmu daripada istrimu. Kamu terlalu bajingan untuk bisa mencintai wanita. Cukup sudah 3 tahun ini, Antonio. Aku Haile melepaskan diri dari jeratanmu serta keluargamu. Jangan mencariku atau kita akan sama sama mati"
Membaca pesan ini, Antonio benar benar sadar jika selama ini dirinya sangat buruk memperlakukan sang istri dan hanya ayahnya yang memperlakukan Haile dengan baik meskipun kondisinya lumpuh di kursi roda.
Thur memandang Haile dari kejauhan cukup lama hingga Haile sadar jika supirnya memandang kearah balkon.
"Dia memandangku?" tanyanya pada diri sendiri.
Thur yang ketahuan langsung memberikan senyuman dan melanjutkan pekerjaannya.
"Memang mencurigakan. Jika Thur benar benar Antonio yang menyamar, aku pastikan akan membuatnya menderita seperti aku dibuatnya menderita" batinnya.
"Tapi bagaimana bisa memastikan hal ini? Apa dia rela operasi plastik hanya demi samaran ini?" tebaknya.
"Tidak mungkin dia senekat itu. Pasti dia memakai masker atau topeng. Aku akan mengeceknya nanti" lanjutnya dalam hati.
Haile pun berdiri setelah sepiring sarapannya habis lalu masuk kamar.
"Dia sudah bekerja denganku 2 minggu disini menjadi supir dan aku sudah meninggalkan America 1 bulan yang lalu. Sesuai dugaanku, Antonio tidak akan pernah melepaskanku" gumamnya saat duduk di tepi ranjang dan menebak siapa Thur sebenarnya karena terlalu familiar kehadiran pria itu.
Meskipun Haile sangat membenci suaminya namun sudah melayani di ranjang serta tinggal bersama selama 3 tahun, mana mungkin jika tidak mengenali gerak gerik kecil sekalipun.
"Kali ini, aku akan menjaga diriku dan bayiku darimu, Antonio. Jangan harap kamu bisa masuk di hidup kami" ucapnya sambil mengepalkan tangan dengan kesal.
Setelah memikirkan beberapa cara, Haile pun memilih cara untuk memecat Thur dan mengusirnya dari kediaman jenderal.
Haile tidak akan membuka penyamaran Thur secara langsung tapi biarkan pria itu yang mengaku.
Pukul 12 siang, Haile turun ke lantai 1 kediaman jenderal. Ia akan memasak makan siang untuk para karyawan dan penghuni rumah.
Tapi ada satu bahan yang sengaja ia tambahkan karena bisa memicu alergi suaminya yaitu udang.
"Bik, sudah membeli udang?" tanya Haile kepada asisten rumah tangganya paling senior.
"Sudah, Non" jawab Bik Asme.
"Baiklah, haluskan saja udangnya lalu campurkan pada sop sayurnya ya biar ada kaldu udangnya" balas Haile.
"Baik, Non Haile" ujar Bik Asme.
"Saya akan bikin lauknya sama Weni dan Lala" balas Haile.
Bik Asme hanya mengangguk paham.
Haile berdiri di antara 2 asisten rumah yang umurnya tidak jauh darinya.
Mereka pun memasak makan siang bersama.
Pukul setengah 2, semua penghuni rumah berkumpul di sebuah gudang yang dibuat tempat istirahat dan makan para karyawan kediaman jenderal.
Memang untuk makan siang, istri dari Jenderal Marcel yaitu Nyonya Hana akan menyediakannya setiap hari. Ketentuan ini berlaku 3 tahun lalu saat putrinya terpaksa dinikahkan dengan pengusaha kaya America demi menyelamatkan London dari pemberontakan.
Merasa bersalah dengan putrinya sehingga ia jadikan makan siang ini untuk penebusan dosa. Tidak jarang juga, Nyonya Hana berbagi makanan untuk korban perang maupun warga yang kurang mampu.
Semua ini karena rasa bersalah kepada putrinya sendiri. Jika 3 tahun lalu keluarganya mampu dan tidak mencari modal baru untuk menyelesaikan konflik pemberontakan, Haile tidak harus jadi tumbal bangsa.
cerita nya seru👍