NovelToon NovelToon
Arthur, Lihatlah Aku

Arthur, Lihatlah Aku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

Arthur, mantan mafia yang tampan dan keren, masih terjebak dalam kenangan bersama Rose, pacarnya di kelompok mafia yang sama. Setelah putus, Arthur tidak bisa move on dan menjadi dingin terhadap perempuan lain. Namun, pelayan kakaknya, Esme, diam-diam menyukai Arthur dan berharap suatu hari bisa mendapatkan hatinya.

Kehidupan Arthur berubah ketika ia bertemu dengan Maureen, seorang perempuan yang ceria dan penuh semangat. Maureen tidak tahu latar belakang Arthur sebagai mantan mafia, dan Arthur tidak ingin memberitahunya. Apakah Arthur bisa melupakan Rose dan jatuh cinta dengan Maureen? Atau apakah Esme akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hati Arthur?

Apakah Arthur akan mengikuti hatinya atau tetap terjebak dalam masa lalu? 🤔😊

Novel baru othor menceritakan tentang Arthur adiknya Adelle dari novel 'transmigrasi menjadi ibu muda yang tangguh'.

Jangan lupa mampir dan kasih dukungan ya teman-teman..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa lalu tidak perlu diketahui

Arthur makan siang bersama dengan Maureen. Ia membuat spaghetti dengan bahan yang dibelinya tadi.

"Enak. Kau pandai memasak," puji Maureen saat menyantap makanannya.

"Aku memang suka memasak. Karena kalau memasak sendiri bisa menyesuaikan dengan apa yang kita mau," kata Arthur dan Maureen mengangguk. Ia semangat menghabiskan makanan nya.

Melihat Maureen makan masakannya dengan lahap, membuat Arthur lagi-lagi mengingat Rose. Rose juga begitu. Ia begitu menghargai setiap masakan Arthur. Tapi itu dulu, sebelum Rose meninggalkannya untuk bersama dengan Carlos.

Seketika ingatan Arthur tertuju pada saat pertemuannya dan Rose di minimarket tadi. Rose mengatakan bagaimana jika bayi yang dikandungnya adalah bayi Arthur ?

'Tidak. Tidak mungkin. Rose sengaja mengatakan itu untuk membuatku lemah,' gumamnya menepis ucapan Rose.

"Arthur, Mommy dan Daddy ingin kita menginap nanti malam. Bagaimana apa kau mau ?" tanya Maureen.

"Tidak masalah. Aku juga belum pernah ke rumah mu," balas Arthur dan Maureen mengangguk senang.

Baginya, Arthur baik dan sangat santai diajak bicara. Seperti inilah tipenya sejak dulu.

Saat makan, Maureen beberapa kali menatap Arthur dengan dalam seperti ingin mengatakan sesuatu namun diurungkan. Arthur menyadari itu dan bertanya apa Maureen ingin bicara lagi tapi Maureen mengatakan tidak.

Setelah makan, keduanya menonton film di televisi ditemani snack yang Arthur beli tadi.

"Sebentar, aku mau mengambil laptop di kamar" kata Arthur dan Maureen hanya mengangguk.

Di kamar Arthur segera mengambil laptop dan pena nya. Tidak sengaja pena itu terjatuh di di samping tempat tidur. Saat Arthur mengambilnya, ia baru ingat ada sebuah kotak yang sengaja ia sembunyikan di bawah tempat tidur.

Arthur mengambilnya dan membukanya, "Apa mungkin Maureen sudah melihat ini. Sikapnya terlihat berbeda dari kemarin," tebak Arthur lalu menutup kembali kotak itu.

Arthur yakin memang Maureen melihatnya sebab posisi kotak itu berubah semakin dekat ke pinggir. Arthur ingat dengan jelas jika ia meletakkan kotak itu sedikit ke tengah dan kini posisinya berubah.

Arthur duduk di sebelah Maureen sembari mengerjakan pekerjaannya. Sebelum itu ia sudah meminta izin pada Maureen untuk menyelesaikan pekerjaannya sebentar saja.

