NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Tuan Albert

Istri Kesayangan Tuan Albert

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Reinkarnasi / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:598
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Emily tak menyangka bahwa dia masuk ke sebuah novel yang alurnya membuatnya harus menikah dengan seorang miliarder kaya.
Pernikahan absurd itu malah sangat menguntungkannya karna dia hanya perlu berdiam diri dan menerima gelar nyonya serta banyak harta lainnya.
Namun sayangnya, dalam cerita tersebut dia akan mati muda!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

《Chapter 21》

Emily bangun dengan kepala yang terasa berat, ia yakin bahwa demamnya belum turun, padahal ia sudah mendapatkan infus sejak tadi malam.

Tenggorokannya sakit dan bahkan sulit untuk bangun dari tempat tidur, dia menutup mulutnya dan terbatuk, memutuskan untuk kembali berbaring di kasur.

Sepertinya ia bukan hanya syok tapi juga masuk angin, tubuhnya terlalu lemah untuk langsung bangun dari tempat tidur.

Ia bertanya-tanya apakah Albert pergi mengunjungi Emily di Rumah Sakit, karna ia tidak datang ke kamarnya.

Semalam ia merasa melihat siluet pria itu saat sedang tidur.

Begitu ia mendapat tenaga, ia bangun dan melihat bahwa cairan infusnya akan segera habis, semalam dokter sudah mengajarkan Bibi Vei cara untuk mengganti infus dan melepaskannya jika sudah habis.

Kring kring..

Emily membunyikan bell yang Bibi Vei taruh di samping tempat tidurnya, dan wanita itu kemudian muncul di kamarnya.

"Ada apa Nona?," tanya Bibi dengan khawatir.

"Apa ini botol cairan infus terakhir? Jika iya, tolong Bibi lepas jarumnya," pinta Emily dengan lembut.

Bibi Vei membuka seluruh alat medis itu dengan telaten sembari menanyakan, "dokter bilang Nona mengalami syok ringan, ada kejadian mengejutkan kemarin?"

Emily menjawab, "Ya, hanya sedikit kecelakaan kecil saat berada di area konstruksi, Bibi tidak usah khawatir, ngomong-ngomong Albert dimana?, apa dia sudah pergi bekerja?"

"Tuan bilang akan ke Rumah Sakit, namun saya juga tidak tau untuk apa"

Emily sudah menduganya, lagi pula Bibi Vei belum tau tentang Clara.

"Apa Nona ingin sarapan di kamar?," tanya Bibi Vei setelah selesai membantu melepaskan infus itu

Emily menggeleng kepala dan berkata, "Aku akan makan di ruang makan, Bibi tolong pegangi aku, sepertinya kakiku masih terasa lemas"

Lebih baik Emily turun dari pada merenung di kamar, ia juga tidak punya hak untuk memikirkan perasaan Albert yang mungkin sudah mulai menyukai gadis itu.

Ia akan mulai tinggal di rumah lagi dari pada pergi ke kantor, padahal baru dua hari ia mencoba tapi sudah menyerah.

***

Tadi pagi saat sarapan, Ibunya Clara menelponnya, oleh sebab itu Albert bergegas pergi ke Rumah Sakit tanpa berpamitan dengan Emily.

Sampai di sana, gadis itu sudah nampak lebih baik, pemeriksaan lengkap juga sudah di lakukan, benar kata dokter bahwa ia mengalami gagal otak ringan.

"Ma, pa, aku mau bicara berdua sama Albert," ucapnya begitu pria itu duduk di dekat ranjang, kedua orangtuanya pergi meninggalkan mereka.

"Apa kau masih ingat akan mengabulkan permintaanku?," tanya Clara memastikan.

Wajah Albert nampak tenang dan berkata, "Ya, apa yang kau inginkan"

Kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya, jadi Clara dengan lantang berkata, "Biarkan aku tinggal di mansion mu sampai sembuh"

Clara sebenarnya ingin meminta agar pria itu menikah dengannya namun sudah pasti mustahil, jadi ia berfikir untuk menyingkirkan Emily langsung dari mansion milik Albert.

Pria itu menyetujuinya, lagi pula masih ada kamar kosong di lantai dua, ia juga tidak perlu repot menjadikan Clara sekretarisnya, sungguh sangat merepotkan jika ia menggodanya di kantor setiap hari.

