Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.
Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.
Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,
yu simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Pov Reyhan.
"Gara-gara lo sih ngajak buat mantau bu Alika ketahuan kan, " Dimas kesal sambil memegang wajahnya yang babak belur.
"Ya terus ngapain lo mau aja gue ajak, " balas ku santai.
Dimas tersenyum "kan gue penasaran, " ucap nya.
"Udah ayo balik! " ajak ku lalu beranjak meninggalkan Dimas.
Aku pun tiba di rumah dan keadaan rumah sepi jadi aku langsung naik ke atas ke kamar ku.
Paginya aku udah siap dan turun buat sarapan, saat di meja makan papa sudah duduk di meja makan.
"Pagi, " sapa ku lalu duduk di samping papa.
"Berantem lagi kamu? " tanya papa saat melihat wajah ku terluka aku gak menjawab.
"Mau sampai kapan kamu kaya gini terus? " tanya mama saat menyerahkan sarapan ku.
"capek mama nasehati kamu, " omel mama.
"Tenang aja ma, aku kaya gini juga karena kebaikan bang Galang, " balas ku.
"Maksud kamu? " tanya mama bingung.
"Tar aja deh aku kasih tau nya, " balas ku lalu beranjak.
"Aku berangkat dulu ma, " pamit ku lalu berlari ke arah luar karena gak mau mama banyak tanya.
Tibanya di sekolah aku seperti biasa mampir dulu ke kantin buat cari cemilan padahal di rumah sudah makan. Entah kenapa tiba-tiba aku kepikiran bu Alika jadi aku belikan dia sarapan. Setelah selesai dari kantin aku pun berjalan ke arah kantor membuat Dimas kaget.
"Lo mau kemana? " tanya nya sambil menarik ku.
"Gue mau ngasih dulu sarapan buat bu Alika, " jawab ku dengan santai namun tanpa aku tau ternyata banyak yang mendengar.
Aku pun masuk ke ruang guru lalu berjalan ke arah meja bua Alika dan bu Suci sebenarnya aku beli sarapan tidak hanya buat bu Alika tapi aku belikan juga buat bu Suci. Setelah menyimpan sarapan itu aku pun langsung keluar dan masuk kelas. Aku mengikuti kelas seperti biasa dan kelas hari selesai dan sebelum pulang aku bermaksud buat ke kantor bang Galang.
"Rey, jalan yu! " ajak Dimas saat di parkiran.
"Sorry gak bisa, " jawab ku sambil memasang helm.
"Mau kemana lo? ".
" Masa lo gak tau Dim, "ucap salah satu teman ku di parkiran membuat aku bingung.
" Maksud lo? "tanya Dimas pada teman kami itu.
"Dia mau jalan bareng sama bu Alika kali, " jawabnya dan membuat aku marah dan hendak memukulnya kalau saja Dimas enggak menghalangi ku.
"Udah Rey, jangan cari ribut disini, " ujar Dimas.
"Urusan kita belum selesai ya! " ucap ku lalu pergi dari parkiran.
Aku pun tiba di kantor bang Galang dan langsung naik ke ruangannya. Namun saat aku tiba dia sedang rapat jadi aku menunggunya. Tak lama bang Galang kembali dan aku langsung menghampirinya.
"Ngapain lo kemari? " tanya nya sambil berjalan ke dalam ruangan dan aku mengikutinya.
"Ada yang mau gue bicarakan sama lo bang, " beritahu ku dan bang Galang memasang wajah bingung.
"Abang masih belum bertindak buat cari mbak Alika? " tanya ku.
"Kenapa lo tanya masalah itu? " bang Galang malah balik nanya pada ku.
"Bang, sebenarnya lo masih sayang gak sama dia?, apa karena dia sakit jadi abang udah gak mau dia? " tanya ku membuat bang Galang marah.
"Jaga ya ucapan kamu" bentaknya.