Tidak terasa Maureen tertidur sembari menyandarkan punggungnya pada sofa. Arthur yang melihat itu tersenyum kecil. Mudah sekali istrinya itu tertidur. Berbeda sekali dengan dirinya.

...

Makan malam di rumah keluarga Maureen berjalan lancar. Keduanya memutuskan kembali ke apartemen Arthur dan tidak berniat menginap.

Sejak tadi Arthur merasa jika ada yang berbeda dengan Maureen. Istrinya terlihat lebih pendiam dari yang ia tau.

"Kau mau tidur sekarang ?" tanya Arthur saat Maureen sudah berganti pakaian tidur.

"Iya. Aku lelah," jawab Maureen tanpa melihat kearah Arthur.

Lalu Maureen membaringkan dirinya diatas ranjang dan memunggungi Arthur yang masih duduk di sofa dekat jendela.

Maureen berusaha memejamkan matanya dan berharap hari ini akan segera berakhir agar ia bisa menghabiskan kekesalan dalam hatinya dan berganti dengan keceriaan.

Sejujurnya, ia merasa terusik dengan apa yang dilihatnya tadi siang saat Arthur meninggalkannya ke mini market.

Ia yang memang berniat mencari sesuatu yang barangkali menjadi petunjuk siapa wanita yang disukai oleh Arthur malah benar-benar menemukan sebuah kotak yang berisi album foto, catatan kecil dan beberapa hadiah.

Maureen sebenarnya mencoba bersikap biasa saja, tapi lama kelamaan ia tidak bisa menahan kecemburuan nya. Sebuah ketakutan muncul dihatinya, bagaimana jika Arthur masih menyukai wanita yang bernama Rose itu.

"Apa kau marah padaku ? Kau terlihat berbeda," bisik Arthur di telinga Maureen. Tiba-tiba saja ia sudah berada di belakang Maureen dan memeluknya.

Dapat Maureen rasakan otot-otot di tubuh Arthur yang menyentuh punggungnya. Sepertinya Arthur memang sengaja bertelanjang dada.

"Aku mengantuk," jawab Maureen tanpa membuka matanya.

"Benarkah ? Tapi sikapmu tidak seperti orang mengantuk. Sikapmu lebih mirip orang yang sedang cemburu," kata Arthur lagi. Kali ini suaranya sengaja dibuat-buat dan tidak lupa ia menjulurkan sedikit telinga Maureen hingga Maureen bergidik geli.

"Apa yang kau bicarakan," balas Maureen lagi-lagi dengan mata terpejam.

"Kau tidak sedang cemburu karena melihat sesuatu kan ?" goda Arthur lagi.

Kali ini Maureen diam tidak menjawab. Tapi dapat Arthur lihat jika nafas Maureen naik turun dengan cepat seperti orang yang mencoba menahan kemarahannya.

"Apa kau..."

"Tidak bisakah kau diam ? Sejak tadi bicara yang tidak jelas. Kalau memang aku tidak boleh tidur disini biar aku tidur diluar," kata Maureen bangun dari tidurnya dan masih membelakangi Arthur.

Arthur tertawa kecil. Akhirnya Maureen bisa marah juga padanya. Bukannya ikut marah, Arthur malah memeluk Maureen dari belakang. Sesekali ia mencium leher Maureen.

"Aku minta maaf jika secara tidak sengaja melukaimu. Kau pasti sudah melihat benda di bawah ranjang ya. Aku lupa membuangnya, nanti akan ku buang. Sekarang jangan marah lagi ya," bisik Arthur.

"Aku tidak cemburu," kata Maureen memukul pelan tangan Arthur.

"Baiklah aku percaya. Sekarang coba perlihatkan wajahmu yang marah itu," goda Arthur lagi.

"Aku tidak marah," sangkal Maureen dengan nada kesalnya.

"Yasudah kalau tidak marah. Memang istriku ini begitu penyabar," lagi-lagi Arthur menggoda Maureen.

