NovelToon NovelToon
SUKSESNYA ISTRI YANG TERSAKITI

SUKSESNYA ISTRI YANG TERSAKITI

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Selingkuh / Cerai / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:122.2k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Rara

Menjadi istri Ferdiansyah adalah ujian kesabaran tanpa batas bagi Sekar. Di rumah mertuanya, ia tak lebih dari babu yang harus melayani keluarga suaminya dengan jatah uang belanja hanya 25 ribu rupiah sehari. Ferdi selalu berdalih ekonomi sulit dan menuntut Sekar untuk terus berhemat, bahkan hanya untuk membeli bedak seharga 30 ribu pun Sekar harus menerima hinaan menyakitkan.
Ferdi ternyata menyimpan rahasia besar. Ia naik jabatan dengan gaji fantastis yang ia sembunyikan rapat-rapat. Tak hanya pelit pada istri sah, Ferdi ternyata berselingkuh dengan bawahannya di kantor. Tak mau hancur, Sekar mulai bangkit secara diam-diam. Lewat bantuan Amelia, ia belajar menjadi penulis novel sukses yang menghasilkan pundi-pundi rupiah dari balik layar ponselnya. Saat suaminya sibuk berkhianat dan mertuanya terus menghina, Sekar justru sedang membangun kerajaan hartanya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Rara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertengkaran 1

Setelah puas menghabiskan waktu bersama di mall, mencuci mata dan mengisi perut, sore harinya Sekar akhirnya pulang ke rumah.

Begitu melangkah masuk melewati pintu depan, sebuah suara cempreng bernada sindiran langsung menyambutnya.

"Sore amat pulangnya? Perasaan Mbak Sekar sekarang keluyuran terus deh kerjaannya. Hati-hati loh Mas Ferdi, jangan-jangan Mbak Sekar punya simpanan alias pacar baru di luar sana." celetuk Riska memprovokasi.

Hari sudah sore dan kebetulan Bu Nimas, Ferdiansyah dan Risal sedang berkumpul di ruang tengah sambil minum teh di depan TV.

Mendengar ucapan Riska, wajah Ferdiansyah yang sudah kusut karena menahan lapar seharian langsung menegang tegang. Matanya menatap Sekar dengan penuh curiga.

"Benar begitu, Sekar??? Kamu punya pacar lagi di luar sana??? " tanya Ferdiansyah dengan nada menuduh yang ketus.

Sekar mendengus kencang. Sudahlah badannya lelah setelah seharian beraktivitas, begitu menginjakkan kaki di rumah malah dituduh yang tidak-tidak oleh keluarga toxic ini.

Bukannya takut, Sekar justru merangsek maju mendekati Riska dengan tatapan mata yang tajam menantang.

"Heh, Riska! Mau kurobek mulut dowermu itu, hah? Heran ya, nggak capek apa jadi kompor meleduk terus di rumah ini?" balas Sekar dengan suara menggelegar, jauh lebih galak dan mengintimidasi.

Nyali Riska langsung ciut seketika. Dengan wajah pias ketakutan, ia beringsut mundur dan bersembunyi di balik punggung ibunya, Bu Nimas.

"Ya ampun... Ferdi! Lihat itu kelakuan istrimu, didik yang benar! Ibu heran deh, kenapa kamu bisa punya istri yang bar-bar, galak dan kurang ajar sekali sama iparnya sendiri." gerutu Bu Nimas dengan wajah bersungut-sungut.

Ferdi yang sudah kepalang pusing dan emosi langsung berdiri. Tanpa ba-bi-bu lagi, ia menyambar pergelangan tangan Sekar dan menyeretnya dengan paksa menuju kamar.

"Ikut aku masuk!" bentak Ferdiansyah.

Brakkk!

Pintu kamar dibanting dengan sangat keras oleh Ferdi dari dalam.

Melihat kakak iparnya diseret seperti itu, Riska yang tadinya ketakutan langsung keluar dari persembunyiannya. Sebuah senyuman puas terukir di wajahnya yang licik.