"Ya terus, kenapa sampai saat ini abang gak bertindak malah santai aja, " ucap ku.
"Reyhan, kamu gak perlu ngurusin urusan gue, mending lo fokus belajar, " tanpa melihat ke arah ku.
"Oke kalau abang seperti itu, jangan salah kan aku kalau mbak Alika cari pria lain, " peringatan ku lalu keluar dari ruangan bang Galang dan pulang.
Namun setelah aku bicara dengan bang Galang dia masih belum bertindak dan masih santai saja. Aku pun malah kena masalah dengan berita-berita yang tidak benar.
"Rey gawat, " ucap Dimas saat aku baru tiba di sekolah.
"Ada apa? " tanya ku.
"Berita lo dekat dengan bu Alika udah nyebar , " beritahu Dimas.
"Serius lo? " dengan wajah kaget aku bertanya.
"Serius gue dan gue yakin hari ini lo bakal di panggil, " balas Dimas.
"Kira-kira siapa yang bikin gosip kaya gitu? " tanya ku orang yang bikin onar.
"Kalau tebakan gue kayanya si Rido karena cuman dia yang berani cari masalah sama lo, " tebakan Dimas.
Aku pun langsung berjalan menuju kelas Rido karena aku sama dia beda kelas. Aku masuk dan aku lihat Rido sedang duduk santai dengan teman-temannya. Aku pun melangkah mendekatinya lalu menariknya dan semua orang melihat.
"Lepasin, lo mau ngapain gue? " pinta Rido mencoba melepaskan cengkraman tangan ku di lehernya.
Aku langsung membanting nya ke arah tembok di belakang gudang.
"Maksud lo apa dengan menyebarkan gosip tentang gue sama bu Alika? " teriak ku.
"Kalau lo gak tau apa-apa jangan banyak bacot deh, " bentak ku.
"Emang gue salah?, bukan gue aja yang ngira lo suka sama bu Alika, semua orang juga lihat sikap dan tatapan lo sama dia itu beda, " ucap Rido.
"Gak usah nebak-nebak deh lo, mending sekarang lo cari aman deh sebelum lo kena masalah, " peringatan ku.
"Reyhan, " panggil Salman tiba-tiba.
"Ada apa? " tanya ku meliriknya.
"Lo di panggil kepala sekolah tuh, " beritahu nya.
Aku pun berbalik ke arah Rido lalu melayangkan pukulan di wajahnya.
"Urusan kita belum selesai, " peringatan ku lalu meninggalkan Rido yang kesakitan dan melangkah menuju ruangan kepala sekolah.
Tibanya di ruangan kepala sekolah di sana sudah ada bu Alika dan bu Suci. Bu Alika menatap ku dengan tatapan marah namun aku membiarkannya.
"Kamu tau kenapa kamu di panggil? " tanya kepala sekolah.
"Aku tau pak, emang salah ya kalau aku perhatian sama bu Alika? " tanya ku balik.
"Salah, karena kamu masih sekolah dan kamu harus tau kalau bu Alika sudah menikah, " ucap kepala sekolah.
"Tau bu Alika sudah menikah, bahak aku tau dia lagi ada masalah dengan suaminya, " ucap ku membuat bu Alika kaget dan menatap ku tajam.
"Lagian aku cuman ngasih dia sarapan dan itu juga tidak hanya sama bu Alika, bu Suci dan guru lain ada yang dapat, " lanjut ku.
"Tapi masalah ini membuat murid lain punya pemikiran berbeda, " dengan tegas pak kepala sekolah berkata.
"Aku tau, tapi bapak gak usah menghiraukan itu nanti juga mereka tau, " balas ku santai.
"Ya udah aku gak bakal ngasih lagi sarapan, " lanjut ku.
"Reyhan kamu keluar, bapak mau bicara sama bu Alika dan guru yang lain, " titahnya dan aku pun keluar.
"Lo santai banget, " puji Dimas.
"Ya karena gue gak salah, " balas ku.