"dokter bilang nanti sore kau sudah bisa pulang setelah infusnya habis, saya akan menyuruh sopir menjemputmu, sekarang saya harus ke kantor dulu"

Masih banyak pekerjaan yang harus ia urus, jadi ia tidak boleh berlama-lama disana.

***

"Bibi, jangan lupa masak hidangan dari sayuran yang sudah di panen ya!," Emily pergi ke kamar untuk membersihkan diri, selama seharian ia dan para pelayan sudah melakukan panen pada sayuran di kebunnya kaku segera membajaknya lagi untuk di taruh bibit baru.

Emily sangat bahagia, karna kali ini sudah masuk musim semi, di mana tumbuh-tumbuhan mekar kembali, karena itulah musim semi juga disebut “musim bunga”.

Banyak bibit buah dan sayur yang bisa ia tanam, ia sudah membayangkan jika semangkanya sudah panen maka akan jadi sebesar apa itu.

Ia kemudian turun ke bawah dan menghampiri Bibi Vei, dan berkata, "Sini Bibi, biar Emily bantu juga.."

"Jangan Nona, biar Bibi saja, Nona pasti sudah capek, bagaimana kalau Nona pergi menonton film saja, nanti akan saya panggil jika hidangannya sudah masak," usul Bibi Vei, ia hanya tidak ingin Nona Emily sakit lagi.

Padahal tadi pagi ia sudah menyarankan Emily untuk duduk saja membiarkan para pelayan memanen di kebun, tapi gadis itu malah ikut bersama mereka melakukannya.

"Ok Bibi, sekalian aku tunggu Albert," Emily pergi ke ruang tamu dan menyalakan tv, mencari film yang bagus untuk di putar.

Beberapa dvd sudah ia tonton, jadi yang tersisa hanya sedikit.

"Aku harus menyuruh Aris membeli film lain yang bagus," ucapnya pada diri sendiri.

Belum sempat ia memasukkan dvd ke dalam alat pemutaran untuk di sambungkan ke tv, suara pintu terbuka mengalihkan perhatiannya.

Ia menoleh ke arah pintu masuk dan tersenyum melihat Albert masuk, namun senyumannya luntur ketika di belakangnya ada Clara dengan wajah masih sedikit pucat.

Emily berdiri dengan tenang lalu berkata, "Ada apa ini Albert?"

Albert mempersilahkan Clara duduk di sofa, gadis itu tidak datang sendiri, ia membawa dua pelayan dari rumahnya, seorang pria dan seorang wanita.

Albert memanggil salah satu pelayan dan berkata, "Bereskan salah satu kamar di lantai dua, Nona Clara akan tinggal bersama kita"

Perintah Albert sudah bisa menjawab pertanyaan Emily, namun gadis itu masih penasaran mengapa Clara di izinkan tinggal di sana.

"Pelayan mu bisa ikut pergi melihat kamar khusus pelayan," ucap Albert pada Clara, setelah itu kedua pelayan itu meninggalkan mereka bertiga di sofa.

"Kalian bicaralah dulu, aku mau ke kamar"

Albert pergi membersihkan diri dan masuk ke ruang kerja, sepertinya ia tidak berniat bergabung dengan mereka, jadi Emily juga tidak bisa menanyakan lebih lanjut.

Ia juga sedikit sadar diri bahwa keputusan Albert sepenuhnya miliknya, karna ia hanya istri pura-pura.

"Minggir, aku mau menonton tv," ucap Emily menyuruh gadis itu sedikit bergeser ke samping sofa agar ia bisa duduk tepat di depan tv.

"Kamu sombong sekali ya, padahal cuma istri dadakan," sindir Clara padanya.

Emily tidak ingin memperpanjang masalah, karna ia melihat perban di kepala Clara masih terikat, ia mematikan tv dan berlalu dari sana, pergi menuju dapur.

Untung saja Bibi Vei sudah selesai memasak, jadi ia duduk dengan tenang, menunggu Bibi Vei yang memanggil Albert dan penghuni baru di sana untuk segera makan malam.

Malam itu Emily tidak bertanya apapun pada Albert, ia juga tidak bercerita tentang kebunnya yang sudah panen, padahal tadi pagi ia selalu berkata bahwa akan mengatakan kabar gembira ini begitu ia pulang.

Ini sudah setengah tahun dari kontrak mereka, masih akan ada setengah tahun lagi untuk mendapat 100 juta terakhir, ia akan bertahan sampai saat itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!