"Huh, syukurin! Rasain tuh diamuk Mas Ferdi! Emang enak! Wleeee!" cibir Riska sambil menjulurkan lidahnya mengejek ke arah pintu kamar yang tertutup rapat.

"Aduh... Lepas, Mas! Sakit!" pekik Sekar sekuat tenaga. Ia menyentakkan tangannya dengan kasar sampai cengkeraman erat Ferdiansyah terlepas begitu saja.

Plakkk!

Tanpa diduga, tangan kekar Ferdiansyah melayang bebas dan mendarat telak di pipi mulus Sekar.

Tamparan yang cukup keras itu membuat wajah Sekar sampai terlempar ke samping. Sekar sempat melongo sesaat. Jantungnya berdegup kencang, tangannya perlahan meraba pipinya yang mendadak terasa panas dan berdenyut nyeri akibat kena gampar.

"Kamu selingkuh kan, Sekar? Kurang ajar sekali kamu!" tuduh Ferdiansyah membabi buta tanpa dasar. Suaranya menggelegar hebat, bahkan sampai terdengar menembus celah pintu kamar.

Padahal Ferdiansyah hanya mendengar selentingan receh dari adiknya, tapi emosinya sudah meledak sampai semurka ini. Bagaimana kalau nanti Sekar benar-benar selingkuh di belakangnya? Bisa gila mungkin lelaki itu.

"Kamu... berani nampar aku, Mas?" tanya Sekar, menatap suaminya dengan pandangan tak percaya sekaligus penuh kilat amarah.

Ferdiansyah sebenarnya juga kaget. Ia refleks melayangkan tamparan karena terbawa emosi sesaat. Ada kilat penyesalan di matanya, namun egonya yang setinggi langit membuat lelaki itu enggan untuk menurunkan urat leher dan meminta maaf.

"Ya… Memang kenapa? Itu salahmu sendiri karena sudah berani main gila di belakangku!" sahut Ferdi ketus, membela apa yang ia percayai. Padahal bukti pun ia tidak punya.

Entah terbuat dari apa isi otak Ferdi itu sampai mudah sekali dihasut oleh adiknya. Mungkin benar kata orang, otaknya mirip buah kedondong, luarnya saja yang kelihatan gagah, tapi dalamnya kopong dan berduri alias tidak ada isinya!

Napas Sekar memburu, amarahnya sudah mencapai ubun-ubun. Lalu dengan gerakan secepat kilat...

Plakkk!

Plakkk!

Sekar membalas! Tidak tanggung-tanggung, dua tamparan mendarat mulus di pipi kiri dan kanan Ferdi agar adil. Sekeras apa pun tenaga Sekar, jelas tidak sebanding dengan tenaga suaminya tadi, makanya ia sengaja membalas dua kali lipat.

"Bodoh…. Dasar bodoh.  Kamu memang suami paling bodoh, Mas!" teriak Sekar menggelegar, menumpahkan seluruh emosi yang dipendamnya selama ini. Sekar benar-benar mengamuk.

"Atas dasar apa kamu menuduhku selingkuh, Mas? Mana buktinya? Jangan asal fitnah! Cuma dengar omongan sampah dari mulut adik kmau si Riska, kamu langsung percaya begitu saja tanpa cari tahu dulu? Gila kamu ya! Kamu sendiri yang hobi selingkuh, kenapa malah menuduh aku yang selingkuh?" cecar Sekar tanpa ampun.

Seorang Sekar Sari, pantang baginya untuk ditindas tanpa alasan yang jelas!

Sementara itu, Ferdi melongo memegangi kedua pipinya. Matanya mengerjap tak percaya. "Kamu... kamu berani..." ucapan Ferdi terbata-bata.

Ia benar-benar syok melihat istrinya berani melawan, bahkan nekat menampar balik dirinya dua kali. Padahal tadi ia hanya tidak sengaja karena emosi sesaat. Tapi yang jauh lebih membuat jantung Ferdi mau copot adalah... Sekar barusan menyebut-nyebut soal perselingkuhan!

‘Apa jangan-jangan... Sekar tahu sesuatu tentang Manda?’batin Ferdi panik, mencoba menepis kemungkinan buruk itu dari pikirannya. ‘Ah, nggak mungkin... dia pasti cuma asal jiplak karena lagi emosi.’

