Season 1 dan 2 ....
Yang seharusnya suami kini menjadi anaknya, yang seharusnya ayah mertua kini menjadi suaminya. Dan sahabatnya yang kini menikah dengan calon suaminya! Bagimana pernikahan bisa tertukar seperti ini? Apa sebenarnya yang terjadi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Selema di dalam perjalan menuju rumah sakit, Angga dan Sera nampak diam. Keduanya sibuk dalam pikiran mereka masing-masing.
Sera yang nampak kesal membuang mukanya kearah luar jendela, beda hal dengan Angga yang nampak ceria sambil bersiul-siul menatap lurus ke depan fokus mengemudikan.
"Aaaaiiiis, mau sampai kapan om terus menggenggam tangan aku?" Sera mencoba menahan kesalnya.
Cup....
Angga mengecup tangan Sera yang ada di genggaman nya." Kenapa emangnya, toh kita cuma berpegang tangan doang ini," saut Angga santai, bahkan lelaki itu tidak peduli dengan raut wajah Sera yang sudah merah menahan emosinya.
"Tapi tangan aku keringetan, Om. Emang gak ngerasa apa?"cgeram Sera kesel.
"Keringat itu sehat, sayang. Kamu harus sering-sering berkeringat, kalau perlu aku bisa bantu!"cjawab Angga dengan senyum semriwing nya.
"Om, aku serius...."
"Aku juga serius sayang...."
"Om!" bentak Sera yang sudah di ubun-ubun.
"Apa, sayang."
Sera menghembuskan nafasnya kasar, ia berusaha menetralkan dirinya agar tidak terpancing amarahnya saat ini." Serah lah, Om."
Angga hanya terkekeh, lalu mengecup tangan Sera hingga berkali-kali dengan gemes. Sambil terus fokus mengemudi nya, hingga tanpa sadar mobil mereka telah sampai di depan rumah sakit dan mau tak mau Angga pun melepaskan genggamannya dari tangan Sera walaupun tak rela sebenernya. Namun ia tidak dapat mengemudi dengan benar jika hanya dengan satu tangan karena harus memarkirkan mobil itu dengan benar-benar.
"Huuuf, akhirnya lepas juga," gumam Sera mengambil selebar tisu lalu mengelap telapak tangannya yang basah.
Setelah usai memarkirkan mobil, Angga menoleh kearah Sera lalu menyodorkan tangannya." Sekalian dong."
"Hah?"
"Sekalian lap'in pake tisu, telapak tangan aku juga basah tauk!" pinta Angga seenaknya.
"Apa-apaan om-om ini? dah pegang tangan orang seenaknya, dan sekarang nyuruh orang juga seenaknya, pula. Benar-benar ngeselin!"batin Sera menatap sinis.
"Hey, kok malah bengong," ujar Angga sambil melambaikan tangannya di depan muka Sera.
"Bersihin sediri, punya tangan, kan?" tolak Sera ketus.
"Ayolah sayang, orang cantik gak boleh pelit-pelit loh."
"Om, bisa gak jangan panggil aku dengan sebutan sayang? Geli banget tau gak dengar nya," kata Sera sewot tak suka. Namun tanpa sadar perkataan nya sudah menusuk hati Angga.
"Terus panggil apa dong?" tanya Angga melas.
"Ya apa kek, jangan sayang -sayang. Geli tau gak?"
"Mamah, gimana kalau aku panggil Mamah. Panggilan itu jauh lebih romantis, bukan?" ujar Angga menggoda
"Hah?"
"Tapi setelah anak kita lahir nanti." Angga berbisik lagi-lagi menggoda.
BLUSSS.....
Wajah Sera merah merona...
"Iih, apaan sih ... cepat sana keluar!" Sera mendorong-dorong tubuh Angga dengan paksa.
"Hahahaha, kenapa gitu? malu," goda Angga.
"Om, cepetan keluar gak. Ngeselin banget sih?" Sera memukul lengan Angga kuat, lelaki itu benar-benar bisa banget menggoda dirinya.
Angga menangkap tangan Sera lalu menariknya paksa dan....
Cup....
Kedua bibir itu beradu, Mata Sera spontan terbelalak. Namun Angga semakin memperdalam dan bahkan semakin mempererat rangkulan tangannya di pinggang Sera.
"Pejamkan mata kamu..." lirih Angga dengan suara parau menatap mata Sera dari dekat. Lalu kembali menciumnya lagi.