Setelah termakan bujuk dan rayuan Arthur, akhirnya Maureen mau membalikkan badannya dan kini mereka saling berhadapan.

"Apa sudah ada yang memberitahu mu kalau kau semakin cantik jika marah ?" tanya Arthur dengan mimik wajah yang dibuat serius.

Bukannya menjawab, Maureen justru ingin tertawa. Bisa sekali Arthur meredam kekesalannya.

"Aku akan memaafkan mu kalau kau mau menceritakan tentang Rose dan kenapa masih ada barang kalian disini. Kau tidak tega membuangnya ya ?"

"Bukan tidak tega. Tapi aku lupa. Aku sibuk bekerja," kilah Arthur. Karena yang sebenarnya adalah ia memang tidak tega membuangnya. Tapi kini demi Maureen, ia harus mau membuang sisa-sisa masa lalunya.

"Kenapa kau dan dia tidak menikah saja ?" tanya Maureen. Arthur menatap wajah Maureen lama sebelum membuka mulutnya.

"Karena tidak berjodoh. Sudah jangan bertanya lagi, aku mengantuk," kata Arthur lalu memeluk Maureen dan membawanya berbaring.

"Arthur, kau sengaja tidak mau cerita ya ?" tanya Maureen.

"Maureen, terkadang ada beberapa hal yang tidak perlu dibicarakan. Aku tidak mau masa laluku atau masa laluku bisa merusak hubungan kita. Jadi biarkan saja," kata Arthur serius. Dan karena tidak mau membuat Arthur marah akhirnya Maureen mengangguk.

Arthur segera mencium Maureen dengan lembut. Mulai dari kedua matanya, hidungnya lalu turun ke bibir.

Pelan-pelan tangannya terarah untuk membuka gaun tidur Maureen dan Maureen bisa menjebak apa yang akan terjadi selanjutnya.

..

1
Susi Akbarini
happy emfing..
😍💪💪👍👍🙏
Susi Akbarini
wezz .

kerennn
Khusnul Khotimah
akhirnya sudah sekian purnama akhirnya up juga hampir q lupakan kaak
Susi Akbarini
waahhhh..
kejutan besar..

pantesan moses langsung ngeklik saat ngurus enzźoo


😍😍👍👍💪
sri wahyuni
ah aku jadi sedih bacanya....semoga ada solusinya
sri wahyuni
oo tenyata nyonya janet yg menculik dan memisahkan 3 anak rafael....karna suaminya selingkuh dan rumah tangganya berantakan.
Khusnul Khotimah
laki laki kok ngak punya pendirian
Sari Nilam
plin plam jadi laki
mama
janji km akan preet pd saat dpt tlp dari mantan km thur🤣..lama gk up smpe lupa
Susi Akbarini
tak sbar pengen taubenzo ank arthur apa bkn..

🤣😍😍🙏💪
Susi Akbarini
mkasi udah upppp...
😍😍🙏💪💪
Mei TResna Rahmatika
jangan gampang buat maureen luluh Thor harusnya
Sari Nilam
ya lama sekali subuk othornya
Miftah Rahma
Akhirnya setelah sekian lama up juga Thor lanjut lagi thor👍👍
Susi Akbarini
kok laammmaaaas gk uppppp

❤❤❤💪💪😍😍😍
Susi Akbarini
lanjuttttttt
😍😍❤❤💪💪
Susi Akbarini
cie3..
yg mau ketemu istri ...
😄😄😍😍❤❤💪💪
Sari Nilam
lha masih aja percaya kalau enzo anak arthur? aku kok gak percaya.
gak usah ketemulah irang masih ada anak mantan
Susi Akbarini: laahhh..
iyaaaa..
betul3..

❤❤😍😍❤💪💪😄😄🤣🤣
total 2 replies
Susi Akbarini
lanajuuuuuuuttttt
😍😍❤💪💪💪💪
Susi Akbarini
rose ama moses aja..

😄😄😍❤❤💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!