Ferdi sama sekali tidak tahu, bahwa Sekar sudah memegang rahasia busuknya. Sekar bahkan sudah menyimpan bukti berupa foto-foto mesranya dengan Manda. Hanya saja, Sekar masih mengumpulkan beberapa bukti konkrit lagi agar posisinya aman saat maju ke pengadilan agama nanti. Begitu waktunya tepat, Sekar akan angkat kaki dari rumah terkutuk ini. Tapi sebelum hari itu tiba, ia ingin memberikan pelajaran berharga bagi orang-orang zalim di rumah ini.

"Apa? Mau menuduh aku selingkuh lagi, hah?" tantang Sekar sambil membusungkan dadanya, sama sekali tidak ada rasa takut pada suaminya. Kalau Ferdi berani memukulnya lagi, ia tidak akan segan untuk membalas lebih kejam. Mau diajak adu jotos sekalipun, Sekar jabanin! Selama posisinya benar, ia akan terus melawan. Lain cerita kalau dia yang salah, dia pasti akan berjiwa besar untuk minta maaf.

Ferdi bungkam seribu bahasa. Nyalinya mendadak ciut.

"Terus... kalau bukan selingkuh, kamu habis dari mana tiap hari keluyuran?" tanya Ferdi akhirnya dengan nada yang melunak, agak takut-takut. Kedua pipinya masih terasa perih dan panas, ia takut kena gampar lagi kalau salah bicara.

Sebenarnya Ferdi bukan tipe pria yang ringan tangan. Yang tadi itu murni tindakan spontanitas karena dia terlalu bodoh dan gampang terhasut emosi.

"Habis main dari rumah Amelia! Kenapa? Nggak boleh?!" jawab Sekar ketus, matanya masih melotot tajam.

"Kenapa sih setiap hari harus main ke rumah Amelia terus? Pekerjaan rumah sampai terbengkalai, gara-gara itu Ibu jadi marah-marah." protes Ferdi mencoba mencari pembenaran.

1
Yunita Asep
Adrian spertinya masih cinta am sekar.. y thorr....
Sri Supriatin
lanjuut Thor makin seruuu👍😍😍😍
sunaryati jarum
Sekar putri Bu Kania,Cucu Kakek Guntur
Ma Em
Ferdy sekarang Sekar sdh sukses dan punya usaha mini market dan jadi penulis yg sukses setelah lepas dari kamu , dan Ferdy sekarang malah jadi tukang cilok makanya jadi suami itu hrs kasih nafkah yg cukup jgn pelit sekarang setelah Sekar pergi rejeki Ferdy juga pergi dibawa Sekar .
Ma Em
Mungkin Sekar putrinya Bu Kania dan cucunya pak Guntur .
sunaryati jarum
Sekar putri Kania
sunaryati jarum
Sekar mungkin putrinya orang kaya yang diculik
Widia
sekar anaknya kania ..next thor 😍
Sri Supriatin
wah kejutan nich, lanjuuut Thor 👍👍👍
Yunita Asep
setujuuu...
Yunita Asep
lanjut thorr...
Ma Em
Semoga Sekar berjodoh dgn dr Adrian .
💝F&N💝
kapan up lagi
Sri Supriatin
bagus alur ceritanya,, saya bc marathon akhirnya nyampe n nunggu lanjuuut Thor 🙏🙏🙏
aku
lembek si dokter 😌
sunaryati jarum
Oh Dokter nRian belum beristri dijodohkan pun menolak,fix mungkin memang jodohmu.
Thoor lama amat upnya
Ma Em
Akhirnya Sekar benar2 bertemu dgn dokter dari masa lalunya berarti benar Sekar berjodoh dgn dokter .
sunaryati jarum
Ketemu jodoh yang setia menunggui atau sudah duda ya,Pak Dokter
💝F&N💝
mana up nya thor
Noona Rara: Sabar yah kak. Nanti up pukul 16.00 WITA
total 1 replies
Yunita Asep
rasain luuhh... emang enaaakkk....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!