Seolah terhipnotis oleh perkataan Angga, Sera pun terbuai lalu dengan patuhnya memejamkan matanya. Angga mengintip sedikit lalu tersenyum senang dan semakin menjelajahi rongga mulut yang terasa manis itu bahkan lebih manis dari sebelumnya karena kali ini Sera membalas ciumannya hingga membuat hati Angga berbunga-bunga..
Hos ... hos ... nafas keduanya saling berpacu.
"Kamu semakin pintar saja," bisik Angga.
"Hah?Aapa maksudnya?" Sera baru menyadarinya, spontan ia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan merasa malu lalu menggerutu'ki kebodohannya karena sudah terbuai oleh ciuman maut Angga.
"Ya Allah, apa yang sudah aku lakukan," batin Sera sesal, tangannya pun memukul-mukul kepalanya.
"Jangan lakukan itu, Sera. Aku suka kamu seperti ini! ingat, bibir ini hanya milikku seorang jangan pernah lagi kamu berikan pada orang laen bahkan termaksud Leo. Mengerti?"
Sera tercengang menatap Angga, sembari mencerna kata-kata lelaki di hadapannya ini yang sudah mengambil alih hak kepemilikan nya.
Angga mengelus lembut pucuk kepala Sera lalu mengecup kembali sekilas bibir itu yang sedikit menganga....
"Sudahlah, aku masuk kerja dulu. Nanti kamu hati-hati di jalan ya," ujar Angga berpamitan berucap lembut dengan senyumnya yang aduhai.
Lagi-lagi Sera di buat melongo olehnya, hingga tanpa sadar jika Angga sudah tidak ada lagi di dalam mobilnya. Dan terkejut oleh ketukan kaca dari luar dan ternyata Angga si pelakunya.
"Astaghfirullah..." Sera memegang dada nya karena kaget.
"Jangan bengong, nanti kesambet loh."ledek Angga membuka sedikit pintu mobil, lalu menutupnya kembali dan berlalu meninggalkan Sera yang masih di dalam mobil tersebut.
"D-Dasar, nyebelin...," teriak Sera lalu menjalankan mobilnya keluar dari parkiran rumah sakit dan melaju dengan kecepatan menuju rumahnya..
Setelah sampai di depan rumah, Sera menarik nafasnya dalam-dalam lalu berjalan perlahan masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum!" salamnya pelan. Ia masuk kedalam rumah sambil celingak-celinguk kesana-kemari berharap tidak bertemu dengan mamahnya.
"Sera...!" panggil sang mamah, Serah menghentikan langkahnya sambil memejamkan mata berusaha tenang.
"Eh, mamah." Sera menyengir kikuk.
"Dari mana saja kamu? Pagi-pagi buta sudah hilang dari kamar?"cujar Dewi menatap anaknya. Ia hanya mengetahui jika Sera pergi di pagi hari.
"Anu, Mah ... em tadi Sera dapet telpon dari Keyra! Iya tadi Sera dapet telpon dari Keyra. Keyra sakit makanya pagi-pagi sekali Sera pergi kerumahnya!" ujar Sera berbohong.
"Ya Allah, Keyra sakit apa?"
Sera bernafas lega, untunglah mamahnya itu percaya dengan ucapannya.
"Em, Keyra masuk angin. Dia gak mau ngomong sama Tante, makanya minta Sera buat nengokin dia," jawab Sera lagi-lagi berbohong.
"Oh, ya udah kalau begitu. Tapi lain kali kasih kabar sama Mamah. Biar orang rumah gak panik nyariin kamu, untung saja papah gak nyebarin poster foto kamu di jalan buat nyariin."
"Hehehe, iya untunglah. Maaf ya Mah." Sera menggelayut manja di lengan Dewi.
"Ya udahlah , Mamah mau pergi arisan dulu. Nanti kamu kuliah, ingat jangan bolos kamu!"
"Siap, komandan," saut Sera. Dewi pun beranjak pergi dengan Sera yang menatap kepergian mamahnya hingga menghilang dari balik pintu depan.
"Maafin Sera yang sudah berbohong, Mah. Sera sudah menjadi anak yang durhaka sama Mamah ... maaf."
Sera terduduk di lantai lalu terisak pilu di sana sambil meringkuk memeluk lututnya merasa berdosa...
*************
Hay, salam kenal 😊😊😊 jangan lupa untuk jempol Like nya ya, All. Terima kasih juga yang sudah memberi Vote 🤗🤗 selamat beraktifitas semuanya 😘😘😘 dan untuk hari ini di tanggal 22 Desember 2020 Angga dan Sera mengucapkan selamat hari IBU...😊😊